Wartain.com || Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab di sapa Ara, baru-baru ini mendatangi dan melakukan pengecekan lahan kosong milik negara di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diduga selama ini dikuasai organisasi masyarakat (ormas).
Dalam unggahan Instagram miliknya, Ara sempat beradu argumen dengan Hercules, Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
GRIB diketahui menguasai sejumlah lahan di kawasan Tanah Abang. Lahan milik negara tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang, dan sebagainya,” kata Ara kepada Ormas GRIB, pada Senin (6/6/2026).
Menanggapi hal tersebut, Hercules menegaskan, bila memang negara menginginkan lahan di Tanah Abang, ia maupun ormasnya tak keberatan jika lahan tersebut dilepaskan untuk dibangun hunian.
“HPL itu untuk mengelola lahan tapi bukan untuk memiliki, kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan,” kata Hercules.
Sebelumnya di Istana Negara, Ara menyampaikan bahwa sejumlah lahan milik PT KAI di kawasan Senen hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikuasai oleh pihak lain. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum, sehingga kehadiran negara sangat diperlukan.
Ia menyampaikan bahwa banyak lahan milik negara yang saat ini dikuasai oleh pihak lain, dan pemerintah berkomitmen untuk mengambil kembali penguasaan tersebut guna dimanfaatkan bagi kepentingan negara serta kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
“Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain. Dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Ara menegaskan bahwa lahan negara di sejumlah wilayah seperti Tanah Abang, Bandung, dan Medan memiliki nilai strategis, sehingga harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, serta menekankan pentingnya kehadiran negara dalam pengelolaannya.
“Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir,” tegas Ara.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
