Wartain.com – Program Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan terbukti memberi manfaat nyata bagi pekerja sektor non formal. Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dirasakan langsung masyarakat desa.
Seperti halnya yang terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Melalui agen binanya Sanusi dan Rupiandi, secara simbolis keduanya menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM), Jamiman Kecelakaan Kerja (JKK) dan bea siswa, bagi ahli waris yang pesertanya mengalami resiko dalam pekerjaan.
Empat warga Desa Peuteuycondong dapat santunan JKM
Kaur Umum Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Deni Purnawan Adimiharja menyebut, warganya sangat terbantu dengan program BPU. Klaim JKK dan JKM tidak berbelit dan prosesnya mudah.
“Program BPU sangat membantu, khususnya bagi para pekerja non formal. Melalui adanya santunan kematian seperti ini, warga kami merasa merasa terbantu. Kalau ada klaim tidak susah, sangat mudah,” ujar Deni, disela-sela penyerahan simbolis santunan JKM, Kamis (7/5/2026).
Ia mencatat dari 39 RT dengan total 11 ribu warga, sekitar 15 persen sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan BPU. Agar mereka terlindungi dalam melakukan pekerjaannya, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi lewat kegiatan masyarakat, bekerjasama dengan agen perisai yang ada.
“Kami akan terus berupaya agar seluruh warga yang memiliki pekerjaan untuk ikut kepesertaan BPJS TK ini. Karena terbukti, hari ini saja ada empat orang warga kami yang meninggal, semuanya dapat santunan Rp42 juta. Kami bekerjasama dengan agen perisai akan terus menggencarkan sosialisasi, agar mereka paham akan pentingnya perlindungan kerja,” tegas Deni.
Deni mendorong seluruh warga ikut program ini. Dengan iuran Rp16.800 per bulan, masyarakat sudah mendapat perlindungan kerja. Di desanya, sudah 20 orang mengklaim JKK dan JKM.

Satu warga Desa Susukan terima santunan JKK, JKM dan beasiswa
Terpisah, Kasi Pemerintahan Desa Susukan, Dede Ruhyat, berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses klaim JKM keluarga almarhum warganya. Proses berjalan cepat dan lancar.
“Saya mewakili semuanya, mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan bantuannya, sehingga klaim, JKK, JKM dan beasiswa-nya diproses secara cepat dan lancar,” ucap Dede.
Secara khusus, Dede mengapresiasi Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Sanusi dan Rupiandi. Menurutnya, Sanusi dan Rupiandi aktif memberi pencerahan ke warga soal pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Ini merupakan bukti nyata hasil pemberian pemahaman kepada warga. Tercatat, sudah hampir 75 persen warga yang memiliki pekerjaan, sudah ikut kepesertaan BPJS TK, melalui program BPU. Contohnya seperti almarhum ini, ketika terjadi resiko kerja, ahli waris sudah menerima santunan,” jelas Dede.
Dede berharap semua warga di wilayahnya ikut menjadi peserta. Mayoritas warga Susukan berprofesi sebagai pengrajin bongsang atau keranjang bambu yang punya risiko kerja tinggi. Selain tentunya pekerjaan lainnya
“Saya harap, semua masyarakat menyadari akan pentingnya perlindungan kerja. Dan bisa ikut semua menjadi peserta, karena manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh peserta dan ahli warisnya,” pungkas Dede.

Kiprah Sanusi mengajak warga ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Agen Perisai dari Nafiz Group, Sanusi, menyebut pekan ini ada 4 warga Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, menerima santunan JKM masing-masing Rp42 juta. Mereka adalah Didi tukang bangunan Kp Cibungur, Nazmudin petani Kp Pasirkalapa, Neneng pedagang Kp Babakan, dan Dayat buruh tani Kp Sadamayawetan. Sementara di Desa Susukan, Kecamatan Campaka ada satu orang yang menerima santunan JKK, JKM dan beasiswa sebesar Rp74.5 juta, atas nama Ecep Saepuloh pedagang, yang beralamat di Kp. Bojonggintung RT 02 RW 01.
Sanusi yang beralamat di Kp Nagrog, Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Cianjur, menjadi agen sejak Januari 2023. Hingga kini ia membina 8.900 peserta dari 3 kecamatan: Cibeber, Warungkondang, dan Campaka.
“Ini merupakan bukti bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kerja bagi siapapun yang memiliki pekerjaan, baik formal maupun non formal. Sesuai tagline-nya: Kerja Keras Bebas Cemas,” kata Sanusi.

Sanusi mengajak semua masyarakat yang bekerja untuk segera daftar BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya agar terlindungi dari segala risiko saat menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Saya mengajak kepada semua lapisan masyarakat yang memiliki pekerjaan, untuk ikut kepesertaan BPJS TK. Saya yakin tidak ada ruginya, Insya Allah bisa membantu ahli waris ketika terjadi resiko kerja. Intinya dengan masuk menjadi peserta BPU kita akan terlindungi,” tutup Sanusi
Sebagai informasi tambahan, prestasi Sanusi terbilang moncer. Ia meraih Juara 1 Wadah Nafiz Group Indonesia, Juara 1 tingkat Kacab Sukabumi, dan Juara 1 Kanwil Jawa Barat. Selain itu, Ia juga sering diundang menjadi pembicara, baik di tingkat Kacab yang ada di Kanwil Jawa Barat, Kanwil lainya serta tingkat nasional.
Tidak heran, belakangan ini kesibukan nya semakin bertambah. Selain fokus mengakuisisi kepesertaan, ia juga sering mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara, khususnya dalam memberikan wawasan tentang keberhasilannya menjadi agen perisai yang sangat diperhitungkan di tingkat nasional.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
