Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat ketahanan keluarga melalui optimalisasi Program Ponsel Ayeuna. Program tersebut menjadi pusat konsultasi keluarga yang menyediakan layanan pendampingan secara gratis dan mudah diakses masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengatakan, penguatan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah prioritas pembangunan daerah, seperti penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Ayep Zaki menuturkan, persoalan stunting memerlukan intervensi lintas sektor dengan melibatkan DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TP-PKK, kader Posyandu, hingga BLUD RSUD R. Syamsudin, S.H.
“Kolaborasi tersebut dipandang penting karena kualitas keluarga menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” kata Ayep Zaki, Senin (20/7/2027).
Program Ponsel Ayeuna dikembangkan sebagai pusat konseling keluarga yang memberikan konsultasi gratis sekaligus solusi atas beragam persoalan rumah tangga bagi warga Kota Sukabumi.
“Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan preventif,” katanya.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah.
Sosialisasi melibatkan camat dan lurah dari Kecamatan Cibeureum, Baros, dan Lembursitu. Selain itu, kegiatan juga diikuti petugas PKB/PLKB, kader Motekar, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA, serta pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi menjelaskan, Program Ponsel Ayeuna merupakan inovasi yang lahir dari gagasan Wali Kota Sukabumi sebagai pusat konsultasi keluarga.
Program ini dipadukan dengan berbagai kegiatan pelayanan yang langsung menjangkau masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan pangan.
“Target awal layanan sebanyak 10 konsultasi per bulan. Pada bulan Juli 2026, jumlah pelayanan telah mencapai 125. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan keluarga cukup tinggi,” ujar Yadi.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah menegaskan, berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini berakar dari melemahnya fungsi keluarga. Kerentanan moral, gangguan perilaku anak, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat merupakan dampak yang muncul ketika keluarga tidak menjalankan peran pengasuhan dan pendidikan karakter secara optimal.
Ia menilai, pendekatan pencegahan perlu menjadi prioritas dibandingkan penanganan setelah masalah sosial berkembang.
Ponsel Ayeuna diposisikan sebagai ruang konsultasi yang aman, responsif, dan mudah dijangkau untuk mendeteksi persoalan sejak dini.
“Permasalahan setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari anak yang belum mampu membaca, kasus kehamilan di luar nikah, hingga kenakalan remaja. Semua itu menunjukkan pentingnya membangun ketahanan keluarga dari hulu,” kata Ranty.
Ranty juga mengingatkan pentingnya peran camat, lurah, kader PKK, petugas keluarga berencana, dan Motekar dalam melakukan pendataan serta edukasi masyarakat. Perangkat wilayah dipandang sebagai ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan warga.
Sebagai Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Sukabumi, Ranty mengajak generasi muda mempersiapkan masa depan melalui perencanaan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Pembangunan karakter sejak usia remaja dinilai menjadi investasi penting untuk melahirkan keluarga yang harmonis dan generasi unggul.
Melalui optimalisasi Ponsel Ayeuna, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat.
Penguatan keluarga dipandang sebagai kunci dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, berkarakter, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 dan visi “Sukabumi Bercahaya”.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
