26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 14

Seorang PNS di Sukabumi Ditemukan Meninggal di Rumah, Diduga Akhiri Hidup

0

Wartain.com — Warga Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial TN (43), Kamis (30/4/2026) dini hari. Korban yang diketahui merupakan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, AN (13), sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, saksi terbangun dan hendak menuju kamar mandi. Namun ketika melintas di ruang depan, ia mendapati ayahnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Teriakan saksi sontak mengundang perhatian warga sekitar yang sedang melaksanakan ronda malam. Mereka kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengatakan petugas dari Polsek Gunungguruh bersama tim Inafis segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

“Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban serta mengamankan lokasi kejadian,” ujar Ade.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga mengakhiri hidupnya di dalam rumah. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya indikasi kekerasan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan pribadi. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Meski demikian, pihak kepolisian telah menawarkan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, keluarga menolak dan telah membuat pernyataan resmi.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambah Ade.

Penanganan peristiwa ini melibatkan jajaran Polsek Gunungguruh, tim Inafis Polres Sukabumi Kota, serta aparat desa setempat. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.***(RAF)

Catatan Redaksi:
Berita ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Editor : Aab Abdul Malik

Tabrakan Dua Kendaraan di Cibadak, Avanza Tak Terkendali Hantam Ambulans

0

Wartain.com – Suara benturan keras memecah keheningan dini hari setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Bantarmuncang Wetan RT 02/09, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Avanza dan sebuah ambulans yang tengah membawa pasien. Peristiwa bermula saat mobil Avanza bernomor polisi F 1355 YN yang dikemudikan FD (19), warga Palabuhanratu, melaju dari arah Cibadak menuju Cikembang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit, menjelaskan bahwa sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan melintasi tikungan ke kiri sebelum memasuki ruas jalan lurus. Namun, diduga pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan.

“Mobil oleng ke kiri dan menabrak tembok rumah warga. Setelah itu kendaraan kembali tidak terkendali, bergerak ke kanan jalan dan menghantam tiang listrik,” ungkapnya.

Belum berhenti di situ, kendaraan tersebut kemudian menabrak ambulans Suzuki APV bernomor polisi F 9979 AA yang dikemudikan KN (60), warga Kota Bogor. Saat kejadian, ambulans tersebut sedang membawa seorang pasien berinisial AM (43).

Meski kecelakaan berlangsung cukup keras dan dramatis, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh pihak yang terlibat dilaporkan selamat, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

“Tidak ada korban meninggal dunia, hanya kerugian materi akibat kerusakan kendaraan,” jelas Wangsit.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan potensi gangguan lainnya.

Pihak kepolisian mengingatkan para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hingga dini hari, agar kejadian serupa tidak terulang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kakorlantas Polri Menyapa Ojol di Sukabumi, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

0

Wartain.com — Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan jajaran kepolisian. Salah satunya melalui kegiatan “Polantas Menyapa” yang digelar Polres Sukabumi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Kedai Kopi Naraca Social Space, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini mempertemukan kepolisian dengan komunitas ojek online (ojol) dalam suasana santai dan dialog terbuka. Selain mempererat hubungan, agenda tersebut juga bertujuan meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Ojol memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan berlalu lintas, apalagi menjelang momentum May Day,” ujar Samian.

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga berdialog langsung dengan para pengemudi ojol. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan ojol sebagai mitra di lapangan.

“Polantas tidak lagi hanya mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci. Ojol sudah menjadi mitra strategis dalam menjaga kamtibmas dan keselamatan lalu lintas,” tegasnya.

Irjen Agus juga memastikan kesiapan pengamanan dan pengawalan pergerakan buruh dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta.

“Pengamanan dan pengawalan sudah kami siapkan dengan matang. Pergerakan bus akan diatur agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.

Menurutnya, peran ojol tidak hanya sebagai pengguna jalan, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi kondisi lalu lintas secara real time sekaligus pelopor keselamatan di jalan raya.

Sejumlah komunitas ojol turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya GOCIB, SOGRABIS, Booster, dan LadyGrab. Mereka menyambut baik forum komunikasi yang dibangun bersama kepolisian.

Perwakilan SOGRABIS, Ujang Sendi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut.

“Dengan adanya kegiatan ini, ojol dan kepolisian semakin dekat. Kami sudah lama berharap ada ruang komunikasi seperti ini, dan sekarang bisa terwujud. Kehadiran Kakorlantas juga memperkuat sinergi di lapangan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para pengemudi ojol.

Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi bersama Kakorlantas Polri berharap kemitraan dengan komunitas ojol dapat terus diperkuat, sehingga mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib, sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sukabumi menjelang May Day 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

Rakercab Gerakan Pramuka, Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Aktif Pramuka dalam Aksi Kemanusiaan  

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar membuka rapat kerja Kwartir Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi tahun 2026 di Pondok Modern Assalam Putri Warungkiara, Kamis 30 April 2026.

Dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi Gerakan Pramuka di Kabupaten Sukabumi yang selalu aktif di berbagai aksi kemanusiaan.

“Pramuka di Kabupaten Sukabumi selalu tampil di depan. Terutama di setiap aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut bupati, hal itu menunjukan peran nyata Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, disiplin, dan peduli sesama.

Hal itu tentu saja sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sukabumi, yakni terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan berkah (Mubarakah)

“Di tengah tantangan saat ini, saya yakin Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi akan terus berkembang dengan semangat kemandirian dan gotong royong,” ucapnya.

Bupati berpesan agar meningkat pengabdian kepada masyarakat melalui karya bakti, hingga aksi kemanusiaan. Selain itu, perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Bangunlah sinergi dan kebersamaan. Jadikan forum ini sebagai langkah evaluasi dan sarana konsolidasi serta koordinasi dengan seluruh kwartir,” bebernya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tolak Tambah Lapisan Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Kemenkeu Kompromi dengan Industri Ilegal

0
Oplus_131072

Wartain.com – Rencana Kementerian Keuangan menambah lapisan cukai hasil tembakau menuai kritik. Koalisi Save Our Surroundings (SOS) yang terdiri dari CISDI, Seknas FITRA, dan ICW tegas menolak wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu, Rabu (29/04/2026).

Penolakan muncul di tengah pengusutan KPK atas dugaan suap rokok ilegal yang menyeret petinggi Ditjen Bea dan Cukai. Koalisi menilai kebijakan tambah lapisan cukai mencerminkan tata kelola fiskal yang tidak transparan dan rawan konflik kepentingan.

Zulfiqar Firdaus, Health Economist Research Associate CISDI, menyebut struktur cukai saat ini sudah terlalu kompleks. Ia merujuk studi CISDI yang mendorong pemerintah menyederhanakan lapisan, bukan menambah.

“Simulasi kami menunjukkan skenario terbaik adalah pengurangan lapisan dari 8 menjadi 6, diiringi kenaikan tarif SKT 20% dan SKM 10%. Dalam dua tahun, kebijakan ini bisa tambah penerimaan Rp63 triliun, turunkan prevalensi merokok 1,6%, dan cegah 292 ribu kematian dini,” kata Zulfiqar, Kamis 30/04/2026.

Menurutnya, efektivitas cukai ditentukan desain struktur. Penambahan lapisan justru membuka celah masuknya rokok murah, baik ilegal maupun legal. “Kebijakan cukai harus kembali pada tujuan melindungi kesehatan publik dan keadilan fiskal, bukan kompromi atas praktik ilegal,” tegasnya.

Peneliti Seknas FITRA, Gurnadi Ridwan, menilai kebijakan ini tak lepas dari sempitnya ruang fiskal pemerintah. “Cukai yang seharusnya jadi instrumen pengendalian konsumsi justru diarahkan jadi alat penyesuaian fiskal yang mengakomodasi pasar ilegal,” ujarnya.

Gurnadi menyebut praktik _downtrading_ bikin target cukai tak tercapai. Penerimaan malah turun dari Rp216 triliun pada 2024 menjadi Rp211 triliun tahun lalu, meski tarif tak naik. Tambah lapisan murah akan memperluas segmen rokok murah dan menekan penerimaan negara.

Dari sisi tata kelola, Peneliti ICW Seira Tamara menilai kebijakan ini bermasalah karena tak menyentuh akar persoalan: lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. “Penambahan layer cukai baru dengan tarif lebih murah justru rawan memberi celah praktik korupsi baru lewat manipulasi klasifikasi,” katanya.

Seira menyoroti indikasi _state capture_. “Ketika pelaku industri, termasuk yang terkait rokok ilegal, diduga punya pengaruh dalam perumusan kebijakan, maka batas kepentingan publik dan bisnis jadi kabur,” ujarnya. Dampaknya, akses rokok murah naik dan beban kesehatan membengkak.

Koalisi SOS mendesak Kemenkeu hentikan pembahasan tambah lapisan cukai. Mereka menuntut reformasi lewat penyederhanaan lapisan, tuntaskan kasus suap rokok ilegal di KPK, dan perkuat penegakan hukum yang independen. Kebijakan fiskal, tegas koalisi, harus libatkan pakar kesehatan secara bermakna.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dari Dapur ke Industri — Perjalanan Baru Sampah Warga Desa di Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tumpukan plastik bekas, bungkus deterjen, hingga limbah rumah tangga lain di Desa Kebonmanggu kini tak lagi berhenti di tempat sampah atau berakhir jadi abu pembakaran. Di tangan warga, sampah justru menempuh perjalanan panjang—dari dapur rumah hingga menjadi bahan bakar alternatif di industri semen.

Setiap pekan, warga berdatangan membawa karung berisi sampah yang telah mereka pilah dari rumah. Di fasilitas waste station desa, sampah-sampah itu ditimbang, dipilah ulang, lalu ditukar dengan kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan pembersih.

Salah satunya Een Rohaeni (70). Perempuan lansia itu tampak sumringah usai menimbang sampah yang ia kumpulkan selama dua bulan terakhir.

“Dapat 10,7 kilo. Sampahnya plastik, bekas sabun, sama plastik hitam,” ujar Een, Kamis (30/4/2026).

Dari sampah yang dikumpulkan itu, ia tak membawa pulang uang, melainkan sabun dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Meski nilainya tak besar, ia mengaku cukup terbantu.

“Dapat sabun, macam-macam. Senang sekali, buat dipakai sehari-hari,” katanya.
Dulu, cara paling praktis bagi warga untuk mengelola sampah adalah dengan membakarnya. “Dulu mah dibakar,” ucapnya singkat.

Kini, kebiasaan itu mulai berubah. Sampah justru dikumpulkan dan dipilah dari rumah, lalu dibawa ke waste station untuk ditukar.
Hal serupa dilakukan Hayati (60). Ia mengumpulkan sampah selama satu bulan hingga mencapai lebih dari 11 kilogram dari tiga karung.

“Ibu satu bulan dari bulan belakang sampai sekarang tanggal 30 yang dikumpulkan tiga karung, banyaknya sebelas kilo lebih. Yang ibu kumpulkan plastik, kertas, kardus dan sampah lainnya,” kata Hayati.

Dari hasil itu, ia menukarkannya dengan kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci piring dan pewangi lantai.

Perubahan perilaku ini tak terjadi begitu saja. Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita Diharja, menyebut kesadaran warga mulai tumbuh seiring hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir.

“Di jalur jalan raya, pengumpulan sampah sudah dikoordinir oleh tukang rongsokan. Warga biasanya memberi insentif sekitar Rp20 ribu per bulan,” kata Rasnita.

Sementara di wilayah pedalaman, sebelumnya warga masih banyak yang membakar sampah atau menampungnya secara mandiri sebelum diangkut ke desa.

“Kalau sekarang ini sudah terkoordinir.
Masyarakat sudah sadar melalui RT, RW, dan kadus. Bahkan ada yang operasionalnya pakai motor untuk angkut sampah,” ujarnya.

Dari sekitar 2.000 kepala keluarga atau 5.800 jiwa di Desa Kebonmanggu, hampir separuhnya kini telah terbiasa memilah sampah dari rumah.

“Sekarang hampir 1.000 keluarga sudah sadar menampung sampah plastik,” ungkapnya.

Dari Dapur ke Industri — Perjalanan Baru Sampah Warga Desa di Sukabumi (foto : RAF)

Menurutnya, program waste station menjadi titik balik dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Saya bersyukur sekali program ini bisa menyadarkan masyarakat. Dulu sampah itu seperti simalakama, sekarang sudah ada penanganannya,” katanya.

Namun, nilai utama dari program ini bukan hanya pada penukaran kebutuhan rumah tangga. Sampah non-organik yang terkumpul memiliki peran lebih besar dalam rantai pengolahan lanjutan.

General Manager of Administration PT Semen Jawa, Indra Leksono, menjelaskan bahwa program ini mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

“Intinya kita ingin berkolaborasi dengan warga dan pemerintah desa untuk mulai memilah sampah. Karena kita tahu kapasitas TPA sudah over capacity,” kata Indra.

Di fasilitas tersebut, sampah dipisahkan menjadi organik dan non-organik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara non-organik memiliki nilai tukar bagi warga.
“Tidak gratis, tapi bisa ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Lebih jauh, sampah non-organik itu tidak berhenti di waste station. Sampah kemudian dikirim ke pabrik semen untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif.

“Dikirimkan ke Semen Jawa sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan batu bara,” tutur Indra.

Di pabrik, sampah dicacah lalu dicampur dengan biomassa sebelum masuk ke proses pembakaran utama.

“Masuk ke proses kiln, jadi bahan bakar dan tercampur dalam proses produksi semen,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya industri mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Hari ini kita sudah bisa mencapai kurang lebih 30 persen penggantian bahan bakar fosil,” katanya.

Selain memberi manfaat ekonomi bagi warga, program ini juga membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini mengalami kelebihan kapasitas.

“Dari kapasitas awal 180 ton per hari, sekarang sudah hampir 300 ton per hari,” ujar Indra.

Sejak berjalan pada 2022, lima desa yang terlibat telah menyumbang sekitar 11 ton sampah non-organik.

“Target pemerintah 2060, kalau kami di 2050 sudah harus net zero. Makanya kita cicil dari sekarang,” tegasnya.

Bagi warga Desa Kebonmanggu, sampah kini bukan lagi sekadar limbah. Ia menjadi bagian dari siklus baru—menghubungkan kebutuhan rumah tangga, kesadaran lingkungan, hingga kontribusi nyata dalam pengurangan emisi.

Dari dapur sederhana hingga tungku industri, perjalanan sampah itu kini membawa dampak yang jauh lebih luas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

May Day 2026: Ketua GARTEKS KSBSI Sukabumi Serukan Keadilan dan Skill Buruh Hadapi Digitalisasi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Hari Buruh Internasional 2026 jadi momentum refleksi bagi serikat pekerja di Sukabumi. Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi, Abdul Aziz Pristiadi, menyerukan keadilan hukum dan perlindungan buruh di tengah gempuran industri digital.

Dalam pernyataan sikapnya, Abdul Aziz menegaskan 1 Mei bukan sekadar seremonial. “Ini pengingat atas kontribusi besar kaum buruh dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya di wilayah industri strategis seperti Sukabumi,” ujarnya.

Ia menyebut buruh sebagai mitra strategis pembangunan. Karena itu, kesejahteraan buruh harus jadi prioritas dan bagian dari investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri, bukan sekadar beban biaya.

Abdul Aziz menyoroti implementasi regulasi ketenagakerjaan yang masih bermasalah di lapangan. Penegakan hukum, kata dia, harus konsisten tanpa memberi ruang bagi pelanggaran hak normatif pekerja.

Selain penegakan hukum, GARTEKS KSBSI mendorong penyesuaian standar upah dan penguatan jaminan sosial. Kebijakan itu harus relevan dengan kondisi ekonomi, inflasi, dan lonjakan biaya hidup yang dirasakan buruh.

Soal hubungan industrial, ia menekankan pentingnya dialog bipartit yang sehat. Setiap perselisihan antara pekerja dan pengusaha idealnya selesai lewat musyawarah dengan tetap menjunjung kepastian hukum.

Tantangan baru datang dari digitalisasi. Sektor garment, tekstil, dan kulit (garteks) mulai beralih ke otomasi. Transformasi ini wajib diimbangi program peningkatan kompetensi pekerja.

“Buruh tidak boleh tertinggal. Perlu ada komitmen bersama untuk menghadirkan program upskilling agar mereka tetap memiliki daya saing di tengah perubahan industri,” tegas Abdul Aziz.

Ia mengajak seluruh pekerja menjadikan May Day 2026 momentum mempererat solidaritas. Tujuannya memperkuat posisi buruh sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional, bukan sekadar objek kebijakan.

“Buruh Sukabumi harus menjadi buruh yang cerdas hukum, bermartabat, dan bersatu,” katanya. DPC FSB GARTEKS KSBSI, lanjutnya, akan terus kawal kebijakan ketenagakerjaan agar berpihak pada keadilan.

Menutup pernyataannya, ia menggaungkan tagline: “Buruh Sejahtera, Industri Jaya, Indonesia Maju” sebagai komitmen perjuangan GARTEKS KSBSI di May Day tahun ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Ribuan Pekerja Parekraf Sukabumi Serbu Jakarta, Rifki Nisailhidayat: Suarakan Kesejahteraan

0
Oplus_131072

Wartain.com || – Sekitar 1.000 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dari Sukabumi Raya bergerak ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026).

Massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Parekraf Sukabumi Raya itu diberangkatkan sejak pagi dari sejumlah titik di Sukabumi. Mereka menggunakan puluhan bus dan kendaraan pribadi.

Setibanya di Jakarta, ribuan pekerja parekraf itu bergabung dengan elemen buruh lain dari berbagai daerah. Titik kumpul utama aksi dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Ketua SPSI Parekraf Sukabumi Raya, M. Rifki Nisailhidayat, menyebut keikutsertaan pihaknya di May Day sebagai upaya menyuarakan aspirasi pekerja parekraf yang masih menghadapi banyak tantangan.

“Sekitar 1.000 anggota kami berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan perlindungan bagi pekerja parekraf,” tegas Rifki.

Ia menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat rentan terhadap gejolak ekonomi. Karena itu, butuh perhatian khusus dalam kebijakan ketenagakerjaan agar pekerja tidak jadi korban pertama saat krisis.

Dalam aksi May Day ini, SPSI Parekraf Sukabumi Raya membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya evaluasi UU Cipta Kerja, terutama klaster ketenagakerjaan yang berdampak pada sistem pengupahan dan pesangon.

Selain itu, mereka juga mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja parekraf dan penguatan perlindungan pekerja lepas. Termasuk pengemudi ojol dan taksi online yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi kreatif.

Rifki memastikan aksi berjalan damai. Seluruh peserta sudah diinstruksikan jaga ketertiban selama perjalanan maupun saat orasi di Jakarta. “Kami pastikan aksi berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan,” katanya.

Hingga Jumat siang, rombongan dilaporkan telah memasuki perbatasan Jakarta dan bersiap bergabung dengan ribuan buruh lain di Monas untuk menyampaikan aspirasi secara kolektif.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Yasin Berbakti: Siswa Keperawatan SMKIT Yasin Gelar Cek Kesehatan Gratis Door-to-Door

0

Wartain.com – Puluhan siswa jurusan keperawatan dari SMK Islam Terpadu (SMKIT) Yasin melaksanakan aksi kemanusiaan melalui program bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di Kampung Bojong Kopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Kegiatan yang mengusung tema “Yasin Berbakti” ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengimplementasikan ilmu medis yang mereka pelajari di bangku sekolah langsung kepada masyarakat. Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan di jurusan keperawatan, mulai dari kelas 10 hingga kelas 12. Kehadiran para calon tenaga medis ini disambut antusias oleh warga setempat yang ingin memeriksakan kondisi fisik mereka tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat layanan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah membagi para siswa ke dalam beberapa kelompok kecil. Kelompok-kelompok ini kemudian disebar ke berbagai titik Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kampung Bojong Kopo untuk memastikan jangkauan pemeriksaan yang lebih merata dan menghindari kerumunan di satu lokasi.

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, pemantauan gula darah, hingga konsultasi kesehatan ringan. Selain memberikan tindakan medis dasar, para siswa juga aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada warga yang mereka kunjungi.

Aksi yang berpusat di sekitar Jalan Bojong Kopo ini direncanakan tidak hanya berhenti di satu titik saja. Program “Yasin Berbakti” diproyeksikan menjadi agenda berkelanjutan yang akan menyasar kampung-kampung lain yang berada di sekitar lingkungan SMKIT Yasin secara bertahap.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, SMKIT Yasin berharap dapat melatih mental serta kepedulian sosial para siswa jurusan keperawatan sebelum mereka terjun sepenuhnya ke dunia kerja. Selain itu, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah Simpenan dan sekitarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Satbrimob Polda Jabar Matangkan Pengamanan May Day Lewat Apel Kesiapan

0

Wartain.com || Menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) pada besok Jum’at (1/4/2026), yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Dalam upaya menjamin kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh, Satuan Brimob Polda Jawa Barat menggelar Apel Pemeriksaan Kesiapan Personel dan Peralatan Triwulan II Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat utama, unsur staf, personel Detasemen Gegana, serta jajaran Batalyon “A” Pelopor.

Pada apel tersebut dipimpin oleh Danyon A Pelopor Kompol Fajar Cahyono sebagai perwakilan Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Brigjen Pol Donyar Kusumadji. Kegiatan itu berlangsung di lapangan Mako Brimob Polda Jabar yang berlokasi di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pelaksanaan apel ini dimaksudkan untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan secara langsung kesiapan personel beserta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan peringatan May Day pada Jumat (1/5/2026).

Setelah pelaksanaan apel, kegiatan berlanjut dengan rapat yang digelar secara Zoom Meeting bersama jajaran Satbrimob Polda Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara rinci berbagai strategi serta langkah-langkah antisipatif guna menghadapi potensi dinamika yang mungkin terjadi di lapangan saat peringatan May Day berlangsung.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jabar, Brigjen Pol Donyar Kusumadji, menyampaikan bahwa pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional dilakukan secara profesional dan humanis, dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku.

“kami ingin memastikan agar seluruh personel dan perlengkapan dalam kondisi siap,” kata Kusumadji.

Ia juga menambahkan. “Kami juga menekankan bahwa penting sinergitas antar satuan. Kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan, sehingga situasi Kamtibmas di Jabar tetap aman, dan kondusif,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan apel ini, Satbrimob Polda Jabar menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada momentum May Day 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)