26.7 C
Jakarta
Jumat, Agustus 14, 2026

Latest Posts

Gema PS Sukabumi Konsolidasi di Waluran Mandiri: Perkuat Program Perhutanan Sosial 2026-2029

Wartain.com – Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Kabupaten Sukabumi menggelar Konsolidasi Program Kerja di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Jumat 14/08/2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pengurus dan kelompok dalam menjalankan perhutanan sosial beberapa tahun ke depan.

Ketua Gema PS Kabupaten Sukabumi, Saeful Usman atau yang akrab disapa Apih Usman mengatakan, konsolidasi ini digagas untuk melakukan penguatan kelembagaan dan penyelarasan program.

“Kegiatan ini kita gagas untuk melakukan penguatan dalam melaksanakan program kerja. Kita ingin semua kelompok punya arah yang sama, tidak jalan sendiri-sendiri,” ujar Apih Usman.

Menurutnya, perhutanan sosial memiliki tiga fungsi utama yang harus dijaga seimbang: fungsi ekologi, fungsi ekonomi, dan fungsi sosial.

1. Fungsi Ekologi: Menjaga Hutan Tetap Lestari

Gema PS menekankan bahwa pengelolaan hutan oleh masyarakat harus berbasis kelestarian.

“Perhutanan sosial itu bukan untuk menghabiskan hutan. Justru kita hadir untuk menjaga air, tanah, dan keanekaragaman hayati. Hutan lestari, desa juga aman dari bencana,” tegasnya.

Program ke depan akan difokuskan pada rehabilitasi lahan kritis, konservasi mata air, dan penanaman jenis kayu yang ramah lingkungan.

2. Fungsi Ekonomi: Kesejahteraan Lewat Hutan

Selain menjaga hutan, masyarakat juga harus mendapatkan manfaat ekonomi secara nyata.

“Kita dorong kelompok untuk mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu. Ada madu hutan, kopi, porang, hingga ekowisata. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi tergantung pada penebangan liar,” jelas Apih Usman.

Gema PS juga akan memperkuat akses permodalan, pelatihan UMKM, dan pemasaran produk agar kelompok bisa mandiri secara ekonomi.

3. Fungsi Sosial: Memperkuat Kelembagaan dan Kolaborasi

Fungsi sosial menjadi pondasi agar program berjalan berkelanjutan.
“Perhutanan sosial harus memperkuat solidaritas antar warga, membangun tata kelola kelompok yang demokratis, transparan, dan berpihak pada kelompok rentan seperti perempuan dan pemuda,” ujarnya.

Dalam konsolidasi ini, Gema PS juga membahas penguatan kapasitas pengurus, pendampingan legalitas SK, serta membangun komunikasi dengan pemerintah desa, Perhutani, Dinas Kehutanan, perguruan tinggi, dan pihak swasta.

Pemilihan Desa Waluran Mandiri sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Desa ini dinilai sudah cukup aktif dalam pengelolaan kawasan perhutanan sosial dan bisa menjadi contoh bagi desa lain.

“Di sini kita bisa belajar langsung. Bagaimana masyarakat mengelola hutan, menjaga lingkungan, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” tambahnya.

Ke depan, Gema PS Kabupaten Sukabumi menargetkan tiga hal utama dalam program kerja 2026-2029:
Pertama, seluruh kelompok memiliki kelembagaan yang kuat dan akses legal yang jelas.

Kedua, lahirnya produk unggulan desa hutan yang memiliki nilai jual.
Ketiga, masyarakat sekitar hutan sejahtera tanpa merusak hutan.

“Intinya, perhutanan sosial itu jembatan. Menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kelestarian hutan. Kalau dua-duanya jalan, maka kemandirian desa bisa kita wujudkan,” pungkas Apih Usman

Dengan semangat kolaborasi, Gema PS optimis perhutanan sosial di Kabupaten Sukabumi bisa menjadi model pengelolaan hutan yang adil, lestari, dan menyejahterakan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.