Wartain.com || Kementan terus memperkuat sinergi antar lembaga dalam rangka memastikan keakuratan data pertanian, khususnya terkait Luas Tambah Panen (LTP). Hal ini dipastikan dalam rapat koordinasi rekonsiliasi data LTT dan LTP yang digelar di Sukabumi kerja sama antara Kementan yang diwakilkan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, dan BPS Kabupaten Sukabumi untuk menyelaraskan data sekaligus menindaklanjuti hasil ground check di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan akan selalu menggunakan data BPS sebagai rujukan utama dalam merumuskan kebijakan, termasuk dalam upaya percepatan swasembada pangan sesuai visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Kolaborasi ini akan terus diperkuat dengan penghitungan metodologi yang lebih canggih, memastikan bahwa kebijakan pertanian berbasis data yang valid, transparan, dan terpercaya.

Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati dalam arahannya, menekankan pentingnya periode April sebagai momen kritis untuk mengejar target tanam nasional. Ia menyebut bahwa tim dari pusat telah dibagi ke seluruh wilayah kerja di Sukabumi untuk percepatan monitoring langsung di lapangan.
“Kita turun habis-habisan, semua wilayah tercover. Ini arahan langsung dari Pak Menteri. Kita kejar target swasembada dengan semangat dan kerja nyata,” tegasnya, Senin 14/04/2025.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sri Hastuti Harahap menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pusat PVTPP yang telah mengerahkan tim kuat dan responsif dalam mendampingi daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan dalam menyusun dan mereview data di lapangan.
“Karena Penanggung Jawab (PJ) di lapangan masih sama seperti tahun sebelumnya, maka dokumentasi dan pelaporan sudah cukup tertata. Ini menjadi dasar kuat bagi kita untuk terus menjaga transparansi dan akurasi data,” ujarnya.
Sri menambahkan bahwa pemutakhiran dan validasi data harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan potensi tanam dan realisasi benar-benar tercatat. “Tidak masalah bila realisasi melebihi target, itu justru baik. Tapi jika terdapat kekurangan, kita perlu cek ulang penyebabnya dan cari solusi bersama,” tuturnya.
Terakhir, ia menekankan bahwa semua pihak harus bergerak bersama, saling mendukung dan tidak bekerja secara terpisah. “Kita ingin memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan ke pusat adalah representasi kondisi riil di lapangan. Dengan data yang akurat, kita dapat mengambil kebijakan yang tepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” pungkasnya.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
