26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 14

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat, Pasar Keuangan Dibuka Positif pada Awal Pekan

0

Wartain.com – Kinerja pasar keuangan Indonesia menunjukkan tren positif pada awal perdagangan Senin (15/6/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama mencatat penguatan signifikan pada sesi pagi.

Rupiah tercatat berada di posisi Rp17.760 per dolar AS atau menguat sekitar 100 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut setara dengan kenaikan 0,56 persen dan menjadi sinyal positif bagi pasar domestik di tengah dinamika ekonomi global.

Pergerakan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang di kawasan Asia yang juga berhasil menguat terhadap dolar AS. Mata uang seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, hingga won Korea Selatan tercatat mengalami apresiasi. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak relatif stabil.

Tidak hanya di kawasan Asia, penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang utama dunia. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss kompak mencatat kenaikan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham. IHSG melesat hingga 180,52 poin atau sekitar 3 persen ke level 6.188 pada awal perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan indeks dibuka di level 6.118 dan langsung bergerak di zona hijau sejak sesi pembukaan. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 6.194 sebelum bergerak stabil.

Mayoritas saham yang diperdagangkan turut mengalami penguatan. Sebanyak 519 saham tercatat naik, sementara 84 saham melemah dan 104 saham bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga cukup ramai. Hingga pukul 09.05 WIB, volume perdagangan mencapai 3,53 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,20 triliun yang berasal dari lebih dari 208 ribu kali transaksi.

Penguatan serentak pada nilai tukar rupiah dan IHSG tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan prospek investasi di dalam negeri pada awal pekan ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

GMNI Sukabumi Raya Gelar Mimbar Rakyat, Soroti Kondisi Ekonomi hingga Demokrasi Nasional

0

Wartain.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menggelar aksi Mimbar Rakyat di kawasan Tugu Adipura, Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, Senin (15/6/2026) sore. Aksi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Sejumlah peserta aksi tampak membawa poster berisi pesan-pesan kritik serta membentangkan spanduk bertuliskan “Pemimpin dan Birokrasi Negara Gagal”. Massa juga melakukan pembakaran ban sebagai bentuk simbolik atas kekecewaan terhadap kondisi bangsa yang dinilai tengah menghadapi berbagai tantangan di bidang ekonomi, sosial, dan politik.

Dalam orasi dan pernyataan sikap yang disampaikan di hadapan peserta aksi, GMNI menilai Indonesia sedang menghadapi persoalan yang kompleks. Mulai dari tekanan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya beban anggaran negara, ancaman kenaikan harga energi, hingga tingginya angka pengangguran yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut mereka, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi nasional masih rentan terhadap berbagai gejolak global. Di sisi lain, peningkatan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat dinilai semakin memperberat beban kelompok berpenghasilan rendah maupun kelas menengah.

GMNI juga menyoroti arah pembangunan nasional yang dianggap belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Berbagai program strategis yang menyerap anggaran besar dinilai perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan mendasar seperti kemiskinan, pengangguran, kualitas layanan publik, hingga persoalan lingkungan hidup.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Organisasi mahasiswa tersebut mengakui program tersebut memiliki tujuan yang baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun pelaksanaannya dinilai harus dibarengi dengan transparansi anggaran, sistem pengawasan yang kuat, serta ukuran keberhasilan yang jelas.

Selain isu ekonomi, GMNI turut mengangkat persoalan demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Mereka menilai terdapat gejala melemahnya supremasi sipil, menurunnya fungsi kontrol terhadap kekuasaan, serta masih adanya praktik birokrasi yang belum sepenuhnya profesional dan akuntabel.

Melalui Mimbar Rakyat, GMNI DPC Sukabumi Raya menyatakan ingin membangun ruang diskusi publik sekaligus mengonsolidasikan gerakan mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal kebijakan negara agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya meminta stabilisasi nilai tukar rupiah dan perlindungan daya beli masyarakat, menolak kebijakan yang berpotensi memicu kenaikan harga BBM maupun kebutuhan pokok, menolak dwifungsi Polri dan multifungsi TNI, serta mendesak reformasi birokrasi untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selain itu, GMNI juga meminta pemerintah meningkatkan transparansi penggunaan APBN, mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan proyek-proyek strategis nasional, memperkuat upaya penanggulangan pengangguran, kemiskinan, serta krisis ekologis, hingga menjaga kualitas demokrasi dan supremasi sipil.

GMNI DPC Sukabumi Raya menegaskan bahwa kritik yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Mereka berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat serta mengembalikan orientasi pembangunan nasional pada cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

DPRD Kabupaten Sukabumi Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Pengabdian

0

Wartain.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mengucapkan selamat memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi dan umat Islam pada umumnya.

Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Semangat hijrah yang menjadi makna utama dalam peringatan 1 Muharram diharapkan dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Budi Azhar Mutawali, S.IP., bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kehidupan yang lebih baik, produktif, dan penuh keberkahan.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Dalam ucapan yang disampaikan, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendoakan agar Tahun Baru Islam membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi serta bangsa Indonesia.

“Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga semangat hijrah menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.” demikian pesan yang disampaikan DPRD Kabupaten Sukabumi dalam momentum pergantian tahun Hijriah tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Siswa PAUD di Sukabumi Lolos dari Maut Usai Terpeleset ke Kolam Renang

0

Wartain.com – Seorang anak yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nyaris menjadi korban kecelakaan air saat mengikuti kegiatan perayaan kenaikan kelas di Taman Wisata Air Oasis, Jalan Mayor Mahmud, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026).

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, rombongan siswa PAUD asal Kecamatan Kadudampit tengah mengikuti kegiatan rekreasi dan syukuran kenaikan kelas di lokasi wisata tersebut.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib. Berdasarkan informasi dari pihak penanggung jawab acara, gedung yang digunakan untuk kegiatan bahkan telah dalam kondisi terkunci.

Namun di tengah kegiatan, seorang siswa diduga terlepas dari pengawasan orang tuanya. Anak tersebut kemudian terpeleset di area sekitar kolam dan jatuh ke dalam kolam renang dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.

“Menurut keterangan penjaga kolam, anak tersebut diduga terpeleset di pinggir kolam lalu terjatuh ke dalam air,” kata Ade, Senin (15/6/2026).

Beruntung, kejadian itu segera diketahui oleh seorang pengunjung yang berada tidak jauh dari lokasi. Pengunjung tersebut langsung memberikan pertolongan pertama setelah melihat kondisi korban yang tidak mampu berdiri di dalam kolam.

Diketahui, pengunjung tersebut memiliki latar belakang di bidang kesehatan. Ia segera mengangkat korban dari kolam dan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

“Korban langsung dievakuasi dari dalam air dan diberikan pertolongan pertama berupa RJP hingga mengeluarkan air dari mulutnya. Setelah itu kondisi anak berangsur membaik dan kembali sadar,” ungkap Ade.

Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dibawa ke ruang P3K yang berada di kawasan wisata. Meski kondisi anak sudah terlihat normal dan kembali dapat beraktivitas, pihak penyelenggara tetap memutuskan membawa korban ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada dampak kesehatan yang muncul setelah kejadian. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kondisi anak dalam keadaan baik dan tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD R Syamsudin SH, kondisi anak dinyatakan sehat dan normal,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tahun Baru Islam Momentum Hijrah dan Introspeksi Diri Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

0

Wartain.com – Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Peringatan yang jatuh setiap tanggal 1 Muharram ini tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kalender Hijriah sendiri berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, pada tahun 2026 1 Muharam jatuh pada tanggal 15 Juni 2026.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan Islam dan dijadikan dasar penanggalan dalam kalender Islam. Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan berbagai bentuk hiburan, Tahun Baru Islam lebih dimaknai sebagai momentum spiritual.

Umat Islam diajak untuk merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bulan Muharram yang menjadi awal tahun Hijriah juga termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, banyak umat Muslim mengisi peringatan Tahun Baru Islam dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, santunan kepada anak yatim, hingga kajian-kajian yang memperkuat nilai-nilai keislaman.

Makna hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya diartikan sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjadikan setiap pergantian tahun sebagai titik awal perubahan positif, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat hijrah, umat Islam dapat terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wartain.com Group Buka 1448 H dengan Doa & Muhasabah, Tekad Media Makin Bermanfaat

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tahun berganti, lembaran baru dibuka. Keluarga besar Wartain.com Group mengawali 1 Muharam 1448 H dengan doa bersama di kantor pusat. Gak ada seremoni mewah, hanya tim redaksi, manajemen, dan kru lapangan duduk melingkar, baca Yasin, zikir, lalu panjatkan doa untuk keberkahan media dan pembaca.

Suasananya sederhana tapi khusyuk. Di tengah deadline berita dan notifikasi HP yang gak berhenti, tim sengaja ambil jeda. Muhasabah sebentar: setahun ke belakang sudah ngasih manfaat apa buat masyarakat, setahun ke depan mau dibawa ke mana Wartain.com.

Komisaris Utama PT. Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia, Aam Abdul Salam, S.Ag yang memimpin doa inti. Bagi beliau, 1 Muharam itu momentum syukur. Wartain.com bisa terus tayang, tim tetap solid, dan kepercayaan pembaca masih terjaga. Itu nikmat yang harus diingat.

“Bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT karena Wartain.com Group masih diberi amanah untuk menyampaikan informasi. Di hari pertama Muharam ini kami tundukkan diri, berdoa agar langkah kami diridhoi,” ujar Aam, Senin malam 15/06/2026.

“Media itu amanah. Kalau kami syukuri dengan kerja jujur, insyaAllah keberkahan mengikuti,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO Wartain.com, Siti Ratna Maymunah, S.Pd, lalu menyampaikan harapan. Doa bersama bukan titik, tapi start. Targetnya jelas: konten lebih tajam, distribusi lebih cepat, dan dampak ke publik lebih nyata.

“Doa yang kami kumandangkan bersama ini adalah bentuk harapan untuk Wartain.com agar lebih maju lagi. Maju dalam kualitas liputan, maju dalam kecepatan, dan maju dalam memberi manfaat,” kata Siti Ratna Maymunah.

“Kami ingin pembaca merasa Wartain.com itu teman, bukan sekadar portal berita. Itu harapan kami di 1448 H,” tambahnya.

Tema “hijrah” jadi benang merah. Redaksi hijrah dari sekadar kejar trafik kejar akurasi. Tim kreatif hijrah dari konten biasa ke konten yang edukatif. Marketing hijrah dari jualan iklan ke jualan solusi buat UMKM lokal.

Setelah doa, forum ngobrol ringan. Karyawan lama cerita suka-duka liputan ke desa terpencil. Karyawan baru dapat pesan: di Wartain.com, cepat penting, tapi benar lebih penting. Budaya cek fakta ditegaskan lagi di awal tahun hijriah.

Maknanya dalam buat media lokal. Di tengah banjir info, Wartain.com memilih jalur jernih. Setiap berita jalan rusak, harga cabai, atau kegiatan desa yang naik, selalu lewat konfirmasi narasumber. Itu bentuk tanggung jawab yang didoakan di 1 Muharam.

Aam Abdul Salam mengingatkan, pena wartawan itu tajam. Bisa membangun, bisa melukai. Makanya di tahun baru Islam ini tim diajak menjaga lisan tulisan. Berita berimbang, judul tidak provokatif, komentar pembaca dijaga etis.

Siti Ratna Maymunah juga sebut PR digital. Algoritma berubah cepat, kebiasaan baca orang bergeser ke video pendek. Wartain.com akan adaptasi, tapi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik. Teknologi dipakai, akhlak dijaga.

Kebersamaan itu yang bikin beda. Dari admin medsos sampai pimpinan redaksi, semua disebut “keluarga”. Doa bersama jadi penguat ikatan. Kalau timnya kompak, kontennya pun akan terasa hangat buat pembaca.

Agenda sosial ikut nyambung. Semangat Muharam artinya, semangat berbagi. Tim Wartain.com Group merencanakan santunan dan aksi bersih lingkungan di sekitar kantor. Media gak cuma meliput kebaikan, tapi juga jadi bagian dari kebaikan itu.

Penutup acara: semua tim berjabat tangan dan saling maaf. 1448 H resmi jadi tahun kerja baru Wartain.com Group. Dengan doa di awal, kerja di tengah, dan evaluasi di akhir, media ini berharap terus jadi rujukan informasi warga Sukabumi yang cepat, akurat, dan beradab.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Tim)

Menyambut 1 Muharam 1448 H: Dunia Pendidikan Hijrah dari Kelas ke Akhlak

0
Oplus_131072

Oleh : Dadang Sahroni/Warek I UMN Sukabumi dan Presidium MD KAHMI Sukabumi 

Guru, Murid & Sekolah Kompak Jadikan Tahun Baru Islam Momen Upgrade Ilmu & Karakter

Wartain.com – Tahun baru Islam 1448 H bukan cuma ganti kalender. Bagi dunia pendidikan, 1 Muharam jadi momentum “hijrah” dari sekadar transfer ilmu ke pembentuk karakter. Sekolah, guru, dan murid kompak bikin agenda yang bikin anak paham: pintar harus berakhlak.

Maknanya dalam. Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah itu pindah dari kondisi sulit ke peradaban baru. Di sekolah, hijrah artinya pindah dari malas ke rajin, dari ribut ke tertib, dari mencontek ke jujur. Nilai itu yang ditanamkan lewat kegiatan 1 Muharam.

Guru PAI jadi garda depan. Banyak sekolah mulai tahun ajaran baru berbarengan 1 Muharam dengan muhasabah kelas, khataman juz 30, dan lomba Islami. Tujuannya: buka lembaran baru dengan doa dan Al-Qur’an, bukan cuma upacara biasa.

Kita harus memiliki filosofi,  anak pintar tanpa akhlak itu bahaya. Makanya 1 Muharam dipakai untuk reset mindset. Akademik jalan, adab dikuatkan.

1 Muharam kita jadikan kontrak belajar baru. Targetnya bukan cuma nilai 100, tapi anak jadi lebih disiplin, jujur, dan peduli teman. Kalau generasinya berakhlak, otomatis sekolahnya mencrang. Itu yang kita kejar.

Di kelas, guru bikin refleksi singkat: “Apa yang mau kamu hijrahkan tahun ini?”. Jawabannya beragam. Ada yang mau bangun subuh, ada yang mau kurangi main HP, ada yang mau rajin bantu ibu. Dari target kecil, lahir kebiasaan besar.

Siswa juga bergerak. OSIS dan Rohis inisiatif gelar santunan anak yatim, bagi-bagi makanan, sampai bersih-bersih masjid sekolah. Lewat aksi sosial, anak belajar empati. Teori PAI langsung praktik di lapangan.

Kita harus mendukung hal-hal yang positif dalam peningkatan akhlak. Kita menyadari, sekolah itu madrasah kedua setelah rumah. Kalau 1 Muharam diisi kegiatan positif, anak tumbuh cinta Islam sejak dini.

Penyambutan 1 Muharam di sekolah itu investasi jangka panjang. Kita cetak generasi Qur’ani, bukan generasi gadget saja. Anak yang kenal Muharam lewat lomba adzan, MHQ, kaligrafi, dan sebagainya, akan lebih mudah dekat dengan agama.

Metode ngajarnya juga ikut “hijrah”. Guru PAI yang harus memiliki variasi mengajar dengan metode dan pendekatan yang lebih menyentuh.  Anak jadi lebih fokus karena gurunya buka kelas dengan varian mengajar yang disukai anak

Orang tua juga diajak nyambung. Sekolah kirim pesan WA: yuk orang tua jadi teladan hijrah di rumah. Misalnya shalat berjamaah, sedekah subuh, atau baca Qur’an 1 halaman sebelum tidur. Sekolah dan rumah sinkron, hasilnya lebih kuat.

Beberapa sekolah di Sukabumi bahkan gelar “Pawai Obor Literasi”. Anak jalan keliling kampung bawa obor dan poster ayat tentang ilmu. Simbolnya jelas: dari gelap kebodohan menuju terang ilmu. Warga pun ikut terharu lihat anak-anak semangat.

Dampaknya gak instan, tapi kerasa semester depan. Anak yang ikut khataman 1 Muharam jadi lebih lancar ngaji. Yang ikut lomba LCC jadi lebih percaya diri tampil. Sekolah pun suasananya lebih adem karena budaya disiplin dibangun dari hari pertama.

Intinya: 1 Muharam 1448 H jadi “start button” dunia pendidikan. Hijrahnya guru, hijrahnya murid, hijrahnya sistem. Kalau tiap tahun ajaran baru dibuka dengan semangat Muharam, insyaAllah lulusan kita bukan cuma cerdas IQ, tapi juga cerdas akhlak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

6 Tol Baru dan Japek II Selatan Siap Kepung Jakarta, PSN 2025 Kebut Urai Macet

0
Oplus_131072

Wartain.com – Peta jalan Jakarta bakal berubah. Pemerintah lewat Permenko Nomor 16 Tahun 2025 kembali tancap gas masukkan 6 proyek tol dalam kota ke daftar Proyek Strategis Nasional. Sekaligus ngebut penyelesaian Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan penghubung DKI-Jabar. Tujuannya satu: kepung macet dari semua sisi.

Aturan mainnya kali ini lebih ketat. Pasal 2A ayat 2 jadi “pengunci” proyek. Kalau jadwal meleset, penanggung jawab PSN gak bisa diam. Wajib lapor progres dan ajukan revisi rencana ke Menko Perekonomian.

“Dalam hal Proyek Strategis Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diselesaikan tepat waktu, penanggung jawab Proyek Strategis Nasional melaporkan pelaksanaan dan usulan revisi rencana penyelesaian kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” bunyi pasal tersebut, Minggu 14/6/2026.

Menko Perekonomian bilang, tol dalam kota Jakarta itu urat nadi ekonomi. Macet sejam aja kerugiannya triliunan. Makanya 6 ruas tol ini naik kelas jadi PSN lagi biar pengawasan dananya diprioritaskan.

“Jakarta butuh distribusi kendaraan yang cepat dan presisi. Enam tol dalam kota ini jawabannya. Kami kunci lewat PSN agar tidak ada alasan molor tanpa laporan,” tegas Menko Perekonomian.
“Setiap ruas tol yang tembus berarti waktu tempuh warga terpotong, logistik lancar, produktivitas naik,” lanjutnya.

Enam proyek tol dalam kota itu fokus pecah simpul macet. Polanya bukan bikin lingkar baru, tapi tusuk langsung ke kawasan padat: pusat bisnis, stasiun, dan gerbang tol eksisting. Detail nama ruas masih dimatangkan, tapi konsepnya integrasi.

PR besar lainnya: Tol Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan. Jalur ini bakal jadi alternatif Japek I yang tiap hari overload. Dari Jakarta Timur, Bekasi, Karawang sampai Bandung, semua bisa belok ke “jalur selatan” tanpa harus adu banteng di Cikarang.

Kepala BPJT Kementerian PUPR menyebut Japek II Selatan itu katup pelepas tekanan. Begitu nyambung, beban Japek I bisa turun 30-40%. Truk logistik juga diuntungkan karena punya jalur khusus.

“Percepatan Japek II Sisi Selatan bukan pilihan, tapi kebutuhan. Ini backbone penghubung DKI-Jabar yang memecah konsentrasi kendaraan di satu koridor,” jelas Kepala BPJT.

“Dengan adanya sisi selatan, distribusi barang dari industri Jabar ke pelabuhan Jakarta jadi lebih efisien,” tambahnya.

Di Utara Jakarta, dua proyek langsung dikerjakan. Pertama, pengembangan Tol Ir. Wiyoto Wiyono Section Harbour Road II lewat pembangunan Tol Ancol Timur – Pluit Elevated. Model elevated dipilih supaya lahan warga aman dan aliran lalu lintas ke pelabuhan tetap jalan.

Kedua, New Priok Eastern Access NPEA. Ini akses khusus truk kontainer ke Tanjung Priok Timur Baru. Selama ini truk terjebak di arteri Yos Sudarso. Begitu NPEA jadi, waktu bongkar-muat di Priok dipangkas, biaya logistik turun.

Kombinasi 6 tol dalam kota + Japek II Selatan + 2 akses Utara bikin Jakarta punya “sistem peredaran darah” baru. Ada arteri besar, ada kapiler penghubung. Harapannya titik rawan macet kayak Cawang, Semanggi, Grogol bisa terurai pelan-pelan.

Tapi pembangunan tol di tengah kota bukan perkara gampang. Pembebasan lahan, pemindahan utilitas, dan rekayasa lalu lintas saat konstruksi jadi ujian. Pemerintah janji libatkan Pemprov DKI dan RT/RW biar warga gak kaget ada alat berat tiba-tiba.

Buat warga, efeknya langsung kerasa di dompet dan waktu. Dari Bekasi ke Sudirman, dari Tangerang ke Ancol, dari Depok ke Pluit bisa lebih cepat 20-40 menit. BBM hemat, stres berkurang. Jalan arteri juga lebih lega karena mobil roda empat pindah ke tol.

Intinya, Permenko 16/2025 itu “garis finish” baru buat PSN tol Jakarta. Ada target, ada sanksi lapor kalau molor. Kalau semua ruas tembus sesuai jadwal, Jakarta 2027-2028 wajahnya bakal beda: mobilitas cepat, logistik lancar, ekonomi bergerak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang 2026: Lomba Islami Siang Hari, Drum Band & Pawai Obor Malam Hari

0
Oplus_131072

Mencrang Desanya, Mencrang Generasinya” Jadi Semangat Warga Sambut Tahun Baru Hijriah 1448 H

Wartain.com – Menyambut 1 Muharam 1448 H, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, bikin gebrakan. Lewat acara “Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang”, warga diajak merayakan Tahun Baru Islam 1448 H, dengan cara yang edukatif, meriah, dan penuh makna. Acaranya akan digelar pada hari Selasa, 16 Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB s/d selesai, bertempat di Aula Bale Desa Pawenang.

Tagline-nya keren: “Mencrang desanya, Mencrang generasinya”. Artinya jelas, semangat membangun desa harus bareng-bareng dengan menyiapkan generasi muda yang berakhlak dan berprestasi. Itu yang jadi benang merah seluruh rangkaian acara.

Kepala Desa Pawenang Hilman Nulhakim, atau yang akrab disapa Aa Iing mengatakan, kegiatan tersebut jadi motor penggerak. Baginya 1 Muharam bukan cuma ganti kalender, tapi momentum hijrah bareng warga. Dari yang biasa-biasa aja, jadi lebih baik.

“Gebyar 1 Muharam ini kami buat untuk menghidupkan syiar Islam sekaligus mengasah potensi anak-anak desa. Mencrang desanya harus bareng mencrang generasinya,” ujar Aa Iing.

“Desa yang maju itu desanya bersih, ekonominya jalan, dan anak mudanya berprestasi. Lewat lomba Islami kita mulai dari situ,” tambahnya.

Acara dibagi dua sesi. Siang hari fokus ke lomba-lomba Islami buat anak dan remaja. Malam harinya suasana berubah jadi karnaval: Atraksi Drum Band dan Pawai Obor keliling desa. Siang edukasi, malam silaturahmi.

Diketahui, ada 4 lomba utama yang disiapkan panitia. Semua berbasis nilai Islam dan kepintaran: Adzan, MHQ, Kaligrafi, dan LCC. Tujuannya bukan cari juara doang, tapi tanamkan kecintaan ke Al-Qur’an, adab, dan ilmu.

Lomba Adzan – Suara Merdu, Panggilan Menuju Kebaikan

Anak-anak dilatih bukan cuma lantang, tapi juga tartil dan penuh penghayatan. Juri nilai dari panjang pendek, fashohah, sampai adab saat adzan. Harapannya lahir muazin-muda yang disegani.

Lomba MHQ – Membaca Al-Qur’an, Menyemai Cahaya Keimanan

Musabaqah Hifdzil Qur’an jadi panggung buat penghafal cilik. Di era gadget, anak yang hafal Qur’an jadi inspirasi. Lomba ini bukti Desa Pawenang serius lahirkan generasi Qur’ani.

Lomba Kaligrafi – Menulis Indah, Mengukir Nilai-Nilai Islami

Seni kaligrafi dilombakan biar anak kenal keindahan tulisan ayat Allah. Dari goresan pena lahir karya yang bisa jadi hiasan masjid dan mushola desa. Nilai seni + nilai tauhid nyatu di sini.

Lomba LCC – Lomba Cerdas Cermat, Asah Ilmu Raih Prestasi

Soalnya seputar sejarah Islam, sirah Nabi, akhlak, dan pengetahuan umum. Lewat LCC anak belajar cepat, tepat, dan kerja tim. Kalah-menang biasa, tapi ilmunya nempel seumur hidup.

Panitia Gebyar 1 Muharam menambahkan, semua lomba gratis tanpa pungutan. Panitia malah siapkan piala, sertifikat, dan doorprize buat peserta.

“Kami mau anak-anak desa berani tampil. Modalnya cukup keberanian dan hafalan. Soal biaya, biar desa yang urus,” kata salah seorang Panitia.

Begitu adzan Magrib, Aula Bale Desa langsung akan berubah panggung. Atraksi Drum Band dari pelajar setempat jadi pembuka malam. Genderang, trompet, dan yel-yel membakar semangat warga yang akan diprediksi tumpah ruah di halaman.

Puncaknya: Pawai Obor. Ratusan warga dari anak-anak sampai orang tua, akan melakukan jalan kaki keliling desa sambil membawa obor. Cahaya obor menyambut 1 Muharam jadi simbol: dari gelapnya kebodohan menuju terang ilmu. Suasana khidmat tapi meriah.

Salah seorang tokoh agama Desa Pawenang,  Ustadz Ujang Endin, menyambut baik konsep acaranya. Menurut beliau, merayakan Tahun Baru Islam harus ada 3 unsur: zikir, ilmu, dan ukhuwah. Gebyar Pawenang memadukan ketiganya.

“1 Muharam itu hijrah. Hijrah dari malas ke rajin ibadah, dari bodoh ke berilmu. Pawai obor itu doa kita agar desa ini selalu dalam cahaya hidayah,” ucapnya.

“Anak-anak yang lomba adzan dan MHQ hari ini, insyaAllah jadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.

Hilman Nulhakim berharap Gebyar 1 Muharam jadi agenda tahunan. Bukan sekadar seremonial, tapi gerak bersama membangun desa lewat anak-anaknya.
“Kalau generasinya mencrang, desanya pasti ikut mencrang. Itu janji kami ke warga Desa  Pawenang,” tutup Kades.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

UMN Sukseskan Gelombang 1 Workshop Hypnoteaching, 410 Guru PAI Sukabumi Dapat Ilmu Gratis

0

Wartain.com – Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi, memulai langkah besar pengabdian masyarakat lewat pendidikan. Workshop Peningkatan Mutu Guru PAI dengan pendekatan Hypnoteaching Deep Learning resmi dibuka. Gelombang 1 langsung diserbu 410 guru se-Kabupaten Sukabumi, bertempat di gedung UMN, Senin 15/06/2026.

Jumlah peserta memecah rekor. Ada 210 guru PAI dari Dinas Pendidikan dan 200 guru PAI dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yang hadir. Aula penuh, semangat belajar menggebu sejak sesi pertama dimulai.

UMN tidak main-main. Program ini dirancang berlanjut sampai gelombang 5. Targetnya jelas: seluruh guru PAI Sukabumi dapat akses pelatihan sama. Pemerataan mutu ajar PAI jadi misi utama kampus.

Rektor UMN Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si membuka kegiatan dengan pesan kuat. Baginya ini bukan sekadar pelatihan, tapi wujud tanggung jawab kampus ke masyarakat.

“Kegiatan workshop peningkatan mutu guru PAI sebagai komitmen terhadap peningkatan mutu guru dan sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” tegas Prof. Endin.

“Metode Hypnoteaching Deep Learning dipilih karena menjawab tantangan zaman. Guru diajak memahami cara membangun sugesti positif, bahasa tubuh, dan intonasi yang membuat siswa lebih fokus. Deep Learning dipadukan agar nilai agama tidak hanya dihafal, tapi dihayati,” jelas rektor.

Materi langsung praktik. Guru dilatih membuat opening kelas yang “menghipnotis” perhatian siswa, lalu menutup dengan refleksi nilai akhlak. Hasilnya: suasana kelas berubah dari kaku menjadi cair dan interaktif.

Apresiasi datang dari Kemenag Kabupaten Sukabumi. Kepala Kantor Kemenag H. Dadang Ramdani, M.Si mengaku kaget dengan fasilitas yang diberikan UMN. Semua gratis tanpa pungutan.

“Baru kali ini ada perguruan tinggi yg peduli terhadap mutu guru PAI diberikan pelatihan tanpa biaya dan diberikan berbagai fasilitas,” ungkap Dadang Ramdani.

UMN Sukseskan Gelombang 1 Workshop Hypnoteaching, 410 Guru PAI Sukabumi Dapat Ilmu Gratis (Foto: DS)

Gratis bukan berarti murahan. UMN menyiapkan modul, pemateri ahli, konsumsi, dan sertifikat. Dadang menyebut ini bentuk kepedulian nyata perguruan tinggi yang jarang terjadi. Guru cukup datang dan fokus belajar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi,  Deden Sumpena melihat kolaborasi ini sebagai terobosan. Peningkatan mutu guru PAI tidak bisa jalan sendiri. Perlu mitra akademik yang paham teori sekaligus praktik lapangan.

“Peningkatan mutu guru PAI sebagai wahana pembinaan yg dikolaborasikan dg UMN sebagai peningkatan kapasitas dan kualifikasi guru PAI,” jelas Deden.

Bagi Deden, kualifikasi guru bukan hanya ijazah. Tapi juga kemampuan merancang pembelajaran yang mengena ke hati siswa. Hypnoteaching jadi jembatan agar materi PAI tidak monoton dan siswa lebih termotivasi berakhlak.

Peserta mengaku dapat insight baru. Banyak guru PAI yang selama ini mengajar ceramah satu arah. Setelah workshop, mereka belajar teknik jeda, kontak mata, dan story telling Islami agar pesan Al-Qur’an dan Hadits lebih “masuk” ke siswa.

Dampaknya akan terasa di kelas. Anak yang tadinya bosan pelajaran agama bisa berubah jadi antusias. Karena guru sudah dibekali cara membangun emosi positif sebelum masuk ke materi inti.

UMN menargetkan gelombang 2-5 segera jalan. Dengan pola yang sama, ribuan guru PAI lain akan kebagian giliran. Ini strategi jangka panjang agar mutu PAI di Sukabumi naik secara merata, bukan hanya di sekolah tertentu.

Sinergi tiga pihak jadi kunci: UMN sebagai motor akademik, Kemenag sebagai pembina madrasah, Disdik sebagai pembina sekolah. Ketika semua duduk bareng, program peningkatan guru jadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Gelombang 1 selesai, tapi semangatnya baru mulai. Dari Sukabumi, UMN membuktikan kampus bisa jadi rumah kedua guru. Dengan Hypnoteaching Deep Learning, guru PAI kini punya senjata baru: mengajar dengan hati, metode, dan hasil yang nyata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)