Wartain.com || Pimpinan Wilayah Himi Persis Jawa Barat menegaskan arah dan peran strategis organisasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X Himi Persis Tasikmalaya Raya yang digelar Senin, 16 Februari 2026, di Bale Morosono, Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua PW Himi Persis Jawa Barat, Siti Ressa Muthohharoh, dalam sambutannya menekankan bahwa Himi Persis memiliki posisi penting dalam lanskap gerakan kader Persatuan Islam, baik secara ideologis maupun sosial. Ia memaparkan empat peran strategis Himi Persis yang harus terus diperkuat.
Pertama, Himi Persis sebagai kader muda Persatuan Islam yang menjadi estafet perjuangan nilai, pemikiran, dan manhaj organisasi. Mahasiswa Persis, menurutnya, harus tampil sebagai representasi intelektual yang berintegritas dan berakar pada tradisi keilmuan.
Kedua, sebagai organisasi kemahasiswaan, Himi Persis memiliki tanggung jawab menjadi penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah. Fungsi advokasi, kontrol sosial, serta partisipasi dalam pembangunan daerah harus dijalankan secara konstruktif dan solutif.
Ketiga, Himi Persis sebagai organisasi keperempuanan yang memperkuat kepemimpinan perempuan muda Islam di ruang publik. PW Himi Persis Jawa Barat, tegasnya, berkomitmen mendorong kader-kader perempuan agar tampil percaya diri, kompeten, dan berdaya saing.
Keempat, Himi Persis sebagai organisasi perkaderan yang sistematis dan berkelanjutan. Proses kaderisasi tidak boleh berhenti pada formalitas kegiatan, melainkan harus membentuk karakter, kapasitas intelektual, dan sensitivitas sosial kader.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Ressa Muthohharoh juga menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas soliditas keluarga besar Persis Tasikmalaya Raya. Ia menilai dukungan penuh dari unsur otonom dan badan khusus Persis terhadap agenda kader muda menjadi kekuatan utama dalam membangun gerakan yang kokoh dan berkelanjutan.
PW Himi Persis Jawa Barat berharap Musda X Tasikmalaya Raya menjadi momentum konsolidasi ideologis dan organisatoris, sekaligus memperkuat posisi Himi Persis sebagai gerakan mahasiswa Islam yang inklusif, konkret, dan visioner di Jawa Barat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
