26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 5, 2026
Beranda blog Halaman 118

BK DPRD Kota Sukabumi Dalami Aduan Forwacib, Bukti Dinilai Belum Lengkap

0

Wartain.com – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Sukabumi mulai menindaklanjuti aduan Forum Warga Cibeureum (Forwacib) terkait dugaan pelanggaran etik yang menyeret salah satu anggota dewan berinisial AW. Namun, proses penanganan masih berada pada tahap awal karena kelengkapan bukti dari pelapor dinilai belum memadai.

Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKB yang juga tergabung dalam BK, Agus Samsul, mengatakan pihaknya telah memanggil pelapor untuk dimintai klarifikasi atas laporan yang masuk sejak 27 April 2026 tersebut.

Menurut Agus, laporan yang diajukan Forwacib memuat sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk salah satunya dugaan kebohongan publik. Meski begitu, BK masih memerlukan penjelasan lebih rinci serta dukungan bukti tambahan sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

“Hari ini kami melakukan klarifikasi awal terhadap aduan dari Forwacib. Ada beberapa poin dugaan yang disampaikan, sehingga kami meminta keterangan lebih mendalam sekaligus melengkapi bukti-bukti pendukung,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Salah satu poin yang menjadi perhatian BK adalah dugaan pernyataan yang tidak sesuai fakta terkait kepemilikan sebuah pabrik roti. Namun hingga kini, dokumen pendukung atas tudingan tersebut belum dilampirkan secara lengkap oleh pelapor.

Agus menegaskan, pihaknya belum dapat mengambil langkah lebih jauh sebelum seluruh bukti dilengkapi. BK pun meminta Forwacib segera menyerahkan dokumen tambahan, termasuk jika ada bukti somasi atau keberatan dari pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut.

“Untuk sementara kami masih menunggu kelengkapan bukti dari pelapor. Tanpa itu, kami belum bisa memproses lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh bukti telah terpenuhi, BK akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk terlapor berinisial AW, guna menjalani proses klarifikasi lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Setelah bukti dinyatakan lengkap, kami akan memanggil semua pihak, termasuk yang dilaporkan, untuk dimintai keterangan,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa kewenangan BK terbatas pada penanganan pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Jika perkara tersebut masuk ke ranah hukum, maka prosesnya akan menunggu penanganan dari aparat penegak hukum.

“BK hanya memproses pelanggaran etik berdasarkan tata tertib dan kode etik. Jika sudah masuk ranah hukum, tentu kami menunggu hasil dari aparat penegak hukum terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Forwacib melaporkan anggota DPRD Kota Sukabumi berinisial AW ke BK dengan sejumlah dugaan pelanggaran, di antaranya terkait kebohongan publik dan persoalan cek kosong yang dinilai melanggar etika sebagai pejabat publik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tepis Isu Miring, Bupati Pastikan Pembangunan Gedung MUI Sukabumi Hampir Tuntas

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau langsung pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, Kamis (07/05/2026).

Kunjungan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan yang disebut hampir selesai dan siap segera diresmikan. Bupati hadir bersama Wakil Bupati, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, unsur pemerintah kecamatan, serta sejumlah tokoh.

Peninjauan ini merespons berbagai informasi yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial terkait kondisi pembangunan gedung tersebut.

“Alhamdulillah, pagi hari ini saya bersama Pak Wakil Bupati, Ketua MUI, Pak Camat dan lainnya meninjau langsung gedung MUI. Ternyata kenyataannya pembangunan ini hampir selesai,” ujar Asep Japar.

Menurutnya, gedung yang dinantikan masyarakat itu kini tinggal menyisakan beberapa tahap finishing. Pekerjaan yang belum rampung mayoritas berada di bagian luar bangunan.

Sementara untuk bagian dalam, proses pengerjaan disebut telah rampung. Seluruh ruang utama sudah selesai dikerjakan dan siap digunakan.

“Insya Allah dalam waktu dekat, sekitar dua minggu lagi, gedung ini siap digunakan dan diresmikan. Di dalamnya sudah selesai, tinggal sedikit finishing di luar,” katanya.

Bupati menegaskan tidak ada persoalan berarti dalam proses pembangunan gedung tersebut. Ia meminta masyarakat tidak membesar-besarkan isu yang berkembang di media sosial.

“Tidak ada masalah. Gedungnya sudah terlihat jelas dan hampir selesai. Jadi tolong sampaikan kepada publik bahwa pembangunan MUI ini sesuai harapan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap keberadaan Gedung MUI Kabupaten Sukabumi nantinya dapat dimanfaatkan secara luas. Gedung ini diproyeksikan jadi pusat kegiatan keumatan.

“Gedung MUI ini untuk masyarakat Sukabumi, untuk kepentingan umat ke depannya,” pungkasnya.

Dengan sisa pekerjaan finishing luar, pemkab optimistis gedung bisa diresmikan dalam dua pekan. Gedung MUI diharapkan jadi simbol penguatan peran ulama dalam pembangunan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MBG Sebagai Strategi Geoekonomi Prabowo

0
Oplus_131072

Oleh: Radhar Tribaskoro/ Pendiri Forum Aktivis Bandung, Anggota Komite Eksekutif KAMI,  Presidium KAPPAK, Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air

Wartain.com – Seorang teman bertanya, apakah Indonesia akan terpuruk bila keadaan di Selat Hormuz terus memburuk?

Saya menjawab: Indonesia akan survive, asal rakyat Indonesia siap memasuki mode ekonomi survival. Tetapi jawaban itu belum lengkap. Dalam pikiran Prabowo, survival tidak cukup berarti bertahan dari krisis. Survival harus diubah menjadi konsolidasi kekuatan nasional. Dan salah satu pintu masuknya adalah pangan.

Di sinilah kebijakan Makan Bergizi Gratis atau MBG perlu dibaca secara lebih dalam. MBG bukan sekadar program gizi. Bukan pula hanya program sosial untuk mengatasi stunting. Ia adalah strategi geoekonomi dua lapis.

Pada lapis bawah, MBG adalah instrumen ekonomi survival. Ia dirancang untuk memperkuat daya tahan rakyat agar Indonesia tidak mudah jatuh ketika dunia diguncang perang, sanksi, krisis energi, lonjakan harga pangan, dan fragmentasi rantai pasok global.

Pada lapis atas, MBG adalah instrumen konsolidasi ekonomi pangan. Melalui permintaan pangan yang besar, rutin, dan tersebar, negara berusaha menata ulang rantai pasok pangan Indonesia agar lebih efisien, terhubung, dan bergerak sebagai ekonomi jaringan.

Dengan kata lain, MBG bukan hanya tentang anak-anak makan siang. MBG adalah cara negara menciptakan pasar pangan yang terstruktur. Ia adalah jalan untuk menghubungkan ladang, kandang, kolam, laut, koperasi, pasar lokal, dapur, dan sekolah ke dalam satu sistem yang lebih tertib.
Inilah makna strategisnya.

Dunia hari ini sedang bergerak menuju multipolaritas. Tetapi transisi itu tidak berlangsung damai dan rapi. Dunia lama yang dipimpin Barat belum sepenuhnya runtuh. Dunia baru yang berpusat pada banyak kekuatan belum sepenuhnya stabil. Di antara keduanya muncul konflik, sanksi, perang dagang, perang teknologi, krisis energi, dan perebutan jalur logistik.

Dalam situasi seperti ini, pangan tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan domestik biasa. Pangan adalah bagian dari geopolitik. Bila Selat Hormuz terganggu, harga minyak dapat naik. Bila harga minyak naik, harga pupuk dan logistik ikut naik. Bila pupuk dan logistik naik, harga pangan terdorong naik. Bila harga pangan naik, rakyat kecil paling dulu terpukul. Maka krisis yang tampaknya jauh di Timur Tengah dapat menjelma menjadi krisis di dapur rumah tangga Indonesia.

Itulah sebabnya ekonomi survival menjadi penting.

Namun ekonomi survival bukan ekonomi panik. Bukan ekonomi perang yang tertutup, militeristik, dan serba dikendalikan negara. Yang dimaksud adalah kemampuan bangsa untuk bertahan ketika tekanan eksternal datang. Negara tetap terbuka, tetapi tidak telanjang. Tetap berdagang, tetapi tidak tergantung pada satu jalur. Tetap menerima investasi, tetapi tidak kehilangan kendali atas sektor strategis. Tetap menjadi bagian dari ekonomi dunia, tetapi memiliki bantalan domestik.

Cina, Rusia, dan Iran memberi pelajaran penting. Tiga negara itu berbeda sistem politik dan kapasitas ekonominya, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa tekanan eksternal tidak selalu membuat sebuah bangsa bertekuk lutut. Dalam kondisi tertentu, tekanan justru memaksa transformasi. Rusia memperkuat substitusi impor dan jaringan dagang alternatif. Iran, setelah lama berada di bawah sanksi, mengembangkan kapasitas bertahan dalam energi, pangan, industri pertahanan, dan ekonomi domestik. Cina menghadapi tekanan teknologi dan perdagangan dengan mempercepat kemandirian industri strategis dan penguatan pasar dalam negeri.

Indonesia tentu tidak perlu menjadi Rusia, Iran, atau Cina. Jalan Indonesia berbeda. Indonesia adalah negara kepulauan, terbuka, demokratis, dan hidup dalam tradisi bebas-aktif. Tetapi pelajaran besarnya tetap relevan: bangsa yang ingin bertahan tidak cukup hanya percaya kepada pasar global. Ia harus memperkuat dirinya dari dalam.

Dalam kerangka itulah MBG memperoleh arti baru.

Pada lapis bawah, MBG membangun ketahanan manusia. Anak-anak yang kurang gizi adalah titik lemah bangsa. Rakyat yang rapuh pangan mudah terguncang oleh inflasi. Keluarga miskin yang terlalu sensitif terhadap harga beras, telur, minyak, dan sayur akan segera jatuh ketika harga pangan naik. Karena itu, memberi makan bergizi bukan sekadar tindakan belas kasih negara. Ia adalah investasi ketahanan sosial.

Tetapi Prabowo tampaknya melihat lebih jauh. Tubuh rakyat yang kuat adalah fondasi negara yang kuat. Kalau rakyat lapar, negara rapuh. Kalau gizi buruk meluas, produktivitas rendah. Kalau pangan mahal, legitimasi politik terancam. Maka MBG bekerja sebagai jaring pengaman strategis: menjaga kelompok rentan tetap memiliki akses pangan bergizi ketika dunia semakin tidak pasti.

Namun lapisan bawah ini hanya separuh cerita.

Lapisan atasnya justru lebih menentukan: MBG sebagai alat konsolidasi ekonomi pangan nasional.

Selama ini ekonomi pangan Indonesia terlalu terfragmentasi. Petani kecil menanam sendiri-sendiri. Peternak kecil menghadapi harga pakan yang tidak stabil. Nelayan berhadapan dengan tengkulak. Pedagang pasar bekerja dalam jaringan informal. Koperasi sering lemah. Logistik mahal. Data produksi tidak akurat. Harga di petani rendah, harga di konsumen tinggi. Negara sering masuk hanya ketika harga sudah melonjak atau ketika impor harus diputuskan.

Struktur seperti ini membuat pangan Indonesia tidak efisien. Lebih jauh lagi, struktur ini membuat Indonesia rentan.

MBG dapat menjadi instrumen untuk mengubah struktur itu karena ia menciptakan permintaan yang sangat besar, rutin, dan dapat diprediksi. Setiap hari dapur MBG membutuhkan beras, telur, ikan, ayam, sayur, buah, tempe, tahu, bumbu, air bersih, tenaga masak, kendaraan distribusi, dan sistem pengawasan. Permintaan sebesar ini tidak boleh dibiarkan menjadi proyek belanja biasa. Ia harus digunakan sebagai jangkar konsolidasi.

Inilah yang disebut demand anchor: permintaan besar yang dipakai negara untuk membentuk ulang pasar.

Bila dapur MBG membeli pangan dari produsen lokal, koperasi desa, BUMDes, peternak, nelayan, penggilingan padi, dan UMKM pangan, maka petani kecil tidak lagi sepenuhnya tergantung pada pasar yang liar. Mereka memiliki pembeli yang pasti. Mereka dapat merencanakan produksi. Mereka tahu standar mutu yang dibutuhkan.
Mereka memiliki alasan untuk memperbaiki kapasitas. Dari kepastian permintaan, lahir efisiensi.

Tetapi efisiensi yang dimaksud bukan efisiensi korporasi besar yang menyingkirkan rakyat kecil. Efisiensi yang dibayangkan adalah efisiensi ekonomi jaringan. Dalam ekonomi jaringan, produsen kecil tetap hidup, tetapi mereka tidak bekerja sendiri-sendiri. Mereka terhubung melalui koperasi, sistem data, jadwal pasok, standar mutu, logistik bersama, dan pembayaran yang cepat.

Koperasi menjadi penting di sini. Koperasi dapat menjadi agregator antara dapur MBG dan produsen kecil. Petani kecil tidak mungkin satu per satu memasok dapur dalam jumlah besar dengan standar yang sama. Mereka memerlukan lembaga yang mengumpulkan produk, menjaga kualitas, menyusun jadwal pasok, mengatur penyimpanan, menyediakan modal kerja, dan menegosiasikan harga.

Tetapi koperasi harus sungguh-sungguh menjadi koperasi. Bukan papan nama. Bukan kedok broker. Bukan alat elite lokal untuk mengambil margin. Bila koperasi hanya menjadi bendera formal, MBG akan berubah menjadi proyek rente. Nama rakyat dipakai, tetapi keuntungan diambil oleh perantara.

Karena itu, konsolidasi pangan melalui MBG harus disertai transparansi. Publik perlu tahu dapur membeli dari siapa, dengan harga berapa, dalam volume berapa, standar gizinya apa, siapa pemasoknya, siapa pengelolanya, dan bagaimana mekanisme pengaduannya. Tanpa transparansi, MBG akan menjadi kotak hitam anggaran.

Selain koperasi, menu lokal juga menentukan. Indonesia bukan negara dengan satu ekologi pangan. Di pesisir, ikan seharusnya menjadi sumber protein utama. Di wilayah peternakan, telur dan ayam lebih mudah diserap. Di daerah tertentu, jagung, sagu, singkong, ubi, pisang, dan kacang-kacangan dapat menjadi bagian penting dari menu bergizi. Standar gizi boleh nasional, tetapi bahan pangan harus mengikuti ekologi lokal.

Ini bukan soal romantisme lokal. Ini soal kedaulatan. Negara yang pola makannya terlalu tergantung pada gandum impor, susu impor, pangan ultra-proses, dan bahan global akan rentan terhadap krisis. Sebaliknya, negara yang mampu menghubungkan konsumsi rakyat dengan produksi lokal akan lebih tahan.

Dengan cara itu, MBG dapat membentuk ulang hubungan antara tubuh rakyat dan tanah tempat mereka hidup. Anak-anak makan makanan bergizi. Petani lokal mendapat pasar. Nelayan mendapat kepastian serapan. Peternak kecil memperoleh permintaan rutin. Koperasi tumbuh. Pasar lokal bergerak. Uang negara berputar di daerah.

Di titik ini, MBG menjadi lebih dari program sosial. Ia menjadi mesin konsolidasi.

Tetapi mesin ini hanya bekerja jika desainnya tepat. Jika pengadaan terlalu tersentralisasi, MBG akan melahirkan oligopoli pangan baru. Jika dapur hanya menjadi perpanjangan industri katering besar, ekonomi lokal tidak akan bergerak. Jika standar administrasi terlalu berat, petani kecil dan UMKM akan tersingkir. Jika pembayaran lambat, produsen kecil akan kembali bergantung pada tengkulak. Jika menu diseragamkan, produksi lokal tidak terserap. Jika pengawasan lemah, kualitas makanan turun.

Maka keberhasilan MBG tidak boleh diukur hanya dari jumlah porsi. Ukuran yang lebih penting adalah berapa persen bahan pangan berasal dari produksi lokal; berapa banyak petani, nelayan, peternak, koperasi, dan UMKM masuk dalam rantai pasok; berapa cepat pembayaran dilakukan; berapa pendapatan produsen lokal meningkat; berapa biaya logistik turun; berapa kualitas gizi membaik; dan berapa kuat data pangan lokal terbentuk.
Inilah cara membaca MBG sebagai strategi geoekonomi.

Geoekonomi berarti negara memakai instrumen ekonomi untuk tujuan strategis. Dalam kasus MBG, negara memakai belanja gizi untuk membangun ketahanan pangan, mengonsolidasikan rantai pasok, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperbesar daya tahan nasional dalam dunia multipolar.

Dengan demikian, tujuan Prabowo dalam MBG seharusnya tidak dibaca terlalu sempit. Mengatasi stunting memang penting. Memperbaiki gizi anak-anak sangat penting. Tetapi di balik itu ada agenda yang lebih besar: menata ekonomi pangan Indonesia agar tidak tercerai-berai, tidak terlalu tergantung impor, tidak sepenuhnya dikendalikan tengkulak dan oligopoli, serta lebih siap menghadapi dunia yang tidak pasti.

Jika dunia memasuki masa multipolar yang penuh kontradiksi, maka Indonesia tidak boleh hanya menyiapkan diplomasi. Indonesia juga harus menyiapkan dapur. Tidak cukup hanya memperkuat pertahanan. Indonesia harus memperkuat pangan. Tidak cukup hanya membangun infrastruktur besar. Indonesia harus membangun jaringan kecil yang bekerja setiap hari: koperasi, dapur, pasar, gudang, petani, nelayan, peternak, dan UMKM.

Survival bangsa tidak hanya ditentukan oleh kapal perang, cadangan devisa, atau pidato diplomatik. Survival bangsa juga ditentukan oleh apakah rakyat bisa makan, apakah anak-anak tumbuh sehat, apakah petani tetap menanam, apakah nelayan tetap melaut, apakah desa memiliki pendapatan, dan apakah negara memiliki jaringan pangan yang dapat diandalkan ketika dunia terguncang.

Maka, bila ditanya apa tujuan terdalam MBG, jawabannya begini: MBG adalah cara Prabowo memakai program gizi sebagai pintu masuk untuk konsolidasi ekonomi pangan nasional.

Pada lapis bawah, ia membangun ketahanan rakyat agar Indonesia tidak mudah jatuh oleh tekanan eksternal. Pada lapis atas, ia mengonsolidasikan sektor pangan agar lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing melalui ekonomi jaringan.

Jika dua lapis ini berhasil dipadukan, MBG akan menjadi salah satu kebijakan paling strategis dalam pemerintahan Prabowo. Ia bukan hanya memberi makan anak-anak. Ia membangun daya tahan bangsa. Ia bukan hanya mengatasi stunting. Ia menata ulang pangan. Ia bukan hanya program sosial. Ia adalah strategi geoekonomi Indonesia di zaman multipolar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Majlis Ta’lim Setwan DPRD Sukabumi Angkat Tema Muhasabah dan Muraqabah, Perkuat Integritas Aparatur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar Majlis Ta’lim Aparatur pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Mushola Al-Badr Setwan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Majlis ta’lim ini diikuti para kepala bagian serta pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Tausiyah disampaikan KH. Iwan Setiawan dengan tema Muhasabah dan Muraqabah. Tema ini dipilih sebagai upaya memperkuat kesadaran spiritual dan introspeksi diri aparatur pemerintahan.

Dalam penyampaiannya, KH. Iwan Setiawan mengajak peserta rutin melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Setiap perbuatan dan pekerjaan harus dikaji untuk memperbaiki kekurangan.

Beliau juga menekankan pentingnya muraqabah, yakni merasa selalu diawasi oleh Allah SWT dalam setiap aktivitas. Sikap ini jadi pengingat agar amanah, kejujuran, dan tanggung jawab tetap dijaga.

“Melalui muhasabah, kita belajar memperbaiki diri dari kekurangan yang ada. Sedangkan muraqabah mengingatkan kita agar selalu menjaga amanah, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bekerja, karena setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban,” ujar KH. Iwan Setiawan.

Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi menyebut majlis ta’lim ini bagian penting pembinaan mental dan spiritual pegawai. Keseimbangan profesionalitas kerja dan nilai keagamaan dinilai perlu untuk membangun etos kerja berintegritas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh aparatur tidak hanya memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam bekerja, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ungkap Sekretaris DPRD.

Kegiatan Majlis Ta’lim Aparatur merupakan agenda pembinaan rohani rutin di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi. Tujuannya meningkatkan keimanan, memperkuat nilai moral, serta membangun karakter aparatur yang religius.

Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpegawai. Kebersamaan di Mushola Al-Badr menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan kerja.

Dengan bekal muhasabah dan muraqabah, Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi berharap seluruh aparatur makin sadar bahwa tugas melayani publik adalah amanah. Setiap kinerja tak hanya dinilai atasan, tapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

18 Jemaah Calon Haji Asal Kota Sukabumi Berangkat ke Embarkasi

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi secara resmi melepas 18 calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (7/5/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat dan haru. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah, Ayep Zaki turut menyerahkan cendera mata secara simbolis kepada para calon jemaah sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah dan panggilan istimewa dari Allah SWT bagi umat Islam. Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah.

“Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling mendoakan demi kemajuan Kota Sukabumi,” ujarnya.

Selain itu, Ayep Zaki menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat program-program keagamaan, termasuk upaya mewujudkan Kota Halal yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ia berharap pelayanan dan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Kota Sukabumi terus meningkat dan mampu menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi, Samsul Puad, menjelaskan bahwa jumlah calon jemaah haji asal Kota Sukabumi tahun ini sebanyak 18 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 13 perempuan.

“Jemaah tertua atas nama Nur Laila berusia 85 tahun, sedangkan jemaah termuda Aliyah Nabilah Putri berusia 18 tahun,” jelasnya.

Menurut Samsul Puad, seluruh jemaah tergabung dalam Kloter 13 JKS bersama jemaah asal Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi. Para jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Bekasi sebelum bertolak menuju Bandara Jeddah pada Jumat pagi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sukabumi atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama proses persiapan keberangkatan jemaah haji tahun ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

62 Jemaah Calon Haji Asal Sukabumi Diberangkatkan, Didominasi Lansia

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, secara simbolis melepas 62 jemaah calon haji asal Kabupaten Sukabumi di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar, Kamis (7/5/2026) pagi.

Para jemaah yang tergabung dalam Kloter 13 JKS tersebut diberangkatkan menuju Embarkasi Jakarta-Bekasi sebelum dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (8/5/2026).

“Kita baru saja melepas 62 jemaah calon haji asal Kabupaten Sukabumi. Semoga seluruh jemaah diberikan keselamatan, kesehatan, serta menjadi haji yang mabrur,” ujar Asep Japar.

Pada musim haji tahun 2026, jumlah jemaah asal Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Asep Japar menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mengikuti kebijakan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Terkait penurunan jumlah jemaah, kami memahami dan mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan tahun depan jumlah jemaah haji asal Sukabumi bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan para jemaah agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. Pasalnya, suhu di Tanah Suci diperkirakan dapat mencapai lebih dari 50 derajat Celsius, terutama saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Saya berpesan kepada seluruh jemaah agar istirahat cukup, makan secara teratur, dan mematuhi seluruh aturan selama berada di sana. Mengingat cuaca cukup ekstrem, para jemaah diharapkan tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menjelaskan bahwa awalnya jumlah jemaah yang tercatat sebanyak 65 orang. Namun, tiga orang jemaah memutuskan menunda keberangkatan karena alasan kesehatan dan keperluan keluarga.

62 Jemaah Calon Haji Asal Sukabumi Diberangkatkan, Didominasi Lansia (foto: RAF)

“Jadi yang berangkat hari ini sebanyak 62 orang. Jumlah ini memang lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Abdul Manan.

Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas jemaah tahun ini didominasi kalangan lanjut usia. Dari total 62 jemaah, sebanyak 29 orang merupakan lansia dengan rentang usia 71 hingga 90 tahun.

“Jemaah tertua berusia 90 tahun berasal dari Kecamatan Lengkong. Hampir 50 persen jemaah kita tahun ini merupakan lansia,” katanya.

Sementara itu, jemaah termuda tercatat berusia 19 tahun yang berangkat menggantikan orang tuanya.

Meski didominasi jemaah lansia, Abdul Manan memastikan seluruh calon haji telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk vaksinasi meningitis, polio, dan influenza sebagai langkah pencegahan sebelum keberangkatan.

Rombongan jemaah diberangkatkan dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi menuju Embarkasi Bekasi sekitar pukul 06.00 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 08.50 WIB.

Selanjutnya, para jemaah akan diterbangkan menuju Bandara Jeddah pada Jumat, 8 Mei 2026, sekitar pukul 09.10 WIB.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketua DPRD Sukabumi Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter 13 JKS

0

Wartain.com – Budi Azhar Mutawali Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menghadiri pelepasan keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi Kloter 13 JKS yang berlangsung penuh khidmat. Pada keberangkatan kali ini, sebanyak 62 calon jemaah haji diberangkatkan menuju Tanah Suci, Kamis (07/05/2026).

Budi Azhar menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh jemaah diberikan kesehatan serta kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Kita mendoakan para calon jemaah haji yang berangkat diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah hajinya sehingga bisa kembali lagi ke Indonesia, khususnya ke Sukabumi, dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh jemaah menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor penting agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

“Tadi saya sudah sampaikan bahwa para jemaah harus menjaga kesehatan, menjaga pola makan supaya tetap sehat dan bisa menjalankan ibadah hajinya dengan baik,” tambahnya.

Budi Azhar menjelaskan, menurunnya jumlah keberangkatan jemaah tahun ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan calon jemaah haji yang telah mendaftar sejak tahun 2014.

“Ini karena memang kebijakan pemerintah pusat untuk memberangkatkan calon jemaah haji yang daftar tahun 2014 di seluruh Indonesia. Jadi yang berangkat sekarang diprioritaskan yang mendaftar tahun 2014, termasuk dari Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sebagian besar calon jemaah yang masuk daftar keberangkatan tahun ini berasal dari pendaftar tahun 2014. Namun, beberapa di antaranya batal berangkat karena alasan kesehatan maupun kendala lainnya.

“Awalnya sekitar 170-an orang, tetapi ada yang sakit dan ada juga kendala lain sehingga tidak jadi berangkat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bayern Gagal Balas Dendam, PSG ke Final Liga Champions Usai Tahan Imbang 1-1 di München

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Mimpi Bayern München membalikkan keadaan kandas di Allianz Arena. Paris Saint-Germain menahan imbang 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis dini hari WIB, dan lolos ke final dengan agregat 6-5.

Modal kemenangan 5-4 di Paris pekan lalu membuat PSG tampil tenang. Sebaliknya, tekanan justru ada di pundak Bayern yang wajib menang dengan selisih dua gol.

Baru dua menit laga berjalan, publik tuan rumah langsung terdiam. Khvicha Kvaratskhelia bertukar umpan dengan Fabián Ruiz sebelum menusuk dari sisi kiri.

Winger Georgia itu dengan jeli melepas crossing mendatar ke tiang jauh. Ousmane Dembélé yang lepas dari kawalan langsung menghajar bola ke atap gawang Manuel Neuer: 0-1 untuk PSG.

Gol cepat itu memaksa Bayern langsung tancap gas. Michael Olise coba mengulang gaya Arjen Robben: cut-inside lalu tembak kaki kiri. Sayang, bola hanya tipis di atas mistar Matvey Safonov.

PSG justru nyaris menggandakan keunggulan lewat Kvaratskhelia yang terus teror sisi kanan Bayern. Kecepatan dan visi pemain nomor 7 itu bikin lini belakang Die Roten kerepotan sepanjang babak pertama.

Menit 29, Allianz Arena bergemuruh minta kartu kuning kedua untuk Nuno Mendes usai handball. Wasit João Pinheiro bergeming karena sudah meniup pelanggaran untuk PSG sebelumnya.

Kontroversi kembali muncul saat tembakan Vitinha mengenai lengan João Neves di kotak PSG. VAR Marco Di Bello memutuskan no penalty karena bola mengenai rekan sendiri.

Neves hampir menebus insiden itu lewat sundulan keras dari set-piece. Namun Neuer terbang menepis bola dengan refleks kelas dunia. Bayern selamat dari ketinggalan 0-2.

Jelang turun minum, Jamal Musiala dua kali dapat peluang emas. Pertama sundulannya melenceng, kedua tembakan mendatarnya dijinakkan Safonov. Bayern buntu, PSG unggul saat jeda.

Babak kedua jadi milik Bayern secara penguasaan, tapi tidak dalam peluang bersih. Duet Willian Pacho dan Marquinhos tampil disiplin, menutup semua ruang untuk Kane dan kawan-kawan.

PSG justru lebih berbahaya lewat transisi. Désiré Doué dua kali memaksa Neuer lakukan penyelamatan gemilang. Kvaratskhelia juga punya ruang tembak, tapi skor tetap 0-1.

Waktu makin menipis dan Bayern makin frustrasi. Baru di menit 90+4 Harry Kane memecah kebuntuan lewat curling kaki kanan ke pojok jauh: 1-1. Terlambat. Peluit panjang berbunyi.

PSG melaju ke final Liga Champions 2025/2026 dan akan menantang Arsenal di Puskás Aréna, Budapest, 30 Mei mendatang. The Gunners lolos usai singkirkan Atlético Madrid sehari sebelumnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kompor Gas Meledak, Kios Ayam Goreng di Dekat Klinik GMC Kertaharja Terbakar

0

Wartain.com — Sebuah kios penjualan ayam goreng yang berada di Kampung Cibodas Desa Kertaharja Kecamatan Cikembar, mengalami kebakaran pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas saat proses memasak berlangsung. Informasi pertama diterima dari warga yang melihat kobaran api muncul dari area kios. Mendapat laporan tersebut, petugas bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman api.

“Awalnya kami menerima laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran di dekat Klinik GMC. Kami langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Sutisna Wadanton post Cikembar.

Berdasarkan keterangan, insiden terjadi saat salah satu kios sedang menggoreng chicken. Tiba-tiba kompor gas meledak dan api dengan cepat membesar hingga membakar bagian kios.

Pemilik kios diketahui bernama Herling Gunawan. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Desa Kertaharja, Yati Nurhayati, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak, khususnya kompor gas.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga agar selalu berhati-hati dan jangan meninggalkan kompor saat sedang memasak guna menghindari kejadian serupa,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Desa Kertaharja turut membantu proses pemadaman dengan menurunkan satu tangki air ke lokasi kebakaran.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas dari Unit Damkar Cikembar dan PT Glostar Indonesia juga warga melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama. penanganan pihak terkait.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sunda Djati Gelar Pasanggiri Jaipong se-Jawa Barat dan Festival Kuliner di Cimahi Mall Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Sunda Djati siap menggelar “Pasanggiri Jaipong Kreasi Se Jawa Barat dan Festival Kuliner Nusantara” di Cimahi Mall akhir Mei 2026.

Acara budaya ini akan berlangsung dua pekan. Jadwalnya 23-24 Mei 2026 dan 30-31 Mei 2026, bertempat di Lantai Basement Cimahi Mall, Jl. Gandawijaya, Cimahi Tengah.

Pasanggiri Jaipong Kreasi terbuka untuk peserta se-Jawa Barat. Kategori lomba meliputi tingkat SD, SMP, dan SMA.

Selain kategori usia sekolah, panitia juga membuka kelas Laki-Laki, Rampak Anak, serta Rampak Remaja/Dewasa. Ini jadi ajang unjuk kreativitas penari Jaipong lintas generasi.

Untuk biaya registrasi, peserta tunggal dikenakan Rp200.000. Sementara kategori rampak atau grup dipatok Rp400.000.

Bagi yang berminat mendaftar atau butuh info lebih lanjut, panitia menyediakan dua contact person. Hubungi Puspa di 085745103628 atau Yaya di 08156155330.

Tak hanya kompetisi tari, acara ini juga dimeriahkan Festival Kuliner Nusantara. Pengunjung bisa menikmati beragam sajian khas dari berbagai daerah sambil nonton pasanggiri.

Kemeriahan acara didukung penampilan Bajidor PHJM Grup pimpinan Isal Copo. Grup ini dikenal kuat dalam musik dan tari Jaipongan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Logo support di poster meliputi Pemkot Cimahi, Disbudpar, West Java, hingga Cimahi Mall sebagai tuan rumah.

Ajang ini jadi ruang ekspresi seniman tari sekaligus promosi budaya Sunda. Lewat Jaipong Kreasi, tradisi tetap hidup dengan sentuhan baru yang lebih dinamis.

Dengan menggabungkan kompetisi tari dan festival kuliner, Sunda Djati berharap acara ini jadi magnet wisata budaya di Cimahi. Targetnya memperkuat ekosistem seni sekaligus menggerakkan UMKM kuliner lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)