26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Jumlah Pengungsi Pergerakan Tanah di Bantargadung Bertambah, BPBD Sukabumi Terus Bersiaga

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (4/3/2026) memicu terjadinya bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung. Hingga Jumat (6/3/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 134 kepala keluarga (KK) atau sekitar 475 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Peristiwa ini terjadi di dua wilayah desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Dampak paling besar dirasakan warga yang tinggal di sekitar titik pergerakan tanah sehingga sebagian besar dari mereka terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan.

Data sementara menunjukkan sekitar 120 KK atau 407 jiwa kini mengungsi di berbagai lokasi. Di Desa Bantargadung, sebanyak 76 KK dengan total 250 jiwa menempati posko pengungsian utama yang didirikan di lapangan samping Puskesmas Bantargadung.

Sementara itu, 34 KK lainnya memilih untuk mengungsi secara mandiri dengan menumpang di rumah kerabat atau menyewa rumah kontrakan di lokasi yang lebih aman. Sedangkan di Desa Bojonggaling, tercatat 10 KK atau 45 jiwa mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan. Sebanyak 70 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat, dengan rincian 61 unit berada di Desa Bantargadung dan 9 unit di Desa Bojonggaling.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, termasuk Pondok Pesantren Haryadul Fallah serta satu akses jalan lingkungan yang terdampak akibat pergerakan tanah tersebut.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tim gabungan hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus memantau kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan.

“BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat setempat dan instansi terkait terus melakukan koordinasi serta assessment di lapangan. Kami juga mendampingi warga terdampak agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Daeng.

Ia menambahkan, proses pendataan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan karena kondisi di lapangan masih dinamis.

“Pendataan masih berjalan dan datanya bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lokasi,” katanya.

Saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian. Bantuan yang paling dibutuhkan antara lain bahan makanan pokok, air mineral, susu formula, serta makanan tambahan bergizi.

Selain itu, kebutuhan lain yang mendesak meliputi perlengkapan tidur seperti kasur lipat dan selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, popok untuk bayi dan lansia, serta pembalut wanita. Fasilitas sanitasi seperti air bersih dan toilet portable juga menjadi kebutuhan penting bagi para pengungsi di lokasi saat ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.