Wartain.com || Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat kini menunjukkan progres signifikan. Proyek yang telah lama dinanti masyarakat Sukabumi ini diklaim telah mencapai sekitar 80 persen penyelesaian fisik.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, mengungkapkan bahwa pembangunan tol ini tinggal menyisakan pekerjaan fisik, karena proses pembebasan lahan telah tuntas. Ia berharap penyelesaian seksi ketiga ini bisa rampung pada akhir 2025.
“Progres fisiknya sudah mendekati 80 persen. Saat ini tinggal menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jembatan dan flyover, yang memang membutuhkan waktu lebih lama karena harus melintasi wilayah-wilayah kompleks dan persimpangan,” kata Heri Gunawan, yang akrab disapa Hergun, Selasa (5/8/2025).
Meski diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan kronis di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, Hergun menegaskan pentingnya penataan ulang sistem lalu lintas dalam kota. Ia mengingatkan bahwa potensi kemacetan bisa berpindah ke titik-titik baru apabila tidak dilakukan rekayasa lalu lintas secara menyeluruh.
“Jika nanti exit tol Bocimi berada di Cibolang dan terhubung ke Jalur Lingkar Selatan, maka potensi kemacetan bisa bergeser ke pusat Kota Sukabumi. Karena itu, perlu disiapkan perencanaan lalu lintas yang cermat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan arus kendaraan bertonase berat agar tidak melintasi kawasan padat penduduk di pusat kota. Menurutnya, kendaraan besar perlu diarahkan keluar melalui jalur yang sesuai demi menghindari beban lalu lintas berlebih.
“Kalau tidak ditata, justru bisa menimbulkan masalah baru. Kendaraan berat harus diarahkan ke jalur tertentu, tidak boleh masuk sembarangan ke area kota,” tegasnya.
Hergun optimistis, jika Tol Bocimi tersambung penuh dari Ciawi hingga Sukabumi Timur, maka manfaat ekonominya akan sangat besar bagi Sukabumi. Konektivitas yang lebih baik diyakini akan meningkatkan minat investasi, mempercepat distribusi logistik, dan mendongkrak sektor pariwisata, khususnya menuju kawasan unggulan seperti Geopark Ciletuh.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan tol tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan perencanaan transportasi terpadu agar kehadiran tol benar-benar menjadi pintu masuk kemajuan wilayah, bukan justru menambah persoalan baru di hilir.
“Target penyelesaian akhir tahun 2025 harus dikejar dengan serius. Masyarakat sudah menunggu cukup lama. Jalan tol ini bukan sekadar akses cepat, tapi harus menjadi momentum kemajuan yang nyata bagi Sukabumi,” tandasnya.
Sebagai informasi, Tol Bocimi terbagi ke dalam empat seksi dengan total panjang 54 kilometer. Saat ini, baru Seksi 1 (Ciawi – Cigombong) dan Seksi 2 (Cigombong – Cibadak) yang telah beroperasi. Seksi 3 (Cibadak – Sukabumi Barat) dalam proses pembangunan, sementara Seksi 4 (Sukabumi Barat – Sukabumi Timur) masih dalam tahap pembebasan lahan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
