Wartain.com – Menjelang pelaksanaan Iduladha 2026, isu mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait keamanan hewan kurban dan konsumsi daging. Di tengah meningkatnya kekhawatiran, masyarakat diminta tetap tenang dan memahami informasi yang tepat mengenai penyakit tersebut.
PMK merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Gejalanya dapat berupa demam, muncul luka di area mulut, produksi air liur berlebih, hingga gangguan pada kaki yang membuat hewan sulit berjalan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa risiko penularan PMK kepada manusia sangat rendah dan hingga saat ini kasus penularan ke manusia tergolong sangat jarang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Riki Barata, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan daging diolah dengan benar.
“Daging dari hewan yang sehat dan telah melalui pemeriksaan dokter hewan pada umumnya aman dikonsumsi, terutama jika dimasak hingga matang,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Untuk memastikan keamanan menjelang Iduladha, pemerintah daerah bersama dinas terkait memperketat pengawasan terhadap lalu lintas dan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan sejak di pasar ternak, lokasi penjualan, hingga tempat pemotongan.
Menurut Riki, langkah tersebut bertujuan memastikan hewan yang diperdagangkan maupun disembelih berada dalam kondisi layak dan tidak membawa penyakit menular.
Masyarakat juga diminta lebih cermat saat memilih hewan kurban. Hewan dengan kondisi lemah, mengalami luka berat pada mulut, atau tidak mampu berdiri disarankan untuk tidak dibeli.
Selain itu, bagian organ yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan dianjurkan tidak dikonsumsi.
Riki menambahkan, aspek kebersihan selama proses penyembelihan dan pengolahan daging tetap menjadi kunci utama menjaga keamanan pangan.
Penggunaan peralatan yang bersih serta memastikan daging dimasak hingga matang dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif.
Dengan pengawasan yang diperketat dan meningkatnya edukasi kepada masyarakat, pelaksanaan ibadah kurban diharapkan dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap PMK.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
