Wartain.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mendampingi langsung Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A dalam kegiatan Audiensi dan Dialog Penguatan Mutu Pendidikan*l di Gedung SMPN 1 Cikembar*l, Rabu (5/8/2026).
Kehadiran Kadisdik menjadi bentuk dukungan Pemkab Sukabumi terhadap program strategis Kementerian. Deden hadir bersama jajaran Disdik untuk menyampaikan kondisi riil pendidikan di lapangan.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Ketua Dewan Pendidikan, pengawas sekolah, MKKS, kepala sekolah, KKG, LSM, serta tokoh dan pengamat pendidikan se-Kabupaten Sukabumi.
Dalam kesempatan itu, Deden Sumpena memaparkan capaian dan tantangan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya terkait program revitalisasi sarana prasarana sekolah yang menjadi prioritas Pemkab.
Deden menyampaikan bahwa pada 2025 Kabupaten Sukabumi menerima revitalisasi untuk 114 sekolah. Angka itu meningkat di 2026 menjadi 174 sekolah dengan total anggaran yang diserap naik dari Rp108 miliar*l menjadi Rp154 miliar.
“Rinciannya 93 SD, 39 TK/PAUD, dan sisanya SMP. Kami memprioritaskan daerah terdampak bencana dan wilayah 3T,” jelas Deden di hadapan Wamendikdasmen.
Kadisdik juga menyoroti pentingnya validitas data pendidikan. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan, terutama untuk menekan Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang masih rendah.
Untuk itu, Disdik terus mendorong penguatan jalur pendidikan non formal melalui PKBM, SKB, dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) agar anak-anak yang belum terlayani sekolah formal tetap mendapatkan akses belajar.
Isu krusial lain yang disampaikan Deden adalah tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data Kemendikdasmen, di Kabupaten Sukabumi masih terdapat sekitar 56 ribu ATS.
ATS tersebut mencakup anak yang sama sekali tidak sekolah, anak putus sekolah, dan anak yang tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkab.
Deden menegaskan, Disdik berkomitmen berkolaborasi dengan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pendampingan dan intervensi akan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Selain sarana, Deden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dan kependidikan
Kompetensi, kualifikasi, dan status guru menjadi faktor utama dalam mewujudkan mutu pendidikan.
Wamendikdasmen Fajar Riza mengapresiasi pemaparan Kadisdik. Ia menilai Pemkab Sukabumi sudah bergerak cepat dalam menangkap program pusat, namun perlu terus memperkuat sinergi dan pelaporan data.
“Yang kita butuhkan adalah data yang benar-benar akurat dari daerah. Dengan begitu, kebijakan pusat bisa tepat sasaran dan dirasakan masyarakat,” ujar Fajar.
Deden menanggapi, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian, Dewan Pendidikan, dan stakeholder lain. “Kami siap menindaklanjuti arahan Wamendikdasmen untuk penguatan mutu pendidikan di Sukabumi,” katanya.
Dialog di SMPN 1 Cikembar ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan program pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Pemkab menargetkan penurunan ATS, peningkatan APS, dan pemerataan mutu pendidikan hingga ke pelosok.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
