26.7 C
Jakarta
Jumat, Agustus 14, 2026

Latest Posts

​Menguak Rahasia Kursi Allah: Ketika Alam Semesta Tampak Begitu Kecil

​Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com – ​Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Agung lagi Maha Perkasa, Sang Pencipta seluruh jagat raya beserta isinya. Ketika kita menatap langit malam, kita menyaksikan miliaran bintang dan galaksi terhampar membentang tanpa batas. Manusia sering kali merasa takjub dan kerdil di hadapan megahnya cakrawala ini. Namun, sains modern dan pandangan kasat mata hanyalah menyentuh bagian paling luar dari hierarki ciptaan Allah. Dalam wahyu Al-Qur’an dan As-Sunnah, terdapat struktur fisik raksasa yang jauh melampaui seluruh langit dan bumi, yaitu Kursi Allah. Menguak rahasia Kursi Allah merupakan perjalanan spiritual penting untuk meruntuhkan kesombongan manusia dan menyadarkan kita betapa agungnya Sang Pencipta.

​1. Hakikat dan Definisi Kursi Allah dalam Al-Qur’an

​Landasan utama pembahasan mengenai Kursi Allah terpancarkan dari ayat paling agung dalam Al-Qur’an, yakni Ayat Kursi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

​وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
​”Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(QS. Al-Baqarah: 255)

​Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa Kursi adalah makhluk wujud secara fisik dan nyata, bukan sekadar majas atau kiasan kekuasaan semata. Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan hakikat Kursi secara jernih:

​”Kursi adalah tempat pijakan kedua kaki (mauqi’ur-rijlain) bagi Allah yang Maha Suci, sedangkan ‘Arsy tidak ada seorang pun yang mampu mengukur kadarnya.”
(HR. Al-Hakim, Shahih menurut syarat Bukhari & Muslim)

​Prinsip akidah menetapkan bahwa kita mempercayainya tanpa menyamakan (tasybih), membayangkan bentuknya (takyif), ataupun mengingkari maknanya (ta’thil). Allah Maha Suci dan tidak serupa dengan apa pun.

​2. Skala Kebesaran: Cincin di Tengah Padang Pasir

​Untuk membantu akal manusia menangkap betapa megahnya Kursi Allah, Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan rasional melalui riwayat hadits shahih yang sangat menggetarkan jiwa.

​”Tidaklah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi melainkan seperti sebuah cincin besi yang dilemparkan di tengah-tengah padang pasir yang sangat luas. Dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi adalah seperti keunggulan padang pasir tersebut atas cincin itu.”
(HR. Ibn Abi Syaibah, Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

​ Skala Perbandingan Ciptaan:

​Seluruh Langit & Bumi: Bagaikan sebuah cincin besi kecil yang terbuang.

​Kursi Allah: Bagaikan padang pasir membentang yang mahaluas.

​’Arsy Allah: Menjadi padang pasir raksasa jika Kursi Allah dijadikan cincinnya.

​3. Perspektif Hadits Qudsi: Kedahsyatan Kekuasaan Tanpa Batas

​Dalam rincian Hadits Qudsi dan As-Sunnah, ditegaskan bahwa penciptaan dan penjagaan struktur raksasa ini tidak sedikit pun membuat Allah lelah. Allah menegaskan bahwa Kerajaan-Nya tidak terbatas, di mana seluruh langit, bumi, dan Kursi berada dalam genggaman-Nya (“Wa laa ya’uuduhu hifzhuhumaa”). Kekuasaan Allah melingkupi tiap sudut semesta tanpa cela.

​4. Hikmah Kajian: Menundukkan Diri di Hadapan Yang Maha Agung

​Kajian mengenai Kursi Allah memberikan dampak mendalam bagi keimanan hamba:

​Merubuhkan Kesombongan: Jika bumi hanyalah debu dari cincin kecil di padang pasir Kursi Allah, tidak ada alasan bagi manusia untuk sombong atas ilmu, jabatan, atau harta.

​Ketenangan Jiwa: Mengetahui bahwa Penguasa Kursi adalah tempat kita bersandar melahirkan tawakal dan keberanian menghadapi ujian hidup.

​Kekhusyukan Shalat: Setiap membaca Ayat Kursi, hati kita terhubung dengan keagungan Sang Penguasa alam semesta.

​Semoga kajian ini memupuk rasa ta’zhim dan memperkuat ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.