Wartain.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan staf Dinas Pertanian.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya nomor telepon +62 898-4672-772 yang diduga digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan mengaku sebagai staf Dinas Pertanian dan menghubungi masyarakat dengan berbagai dalih.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya apabila menerima telepon, pesan singkat, maupun percakapan melalui aplikasi perpesanan dari nomor yang tidak dikenal yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai instansi pemerintah.
Terlebih apabila dalam komunikasi tersebut terdapat permintaan data pribadi, informasi perbankan, sejumlah uang, atau menawarkan bantuan maupun program tertentu.
Dinas Pertanian menegaskan bahwa setiap informasi maupun pelayanan resmi kepada masyarakat akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Dinas Pertanian.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum mengambil tindakan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan data pribadi, nomor rekening, kode OTP, PIN, maupun informasi penting lainnya kepada pihak yang identitasnya belum dapat dipastikan.
Apabila menerima komunikasi yang mencurigakan, masyarakat disarankan untuk segera memblokir nomor tersebut dan melaporkannya kepada pihak berwenang atau melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dinas Pertanian mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi Smart Citizen, yakni lebih cermat, bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Partisipasi masyarakat dalam menyebarluaskan informasi ini juga diharapkan dapat mencegah semakin banyak warga menjadi korban modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat, diharapkan berbagai upaya penipuan yang mengatasnamakan pemerintah dapat dicegah sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
