Wartain.com – Keputusan Panitia Dandim Cup 2026 yang mendiskualifikasi Tim PESPA Pawenang dan BKN menuai penyesalan dan rasa kecewa dari pihak PESPA. Manajer Tim PESPA Pawenang, Robi, menilai keputusan tersebut tidak adil dan dibuat sepihak.
Diskualifikasi itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 07/09/DANDIM CUP 2026, buntut keributan pada laga 16 Besar atau Knock Out, Sabtu (13/9/2026).
Menurut Robi, sebelum insiden melebar, kedua tim sebenarnya sudah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pertandingan.
“Yang jelas kami sangat kecewa dengan keputusan panitia tersebut. Kami anggap keputusan ini sepihak di buat, karena tidak menghadirkan kedua belah pihak tim yang bertanding,” ungkap Robi, Selasa (15/9/2026).
“Padahal pada tanggal 13 September pas waktu kejadian, kedua belah pihak melakukan perundingan, tapi tidak ada keputusan karena masing-masing tim masih pada emosi. Kemudian pihak panitia menyebut bahwa kita akan di undang lagi pada hari Senin atau hari Selasa. Tapi sampai surat keputusan keluar, kedua tim tidak diajak untuk bermusyawarah, padahal kedua tim sudah islah. Tiba-tiba keluar surat keputusan diskualifikasi, yang kami pandang sebelah pihak dengan pernyataan tanpa bisa di rubah,” tambah Robi.
Skor 1-0 untuk PESPA, Siap Lanjut 26 Menit Lagi
Robi menjelaskan, saat keributan terjadi, pertandingan masih menyisakan waktu 26 menit waktu normal. Saat itu PESPA Pawenang unggul atas BKN dengan skor 1-0.
Ia juga menegaskan bahwa gesekan yang terjadi murni antar pemain di lapangan dan sudah diselesaikan.
“Jelas lah, kami merasa sangat dirugikan denga adanya keputusan ini. Sebenarnya, kericuhan ini kan murni gesekan antar pemain. Bahkan, wasit sudah mengeluarkan kartu merah untuk pemain dari kedua tim. Kemudian, masing-masing tim juga sudah berdamai dan siap melanjutkan pertandingan,” tegas Robi.
Dengan sanksi diskualifikasi, Robi menyebut pihaknya dirugikan baik secara materi maupun non-materi. Ia sudah menyiapkan tim, biaya, dan target untuk melaju lebih jauh di turnamen tersebut.
Minta Keputusan Dikaji Ulang
Robi pun meminta panitia untuk mengkaji ulang keputusannya. Ia berharap ada keadilan dan duduk bersama antara panitia dengan kedua tim yang terlibat.
“Kami meminta keadilan kepada panitia, agar keputusan nya dikaji ulang. Karena secara materi maupun immateri tim kami merasa dirugikan dengan keputusan ini. Bahkan berdasarkan catatan di tim keuangan, kami sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp100 juta mulai dari babak pertama sampai 16 besar ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, panitia menyatakan keputusan tersebut bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat, dengan alasan pelanggaran BAB XIII tentang Disiplin Penonton dan Official dalam regulasi Dandim Cup 2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lanjutan dari panitia terkait permintaan kajian ulang dari pihak PESPA Pawenang. Redaksi berupaya untuk menelusuri hal yang sudah diputuskan oleh panitia penyelenggara.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
