Wartain.com – Momentum September menjadi tonggak spiritual bagi kebangkitan kedaulatan agraria dan pangan di Indonesia. Gerakan moral yang bertajuk “September Bercahaya” menggelar doa bersama untuk keselamatan seluruh rakyat, khususnya para petani, sekaligus mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto sebagai figur penyelamat bangsa dari cengkeraman oligarki hitam yang sekian lama menggerogoti kekayaan alam nusantara.
Secara filosofis, perjuangan ini bukan sekadar perebutan akses materi, melainkan sebuah dialektika eksistensial untuk merebut kembali martabat tanah air yang terampas. Bumi dan segala covers-nya adalah amanah sakral yang wajib dikelola demi kemaslahatan publik, bukan komoditas yang dimonopoli segelintir korporasi rakus penguasa lahan negara.
Gerakan kolektif ini diinisiasi oleh lintas tokoh pergerakan, di antaranya Anto Kusumayuda (PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA98/Kordinator Nasional Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Kemandirian Energi & Pangan), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih), Saeful Usman (Gema PS Sukabumi), KH Apev Sambas Purnama (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), dan Aab Abdul Malik (Forum Jurnalis KAHMI), dalam rilis diterima redaksi Minggu 20/09/2026).
Para tokoh menegaskan bahwa ikhtiar Presiden Prabowo dalam menyelamatkan Indonesia ditopang oleh soliditas Kekuatan Merah Putih. Pilar keamanan dan politik negara—mulai dari Kepala BIN, Panglima TNI, Menko Polhukam, Kapolri, hingga Sufmi Dasco Wakil Ketua DPRRI—berada di garda terdepan, bekerja ikhlas tanpa lelah demi melindungi kedaulatan bangsa dari eksploitasi pihak luar.
Di akar rumput, denyut nadi kedaulatan pangan ini dijaga oleh keringat para petani yang bersahaja di sawah, ladang, dan perkebunan. Dari sudut pandang spiritual, kerja keras petani adalah bentuk ibadah tertinggi dalam menjamin ketersediaan pangan nasional, mewujudkan ketahanan yang mandiri, serta melepaskan ketergantungan bangsa dari dikte ekonomi global.
Keberhasilan transisi dan penyelamatan Indonesia ini pada akhirnya bertumpu pada persatuan nasional. Kekuatan doa rakyat yang tulus dan konsolidasi elite yang patriotik menjadi energi kosmik yang mampu meruntuhkan dominasi oligarki, membawa Indonesia menuju era baru yang adil, makmur, dan berdaulat sepenuhnya, pungkasnya. (Rd.Ratu Dinar Nusantara)***
Editor: Aab Abdul Malik
