26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 5, 2026
Beranda blog Halaman 117

Pemkab Sukabumi Berkomitmen Pastikan Masyarakat Mendapat Akses Layanan Kesehatan    

0

Wartain.com – Pemkab Sukabumi terus berkomitmen untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata dan bermutu. Hal ini ditegaskan dalam pembahasan Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk Universal Health Coverage (UHC) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat, 8 Mei 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah taktis dalam meningkatkan jumlah kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Sukabumi. Fokus utama pembahasan mencakup strategi rekrutmen peserta baru serta upaya reaktivasi bagi peserta yang status kepesertaannya sedang non-aktif.

Dalam arahannya, Sekda Ade Suryaman menyampaikan bahwa pencapaian UHC bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan tentang kepastian perlindungan kesehatan bagi setiap warga Kabupaten Sukabumi.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga kita yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena kendala administratif atau status kepesertaan. Oleh karena itu, sinergi antara Pemkab dan BPJS harus diperkuat untuk menjemput bola,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas pemanfaatan data yang lebih akurat untuk memetakan segmen masyarakat yang belum ter-cover jaminan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Nora D. Manurung, memaparkan bahwa reaktivasi peserta menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan predikat UHC di Kabupaten Sukabumi. Langkah-langkah inovatif akan terus didorong untuk memudahkan masyarakat dalam mengaktifkan kembali kartu JKN mereka.

“Program JKN tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, sekaligus perlindungan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui langkah penguatan dan sinergi bersama ini, Pemkab Sukabumi berharap cakupan kesehatan semesta dapat terus meningkat secara kualitas. Hal ini pada akhirnya diharapkan bermuara pada peningkatan derajat kesehatan serta kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Karyawan Alfamart di Kalibunder Ditemukan Meninggal Gantung Diri

0

Wartain.com – Seorang laki-laki berinisial AND (24), warga Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di dalam rolling door sebuah minimarket di wilayah Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi.

Korban diketahui merupakan karyawan minimarket tersebut. Peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh saksi bernama Ismail Mardiansyah (22), yang juga merupakan pegawai di toko tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke toko bersama dirinya pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB untuk bekerja.

Keduanya kemudian beristirahat dan tidur di dalam toko. Komunikasi terakhir antara korban dan saksi terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat saksi terbangun pada pagi hari, korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali rapia plastik yang terikat pada bagian atas rolling door di dalam toko. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Kalibunder.

Mendapat laporan itu, petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kalibunder langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka lecet pada bagian leher serta lebam mayat di bagian kepala, wajah, dan punggung korban.

Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kekurangan oksigen.

Polisi sedang menyelidiki penyebab gantung diri tersebut. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan pemakaman. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi maupun visum et repertum, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Dalam penanganan peristiwa tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu rol tali rapia, satu unit telepon genggam, satu jaket hitam, satu celana panjang jeans biru, serta surat penolakan autopsi dari pihak keluarga.

Penanganan lokasi kejadian dipimpin langsung Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan SH bersama jajaran Unit Reskrim Polsek Kalibunder.***

Disclaimer: Berita ini sifatnya hanya informasi. Tidak untuk ditiru! Apabila ada yang mengalami atau merasakan gejala hal serupa, segera hubungi dokter atau ahli yang sesuai dengan bidangnya!

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah, Waspada Hujan Lebat hingga Angin Kencang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG pada Kamis (7/5/2026) menyusul terdeteksinya peningkatan aktivitas dinamika atmosfer di beberapa zona. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan signifikan.

Berdasarkan analisis, wilayah yang perlu waspada meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Intensitas hujan diprediksi sedang hingga lebat.

BMKG menyebut cuaca ekstrem ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, bahkan malam hari di beberapa lokasi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan, pemicu utama adalah aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang melintas di wilayah Indonesia.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Laut Banda dan pertemuan angin di sepanjang pesisir selatan Jawa turut memperkuat pembentukan awan konvektif penyebab hujan lebat.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak lanjutan cuaca ekstrem. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang meningkat.

Wilayah pegunungan dan daerah aliran sungai diminta ekstra waspada. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat memicu longsor dan meluapnya sungai secara tiba-tiba.

Untuk pelayaran, BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa, Samudra Hindia, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Nelayan diimbau tidak melaut saat angin kencang.

Masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir. Periksa kondisi atap rumah dan pangkas dahan rapuh untuk mencegah risiko tertimpa.

BMKG akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi, termasuk aplikasi InfoBMKG. Warga diminta memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah.

Koordinasi dengan BPBD di daerah sudah dilakukan untuk langkah mitigasi. BMKG mengajak semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 14 Mei 2026.***

Stop Pungli Wisata, Dispar Sukabumi: Parkir Tanpa Izin Dilarang Pungut Mulai 1 Juli 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi tancap gas menata kawasan wisata. Sasaran utama kali ini adalah pengelolaan parkir di seluruh destinasi, terutama pantai yang selalu padat pengunjung.

Sesuai kebijakan terbaru Pemkab Sukabumi, semua penyelenggara parkir di area wisata wajib punya izin resmi. Aturan ini jadi senjata Dispar memberantas pungutan liar yang sering bikin wisatawan kapok.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar menegaskan, era parkir wisata dikelola sembarangan sudah berakhir. Pengelola, baik perorangan, badan usaha, maupun BUMDes, harus taat aturan.

Dasar hukumnya jelas: Surat Edaran Bupati Sukabumi tentang kewajiban izin penyelenggaraan fasilitas parkir off-street. Tanpa legalitas, aktivitas pungutan parkir masuk kategori ilegal.

“Dinas Pariwisata ingin memastikan kawasan wisata di Sukabumi semakin tertata, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung. Karena itu seluruh pengelola parkir wajib memiliki legalitas resmi,” kata Ali, Kamis (7/5/2026).

Dispar memberi deadline pengurusan izin sampai 30 Juni 2026. Setelah tanggal itu, pengelola yang belum mengantongi izin resmi dilarang keras menarik biaya parkir dari wisatawan.

Izin saja tidak cukup. Dispar mewajibkan pengelola menyiapkan sarana prasarana standar. Marka parkir harus jelas, lampu penerangan wajib ada, rambu petunjuk terpasang, plus sistem keamanan kendaraan.

Standar itu diberlakukan agar wajah pariwisata Sukabumi naik kelas. Wisatawan datang liburan, bukan was-was kendaraan lecet atau kehilangan helm.

Aturan ketat juga berlaku di destinasi pantai. Dispar melarang keras pungutan ganda. Kalau tiket masuk sudah termasuk biaya parkir, pengelola tidak boleh minta bayaran lagi di kantong parkir.

“Jika tiket masuk wisata sudah mencakup fasilitas parkir, maka tidak boleh ada pungutan tambahan yang memberatkan pengunjung,” tegas Ali.

Biar tidak bingung urus berkas, Pemkab dan Dispar membuka layanan pendampingan. Pengajuan izin bisa lewat Online Single Submission (OSS) dan akan dikawal petugas sampai tuntas.

Dengan penertiban ini, Dispar yakin citra wisata Sukabumi makin positif. Wisatawan nyaman, pengelola tertib, PAD naik, dan praktik premanisme berkedok parkir bisa hilang dari destinasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Penutupan MTQ XLVII Tingkat Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Waluran jadi Juara Umum

0

Wartain.com – Kecamatan Waluran meraih juara umum MTQ XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026. Hal itu setelah meraih 135 poin dan menggeser Cisaat yang sebelumnya selalu bertengger sebagai juara umum.

Hasil tersebut disampaikan dalam acara penutupan MTQ ke XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026 yang ditutup langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Komplek Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fitroh Perguruan Islam Yaspida, Kadudampit, Kamis, 7 Mei 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Waluran meraih 135 poin, Cisaat 125 poin, dan Jampangkulon 105 poin.

Camat Waluran H. Habiburrohman mengaku bangga atas capain prestasi ini. Apalagi prestasi juara umum ini merupakan yang pertama kali diraih kecamatan yang berada di selatan Kabupaten Sukabumi tersebut.

“Ini sejarah tentunya, Kecamatan Waluran bisa meraih juara umum. Sebelumnya Kecamatan Cisaat terus, hari ini pecah rekor untuk Waluran,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, H. Habiburrohman akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankannya. Salah satunya dengan terus menggembleng santri di cabang yang menjadi unggulan.

“Kami pun akan berusaha mengikuti cabang lainnya yang tidak diikuti tahun ini. Tahun ini kami hanya mengikuti tahfidz, tilawah, dan kaligrafi,” ucapnya.

Di momen itu pula, H. Habiburrohman berterima kasih kepada seluruh warga Kecamatan waluran. Terutama para santri yang bertanding beserta para pengurus LPTQ.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar pun menyampaikan selamat kepada para pemenang. Prestasi yang diraih ini harus menjadi motivasi untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat di masa mendatang.

“Semoga prestasi yang diraih para pemenang bisa ditingkatkan untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi,” bebernya.

Untuk peserta yang belum berhasil, bupati pun terus memberikan semangat agar para peserta dapat terus berlatih dan menjadi juara di kemudian hari.

“Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati dsn teruslah berlatih. Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran dan motivasi untuk terus belajar dan memperdalam ilmu Alquran,” ungkapnya.

Bupati berharap, nilai nilai Alquran dapat benar benar teriimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari pasca pelaksana MTQ. Terima untuk mencetak generasi qurani yang berakhlak mulia dan berbudaya.

“Kami ingin seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi memiliki qori dan qoriah luar biasa ke depannya. Mari kita gebyarkan lagi kegiatan MTQ ke depannya dengan luar biasa,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia H. Ade Suryaman menambahkan, para pemenang lomba ini akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat. Mereka akan dibina oleh LPTQ Kabupaten Sukabumi agar menjadi juara.

“Menuju MTQ tingkat Jabar, kami akan menyiapkan berbagai langkah. Termasuk pembinaan intensif agar kita bisa bersaing di Jawa Barat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Langit Mei Bergetar dan Bercahaya : Mengiringi Hadirnya Presiden Prabowo di KTT ASEAN ke 48

0

Oleh : Aam Abdul Salam/Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen PPJNA 98, Komite Nasional Kedaulatan Energi, Presidium MD KAHMI Sukabumi, Mantan Ketua Dewan Tani Indonesia (DTI) Jawa Barat

Wartain.com – Bulan Mei ini, cakrawala Indonesia tampak berbeda. Ada getaran tak kasat mata yang membubung ke angkasa—sebuah resonansi doa dari ratusan juta rakyat yang mengiringi langkah Presiden Prabowo Subianto menuju Filipina. Kehadiran beliau pada KTT ASEAN ke-48 bukan sekadar agenda protokol negara, melainkan sebuah misi suci (sacred mission) untuk membawa mandat perdamaian bagi kawasan dan dunia.

Dalam kacamata Plato, seorang pemimpin ideal adalah Philosopher King—sosok yang bertindak bukan demi syahwat kekuasaan, melainkan demi kebenaran dan keadilan universal.

Kunjungan ini mencerminkan upaya Presiden Prabowo untuk mewujudkan tatanan dunia yang harmonis, di mana kebijaksanaan menjadi nakhoda bagi kebijakan luar negeri Indonesia.

Sejalan dengan itu, prinsip Stoikisme mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus fokus pada apa yang ada dalam kendalinya: integritas, keberanian, dan ketenangan batin.

Di tengah badai geopolitik global, Presiden Prabowo tampil dengan ketenangan Stoik-tidak goyah oleh tekanan, namun tetap fleksibel dalam menjalin kerja sama demi kepentingan nasional yang hakiki.

Keberhasilan diplomasi tidak hanya ditentukan di meja perundingan, tetapi juga di atas sajadah doa. Rakyat Indonesia percaya bahwa ketika sebuah bangsa bersatu dalam permohonan yang tulus, langit pun akan ikut bergetar memberikan restunya.

Nabi Besar Muhammad SAW pernah bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Misi Presiden ke KTT ASEAN adalah pengejawantahan dari hadis ini. Beliau hadir bukan hanya untuk Indonesia, tapi untuk memastikan setiap nyawa di kawasan ASEAN dan dunia terbebas dari bayang-bayang konflik.

Seorang ulama besar pun pernah berpesan bahwa “Kepemimpinan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan sejarah.” Inilah yang sedang dijalankan: sebuah laku pengabdian untuk kemanusiaan.

Peran Strategis Indonesia: Menjadi Kompas Perdamaian

Dunia hari ini sedang haus akan kedamaian. Di KTT ASEAN Manila, Indonesia berdiri sebagai mercusuar. Peran Presiden Prabowo sangat penting dalam :

Harmonisasi Regional: Merekatkan kembali keretakan antaranggota ASEAN dengan semangat persaudaraan.

Untuk Kepentingan Negeri: Memastikan setiap kesepakatan internasional membawa berkah nyata bagi ekonomi dan martabat rakyat di tanah air.

Arsitek Perdamaian Dunia: Memposisikan Indonesia sebagai jembatan (bridge builder) di tengah persaingan kekuatan besar dunia.

Semoga cahaya langit di bulan Mei ini menjadi pertanda bahwa pintu-pintu kemudahan terbuka lebar. Dengan doa rakyat sebagai energi dan filsafat sebagai kompas, kita optimis kunjungan ini akan membuahkan sejarah baru bagi kejayaan Indonesia dan kedamaian dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dari Jalan Raya Kadupugur, Cicantayan, Pecel Lele Mas Supri Hadirkan Rasa yang Dirindukan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Di tengah dinginnya malam di kawasan Kampung Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, aroma gurih sambal dan ikan goreng dari warung Pecel Lele Mas Supri selalu berhasil menarik perhatian para pengendara yang melintas di Jalan Raya Kadupugur. Warung sederhana milik Mas Supri (37) itu telah menjadi salah satu tempat makan favorit warga untuk menikmati hidangan malam dengan cita rasa khas Lamongan.

Sudah enam tahun terakhir, Mas Supri setia melayani para pelanggan yang datang silih berganti setiap harinya. Warung tersebut mulai buka pukul 16.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari. Tidak hanya pecel lele dan pecel ayam, warung itu juga menyediakan soto ayam khas Lamongan dengan rasa kuah yang hangat dan kaya rempah.

Mas Supri mengatakan dirinya berusaha menjaga rasa dan kualitas makanan agar pelanggan tetap merasa puas.

“Alhamdulillah sudah enam tahun jualan di sini. Yang penting rasa dijaga dan pelanggan nyaman makan di tempat kami,” ujar Mas Supri saat ditemui di lapak jualannya, Kamis (7/5/2026).

Menjelang malam, suasana warung mulai ramai dipenuhi pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari pekerja, sopir, hingga anak muda terlihat menikmati hidangan sederhana dengan harga yang terjangkau. Untuk satu porsi makanan, pelanggan hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp12.000.

Selain dikenal karena rasa makanannya, warung Pecel Lele Mas Supri juga telah memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal. Hal itu menjadi bentuk keseriusan Mas Supri dalam mengembangkan usahanya agar lebih dipercaya masyarakat.

“Sekarang usaha sudah punya NIB dan sertifikat halal juga. Mudah-mudahan pelanggan makin yakin dan usaha bisa terus berkembang,” kata Mas Supri.

Dalam sehari, omzet yang diperoleh warung tersebut berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ramainya pembeli. Meski terlihat sederhana, usaha kuliner itu menjadi sumber penghidupan yang terus dijalani dengan penuh ketekunan dan semangat oleh Mas Supri bersama keluarganya.

Hingga kini, Pecel Lele Mas Supri tetap setia menemani malam warga Sukabumi dengan sajian hangat dan lezat. Di balik kepulan asap dari lapak sederhana, tersimpan perjuangan seorang pelaku UMKM yang terus bertahan dan tumbuh melalui cita rasa khas yang sederhana namun dirindukan banyak orang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pendaftaran Ditutup, H. Nuruddin Zain Samsyi Jadi Calon Tunggal Ketua PWI Kabupaten Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pendaftaran bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi resmi ditutup pada Kamis (07/05/2026) pukul 16.00 WIB.

Dari seluruh proses penjaringan yang dibuka sejak 1 Mei 2026, hanya satu nama yang secara resmi mendaftarkan diri sekaligus dinyatakan lolos verifikasi.

Nama tersebut adalah H. Nuruddin Zain Samsyi, S.E., M.M. Ia menjadi satu-satunya bakal calon yang melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai aturan organisasi.

Penutupan pendaftaran dilanjutkan dengan rapat pleno panitia pelaksana. Sidang pleno dipimpin langsung oleh Organizing Committee (OC) Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi.

Dalam sidang pleno tersebut, OC secara resmi menetapkan H. Nuruddin Zain Samsyi sebagai calon Ketua PWI Kabupaten Sukabumi periode mendatang.

H. Nuruddin akan melaju pada Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026. Konferensi menjadi agenda pemilihan ketua definitif.

Ketua OC, Aab Abdul Malik, didampingi Sekretaris OC Fitra Yudi Saputra menjelaskan, seluruh dokumen persyaratan calon beserta berita acara hasil sidang pleno akan segera disampaikan ke PWI Jawa Barat dan PWI Pusat.

Pendaftaran Ditutup, H. Nuruddin Zain Samsyi Jadi Calon Tunggal Ketua PWI Kabupaten Sukabumi (foto : Intan)

“Semua berkas calon Ketua PWI Kabupaten Sukabumi berikut berita acara hasil pleno akan kami kirimkan ke PWI Jawa Barat dan PWI Pusat,” ujar Aab setelah rapat pleno.

Ia menambahkan, sebelum penutupan pendaftaran, panitia telah melaksanakan berbagai tahapan sesuai mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku. Proses berjalan transparan.

“Kami panitia OC sudah berusaha untuk mensosialisasikan tahapan pencalonan ini, sesuai mekanisme dan hasil rapat pleno panitia. Dan hari ini audah ditutup masa pendaftaran bakal calon,  yang daftar hanya satu orang. Selanjutnya akan kami laksanakan ke tahapan berikutnya, konferensi yang akan disepakati oleh seluruh anggota PWI yang memiliki hak suara pada tanggal 16 Mei nanti,” tambah Aab.

Seluruh proses penjaringan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan profesionalisme panitia. Tidak ada intervensi dan semua anggota PWI diberi kesempatan yang sama.

Dengan ditetapkannya calon tunggal tersebut, pelaksanaan Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi kini memasuki tahapan persiapan akhir. Panitia mulai mematangkan teknis konferensi pertengahan Mei nanti.

Konferensi tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus konsolidasi insan pers di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya agar PWI semakin profesional, solid, dan adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Cukup Seribu Rupiah, Gorengan Abah di Jalan Jayanti Tawarkan Cita Rasa Sunda dengan Sambal Kacang Juara

0

Wartain.com – Sebuah grobak sederhana di pinggir Jalan Jayanti, Palabuhanratu, kini bertransformasi menjadi destinasi kuliner yang ramai diburu warga. Usaha yang dikenal dengan nama Gorengan Abah ini membuktikan bahwa peluang bisnis yang bermula dari momen musiman dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan. Meski banyak penjual serupa, Gorengan Abah berhasil mencuri perhatian masyarakat lewat konsistensi rasa dan menu yang mulai jarang ditemukan di pasaran. Kamis, 7 Mei 2026.

Awalnya, sang pemilik mengaku hanya memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk menjajakan menu takjil bagi warga yang berbuka puasa. Namun, tingginya antusiasme pembeli dan banyaknya permintaan agar lapak tetap buka di luar bulan puasa membuat Abah memutuskan untuk meneruskan usahanya hingga saat ini. Strategi memanfaatkan peluang musiman tersebut kini justru menjadi sumber penghasilan tetap yang terus berkembang di kawasan Jayanti.

Lapak ini menyajikan aneka gorengan hangat mulai dari bakwan, karoket, hingga tempe goreng. Namun, yang menjadi daya tarik utama dan pembeda adalah menu combro. Di tengah gempuran jajanan modern, combro hasil olahan Abah menjadi ikonik karena keberadaannya yang mulai langka di wilayah Palabuhanratu. Camilan khas Sunda berbahan dasar singkong parut dengan isian oncom pedas ini menjadi primadona bagi para pencinta kuliner tradisional.

Selain keunikan menu, rahasia kelezatan Gorengan Abah terletak pada pelengkapnya, yakni sambal kacang. Banyak pelanggan menilai sambal kacang buatan Abah memiliki racikan yang pas, memberikan perpaduan rasa pedas dan gurih yang menyatu sempurna dengan gorengan hangat. Kombinasi tekstur gorengan yang renyah dan saus kacang yang kental menjadi alasan utama para pelanggan setianya rela mengantre setiap hari.

Meski popularitasnya terus meningkat, Abah tetap mempertahankan prinsip harga kerakyatan agar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Seluruh jenis gorengan, termasuk combro yang menjadi unggulan, dibanderol hanya dengan harga Rp1.000 per buah. Harga yang sangat terjangkau ini membuat lapak Gorengan Abah di Jalan Jayanti tidak pernah sepi pembeli, terutama saat waktu sore hari menjelang petang.

Abah menyatakan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada ketulusan melayani dan keberanian menyajikan menu tradisional yang autentik. Menurutnya, mempertahankan menu seperti combro bukan hanya soal bisnis, melainkan juga menjaga kekayaan kuliner khas Jawa Barat agar tidak hilang tergerus zaman. Ia berharap usahanya dapat terus bertahan dan menjadi bagian dari identitas kuliner lokal di Palabuhanratu.

“Awalnya saya cuma iseng jualan buat takjil puasa, tidak menyangka respons warga Jayanti sekuat ini sampai minta saya buka terus tiap hari. Saya sengaja tonjolkan combro karena sekarang jarang yang jual, padahal peminatnya banyak. Yang penting bagi saya, orang bisa makan enak, kenyang, tapi kantong tetap aman dengan harga seribuan,” ungkap Abah di sela kesibukannya menggoreng.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal, Pemkot Sukabumi Tingkatkan Kapasitas Satpol PP

0

Wartaincom – Upaya menekan peredaran rokok ilegal terus diperkuat Pemerintah Kota Sukabumi melalui peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu terlihat dalam kegiatan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang digelar di Fresh Hotel, Rabu (6/5/2026), dan dihadiri langsung Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menegaskan pentingnya peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban sekaligus mendukung pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai hasil tembakau ilegal di daerah.

Menurutnya, cukai hasil tembakau merupakan salah satu sumber penting penerimaan negara yang juga berdampak pada pendapatan daerah melalui skema dana bagi hasil. Karena itu, peredaran rokok ilegal dinilai berpotensi merugikan keuangan negara dan daerah.

“Peredaran rokok ilegal harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap penerimaan negara dan daerah,” ujarnya.

Ayep Zaki juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas aparat menjadi langkah strategis agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara tepat.

Melalui pelatihan ini, personel Satpol PP diharapkan mampu mengenali ciri-ciri rokok ilegal, baik yang tanpa pita cukai maupun yang menggunakan pita cukai palsu.

Selain memperkuat peran aparat, Pemkot Sukabumi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Warga diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar, yang kemudian akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait seperti Bea Cukai.

Meski saat ini tingkat peredaran rokok ilegal di Kota Sukabumi masih tergolong sedang, Ayep Zaki mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar tidak berkembang lebih luas.

“Pengawasan harus terus dilakukan secara konsisten. Dengan peningkatan kapasitas SDM, kami berharap Satpol PP semakin profesional dalam menjalankan tugas penegakan aturan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik