26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 15

PLN UP3 Sukabumi Gelar Clean Energy Day: Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Bumi

0

Wartain.com – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung transisi energi bersih dan pelestarian lingkungan, PLN UP3 Sukabumi menggelar kegiatan PLN Clean Energy Day dengan mengusung tema “Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Bumi”. Kegiatan ini mengajak seluruh pegawai untuk berpartisipasi dalam aksi sederhana namun berdampak positif bagi lingkungan, seperti menggunakan Electric Vehicle atau Kendaraan Listrik, transportasi umum, berjalan kaki, serta menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Program Clean Energy Day menjadi bagian dari upaya PLN dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan kerja sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah. Melalui kegiatan ini, PLN ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain mengurangi jejak karbon dari sektor transportasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien dalam kehidupan sehari-hari.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui Clean Energy Day, kami ingin mengajak seluruh insan PLN untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana. Mengurangi emisi karbon, menggunakan energi secara bijak, dan memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan merupakan langkah kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi bumi dan generasi mendatang,” ujar Eka Rahma Daniati.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para pegawai yang turut berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengurangan emisi dan pembangunan budaya kerja yang lebih hijau.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa Clean Energy Day merupakan salah satu bentuk nyata komitmen PLN dalam mendukung agenda keberlanjutan.

“PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga menjadi penggerak transisi energi bersih di Indonesia. Melalui Clean Energy Day, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil yang ramah lingkungan memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlanjutan bumi. Ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkap Sugeng Widodo.

Melalui semangat ‘Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Bumi’, PLN UP3 Sukabumi berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan pegawai maupun masyarakat, sehingga bersama-sama dapat menciptakan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Arsip dan Perpustakaan, Bupati Sukabumi: Bukti Perjalanan Bangsa dan Distribusi Pengetahuan untuk Kemajuan

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mendatangani komitmen bersama Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di momen peringatan Hari Kearsipan Nasional ke 55 dan Hari Perpustakaan Nasional ke 46 di Aula PKK Sukabumi, Senin, 15 Juni 2026. Hal itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip.

“Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya arsip dan perpustakaan,” ujarnya.

Menurutnya, arsip menjaga memori dan bukti perjalanan bangsa. Sementara perpustakaan menyebarluaskan pengetahuan untuk kemajuan masyarakat.

“Keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat dan merupakan pilar penting dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen melaksanakan budaya sadar tertib arsip. Termasuk budaya gemar membaca.

“Keduanya merupakan modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi H. Dadang Rustandi menambahkan, kegiatan ini pun sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan komitmen terhadap pentingnya arsip serta perpustakaan. Selain itu, sebagai upaya mendorong terciptanya budaya tertib arsip serta menumbuhkan budaya literasi.

“Mari kita wujudkan budaya tertib arsip dan literasi di Kabupaten Sukabumi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sekda Hadiri MTA, Pembinaan Spiritual Aparatur Perkuat Etos Pelayanan Publik

0

Wartain.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menghadiri kegiatan Majelis Taklim Aparatur (MTA) yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang rutin diselenggarakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam membangun karakter aparatur melalui pembinaan mental dan spiritual.

Upaya ini dinilai penting untuk membentuk aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

Pengajian diikuti oleh para pegawai dari lingkungan Sekretariat Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi.

Selain menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaraparatur pemerintah. Dalam kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh KH. Ujang Hamdun yang mengangkat tema mengenai tugas dan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah.

Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak mulia, memperkuat keimanan, serta menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pembacaan Ratib Al Athas yang diikuti seluruh peserta. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan mewarnai jalannya pengajian dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan Majelis Taklim Aparatur ini, diharapkan nilai-nilai spiritual yang ditanamkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tercipta aparatur yang berakhlak, berintegritas, dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan publik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PLN UP3 Sukabumi Gelar Jumat Berbagi “Saling Menguatkan”, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Sekitar

0

Wartain.com – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, PLN UP3 Sukabumi melaksanakan kegiatan Jumat Berbagi “Saling Menguatkan” dengan menyalurkan bantuan kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk terus menebarkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong di lingkungan sekitar wilayah kerja.

Melalui program ini, insan PLN UP3 Sukabumi turun langsung menyapa dan berbagi dengan masyarakat sebagai bentuk nyata bahwa PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik yang andal, tetapi juga energi kepedulian yang memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan Jumat Berbagi “Saling Menguatkan” menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai empati serta rasa syukur melalui aksi berbagi kepada sesama.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan Jumat Berbagi Saling Menguatkan, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Kami percaya bahwa kepedulian yang diberikan dengan tulus dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat hubungan baik antara PLN dan warga sekitar,” ujar Eka Rahma Daniati, Jumat 12/06/2026.

Selain menjadi kegiatan sosial, program ini juga menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK yang senantiasa diterapkan oleh seluruh insan PLN dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh PLN UP3 Sukabumi sebagai bagian dari kontribusi PLN kepada masyarakat.

“PLN tidak hanya bertugas menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan Jumat Berbagi ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap Sugeng Widodo.

PLN UP3 Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui semangat Jumat Berbagi “Saling Menguatkan”, PLN berharap dapat terus menyalakan energi kebaikan dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Drama Menit 89! Jepang Curi 1 Poin dari Belanda 2-2 di Laga Pembuka Grup F Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Jepang membuka Piala Dunia 2026 dengan hasil mengejutkan. Samurai Biru menahan imbang Belanda 2-2 pada laga perdana Grup F di Stadion Dallas, AS, Senin 15/6/2026 dini hari WIB. Gol penyeimbang lahir di menit 89 lewat situasi dramatis.

Belanda sempat memegang kendali. Virgil van Dijk membuka keunggulan di awal babak kedua lewat sundulan khasnya. Oranje tampil dominan dan membuat Jepang kesulitan membangun serangan di 45 menit pertama.

Jepang tak menyerah. Keito Nakamura muncul sebagai pembeda dan menyamakan kedudukan 1-1. Gol itu membangkitkan mental Jepang untuk terus menekan pertahanan Belanda yang mulai goyah.

Belanda kembali unggul 2-1 menit 64. Crysencio Summerville melepaskan gol indah yang mengoyak gawang Jepang. Stadion Dallas seakan yakin tiga poin sudah di tangan Oranje.

Drama terjadi di 10 menit akhir. Jepang meningkatkan tekanan dan memaksa lini belakang Belanda bekerja ekstra. Serangan gelombang demi gelombang dilancarkan Samurai Biru tanpa henti.

Menit 89, sepak pojok Jepang jadi titik balik. Sundulan keras Ogawa mengarah ke gawang dan sempat ditepis kiper Bart Verbruggen. Bola liar memantul ke badan Daichi Kamada dan masuk ke gawang.

Gol Kamada itu berstatus gol bunuh diri yang menguntungkan Jepang. Skor berubah 2-2 dan membuyarkan mimpi Belanda meraih kemenangan di laga pembuka. Ekspresi pemain Oranje langsung berubah kecewa.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Belanda yang sudah di ambang kemenangan. Keunggulan 2-1 yang dijaga rapat runtuh hanya karena satu bola muntah hasil kemelut.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 Belanda vs Jepang tidak berubah. Satu poin dibagi rata. Jepang pulang dengan kepala tegak karena mental pantang menyerah, Belanda harus gigit jari.

Hasil ini membuat Grup F langsung memanas. Satu poin di laga pertama sangat berharga untuk lolos fase grup. Jepang menunjukkan mereka bukan tim yang bisa diremehkan meski tertinggal dua kali.

Bagi Belanda, kegagalan menjaga keunggulan jadi catatan penting. Lini belakang harus lebih fokus di menit akhir. Sementara Jepang membuktikan efisiensi serangan balik dan bola mati masih jadi senjata mematikan.

Piala Dunia 2026 baru mulai, tapi drama sudah terasa sejak matchday pertama. Jepang vs Belanda 2-2 jadi bukti sepak bola penuh kejutan sampai detik terakhir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Tembus 81%, BPJT Kebut Penlok Lahan Timbunan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Proyek Tol Ciawi-Sukabumi Bocimi terus dikebut. Komisi V DPR RI bersama Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PU turun langsung meninjau progres konstruksi Seksi 3 segmen Cibadak–Sukabumi Barat, Jumat 12/6/2026.

Inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan Proyek Strategis Nasional PSN sepanjang 53,15 km itu sesuai target. Meski ada kendala teknis dan administratif, pembangunan tetap jalan. Tujuannya mempercepat konektivitas Jawa Barat bagian selatan.

Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,70 km menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Juni 2026, pembebasan lahan sudah 85,80%. Konstruksi fisiknya mencapai 81,49%. Angka ini sinyal kuat target penyelesaian 2026 bisa dikejar.

Seksi 3 nantinya melengkapi dua seksi yang sudah beroperasi. Seksi 1 Ciawi–Cigombong dan Seksi 2 Cigombong–Cibadak lebih dulu diresmikan. Dua seksi itu sudah terbukti memangkas waktu tempuh Bogor–Sukabumi secara signifikan.

Dalam pertemuan di lokasi proyek, BPJT memetakan tiga tantangan krusial yang harus segera tuntas agar konstruksi tidak terbengkalai. Fokus utama ada di aspek teknis lahan dan keamanan lereng.

Tantangan pertama: Penetapan Lokasi Penlok Lahan Tambahan. Dibutuhkan Penlok baru untuk area timbunan dan galian. Kebutuhan ini sangat teknis karena menyangkut penerapan kemiringan lereng slope sesuai standar keamanan internasional.

Standar slope ketat diterapkan untuk mencegah risiko longsor. Stabilitas konstruksi jangka panjang jadi pertimbangan utama. Tanpa Penlok lahan tambahan, pekerjaan cut and fill tidak bisa maksimal.

Wilan Oktavian dari BPJT menegaskan koordinasi intensif terus didorong. “Kami terus mendorong percepatan penyelesaian melalui koordinasi intensif. Meskipun masih terdapat tantangan teknis terkait stabilitas lereng, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan agar target penyelesaian konstruksi dapat tercapai tepat waktu,” ujarnya, Minggu 14/6/2026.

Mitigasi stabilitas lereng jadi kunci. Tim teknis menyiapkan rekayasa geoteknik dan drainase untuk memastikan badan jalan aman dari gerakan tanah. Standar internasional dipakai agar tol Bocimi tidak bermasalah di musim hujan.

Kehadiran Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat akan menutup mata rantai konektivitas Ciawi–Sukabumi. Setelah seksi ini beroperasi, arus logistik dan mobilitas warga dari Bogor ke Sukabumi Barat makin lancar tanpa bottleneck Cibadak.

Dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Akses ke kawasan industri, wisata Geopark Ciletuh, dan sentra pertanian Sukabumi akan terbuka lebih lebar. Biaya logistik turun, daya saing produk lokal naik.

“Kehadiran tol ini akan menjadi simbol nyata peningkatan konektivitas dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya,” pungkas Wilan. BPJT bersama kontraktor kini fokus menyelesaikan Penlok dan penguatan lereng agar Seksi 3 segera difungsikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi 15 Juni 2026: Berawan Pagi, Waspada Hujan Guntur Sore-Malam

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diminta waspada perubahan cuaca Senin 15/6/2026. Berdasarkan data terkini, cuaca diprediksi berawan sepanjang pagi hingga siang, lalu berpotensi hujan disertai guntur mulai sore hingga malam hari.

Suhu udara berkisar 20°C – 29°C sepanjang hari. Pagi hari suhu 23°C dengan kondisi mostly cloudy dan kelembapan 88%. Angin bertiup tenang dari arah barat daya dengan kecepatan 2 km/jam.

Kondisi berawan mendominasi pagi hingga siang. Pukul 08.00 cuaca berawan 23°C dengan peluang hujan hanya 7%. Menjelang tengah hari suhu naik ke 28°C pada pukul 11.00-12.00, namun awan masih menutup langit.

Indeks UV perlu diwaspadai siang hari. Pukul 12.00 UV Index mencapai level tinggi 7. Meski berawan, paparan sinar ultraviolet tetap berisiko. Warga yang beraktivitas luar ruangan disarankan menggunakan tabir surya.

Titik balik cuaca terjadi sore hari. Pukul 15.00 hujan mulai turun dengan peluang 65% dan suhu 27°C. Intensitas meningkat signifikan pukul 16.00-17.00 menjadi hujan lebat, peluang 75%-82%.

Kelembapan udara sangat tinggi sepanjang hari. Pagi 87%, siang 70%-76%, dan malam melonjak hingga 99%. Kondisi ini membuat udara terasa lebih dingin saat hujan turun ke 22°C-23°C malam hari.

Freemeteo mencatat akumulasi curah hujan harian 13.3 mm untuk Senin 15 Juni. Kondisi cuaca disebut “Berawan dan hujan dengan kemungkinan guntur”. Angin bertiup ringan 7 km/jam dari arah selatan.

Kualitas udara perlu perhatian. AQI tercatat 108, masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif seperti anak, lansia, dan penderita asma. Polutan utama PM2.5. Aktivitas fisik berat di luar sebaiknya dikurangi.

Matahari terbit pukul 06.01 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Durasi siang sekitar 11 jam 43 menit. Setelah sunset, hujan ringan masih berpotensi 31%-39% hingga pukul 23.00.

Pola ini berlanjut ke hari berikutnya. Selasa 16/6 cuaca diprakirakan berawan dan hujan dengan kemungkinan badai lebat, suhu 20°C-25°C dan curah hujan 28.7 mm. Potensi banjir dan longsor di wilayah rawan perlu diwaspadai.

BMKG mengingatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari normal. Namun Juni masih masuk periode transisi dengan curah hujan menengah-tinggi di sebagian wilayah Jawa Barat.

Kesimpulan: Pagi-siang aman untuk aktivitas luar meski mendung. Sore-malam hujan deras, guntur, bawa payung dan hati-hati jalan licin. Kelompok sensitif jaga kesehatan karena AQI tidak baik. Pantau update BMKG untuk informasi terkini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Penjual Sayur Keliling Tewas Tertabrak Kereta Api di Parungkuda Sukabumi

0

Wartain.com – Duka menyelimuti keluarga dan warga Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, setelah seorang penjual sayur keliling bernama Asep Yusuf (50) meninggal dunia akibat tertabrak kereta api, Minggu (14/6/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di jalur rel kereta api kawasan Kampung Cijambe, Desa Kompa, tepatnya di belakang Perumahan BMI. Saat kejadian, korban diduga tengah berjalan pulang usai beraktivitas mencari nafkah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kereta api yang melintas saat itu bergerak dari arah Bogor menuju Sukabumi. Korban yang berada di sekitar rel diduga tidak menyadari datangnya kereta hingga akhirnya tertabrak.

Ketua RT 01 RW 05 Desa Bojongkokosan, Ruli, mengaku langsung mendatangi lokasi setelah menerima kabar dari warga. Ia membenarkan bahwa korban merupakan salah satu warganya yang dikenal sebagai pedagang sayur keliling.

“Saya mendapat informasi melalui telepon dan langsung menuju lokasi. Korban merupakan warga kami yang sehari-hari berjualan sayuran dari kampung ke kampung,” ujarnya.

Kepergian Asep Yusuf meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga sekitar. Ketua RW setempat, Asep, mengenang korban sebagai sosok pekerja keras yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menurutnya, sebelum berjualan sayur, korban juga pernah menekuni berbagai pekerjaan lain untuk mencari penghasilan, termasuk menjajakan mainan anak-anak ke sekolah dan lembaga pendidikan usia dini.

“Beliau dikenal rajin bekerja dan selalu berusaha mencari nafkah untuk keluarganya. Apa pun pekerjaan yang bisa dilakukan, dijalani dengan sungguh-sungguh,” kata Asep.

Sejumlah warga menduga korban tidak mendengar suara peringatan dari kereta api yang melintas karena mengalami gangguan pendengaran. Kondisi tersebut disebut telah dialami korban dalam beberapa waktu terakhir.

“Pendengarannya memang kurang baik, jadi kemungkinan tidak menyadari ada kereta yang datang,” ujar salah seorang warga.

Usai kejadian, petugas bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah kemudian dibawa untuk penanganan lebih lanjut, sementara pihak berwenang melakukan pendataan dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat berada di sekitar jalur rel kereta api. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang atau beraktivitas di dekat rel guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PLN Sampaikan Penjelasan Terkait Gangguan Listrik, Fokus Lakukan Pemulihan Pasokan

0

Wartain.com – PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terkait gangguan aliran listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, PLN tengah mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat pemulihan dan menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, dalam keterangannya melalui Holding Statemen yang disampaikan pada Sabtu (13/6/2026) malam menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik disebabkan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang mengakibatkan penurunan kapasitas suplai.

“PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” ujar Nurmalitasari dalam holding statement yang disampaikan kepada media, Minggu 14/06/2026.

Untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak sambil terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasional pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses penanganan berlangsung.

“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Nurmalitasari.

Ia menambahkan, perkembangan penanganan dan proses pemulihan akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi resmi PLN sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait kondisi sistem kelistrikan.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan, PLN berharap pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Berjuang Hingga Deuce, Febriana/Meilysa Takluk dari Unggulan Pertama di Final

0

Wartain.com – Skuad ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, harus menyudahi petualangan mereka di Australian Open 2026 dengan raihan posisi kedua. Pasangan yang menjadi unggulan ketujuh ini terpaksa mengakui keunggulan sang ketangguhan pasangan nomor satu turnamen asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.

Pertandingan berat sebelah di atas kertas namun sengit di lapangan ini bergulir di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Minggu (14/6/2026). Laga pamungkas sektor ganda putri (WD) ini menyajikan tontonan kelas dunia yang menguras emosi dan stamina dari kedua pasangan.

Febriana/Meilysa mengemban misi berat untuk menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan ganda putri terkuat di turnamen ini. Walaupun secara peringkat dan pengalaman mereka kalah diunggulkan, ganda putri Indonesia ini tetap turun ke lapangan dengan motivasi tinggi untuk memberikan perlawanan maksimal demi bendera Merah Putih.Gim pertama berlangsung luar biasa ketat di mana kedua pasangan saling bergantian memimpin perolehan angka hingga memaksa terjadinya deuce. Melalui reli-reli panjang yang melelahkan, Febriana/Meilysa akhirnya harus merelakan gim pembuka ini jatuh ke tangan Jia/Zhang dengan skor tipis 22-24.

Kekalahan menyakitkan di gim pertama tampaknya cukup memengaruhi fokus dan stamina pasangan Indonesia pada gim berikutnya. Memasuki gim kedua, pasangan China langsung menaikkan intensitas serangan mereka, membuat Febriana/Meilysa kerap kedodoran dan akhirnya kalah dengan skor yang cukup berjarak, 13-21.

Kendati gagal membawa pulang medali emas, capaian hingga babak final Australian Open 2026 merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Febriana/Meilysa. Pengalaman berharga menghadapi ganda putri top dunia seperti Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian di partai puncak diyakini akan mempermatang mental bertanding mereka ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)