26.7 C
Jakarta
Senin, Agustus 10, 2026

Latest Posts

Dampak Kemarau Terasa di Sukabumi Selatan, Dinas Pertanian Dorong Pompa Air dan Alih Komoditas

Wartain.com – Tekanan musim kemarau mulai dirasakan petani di Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah selatan. Keterbatasan sumber air membuat sejumlah lahan pertanian kini masuk kategori rawan kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyebut hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kerentanan cukup tinggi. Salah satu wilayah yang disorot adalah Kecamatan Tegalbuleud.

“Hasil pemantauan kami di lima kecamatan, khususnya wilayah selatan, menunjukkan daerah-daerah tersebut memang paling rawan saat musim kemarau. Salah satu contohnya di Kecamatan Tegalbuleud yang memiliki sekitar 2.300 hektare sawah tadah hujan,” ujar Aep, Selasa (4/8/2026).

Fokus ke Infrastruktur Air

Sawah tadah hujan dinilai paling terdampak karena sepenuhnya bergantung pada hujan. Jika kemarau memanjang, risiko gagal tanam padi meningkat.

Untuk itu, Pemkab Sukabumi mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat berupa pompa air dan sumur bor. Bantuan ini ditujukan agar petani tetap bisa mengairi sawah meski curah hujan rendah.

“Upaya yang kami lakukan adalah mengusulkan bantuan pompa dan sumur bor ke kementerian. Harapannya, fasilitas tersebut dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahannya meskipun menghadapi musim kemarau,” kata Aep.

Diversifikasi Tanaman Jadi Opsi

Selain menyiapkan infrastruktur, Dinas Pertanian juga mendorong petani beradaptasi dengan mengganti komoditas. Tanaman yang lebih tahan kekeringan seperti jagung dan kedelai mulai digalakkan.

Langkah ini sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

“Kami juga menemukan petani yang mulai menanam jagung dan kedelai. Ini sejalan dengan program swasembada pangan yang sedang didorong pemerintah. Tahun ini target penanaman jagung mencapai sekitar 15.000 hektare dan kami optimistis target tersebut dapat direalisasikan,” jelasnya.

Pendampingan ke kelompok tani terus dilakukan agar petani bisa menyesuaikan pola tanam dengan kondisi air yang tersedia.

Lahan Dipetakan, Harap Sinergi

Saat ini lahan-lahan pertanian juga sudah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanannya. Tujuannya agar bantuan bisa disalurkan lebih cepat dan tepat.

Aep menekankan kunci menghadapi kemarau bukan hanya bantuan, tetapi juga kemampuan petani beradaptasi.

“Dengan kolaborasi yang baik dan pemanfaatan teknologi pertanian, kami optimistis produksi pangan di Kabupaten Sukabumi tetap terjaga meskipun musim kemarau sedang berlangsung,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.