Wartain.com – Penanganan penyakit Tuberculosis (TBC) di Kota Sukabumi dinilai tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas instansi untuk menekan angka penyebaran penyakit tersebut, mulai dari penyediaan hunian yang layak hingga pemenuhan gizi bagi para pasien.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, saat mendorong penguatan kemitraan strategis dalam upaya percepatan penanggulangan TBC.
Menurut Denna, Dinas Kesehatan telah mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta mitra strategis untuk menyatukan langkah dalam menangani TBC secara menyeluruh, mulai dari aspek pencegahan hingga pemulihan pasien.
“Kami melakukan akselerasi kemitraan strategis dengan melibatkan berbagai SKPD dan mitra lainnya. Penanganan TBC tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi juga membutuhkan dukungan rumah yang sehat, pemenuhan gizi, serta faktor lingkungan yang mendukung proses penyembuhan pasien,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Di sisi lain, Denna mengungkapkan hingga awal Juni 2026, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah menemukan 1.406 kasus TBC. Angka tersebut merupakan bagian dari target pemeriksaan atau screening terhadap sekitar 2.600 orang sepanjang tahun ini guna memastikan temuan kasus TBC di masyarakat.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penanganan penyakit TBC sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien. Dengan pendekatan lintas sektor, upaya pengendalian TBC diharapkan tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga menyentuh faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap proses penyembuhan dan pencegahan penularan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
