Wartain.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi selama dua hari berturut-turut memicu sejumlah bencana. Dari Kamis 14 Mei 2026 sore hingga Jumat 15 Mei 2026 pagi, BPBD mencatat lima titik kejadian di wilayah berbeda.
Salah satu titik terbaru berada di Kampung Legok Nyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh. Jumat pagi, tebing penahan tanah di jalan lingkungan ambrol setelah diguyur hujan deras sejak sore sebelumnya.
Material longsor sepanjang 6 meter dengan tinggi 3 meter menutup akses jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua tidak bisa melintas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi langsung turun ke lokasi. Daeng Sutisna selaku manajer pusat pengendalian operasi menyebut penanganan awal terkendala minimnya material penahan.
“Koordinasi sudah dilakukan bersama desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, dan warga. Saat ini kami butuh bronjong dan karung untuk antisipasi longsoran susulan,” jelas Daeng, Jumat 15 Mei 2026.
Kejadian serupa terjadi Kamis sore di Perum BMI 3, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar. Tebing setinggi 8 meter ambruk dan menimpa rumah warga. Bagian kamar dan dapur rusak berat, lima jiwa mengungsi untuk menghindari risiko.
Petugas gabungan dari P2BK, kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, Tagana, dan relawan telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lokasi.
Di waktu yang hampir bersamaan, hujan lebat juga memicu banjir dan longsor di Kampung Bojongkokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Sekitar pukul 16.00 WIB, air merendam empat rumah dengan 18 jiwa terdampak.
Longsoran di wilayah itu mengancam dua rumah yang dihuni tujuh jiwa. Selain itu, kolam ikan milik warga ikut rusak akibat material tanah yang terbawa arus.
BPBD mengimbau warga di daerah rawan tebing dan aliran sungai untuk tetap waspada. Hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi memicu bencana susulan di wilayah Sukabumi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
