Wartain.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan melalui inovasi SANGKURIANG (Strategi Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan). Inovasi tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk mempertahankan capaian swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sukabumi.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin kedua yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi, dan air. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kedaulatan pangan nasional, menjamin pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.
Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan pemerintah, turut didukung oleh kontribusi berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi pertanian yang besar.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Sukabumi berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi padi tahun 2025. Prestasi itu juga mengantarkan Bupati Sukabumi menerima penghargaan tertinggi Satyalancana Bidang Pertanian dari Presiden Republik Indonesia.
Meski demikian, Dinas Pertanian menilai keberlanjutan swasembada pangan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari alih fungsi lahan pertanian, minimnya regenerasi petani, hingga persoalan produktivitas dan kesejahteraan petani. Jika tidak ditangani secara serius, kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan pangan serta meningkatkan angka kemiskinan di sektor pertanian.
Melalui inovasi SANGKURIANG, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menghadirkan strategi pembangunan pertanian yang berorientasi jangka panjang dengan empat fokus utama, yaitu produksi yang terarah, optimalisasi sumber daya manusia dan lahan pertanian, penguatan manajemen rantai pasok, serta menjaga keberlanjutan ekonomi dan ekologi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi meyakini inovasi tersebut mampu menjadi solusi dalam mempertahankan swasembada pangan sekaligus mewujudkan kemandirian pangan daerah melalui berbagai kebijakan strategis.
Beberapa langkah yang telah disiapkan di antaranya pembentukan lima kawasan komoditas unggulan Kabupaten Sukabumi yang meliputi kawasan padi, hortikultura, singkong, kopi, dan kelapa. Selain itu, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Swasembada Pangan Berkelanjutan, memperkuat regulasi perlindungan lahan sawah dari alih fungsi, serta mengembangkan kawasan padi di Kecamatan Ciemas sebagai salah satu sentra produksi.
Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, antara lain melalui normalisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta berbagai program peningkatan produksi di setiap wilayah.
Hingga Juni 2026, sektor pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan kinerja yang positif. Luas Tambah Tanam (LTT) padi tercatat mencapai 91.646 hektare, sedangkan Luas Tambah Panen mencapai 121.610 hektare. Kabupaten Sukabumi juga mencatat Indeks Pertanaman sebesar 2,71 kali per tahun dengan produktivitas padi rata-rata mencapai 5,8 ton per hektare.
Melalui inovasi SANGKURIANG, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi optimistis dapat menjaga keberlangsungan swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Dengan semangat “Bertani Itu Keren”, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional, sejalan dengan semangat “Sing Nyaah Ka Sukabumi, Jaga Sukabumi, Nyaah Ka Kabupatenna, Oge Nyaah Ka Wargana.”(***)
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
