Wartain.com || Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tingkat keterisian penumpang bahkan sempat menembus angka 201 persen, menjadikannya sebagai okupansi tertinggi selama periode tersebut.
PT KAI Daop 2 Bandung mencatat, selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 hingga 24 Maret 2026, rata-rata okupansi KA Siliwangi mencapai 93 persen. Lonjakan signifikan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 2.563 orang dari Stasiun Cianjur dan 1.949 penumpang dari Stasiun Cipatat.
Dalam operasionalnya, KA Siliwangi melayani hingga enam perjalanan pulang pergi setiap hari. Frekuensi ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, baik untuk keperluan mudik, arus balik, maupun aktivitas lainnya.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan peran penting kereta api lokal sebagai moda transportasi alternatif.
“KA Siliwangi hadir sebagai alternatif transportasi yang ekonomis dan efisien. Dengan tarif yang sangat terjangkau, masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet, dan tepat waktu,” ujarnya.
Dengan harga tiket hanya Rp5.000 untuk sekali perjalanan, KA Siliwangi menjadi pilihan favorit berbagai kalangan. Tarif murah tersebut dinilai mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pada momentum Lebaran.
Selain untuk kebutuhan mudik dan balik, kereta ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk wisata dan silaturahmi. Jalur Cipatat–Sukabumi yang dilalui KA Siliwangi menawarkan panorama alam serta akses ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.
Kuswardojo menambahkan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik untuk kereta api jarak jauh maupun lokal, terutama di tengah tingginya mobilitas selama periode Lebaran.
“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi,” katanya.
PT KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan layanan kereta api lokal sebagai alternatif transportasi yang efisien dan terjangkau.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
