Wartain.com – Peringatan May Day 1 Mei 2026 di Kabupaten Sukabumi dikemas berbeda. DPC K-SARBUMUSI menggelar family gathering bertajuk _”May Day Is Holiday”_ di kawasan wisata Santa Sea, Jumat (1/5/2026). Ratusan buruh hadir bersama keluarga.
Kegiatan ini jadi ruang santai sekaligus forum dialog. Hadir Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kepala Disnakertrans Sigit Widarmadi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Usep. Kehadiran tiga unsur pimpinan daerah menunjukkan sinergi pemerintah dan buruh.
Dalam sambutannya, Wabup Andreas mengapresiasi integritas buruh Sukabumi yang ikut menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan buruh adalah aset penting negara dan motor penggerak ekonomi. “Kondusifnya wilayah industri di Kabupaten Sukabumi harus terus dijaga bersama,” ujarnya.
Andreas juga berbagi kisah pribadi. Ia pernah jadi buruh dengan gaji Rp500 ribu pada 2010. Menurutnya, kesejahteraan naik lewat proses dan kemandirian. “Penghasilan jangan dilihat besar kecilnya, tapi bagaimana kita terus berkembang,” kata Andreas.
Ia membuka ruang masukan dari buruh, namun meminta situasi tetap kondusif. Di tengah dinamika global dan ancaman PHK, ketenangan kawasan industri jadi kunci agar investor tidak hengkang dari Sukabumi.
Aspirasi buruh tetap disuarakan. Aldo, buruh asal Sukalarang, minta pemerintah perluas akses kerja bagi warga lokal. Perwakilan Sarbumusi juga menyoroti masalah klasik: konflik perkebunan, maraknya rentenir yang menjerat buruh, hingga pungli di lingkungan pabrik.
Acara diisi diskusi interaktif pemerintah-buruh. Suasana cair, tanpa sekat. Puncaknya, panitia menyerahkan penghargaan lomba karya ilmiah bertema buruh. Ini jadi bukti May Day tak hanya orasi, tapi juga ruang gagasan.
Kepala Disnakertrans Sigit Widarmadi menegaskan komitmen tarik investasi untuk buka lapangan kerja. Ia minta warga aktif pantau info loker di medsos resmi Disnakertrans dan waspada calo. “Jangan percaya jika ada pungutan. Laporkan,” tegas Sigit.
Wakil Ketua DPRD Usep mendorong Disnakertrans lebih konsisten melindungi buruh. Mulai dari pengawasan upah, jam kerja, K3, hingga penyelesaian perselisihan. “Momentum ini harus jadi penguat kolaborasi pemerintah, buruh, dan pengusaha,” ujarnya.
Family gathering K-SARBUMUSI membuktikan May Day bisa dirayakan dengan riang tanpa kehilangan substansi. Di tengah tuntutan, ada kebersamaan. Di tengah kritik, ada apresiasi. Sinergi ini diyakini kunci mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di Sukabumi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
