Wartain.com – Beras hitam menjadi salah satu produk pertanian lokal yang coba dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi di kawasan Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Peluang itu dimanfaatkan Berdaya Tani, UMKM asal Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Berdaya Tani berlokasi di Kampung Pasir Ceuri RT 01/RW 02, Desa Cibenda. Usaha tersebut dikelola Ratu Aulia Utami, S.Pd., dengan beras hitam sebagai salah satu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Kehadiran Berdaya Tani menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa tidak hanya bertumpu pada sektor perdagangan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui komoditas pertanian lokal.
Beras hitam memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan beras putih dan telah dikenal sebagai salah satu alternatif bahan pangan. Bagi pelaku UMKM, komoditas tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan produk lokal dengan identitas daerah yang kuat.
Dari Cibenda ke Pasar Lebih Luas
Berdaya Tani tidak sekadar menjual produk pertanian, tetapi membawa identitas Pajampangan melalui komoditas yang dikembangkan dari wilayah setempat.
Pengembangan produk lokal seperti ini membutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas, pengemasan, legalitas usaha, hingga pemasaran. Faktor tersebut menjadi penting agar produk UMKM mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan konsumen.
Di tengah berkembangnya sektor UMKM, keberadaan usaha berbasis pertanian juga membuka peluang agar hasil produksi masyarakat desa memiliki nilai tambah sebelum sampai ke konsumen.
Berdaya Tani menjadi bagian dari geliat tersebut. Dari Desa Cibenda, produk beras hitam Pajampangan diperkenalkan sebagai salah satu potensi pangan lokal yang layak mendapat ruang di pasar yang lebih luas.
Penguatan UMKM berbasis pertanian pada akhirnya bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat desa.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
