26.7 C
Jakarta
Senin, September 7, 2026

Latest Posts

Penderes Sukabumi Selatan Bersatu, Asosiasi Gula Merah Kelapa Resmi Dideklarasikan di Ciracap, Anggota DPRD Berikan Apresiasi

Wartain.com – Setelah sekian lama berjalan sendiri-sendiri, kini para penderes dan pengrajin gula merah kelapa di Sukabumi Selatan punya rumah bersama.

Deklarasi dan Musyawarah Pembentukan Asosiasi Penderes dan Pengrajin Gula Merah Kelapa berlangsung khidmat di Perkebunan Vila Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Minggu (6/9/2026).

Deni dipercaya memimpin sebagai Ketua Asosiasi yang pertama.

Dari Ladang Nira ke Meja Musyawarah

Kegiatan ini bukan sekadar kumpul biasa. Hadir unsur pemerintah, legislatif, hingga aparat keamanan.
Tampak Camat Ciracap Rukman Taufik, Anggota DPRD Kab. Sukabumi Fraksi PKB Dadang Hermawan, Kepala Desa Purwasedar Defi Susandi, Kepala BPP Ciracap, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta ratusan pelaku usaha gula merah.

“Biar Lebih Terjamin dan Terarah”

Camat Ciracap menyambut baik lahirnya asosiasi ini. Baginya, wadah ini penting agar suara penderes tidak lagi tercecer.

“Harapannya dengan adanya asosiasi itu penyadap gula akan lebih terjamin, terutama keselamatan kerja, pengembangan usaha, dan aspirasinya akan lebih terarah,” kata Rukman Taufik.

Menurutnya, ke depan asosiasi harus jadi jembatan antara penderes dengan pemerintah untuk memperjuangkan kesejahteraan.

Ada 1000 Penyadap, Potensi Gula Merah Sangat Besar

Anggota DPRD Sukabumi Dadang Hermawan menyebut Sukabumi Selatan punya potensi luar biasa. Data sementara, ada 350 pengrajin gula merah organik dan jika digabung nonorganik totalnya mencapai 1.000 penyadap.

Dadang menegaskan, dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan. Terutama dari pelaku usaha dan pihak perkebunan sebagai mitra.

Ia juga menyoroti 2 hal penting yang akan diperjuangkan melalui asosiasi:
1. Program intervensi pemerintah agar lebih tepat sasaran
2. Kepesertaan BPJS untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja para penderes

“Dengan adanya asosiasi memudahkan untuk intervensi pemerintah dalam program-program ke depannya untuk mensejahterakan penyadap. Pertama BPJS agar mereka terjamin kesehatan,” jelas Dadang.

PR Besar: Struktur, Sosialisasi, dan BPJS

Kepala Desa Purwasedar Defi Susandi menyebut ini baru langkah pertama. Tugas besar menanti pengurus baru.

“Sekarang itu baru tahapan pembentukan. Selanjutnya proses pembentukan kepengurusan sampai dengan ke bawah,” ujarnya.

Ada 3 agenda lanjutan: bentuk struktur kepengurusan, sosialisasi berkelanjutan ke tiap kelompok penderes, dan proses pendaftaran BPJS. Defi menekankan sosialisasi harus terus dilakukan, tidak bisa sekali jalan.

“Nanti tunggu korelasi, kemudian nanti korelasi dengan BPJS itu mendatangkan kerja sama,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, para penderes Sukabumi Selatan kini optimis. Gula merah bukan hanya soal rasa manis, tapi juga soal masa depan yang lebih sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.