Wartain.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut dilakukan sejak Jumat (21/8/2026) bersama Wali Kota Depok Supian Suri.
Kedatangan Dedi menjadi bagian dari upaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Dedi memperlihatkan perjalanannya menuju NTT bersama Supian Suri. Dalam video tersebut, keduanya terlihat berada di bandara hingga duduk berdampingan di dalam pesawat.
Bantuan yang dibawa mencapai Rp4,5 miliar. Sebanyak Rp4 miliar berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama sejumlah pihak lintas sektor, sedangkan Rp500 juta lainnya dihimpun Pemerintah Kota Depok melalui kontribusi ASN, masyarakat, dan PMI Kota Depok.
“Jadi kita hari ini membawa titipan dana sebesar Rp4,5 miliar. Rp4 miliar dari provinsi, Rp500 juta dari Depok,” ujar Dedi dalam video yang diunggah melalui akun Instagramnya.
Tidak hanya membawa bantuan dalam jumlah besar, Dedi juga terlihat menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak. Dalam salah satu kunjungannya, ia mengarahkan pembagian uang tunai Rp18 juta kepada 60 kepala keluarga.
“Saya titip uang Rp18 juta, kasih tiap rumah Rp300 ribu buat belanja ke pasar besok,” kata Dedi.
Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi penanganan bencana yang masih berlangsung. Berdasarkan pembaruan BNPB hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa telah mencapai 83 orang. Sebanyak 986 orang lainnya tercatat mengalami luka-luka.
Jumlah warga yang terpaksa mengungsi juga terus bertambah. BNPB mencatat sebanyak 110.785 orang masih berada di pengungsian, meningkat dari 92.735 orang pada pembaruan sebelumnya. Selain itu, sebanyak 44.946 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri atas 17.176 rumah rusak berat, 9.758 rusak sedang, dan 18.013 rusak ringan.
Dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Flores. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur termasuk daerah dengan jumlah korban dan pengungsi yang tinggi. Penanganan juga menjangkau Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, serta Manggarai Barat. BNPB sebelumnya mencatat Manggarai dan Manggarai Timur sebagai dua kabupaten dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi dalam pemutakhiran per 18 Agustus.
Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB dengan kekuatan M7,7 dan kedalaman sekitar 15 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo. BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Flores.
Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung. Hingga hari ketujuh pascagempa, BNPB mencatat 4.258 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan dan penyaluran bantuan masih terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Di tengah situasi tersebut, kunjungan Dedi Mulyadi membawa bantuan dari Jawa Barat dan Depok menjadi bagian dari dukungan lintas daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
