26.7 C
Jakarta
Selasa, Oktober 27, 2026

Latest Posts

Longsor Terjang Perumahan Tiara Regency, Warga Desak Tanggung Jawab Developer

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Kamis malam (22/5/2025) memicu longsor besar di kawasan Perumahan Tiara Regency, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja. Tebing setinggi 10 meter dengan lebar sekitar 30 meter ambruk, menghantam permukiman warga di Blok E hingga Blok F. Tidak ada korban jiwa, namun satu rumah terdampak langsung dan memaksa penghuninya mengungsi.

Ketua RW 12 Perumahan Tiara Regency, Septa Rajib Bagja, menyatakan bahwa longsor terjadi dua kali dalam satu malam. Insiden pertama muncul sekitar pukul 18.30 WIB, disusul longsoran susulan yang jauh lebih besar sekitar pukul 21.00 WIB.

“Material tanah dan batu menyerbu ke permukiman, bahkan sempat masuk ke rumah warga di Blok E 169. Kami langsung mengevakuasi pasangan suami istri yang tinggal di sana ke lokasi aman,” ujar Septa pada Jumat (23/5/2025).

Warga menyayangkan sikap pasif pengembang perumahan yang hingga kini belum membangun struktur pengaman seperti bronjong atau Tembok Penahan Tanah (TPT). Padahal, kawasan tersebut diketahui rawan longsor sejak awal pembangunan.

“Sudah lama kami minta dibangunkan bronjong, karena sebelumnya dua rumah juga pernah tertimbun longsor. Tapi tidak pernah digubris. Kami seperti dibiarkan hidup dengan ancaman,” ucap Septa, geram.

Ia menambahkan, meskipun warga sudah berulang kali menyampaikan laporan ke pemerintah desa, kecamatan, hingga BPBD, respon yang diterima selalu terbentur status perumahan yang belum diserahterimakan dari pengembang ke pemerintah.

“Selalu jawabannya belum bisa dibantu karena belum serah terima. Kami merasa seperti warga yang tak diakui, padahal sudah lima tahun tinggal di sini,” tegasnya.

Kondisi tebing yang berada di bawah area persawahan dan jalur irigasi menambah kekhawatiran warga. Tanpa penguatan struktur tanah, risiko longsor susulan masih sangat tinggi, terlebih saat musim hujan.

Camat Sukaraja, Arid Ahmad Ridwan, membenarkan bahwa struktur tanah di lokasi memang labil. Hujan deras yang turun selama belasan jam membuat tebing tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya longsor.

“Ini sudah kejadian ketiga. Sayangnya, tidak ada TPT di batas tanah milik warga dan area perumahan. Padahal, itu krusial untuk mencegah longsor,” kata Arid.

Pihak kecamatan bersama BPBD dan warga saat ini tengah melakukan pembersihan material longsor. Namun, upaya jangka panjang masih menemui hambatan, terutama dalam berkoordinasi dengan pihak developer.

“Kami sudah coba hubungi pengembang, tapi katanya sedang berada di Jepang. Ini menyulitkan proses koordinasi. Tahun lalu, kasus serupa juga sempat membuat pengembang dipanggil ke Polres,” jelas Arid.

Ia berharap, ke depan ada komitmen serius dari pihak pengembang untuk melakukan perbaikan dan pencegahan. Warga tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian setiap kali hujan turun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.