26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026

Latest Posts

Lapak Kurban di Sukabumi Gunakan Barcode Digital, Pembeli Bisa Cek Data Sapi Lewat Ponsel

Wartain.com – Pemanfaatan teknologi digital mulai merambah penjualan hewan kurban di Kota Sukabumi. Salah satunya diterapkan oleh Sukabumi Qurban yang berlokasi di Jalan Raya Cemerlang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, dengan menghadirkan barcode digital pada setiap sapi yang dijual.

Melalui sistem tersebut, calon pembeli dapat mengakses berbagai informasi sapi kurban hanya dengan melakukan pemindaian barcode menggunakan ponsel. Data yang ditampilkan mulai dari jenis sapi, estimasi bobot, harga, foto sapi hingga informasi perawatan dan obat-obatan.

Pengelola Sukabumi Qurban, Muhammad Akmalul Ginan mengatakan, inovasi tersebut lahir dari pengalamannya di bidang software engineering yang dipadukan dengan usaha peternakan keluarga.

“Karena saya punya latar belakang software engineering dan keluarga juga usaha jual sapi, akhirnya saya coba menggabungkan teknologi dengan penjualan sapi untuk mempermudah pendataan dan pencatatan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Akmal, barcode digital awalnya dibuat untuk kebutuhan internal agar proses pencatatan data sapi lebih praktis. Namun seiring berjalan waktu, sistem tersebut juga dimanfaatkan sebagai bentuk transparansi kepada konsumen.

“Jadi semacam etalase digital. Konsumen bisa langsung melihat detail sapi saat barcode di-scan, bahkan datanya bisa dibagikan ke WhatsApp dalam bentuk gambar,” katanya.

Ia mengaku penggunaan sistem digital tersebut cukup membantu dalam pengelolaan usaha, terutama untuk pencatatan data dan penentuan harga sapi. Jika sebelumnya seluruh informasi dicatat manual dan harus diingat satu per satu, kini prosesnya jauh lebih mudah.

Akmal menambahkan, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) turut mempercepat proses pembuatan sistem barcode tersebut. Menurutnya, dengan bantuan AI, sistem bisa dibuat hanya dalam waktu satu hingga dua hari.

“Kalau dulu mungkin coding-nya manual dan memakan waktu lama. Sekarang dengan bantuan AI jadi jauh lebih cepat,” jelasnya.

Ia menyebut inovasi barcode digital itu baru mulai diterapkan tahun ini dan masih akan terus dikembangkan. Ke depan, pihaknya berencana menambahkan fitur chatbot berbasis AI untuk memudahkan pelayanan kepada pelanggan.

Saat ini, kata Akmal, tersedia sekitar 50 ekor sapi kurban yang siap dijual di lapaknya. Beberapa di antaranya bahkan sudah dibeli oleh pelanggan. Adapun jenis sapi yang tersedia cukup beragam, mulai dari simental, limousin, pegon hingga PO, dengan pasokan yang sebagian besar berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya Magetan.

“Sebagian sapi berasal dari peternak lokal, ada juga kiriman dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama Magetan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.