Wartain.com – Polres Sukabumi Kota memilih cara berbeda dalam menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Alih-alih seremonial, institusi kepolisian tersebut turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan olahraga bersama dan kerja bakti di kawasan revitalisasi Jembatan Gantung Jantake, Kampung Jantake RT 004/003, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo ini menjadi momentum memperkuat kedekatan antara polisi dan warga. Didampingi Wakapolres serta jajaran pejabat utama, puluhan personel tampak berbaur bersama masyarakat membersihkan lingkungan sekitar jembatan.
Tidak hanya sekadar olahraga, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi nyata berupa kerja bakti. Mulai dari membersihkan sampah, merapikan area, hingga menata kembali kawasan revitalisasi agar lebih aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat.
AKBP Sentot Kunto Wibowo menegaskan, pendekatan humanis menjadi salah satu fokus Polri dalam membangun kepercayaan publik. Melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung, diharapkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat.
“Momentum Hari Bhayangkara ini kami isi dengan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Kami ingin hadir sebagai bagian dari warga, bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga lingkungan dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa komunikasi dan sinergi yang baik dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Sambutan positif pun datang dari warga sekitar. Mereka mengapresiasi kehadiran aparat kepolisian yang tidak segan turun tangan dalam kegiatan kerja bakti, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi Kota berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat fondasi kebersamaan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.***(RAF)
Wartain.com – Kodim 0613/Ciamis resmi membuka kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia di Stadion Atletik Linggabuana, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Letkol Inf Antonius Ari Widiono tersebut mengusung tema “Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) sebagai Wadah Pembentukan Generasi Muda Tangguh, Disiplin, dan Berkarakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Pembukaan Persami berlangsung khidmat dan penuh semangat dengan diikuti para peserta, pembina, serta jajaran Kodim 0613/Ciamis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.
Dalam amanatnya, Dandim 0613/Ciamis menyampaikan bahwa kegiatan Persami memiliki nilai strategis dalam mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan darat. Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui wadah KKRI merupakan langkah nyata dalam membantu pemerintah menyiapkan kekuatan pendukung pertahanan sejak dini.
“Pembinaan generasi muda oleh TNI AD dalam wadah Korps Kadet Republik Indonesia dilaksanakan oleh satuan komando kewilayahan jajaran TNI AD sebagai upaya membantu pemerintah menyiapkan generasi muda melalui pendidikan kesadaran bela negara sejak dini,” ujar Letkol Inf Antonius Ari Widiono.
Ia menambahkan, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan penting diberikan kepada generasi muda untuk mencegah lunturnya rasa cinta tanah air akibat pengaruh budaya asing maupun pergeseran nilai dan norma budaya bangsa.
Berbagai kegiatan disiapkan dalam Persami tersebut, di antaranya pelatihan kedisiplinan, pembinaan mental dan karakter, serta kegiatan kerja sama tim yang bertujuan membentuk jiwa kepemimpinan dan meningkatkan rasa tanggung jawab peserta.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan solidaritas, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Kodim 0613/Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif yang mampu membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menanamkan semangat bela negara.
Melalui kegiatan Persami KKRI tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tangguh, disiplin, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.***
Wartain.com – SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah dengan tradisi prestasi olahraga yang kuat. Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang sejumlah medali dari berbagai cabang olahraga dan mengantarkan dua atlet melaju ke tingkat provinsi.
Prestasi tersebut diraih dari cabang renang, bulutangkis, dan pencak silat. Kepala SMPN 1 Rajapolah, Ucu Karni S.Pd.,M.Pd menyampaikan rasa syukur atas capaian para peserta didik yang dinilai merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan antara sekolah, guru olahraga, orang tua, dan klub atlet.
“Alhamdulillah, tahun ini kami cukup berhasil di O2SN. Cabang renang menyumbangkan tiga medali emas dan satu perak, pencak silat meraih perak, dan bulutangkis berhasil meraih emas. Bahkan ada dua siswa yang lolos ke tingkat provinsi dari cabang renang dan bulutangkis,” ujarnya. Jumat, (8/5/2026).
Pada cabang bulutangkis, siswa bernama Ilham Nugraha Putra berhasil meraih juara 1 tunggal putra tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Sementara dari cabang pencak silat, Zakira Zarotussyifa sukses meraih juara 2 kategori TGR putri.
Prestasi paling menonjol datang dari cabang renang melalui atlet muda Nafal Raya Tri Shindid yang berhasil memborong tiga medali emas dan satu medali perak. Nafal meraih juara 1 nomor 50 meter gaya bebas, juara 1 nomor 50 meter gaya punggung, juara 1 nomor 50 meter gaya kupu-kupu, serta juara 2 nomor 50 meter gaya dada.
Keberhasilan tersebut semakin membanggakan karena salah satu atlet bulutangkis yang lolos ke tingkat provinsi masih duduk di bangku kelas 7. Menurut pihak sekolah, hal itu menjadi potensi besar untuk pembinaan jangka panjang.
Ucu Karni menjelaskan, prestasi olahraga di SMPN 1 Rajapolah tidak diraih secara instan. Sekolah memiliki jalur nonakademik olahraga dalam sistem penerimaan peserta didik baru sehingga potensi siswa dapat terpantau sejak awal.
“Ketika ada siswa yang memiliki bakat olahraga, sekolah langsung berkoordinasi dengan orang tua dan guru olahraga untuk pembinaan. Kami memberikan dukungan penuh agar bakat anak bisa berkembang,” katanya.
Bentuk dukungan tersebut di antaranya berupa dispensasi khusus bagi atlet yang menjalani latihan intensif menjelang perlombaan. Sekolah memberikan fleksibilitas waktu belajar melalui koordinasi dengan guru mata pelajaran agar siswa tetap dapat mengikuti pendidikan dengan baik.
Guru olahraga sekaligus pembina atlet, Asep Sukirman S.Pd mengatakan pembinaan dilakukan melalui kerja sama dengan klub olahraga masing-masing cabang.
“Untuk cabang renang misalnya, latihan bisa sampai sembilan kali dalam seminggu, pagi dan sore. Latihan merupakan faktor utama bagi atlet untuk mencapai prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan para siswa merupakan hasil disiplin latihan yang dijalani secara konsisten, didukung oleh peran aktif orang tua dan sekolah.
Selain memberikan dukungan pembinaan, SMPN 1 Rajapolah juga rutin memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi. Bentuk apresiasi dilakukan melalui publikasi di website sekolah, pemasangan banner, hingga pengumuman pada kegiatan sekolah.
Pihak sekolah menilai penghargaan tersebut mampu meningkatkan motivasi siswa sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua.
Dalam beberapa tahun terakhir, SMPN 1 Rajapolah memang dikenal sebagai salah satu sekolah dengan prestasi olahraga yang cukup menonjol di Kabupaten Tasikmalaya. Cabang pencak silat bahkan disebut rutin menembus kompetisi tingkat provinsi.
Tak hanya di bidang olahraga, sekolah tersebut juga aktif mencetak prestasi akademik dan seni budaya. Pada ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), salah satu siswa SMPN 1 Rajapolah berhasil meraih juara 2 lomba menulis carpon tingkat provinsi.
Saat ini SMPN 1 Rajapolah memiliki sekitar 1.084 siswa. Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 1 Rajapolah membuat kuota penerimaan peserta didik baru sempat mengalami penambahan pada tahun sebelumnya.
Dengan capaian yang diraih pada O2SN tahun ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat terus berkembang dan mampu bersaing hingga tingkat nasional, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya di bidang olahraga pelajar.***
Wartain.com – Buruknya tata kelola Perum Bulog, terutama di bawah Kantor Cabang Cianjur yang membawahi wilayah Kabupaten Sukabumi, kini menimbulkan gejolak di tingkat desa. Alih-alih jadi solusi ketahanan pangan, distribusi bantuan beras dan minyak goreng justru memicu kegaduhan sosial karena tak kunjung jelas.
Di Kabupaten Sukabumi, kondisi itu mencapai titik tegang. Puskesos sebagai garda depan layanan warga di desa kini berbalik jadi tameng sekaligus sasaran keluhan masyarakat. Pemicunya: janji penyaluran bantuan pangan periode Januari sampai April yang hingga kini belum dirasakan sebagian besar desa.
Persoalan makin rumit karena pola distribusi dianggap tidak merata. Berdasarkan pantauan lapangan, penyaluran bantuan pangan Januari-April tidak dilakukan serentak di seluruh Kabupaten Sukabumi.
Hanya beberapa kecamatan tertentu yang sudah menerima alokasi dengan lancar. Sementara sebagian besar kecamatan lain, terutama wilayah pelosok, masih menunggu tanpa kepastian. Tidak ada jadwal resmi, tidak ada prioritas yang transparan, apalagi penjelasan teknis kenapa satu daerah didahulukan dan daerah lain belum.
Situasi ini menimbulkan kecemburuan sosial antar wilayah. Warga di kecamatan yang belum menerima bantuan mulai membandingkan dengan daerah tetangga yang penyalurannya sudah berjalan.
Ruyat Lesmana, petugas Puskesos Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikidang, menceritakan sulitnya posisi petugas lapangan saat menghadapi warga yang datang dengan harapan, tapi pulang tanpa jawaban.
“Kami dengar di kecamatan lain sudah turun, tapi di tempat kami masih kosong. Saat warga datang ke kantor desa dengan nada tinggi, tanya kenapa di sana ada dan di sini tidak ada, kami mau jawab apa? Informasi dari Bulog tidak sampai ke bawah. Ini bukan cuma soal terlambat, tapi soal ketidakmerataan yang bikin kami di desa serba salah di depan warga,” tegas Ruyat.
Kekecewaan itu beralasan. Di Desa Gunung Malang, petugas Puskesos kerap menerima protes keras dari warga. Masyarakat yang kondisi ekonominya sulit merasa diperlakukan tidak adil karena distribusi yang sempat jalan di April tiba-tiba berhenti tanpa pemberitahuan resmi.
Ketidakjelasan ini mengindikasikan ada persoalan serius pada manajemen logistik dan koordinasi antara gudang Bulog dengan pemerintah daerah. Jika ketimpangan distribusi di Sukabumi terus terjadi tanpa jadwal yang terbuka, kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan nasional bisa tergerus.
Masyarakat kecil seharusnya tidak jadi korban rumitnya birokrasi, dan petugas desa tidak boleh terus-menerus jadi pihak yang disalahkan akibat lemahnya koordinasi manajerial Bulog.***
Penulis: Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih
Wartain.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Kemah Religi yang akan diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Dunia di kawasan Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, kegiatan bernuansa keagamaan tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta semangat dakwah yang positif di tengah perkembangan zaman.
Budi Azhar menilai, keberadaan kegiatan Kemah Religi sangat penting dalam membangun kualitas pemuda, khususnya remaja masjid, agar tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang baik dan berakhlakul karimah.
“Kegiatan seperti ini harus terus didorong karena mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda Islam agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, memiliki semangat perjuangan, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan di lingkungan masyarakat,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang kegiatan yang produktif dan edukatif bagi kalangan muda.
Melalui Kemah Religi tersebut, para peserta diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus meningkatkan rasa kepedulian sosial serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, Ketua DPRD juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam memakmurkan masjid dan menjaga nilai-nilai keislaman di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dan penerus pembangunan moral di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan itu mampu melahirkan kader-kader muda Islam yang siap berkontribusi positif bagi daerah dan mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius dan penuh keberkahan.
DPRD Kabupaten Sukabumi pun memberikan apresiasi kepada seluruh panitia serta pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan Kemah Religi tersebut. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membuat kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.***
Wartain.com – Program Mobile Training Unit (MTU) Disnakertrans Jawa Barat sukses meluluskan 60 warga Kabupaten Sukabumi. Pelatihan digelar di Aula King Raos, Cibatu, Kecamatan Cisaat.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, terhitung 4 sampai 8 Mei 2026. MTU merupakan hasil sinergi Disnakertrans Jabar dengan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin.
Tiga bidang keterampilan diajarkan dalam pelatihan ini: tata boga, rias kecantikan, dan barista. Peserta dibekali skill praktis agar siap membuka usaha mandiri atau masuk dunia kerja.
Selain ilmu, setiap peserta menerima sertifikat pelatihan dan bantuan peralatan usaha. Bantuan tersebut diharapkan jadi modal awal merintis wirausaha di kampung halaman.
Yasir (38), peserta pelatihan barista dari Kecamatan Nagrak, mengaku senang bisa ikut MTU. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat padat dan aplikatif untuk usaha kopi.
“Pelatihannya sangat padat, materi-materinya tentunya sangat bermanfaat sebagai pemahaman baru untuk membuka usaha,” ujar Yasir, Jumat (8/5/2026).
Bagi Yasir yang sehari-hari berdagang, bantuan peralatan sangat berarti. “Dikasih peralatan semacam grinder dan lain-lain. Lumayan, karena kalau beli sendiri harganya mahal,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus menggelar pelatihan lanjutan. “Harapannya ada pelatihan tingkat lanjut untuk menambah skill, utamanya juga ada pembinaan atau pendampingan usahanya,” ucap Yasir.
Dari kelas tata boga, Eva Saprudin (49) juga merasa puas ikut MTU. Ia mendapat ilmu baru dan semangat untuk mengembangkan bisnis kuliner rumahan.
“Alhamdulillah sangat puas sekali. Terima kasih kepada para pembimbing pelatihan selama lima hari yang menjadikan motivasi ke depannya buat saya,” ungkap Eva.
Ke depan, Eva ingin fokus membangun UMKM kuliner. “Semoga ke depannya saya bisa menjalankan usaha di bidang UMKM terutama di bidang tata boga, baik di media online maupun offline,” tandasnya.
Saat menutup kegiatan, Anggota DPRD Jabar Muhammad Jaenudin menegaskan MTU adalah wujud kepedulian Pemprov Jabar menekan angka pengangguran.
“Ini merupakan bentuk perhatian Pemprov terhadap pengentasan angka pengangguran di Jawa Barat karena melalui kegiatan ini diharapkan peserta bisa berwirausaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Jaenudin meminta peserta serius memanfaatkan ilmu yang didapat. Ia menilai pelatihan berbasis keterampilan seperti MTU efektif meningkatkan kualitas SDM dan menggerakkan ekonomi daerah.
Terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi menyebut MTU sebagai bekal penting bagi peserta untuk bersaing di dunia kerja.
“Pelatihan MTU ini sangat luar biasa. Peserta seharusnya dapat memiliki wawasan dan skill sesuai bidangnya masing-masing. Karena pelatihan ini menjadi modal kerja yang sangat bagus,” kata Sigit.
Sigit berpesan agar peserta tidak berhenti belajar. “Manfaatkan ilmu yang sudah didapat. Jadikan semuanya sebagai bekal untuk mencari pekerjaan yang layak sesuai bidangnya,” pungkas Sigit.***
Wartain.com – Seorang warga Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di area kebun kelapa pada Kamis (7/5/2026) sore. Korban diketahui bernama Ari Trisna Prayoga (60), yang sehari-hari bekerja serabutan sekaligus mencari daun kelapa untuk kebutuhan anyaman ketupat.
Korban ditemukan di Kampung Lambau RT 06/03, Desa Karangpapak, dalam kondisi telungkup di dekat batu besar di bawah pohon kelapa. Di sekitar lokasi juga terdapat tumpukan daun kelapa yang telah disusun rapi.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak keluarga merasa curiga karena korban belum kembali ke rumah hingga sore hari.
Korban berangkat sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB untuk mencari daun kelapa. Namun sampai sore belum pulang, sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian,” ujar Okih.
Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang biasa digunakan untuk mencari daun kelapa.
Menurut Okih, korban memang dikenal sebagai pencari daun kelapa yang hasilnya dijual maupun untuk memenuhi pesanan pembuatan ketupat.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika bekerja sendirian di area kebun atau lokasi yang cukup jauh dari permukiman,” katanya.
Sementara itu, cucu korban, Haikal, mengaku mulai khawatir karena kakeknya belum juga pulang hingga menjelang sore. Ia kemudian mencari ke lokasi tempat korban biasa bekerja.
“Berangkat dari rumah pagi sekitar jam 09.00 WIB. Sampai sore belum pulang, kemudian saya mencarinya,” kata Haikal.
Warga sekitar sebelumnya sempat mendengar aktivitas korban memotong pelepah kelapa sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Petugas dari unsur Kecamatan Cisolok, Polsek Cisolok, perangkat desa, serta pihak keluarga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan awal.
Namun demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Pihak keluarga menolak proses visum maupun autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.***
Wartain.com – Gerakan Mahasiswa Pribumi Peduli (GEMPPi) secara resmi melaporkan Lurah Palabuhanratu (Sdr. Yadi Supriadi) ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN). Jum’at, 8 Maret 2026.
Pelaporan tersebut didasarkan pada temuan dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor: 002.SPK/SAMARATU/III/2026 tertanggal 01 Maret 2026 yang diterbitkan oleh pihak koperasi (KOPPEG SAMARATU) dan ditujukan kepada Kelurahan Palabuhanratu, terkait kegiatan pengadaan biomassa (sawdust) untuk kebutuhan cofiring PLTU.
Dalam dokumen tersebut, Kelurahan Palabuhanratu ditempatkan sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk menjamin pasokan serta memenuhi target operasional. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan fungsi dan kewenangan institusi pemerintahan.
Koordinator GEMPPI Sukabumi Raya Rahmadi L. Making tegaskan bahwa tidak dibenarkan dalam hukum manapun ASN memiliki kewenangan untuk bertindak sebagai pelaku kontrak bisnis dengan pihak non-pemerintah dalam kapasitas jabatan (lurah). Keterlibatan tersebutmerupakan indikasi penyalahgunaan wewenang, pelanggaran prinsip netralitas dan profesionalitas ASN serta konflik kepentingan.”
Kami telah resmi melaporkan dugaan ini ke BKPSDM. Keterlibatan institusi kelurahan dalam kontrak bisnis seperti ini patut diduga sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang,” tegas Rahmadi.
GEMPPi menilai bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar sejumlah ketentuan, antara lain :
1. Peraturan No 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS Pasal 5 huruf (a) PNS dilarang menyalahgunakan wewenang, terlibat konflik kepentingan dan mengunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Tindakan lurah yang masuk dalam aktivitas kontraktual di luar fungsi jabatan indikasi pelanggaran disiplin (kategori berat).
2. UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan pasal 17 ayat 2, pejabat pemerintah dilarang melampaui wewenang, mencampuradukan wewenang, dan bertindak sewenang-wenang. Penandatanganan SPK, Penempatan kelurahan sebagai pelaku pekerjaan, dan tanggung jawab supply dan operasional Merupakan bentuk melampaui kewenangan jabatan, karena lurah tidak memiliki fungsi sebagai pelaku kontrak bisnis.
3. Pelanggaran Kode Etik dan Integritas ASN, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 3, ASN wajib menjunjung Provesionalitas, integritas, dan akuntabilitas Menjadikan institusi kelurahan sebagai bagian dari rantai pasok bisnis menunjukkan potensi konflik kepentingan serius.
4. Penyimpangan Tata Kelola Pemerintahan, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pengadaan tidak boleh melibatkan ASN sebagai pelaku kontrak dengan pihak non-pemerintah tanpa mekanisme resmi.
“ASN boleh memiliki usaha secara terbatas, namun tidak boleh terlibat sebagai pelaku kontrak bisnis dengan menggunakan jabatan. Ini prinsip dasar yang tidak boleh dilanggar,” lanjut Rahmadi.
Dalam pelaporan tersebut, GEMPPi menuntut :
1. Mendesak segera memanggil dan memeriksa Lurah Palabuhanratu (Sdr. Yadi Supriadi), tanpa penundaan, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran kode etik ASN.
2. Menetapkan proses pemeriksaan secara terbuka dan akuntabel.
3. Menjatuhkan sanksi disiplin ASN secara tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran
4. Berkoordinasi dengan Inspektorat Daerah untuk melakukan audit investigatif
5. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik.
“Kami akan terus mengawal proses ini. Jika tidak ditindaklanjuti secara serius, kami siap mengeskalasi persoalan ini melalui aksi terbuka, tekanan publik, serta pelibatan lembaga pengawasan yang lebih luas,” tegasnya.
Sampai berita ini tayang, belum ada klarifikasi resmi dari lurah Palabuhanratu, atas laporan yang disampaikan oleh GEMPPi. Wartain.com akan terus berupaya menghubungi lurah Palabuhanratu, untuk dimintai keterangannya.***
Wartain.com – Program Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan terbukti memberi manfaat nyata bagi pekerja sektor non formal. Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dirasakan langsung masyarakat desa.
Seperti halnya yang terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Melalui agen binanya Sanusi dan Rupiandi, secara simbolis keduanya menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM), Jamiman Kecelakaan Kerja (JKK) dan bea siswa, bagi ahli waris yang pesertanya mengalami resiko dalam pekerjaan.
Empat warga Desa Peuteuycondong dapat santunan JKM
Kaur Umum Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Deni Purnawan Adimiharja menyebut, warganya sangat terbantu dengan program BPU. Klaim JKK dan JKM tidak berbelit dan prosesnya mudah.
“Program BPU sangat membantu, khususnya bagi para pekerja non formal. Melalui adanya santunan kematian seperti ini, warga kami merasa merasa terbantu. Kalau ada klaim tidak susah, sangat mudah,” ujar Deni, disela-sela penyerahan simbolis santunan JKM, Kamis (7/5/2026).
Ia mencatat dari 39 RT dengan total 11 ribu warga, sekitar 15 persen sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan BPU. Agar mereka terlindungi dalam melakukan pekerjaannya, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi lewat kegiatan masyarakat, bekerjasama dengan agen perisai yang ada.
“Kami akan terus berupaya agar seluruh warga yang memiliki pekerjaan untuk ikut kepesertaan BPJS TK ini. Karena terbukti, hari ini saja ada empat orang warga kami yang meninggal, semuanya dapat santunan Rp42 juta. Kami bekerjasama dengan agen perisai akan terus menggencarkan sosialisasi, agar mereka paham akan pentingnya perlindungan kerja,” tegas Deni.
Deni mendorong seluruh warga ikut program ini. Dengan iuran Rp16.800 per bulan, masyarakat sudah mendapat perlindungan kerja. Di desanya, sudah 20 orang mengklaim JKK dan JKM.
Program BPU BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Non Formal, Agen Perisai Sanusi Serahkan Santunan JKM Secara Simbolis (Foto : SNS)
Satu warga Desa Susukan terima santunan JKK, JKM dan beasiswa
Terpisah, Kasi Pemerintahan Desa Susukan, Dede Ruhyat, berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses klaim JKM keluarga almarhum warganya. Proses berjalan cepat dan lancar.
“Saya mewakili semuanya, mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan bantuannya, sehingga klaim, JKK, JKM dan beasiswa-nya diproses secara cepat dan lancar,” ucap Dede.
Secara khusus, Dede mengapresiasi Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Sanusi dan Rupiandi. Menurutnya, Sanusi dan Rupiandi aktif memberi pencerahan ke warga soal pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Ini merupakan bukti nyata hasil pemberian pemahaman kepada warga. Tercatat, sudah hampir 75 persen warga yang memiliki pekerjaan, sudah ikut kepesertaan BPJS TK, melalui program BPU. Contohnya seperti almarhum ini, ketika terjadi resiko kerja, ahli waris sudah menerima santunan,” jelas Dede.
Dede berharap semua warga di wilayahnya ikut menjadi peserta. Mayoritas warga Susukan berprofesi sebagai pengrajin bongsang atau keranjang bambu yang punya risiko kerja tinggi. Selain tentunya pekerjaan lainnya
“Saya harap, semua masyarakat menyadari akan pentingnya perlindungan kerja. Dan bisa ikut semua menjadi peserta, karena manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh peserta dan ahli warisnya,” pungkas Dede.
Penyerahan santunan JKK, JKM dan Beasiswa kepada ahli waris secara simbolis oleh agen Perisai (Foto: SNS)
Kiprah Sanusi mengajak warga ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Agen Perisai dari Nafiz Group, Sanusi, menyebut pekan ini ada 4 warga Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, menerima santunan JKM masing-masing Rp42 juta. Mereka adalah Didi tukang bangunan Kp Cibungur, Nazmudin petani Kp Pasirkalapa, Neneng pedagang Kp Babakan, dan Dayat buruh tani Kp Sadamayawetan. Sementara di Desa Susukan, Kecamatan Campaka ada satu orang yang menerima santunan JKK, JKM dan beasiswa sebesar Rp74.5 juta, atas nama Ecep Saepuloh pedagang, yang beralamat di Kp. Bojonggintung RT 02 RW 01.
Sanusi yang beralamat di Kp Nagrog, Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Cianjur, menjadi agen sejak Januari 2023. Hingga kini ia membina 8.900 peserta dari 3 kecamatan: Cibeber, Warungkondang, dan Campaka.
“Ini merupakan bukti bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kerja bagi siapapun yang memiliki pekerjaan, baik formal maupun non formal. Sesuai tagline-nya: Kerja Keras Bebas Cemas,” kata Sanusi.
Penyerahan santunan JKM sebesar Rp42 juta kepada ahli waris (Foto: SNS)
Sanusi mengajak semua masyarakat yang bekerja untuk segera daftar BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya agar terlindungi dari segala risiko saat menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Saya mengajak kepada semua lapisan masyarakat yang memiliki pekerjaan, untuk ikut kepesertaan BPJS TK. Saya yakin tidak ada ruginya, Insya Allah bisa membantu ahli waris ketika terjadi resiko kerja. Intinya dengan masuk menjadi peserta BPU kita akan terlindungi,” tutup Sanusi
Sebagai informasi tambahan, prestasi Sanusi terbilang moncer. Ia meraih Juara 1 Wadah Nafiz Group Indonesia, Juara 1 tingkat Kacab Sukabumi, dan Juara 1 Kanwil Jawa Barat. Selain itu, Ia juga sering diundang menjadi pembicara, baik di tingkat Kacab yang ada di Kanwil Jawa Barat, Kanwil lainya serta tingkat nasional.
Tidak heran, belakangan ini kesibukan nya semakin bertambah. Selain fokus mengakuisisi kepesertaan, ia juga sering mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara, khususnya dalam memberikan wawasan tentang keberhasilannya menjadi agen perisai yang sangat diperhitungkan di tingkat nasional.***
Wartain.com – Pemkab Sukabumi terus berkomitmen untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata dan bermutu. Hal ini ditegaskan dalam pembahasan Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk Universal Health Coverage (UHC) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat, 8 Mei 2026.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah taktis dalam meningkatkan jumlah kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Sukabumi. Fokus utama pembahasan mencakup strategi rekrutmen peserta baru serta upaya reaktivasi bagi peserta yang status kepesertaannya sedang non-aktif.
Dalam arahannya, Sekda Ade Suryaman menyampaikan bahwa pencapaian UHC bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan tentang kepastian perlindungan kesehatan bagi setiap warga Kabupaten Sukabumi.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga kita yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena kendala administratif atau status kepesertaan. Oleh karena itu, sinergi antara Pemkab dan BPJS harus diperkuat untuk menjemput bola,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, juga dibahas pemanfaatan data yang lebih akurat untuk memetakan segmen masyarakat yang belum ter-cover jaminan kesehatan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Nora D. Manurung, memaparkan bahwa reaktivasi peserta menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan predikat UHC di Kabupaten Sukabumi. Langkah-langkah inovatif akan terus didorong untuk memudahkan masyarakat dalam mengaktifkan kembali kartu JKN mereka.
“Program JKN tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, sekaligus perlindungan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui langkah penguatan dan sinergi bersama ini, Pemkab Sukabumi berharap cakupan kesehatan semesta dapat terus meningkat secara kualitas. Hal ini pada akhirnya diharapkan bermuara pada peningkatan derajat kesehatan serta kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten Sukabumi.***