Wartain.com || Dari beberapa penjelasan para ulama puasa Arafah boleh dilakukan walaupun masih punya hutang Puasa wajib. Tapi ada penjelasannya.
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) adalah puasa sunah yang sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya besar, di antaranya bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
Namun, jika seseorang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, maka hukum puasa Arafah dalam kondisi itu ada dua pendapat:
1. Boleh Puasa Arafah Walau Masih Punya Hutang Ramadhan (Pendapat Mayoritas Ulama)
Sebagian besar ulama (termasuk dari mazhab Syafi’i dan Hanbali) membolehkan puasa sunah sebelum membayar hutang puasa Ramadhan, selama waktunya masih cukup untuk mengqadha nanti.
Alasannya: Puasa qadha Ramadhan waktunya panjang (hingga sebelum Ramadhan tahun berikutnya), sedangkan puasa Arafah hanya bisa dilakukan setahun sekali.
Jadi, menurut pendapat ini, boleh saja puasa Arafah meskipun belum membayar hutang puasa, asal berniat puasa sunah, bukan qadha.
2. Tidak Boleh Puasa Sunah Sebelum Membayar Qadha (Pendapat Sebagian Ulama, terutama Mazhab Hanafi dan sebagian Maliki)
Menurut pendapat ini, puasa wajib harus didahulukan, sehingga seseorang harus melunasi hutang puasanya dulu sebelum melakukan puasa sunah seperti Arafah.
Kesimpulannya jika masih punya cukup waktu untuk qadha sebelum Ramadhan berikutnya.
Ingin mendapatkan keutamaan puasa Arafah,
→ Maka boleh puasa Arafah meskipun belum bayar hutang, menurut pendapat mayoritas ulama.
Tapi kalau kamu ingin lebih hati-hati, kamu bisa niat qadha Ramadhan pada hari Arafah – sehingga bisa mendapatkan pahala puasa wajib plus waktu yang mulia.***
Foto : Ilustrasi
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
