Wartain.com – Masyarakat Kota Sukabumi kini memiliki alternatif untuk mengelola sampah anorganik sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Bank Sampah Induk Sukabumi (Sammi) membuka kesempatan bagi warga untuk menjadi nasabah dan menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai jual.
Bank Sammi yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi juga menyediakan layanan pengangkutan sampah bagi masyarakat yang kesulitan membawa sampah secara langsung ke lokasi bank sampah.
Direktur Bank Sammi, Yusi Yulistiawati, mengatakan warga yang ingin bergabung sebagai nasabah tidak perlu melalui proses yang rumit. Calon nasabah cukup menyiapkan identitas diri dan sejumlah data untuk pembuatan akun.
“Pertama cukup fotokopi KTP atau foto KTP di handphone, nomor handphone dan email, karena kita menggunakan aplikasi Tabanas,” ujar Yusi.
Menurutnya, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui website Tabungan Bank Sampah Nasional (Tabanas). Setelah data diterima, admin Bank Sammi akan membuatkan akun yang dapat diakses nasabah menggunakan telepon seluler.
“Nanti tim admin kami akan membuatkan akun yang bisa diakses menggunakan web melalui handphone, setelah ada verifikasi nanti akan diberitahukan melalui WhatsApp,” jelasnya.
Setelah terdaftar, nasabah dapat menyetorkan sampah anorganik secara langsung ke Bank Sammi yang berlokasi di Jalan Pramuka Nomor 71, Kota Sukabumi.
Namun, bagi warga yang tidak dapat mengantarkan sampah sendiri, Bank Sammi menyediakan fasilitas pengambilan sampah. Khusus untuk wilayah Kota Sukabumi, layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.
“Kalau untuk pengangkutan sampah, kita ada nomor pelayanan yang bisa dihubungi. Untuk wilayah Kota Sukabumi, layanan angkutan sampah itu gratis. Bisa diantarkan sendiri juga bisa,” ungkap Yusi.
Layanan operasional Bank Sammi tersedia enam hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB.
Yusi berharap kemudahan layanan tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Dengan menjadi nasabah bank sampah, sampah anorganik yang sebelumnya hanya dibuang dapat dikumpulkan dan dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
