Wartain.com – Progres pembangunan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) di Kampung Cilengka–Cimanggu, Desa Banataragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabuoaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 50 persen.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dengan panjang saluran 415 meter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 50 sentimeter. Pekerjaan dilaksanakan selama 45 hari kerja dan ditargetkan rampung pada 14 Agustus 2026.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rahman Hakim, mengatakan bahwa proses pembangunan masih berjalan sesuai tahapan meski dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah pengangkutan material menuju lokasi pekerjaan yang cukup jauh dengan kondisi medan yang sangat terjal, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu lebih,” ujarnya.
Meski demikian, Rahman optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Ia berharap keberadaan saluran irigasi tersebut nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Dengan terbangunnya saluran irigasi ini, kami berharap air dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan nasional, menambah frekuensi musim tanam, serta mengaktifkan kembali lahan-lahan tidur yang selama ini belum tergarap,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Denden Rizki Qurbani saat di konfirmasi menjelaskan bahwa hasil monitoring dan evaluasi tidak hanya melihat progres fisik pekerjaan, tetapi juga memberikan masukan teknis sebagai upaya penyempurnaan kualitas pembangunan.
Menurut Denden, tim monev menemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, di antaranya akses pengangkutan material menuju lokasi jaringan yang cukup jauh serta adanya titik saluran yang mengalami longsor di patok 1.
“Temuan dari tim monitoring dan evaluasi pada umumnya berupa masukan teknis yang bersifat konstruktif agar proses pengerjaan hingga tahap akhir atau 100 persen dapat berjalan lebih baik dan menghasilkan kualitas bangunan yang optimal,” jelasnya.
Ia berharap setelah pembangunan selesai, saluran irigasi tersebut mampu meningkatkan debit suplai air ke lahan persawahan masyarakat sehingga berdampak pada meningkatnya produktivitas hasil panen.
Selain itu, Denden juga mengajak masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk menjaga dan merawat saluran irigasi secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan progres yang telah mencapai separuh dari target, pembangunan jaringan irigasi DI Cilengka diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung sektor pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
