Wartain.com – Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun, Raden Soleh Putra, warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (24/10/2026), akhirnya ditemukan pada Senin (26/10/2026) siang.
Siswa kelas II sekolah dasar tersebut ditemukan oleh seorang tetangga keluarganya di wilayah Cikembang, Kecamatan Cikembar, sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah ditemukan, Raden langsung dipulangkan dan diserahkan kepada keluarganya.
Sebelumnya, Raden dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah berpamitan kepada ibunya untuk membeli jajanan pada Sabtu siang. Saat itu, ia berangkat bersama seorang temannya sekitar pukul 14.00 WIB.
Ibu kandung Raden, Ida Nurhayati (40), mengaku awalnya tidak menaruh kecurigaan ketika anaknya meminta izin keluar rumah. Ia hanya berpesan agar Raden tidak bermain terlalu lama.
“Dari rumahnya itu jam 14.00 WIB, dia berangkat bilang mau beli tahu krispi. Aku bilang, ya sudah Dek tapi jangan lama-lama ya,” ujar Ida, Senin (26/10/2026).
Namun, hingga sore dan malam hari, Raden tak kunjung kembali. Keluarga mulai merasa khawatir setelah mendapat informasi bahwa teman yang pergi bersamanya sudah pulang lebih dahulu.
“Berangkatnya sama temannya. Kata temannya udah pada pulang, dari situ kan udah mulai curiga,” lanjutnya.
Kekhawatiran Ida semakin besar karena tidak mengetahui keberadaan putranya. Ia bahkan sempat menduga anaknya menjadi korban penculikan, terlebih tidak ada kabar yang diterima keluarga selama dua hari.
“Kecurigaannya takut diculik. Soalnya gak pulang-pulang, sampai sekarang belum ada kabar,” tuturnya.
Keluarga kemudian melaporkan kehilangan Raden ke Polsek Cikembar pada Senin (26/10/2026) pukul 08.34 WIB. Laporan tersebut ditindaklanjuti hingga akhirnya keberadaan anak itu diketahui pada siang harinya.
Kapolsek Cikembar, Iptu Yadi Suryadi, mengatakan Raden ditemukan oleh tetangga yang tinggal di sekitar rumah kontrakan orangtuanya. Saat itu, tetangga tersebut hendak menuju Cibadak dan melihat Raden sedang berjalan di kawasan Cikembang.
“Anak tersebut ditemukan tetangga rumah kontrakan orang tuanya yang hendak ke Cibadak dan melihat anak tersebut sedang berjalan di wilayah Cikembang Cikembar,” kata Yadi kepada Koran Gala.
Berdasarkan dugaan awal, Raden sempat dibawa oleh seorang pengamen dan diajak mencari barang-barang bekas atau rongsokan.
“Iya dibawa pengamen, namanya anak-anak itu masih labil,” ungkapnya.
Meski telah kembali ke rumah, kondisi psikologis Raden disebut masih mengalami trauma setelah dua hari tidak bersama keluarganya. Pihak kepolisian menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat anak seusianya masih rentan dan membutuhkan perlindungan orang dewasa.
“Ya pastilah kalau trauma mah, namanya enggak makan, kasih makan tuh tidak kan, tidur di mana kita enggak tahu,” sebut Yadi.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengingatkan para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika mereka bermain atau bepergian di luar rumah. Orangtua juga diimbau memastikan keberadaan dan teman bermain anak untuk mencegah kejadian serupa terulang.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
