Wartain.com || Sejak diluncurkan pada April 2025 lalu, Koperasi Merah Putih Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan geliat positif. Meski bermodalkan swadaya anggota, koperasi yang berlokasi di Kampung Cikaret RT 2 RW 2 ini kini menjadi salah satu contoh nyata semangat gotong royong masyarakat desa.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menyampaikan bahwa koperasi tersebut tumbuh berkat kerja keras para pengurus dan anggota tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Menurutnya, koperasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi warga dan mengurangi ketergantungan pada rantai distribusi yang panjang.
“Alhamdulillah koperasi ini berjalan dengan baik meskipun belum ada dukungan dana dari pemerintah. Saat ini komoditas yang sudah berjalan adalah gas elpiji dan telur ayam, dan hasilnya dipakai untuk operasional,” ujar Deni, Sabtu (18/10/2025).
Deni berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Koperasi dapat memberikan perhatian lebih agar koperasi di desanya bisa berkembang lebih pesat. Ia menilai, Koperasi Merah Putih bukan hanya sebatas seremoni peluncuran, melainkan benar-benar aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap ada dukungan dan kerja sama dari pemerintah kabupaten. Koperasi ini nyata, bukan hanya simbol. Kalau ada support, saya yakin manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Sasagaran, Ridwan Ali Yusup, menjelaskan bahwa keberlangsungan koperasi tersebut murni hasil gotong royong anggota. Saat ini, koperasi sudah memiliki sekitar 150 anggota yang rutin menabung melalui simpanan pokok dan wajib. Dari hasil itu, koperasi berhasil mengelola dua komoditas utama, yakni gas elpiji 3 kilogram dan telur ayam negeri.
“Semua modal berasal dari anggota. Tidak ada bantuan dari luar. Tapi dengan semangat kebersamaan, kami bisa punya ayam petelur dan usaha distribusi gas elpiji. Sekarang sudah ada satu tenaga kerja lokal yang kami gaji Rp2 juta per bulan,” kata Ridwan.
Ridwan menambahkan, koperasi ini tidak hanya bertujuan mencari keuntungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa. Ia pun berharap dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam menjalankan program yang sejalan dengan kebijakan nasional di bidang koperasi.
“Kami sangat menunggu perhatian dari pemerintah, sesuai arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi kerakyatan. Kalau ada dukungan, koperasi ini bisa menjadi contoh pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
