Wartain.com – Ratusan warga memanfaatkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi di Kecamatan Cibeureum, Rabu (24/6/2026). Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir meninjau kegiatan mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam pengendalian inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan masyarakat,” ujar Bobby.
Selain meninjau distribusi bahan pangan, Bobby juga berdialog dengan sejumlah warga untuk menyerap aspirasi terkait kondisi ekonomi dan harga kebutuhan pokok di lapangan.
Ia mengungkapkan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal senilai Rp2 miliar.
“Alhamdulillah Kota Sukabumi mendapatkan insentif sekitar Rp2 miliar. Sebagian digunakan untuk pengelolaan sampah dan sisanya untuk mendukung pengendalian inflasi daerah,” katanya.
Menurut Bobby, kondisi ketahanan pangan di Kota Sukabumi hingga pertengahan 2026 masih tergolong aman. Meskipun bukan daerah penghasil pangan, pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan berbagai daerah penyangga.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan distributor dan instansi terkait agar distribusi bahan pangan tetap lancar sehingga tidak memicu lonjakan harga di pasaran.
Bobby juga mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga bahan pangan. Sejumlah komoditas lain, termasuk barang konsumsi nonpangan, turut memengaruhi tingkat inflasi sehingga pengawasannya harus dilakukan secara menyeluruh.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang warga, Marlina, mengaku terbantu karena harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan di pasaran.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi karena sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Sukabumi berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus menjadi salah satu instrumen menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Dengan pasokan pangan yang relatif aman dan berbagai langkah pengendalian inflasi yang terus dilakukan, pemerintah optimistis kondisi ekonomi daerah tetap terjaga hingga akhir tahun.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
