26.7 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026

Latest Posts

Mayoritas Wilayah Sukabumi Terancam Kekeringan, Sektor Pertanian Jadi Perhatian

Wartain.com – Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sukabumi diprediksi berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau tahun ini. Pemerintah daerah pun mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak yang bisa mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan air bersih masyarakat.

Bupati Sukabumi, Asep Japar mengatakan, hasil pemetaan menunjukkan hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan terhadap kekeringan dengan kategori berbeda-beda.

“Dari 47 kecamatan, terdapat 27 kecamatan masuk kategori agak rawan, 16 kecamatan rawan, dan dua kecamatan sangat rawan kekeringan. Hanya dua kecamatan yang tergolong aman,” ujar Asep Japar, Senin (11/5/2026).

Ancaman musim kemarau tersebut sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemarau lebih awal, yakni mulai April hingga Mei. Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Menurut Asep, dampak yang paling diantisipasi pemerintah daerah ialah krisis air bersih dan berkurangnya pasokan air untuk lahan pertanian. Karena itu, Pemkab Sukabumi mulai melakukan langkah antisipasi agar ketahanan pangan tetap terjaga.

Belum lama ini, Pemkab Sukabumi juga mengikuti rapat koordinasi nasional terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dalam rangka mendukung program swasembada pangan di Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengaku tetap optimistis target produksi padi tahun 2026 dapat tercapai meskipun terdapat ancaman kekeringan.

Ia menyebut capaian luas tambah tanam (LTT) padi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari 2026, realisasi LTT padi mencapai 18.352,6 hektare atau sekitar 111,2 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Selain itu, produksi padi juga mencapai 1.077.867 ton atau sekitar 119,82 persen dari target yang ditentukan. Sedangkan luas panen tercatat mencapai 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada pangan.

“Masih ada potensi luas panen sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan dengan estimasi produksi mencapai 27.425 ton,” kata Aep.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut didukung oleh bantuan sarana produksi pertanian, alat mesin pertanian (alsintan), hingga distribusi benih bantuan dari pemerintah pusat.

Tak hanya itu, hasil panen gabah petani juga telah diserap Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026. Target produksi padi berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Renstra Provinsi Jawa Barat sekitar 876 ribu ton, sedangkan jagung sekitar 118 ribu ton,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.