Wartain.com – Malam itu, ruang redaksi Wartain.com terasa lebih hangat. Di meja tengah, asap kopi hitam mengepul tipis, menemani diskusi santai namun padat makna. Hadir di sana Kang “Sule” Sulaeman (Ketua SMSI Sukabumi Raya), Kang Aam Abdul Salam (Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi & SMSI Sukabumi Raya), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.com sekaligus Bendahara SMSI Sukabumi Raya) dan Aab Abdul Malik (Editor Wartain.Com).
Topik malam itu sederhana tapi mendalam: gerakan “beberesih” (bersih-bersih) yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah instruksi nasional yang jika dibedah lewat kacamata budaya, ekonomi, dan spiritual lokal, ternyata menjadi kunci pembuka gerbang kemakmuran Kabupaten Sukabumi.
Gerakan bersih-bersih sering kali hanya dilihat sebagai urusan sapu dan tempat sampah. Namun, diskusi malam itu sepakat bahwa beberesih adalah gerakan kebudayaan dan pembangunan mental spiritual.
Langkah Refleksi Diri: Bersihnya lingkungan mencerminkan kebersihan hati dan pikiran masyarakatnya.
Merupakan Modal Efisiensi: Di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini, gerakan swadaya masyarakat untuk menjaga kebersihan adalah solusi konkret tanpa harus membebani APBD.
Menjadi Pondasi Awal: Membangun daerah tidak selalu urusan beton dan infrastruktur fisik, melainkan membangun kebiasaan hidup selaras dengan alam.
Bagaimana kebersihan menggerakkan roda ekonomi ? Alurnya sangat logis dan terukur. Lingkungan yang bersih memancarkan aura energi positif yang memicu semangat kerja.
Memajukan Pasar Tradisional & Pertokoan: Jika pasar dan pusat belanja bersih, tidak bau, dan nyaman, pembeli akan betah berlama-lama. Perputaran uang otomatis meningkat.
Mendorong Majunya Destinasi Wisata: Sukabumi kaya akan potensi wisata. Kebersihan di tempat wisata adalah magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Akan Multiplus Efek: Kunjungan wisata yang ramai langsung berdampak pada peningkatan ekonomi warga lokal (kuliner, penginapan, UMKM) dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi.
Kebersihan adalah Pintu Keberkahan
Dari sisi spiritual, para tokoh yang hadir menggarisbawahi pentingnya rasa syukur dan optimalisasi potensi lokal melalui kebersihan.
Membangun Magnet Rezeki: Dalam keyakinan spiritual, ruang yang bersih dan rapi adalah wadah mengalirnya energi kebaikan dan keberkahan.
Menjadi Ikhtiar Bersama: Menjaga kebersihan dari lingkungan terkecil—mulai dari rumah, kampung halaman, hingga ruang perkantoran—adalah bentuk ibadah nyata.
Membangun Optimisme Daerah: Dengan lingkungan yang bersih, Sukabumi sedang memantaskan diri untuk menerima keberkahan, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat yang melimpah.
Malam semakin larut, kopi di cangkir mulai mengering, namun semangat dari diskusi di kantor Wartain.com ini justru baru dimulai. Langkah kecil menyapu halaman rumah hari ini, adalah langkah besar menuju Sukabumi yang maju, mandiri, dan berkah. Yuk, kita mulai beberesih !(***)
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
