26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Editorial : “Menjaga Kedaulatan dari Intervensi, Rapatkan Barisan Kawal Astacita”

WARTAIN.COM : Ditengah situasi global yang dihadapkan konflik AS Israel Vs Iran berdampak pada kondisi sosial ekonomi politik dalam negeri. Tentunya masyarakat Indonesia harus menyiapkan diri dalam menghadapi ancaman krisis energi, pangan. Ketika Presiden Prabowo bersama jajaran pemerintahannya tengah menghadapi situasi ancaman krisi tersebut akibat konflik global.

Sangat memprihatinkan ada pihak pihak didalam negeri masih mau dimanfaatkan oleh kepentingan asing mengobok obok situasi dalam negeri yang bermotif akan menjatuhkan pemerintahan Prabowo

Melihat situasi kondisi tersebut Tim Redaksi berdiskusi dengan tokoh aktivis pergerakan 98 Bung Anto Kusumayuda dan Bung Abdul Salam Nur Ahmad (Ketua Umum dan Sekjen  Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98). Beliau menyampaikan beberapa poin penting untuk pencerahan kita semua seluruh masyarakat Indonesia

Kedaulatan sebuah bangsa bukan hanya soal menjaga perbatasan, melainkan juga menjaga stabilitas domestik dari infiltrasi kepentingan asing yang kerap meminjam tangan-tangan lokal. Belakangan, aroma gerakan yang terindikasi didanai oleh jaringan global seperti George Soros mulai terendus, menyasar elemen-elemen strategis mulai dari NGO, akademisi, hingga gerakan mahasiswa. Tujuannya satu: menciptakan instabilitas untuk menggoyang pemerintahan sah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kita harus waspada. Pola “mengobok-obok” dalam negeri melalui narasi-narasi kritis yang sering kali tidak berdasar pada realitas objektif, melainkan pesanan agenda asing, adalah ancaman nyata bagi keberlanjutan pembangunan. Indonesia tidak boleh menjadi medan tempur kepentingan global yang hanya ingin melihat kita pecah belah.

Menyikapi hal ini, tidak ada kata lain selain *Konsolidasi Akar Rumput (Grassroot)*. Kekuatan bangsa ini ada pada persatuan para Ulama, Ustad, dan Ajengan di pesantren-pesantren, serta semangat militan aktivis Mahasiswa 98 yang nasionalis dan anti-intervensi asing. Mereka adalah benteng moral yang harus menyatu untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh gerakan massa yang ditunggangi.

Persatuan ini bukan sekadar untuk bertahan, melainkan untuk *Mengawal Program Kerakyatan*. Pemerintahan Prabowo telah meletakkan landasan kuat melalui *Astacita*. Program-program seperti *Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih*, penyaluran KUR, hingga efektivitas *Bansos* adalah urat nadi kesejahteraan rakyat. Jika stabilitas politik terganggu, maka program-program yang langsung menyentuh perut rakyat inilah yang pertama kali akan tumbang.

Jejaring media lokal di seluruh pelosok daerah memegang peran kunci. Media harus menjadi penjernih informasi (clearing house), melawan narasi destruktif dengan fakta-fakta keberhasilan program pro-rakyat. Kita harus memastikan bahwa suara dari desa-desa lebih keras terdengar daripada teriakan pesanan asing di ibu kota.

Mari kita rapatkan barisan. Setiap upaya yang mencoba menjatuhkan pemerintahan melalui mobilisasi massa yang dimanfaatkan kepentingan asing harus dihadapi dengan satu kekuatan kolektif: *Nasionalisme yang Manunggal*. Kita kawal mandat rakyat, kita jaga Astacita, dan kita tutup pintu rapat-rapat bagi siapa pun yang ingin merusak kedaulatan Indonesia dari dalam. Sangat inviratif dan menggelorakan semangat yang disampaikan Bung Anto dan sekjen PPJNA98 untuk tetap bersatu padu Jaga Indonesia Kawal Program Kerakyatan Presiden Prabowo. (Tim Redaksi)***

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.