26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 13

Menelisik Neurosains, Kesadaran, dan Perilaku Manusia: Catatan Kritis atas Pemikiran dr. Ryu Hasan

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com – Perkembangan neurosains dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara manusia memahami dirinya sendiri. Jika dahulu perilaku manusia banyak dijelaskan melalui filsafat, agama, atau psikologi, kini ilmu saraf berusaha menelusuri akar seluruh pengalaman manusia hingga ke aktivitas miliaran neuron di dalam otak.

Di Indonesia, salah satu tokoh yang aktif memperkenalkan perspektif ini kepada publik adalah Ryu Hasan. Melalui berbagai diskusi, wawancara, dan kanal edukasi, ia mengajak masyarakat melihat manusia sebagai produk evolusi biologis yang sangat kompleks. Pandangannya sering kali provokatif karena menantang banyak asumsi yang selama ini dianggap mapan.

Kesadaran: Produk Evolusi atau Realitas Fundamental?

Salah satu gagasan yang sering dikemukakan dr. Ryu Hasan adalah bahwa kesadaran bukanlah sesuatu yang turun dari langit secara terpisah dari tubuh, melainkan hasil proses evolusi biologis yang berlangsung selama jutaan tahun.

Dalam perspektif neurosains, kesadaran muncul dari aktivitas jaringan saraf yang sangat kompleks. Pikiran, emosi, kehendak, bahkan identitas diri dipandang sebagai hasil kerja otak yang terus-menerus memproses informasi dari lingkungan.
Pandangan ini menimbulkan pertanyaan besar:

Apakah manusia hanyalah mesin biologis yang sangat rumit?
Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Jika kesadaran lahir dari otak, apakah ia akan lenyap ketika otak berhenti bekerja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga hari ini masih menjadi perdebatan besar antara neurosains, filsafat, dan agama.

Otak dan Perilaku Sosial

Neurosains menunjukkan bahwa perilaku sosial manusia tidak muncul secara kebetulan. Evolusi membentuk otak manusia agar mampu:
bekerja sama,
membangun kelompok,
mengenali kawan dan lawan,
menciptakan norma,
serta mengembangkan moralitas.

Dengan kata lain, rasa keadilan, empati, dan solidaritas memiliki dasar biologis yang kuat. Kelompok yang mampu bekerja sama cenderung bertahan hidup lebih baik dibanding kelompok yang penuh konflik.

Namun pada saat yang sama, evolusi juga mewariskan kecenderungan lain:
egoisme,
dominasi,
perebutan sumber daya,
dan konflik antarkelompok.

Karena itu, sejarah manusia selalu bergerak di antara dua kutub: kerja sama dan persaingan.

Neurosains Melihat Kedzaliman dan Ketidakadilan

Dari sudut pandang neurosains, kedzaliman tidak dipahami sebagai kategori metafisik, melainkan sebagai perilaku yang muncul dari interaksi berbagai faktor:
Struktur biologis otak.
Lingkungan sosial.
Pendidikan.
Pengalaman hidup.
Sistem politik dan ekonomi.

Kekuasaan yang terlalu besar, misalnya, dapat memengaruhi cara seseorang memandang orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan sering menurunkan sensitivitas terhadap penderitaan pihak lain dan meningkatkan kecenderungan untuk membenarkan tindakan sendiri.

Karena itu, neurosains tidak hanya bertanya:
“Siapa yang salah?”
Tetapi juga:
“Kondisi biologis dan sosial apa yang memungkinkan kesalahan itu terjadi?”

Dialog dengan Perspektif Tauhid

Bagi sebagian kalangan, termasuk para pencari Ma’rifatullah, penjelasan neurosains belum tentu menjawab seluruh dimensi kemanusiaan.
Neurosains mampu menjelaskan:
bagaimana otak bekerja,
bagaimana emosi muncul,
bagaimana keputusan dibuat.
Namun pertanyaan yang lebih mendasar tetap terbuka:
Mengapa kesadaran ada?
Apa makna hidup?
Mengapa manusia mencari kebenaran?
Dari mana asal pengalaman spiritual yang mendalam?

Dalam paradigma tauhid, otak dapat dipahami sebagai instrumen, sedangkan kesadaran terdalam manusia berhubungan dengan ruh dan fitrah yang berasal dari Allah.
Dengan demikian, neurosains dan spiritualitas tidak harus selalu dipertentangkan. Neurosains menjelaskan mekanisme, sedangkan agama dan filsafat berusaha menjelaskan makna.

Penutup

Kajian-kajian yang disampaikan oleh dr. Ryu Hasan penting untuk memperluas literasi ilmiah masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari alam biologis yang tunduk pada hukum-hukum evolusi dan kerja otak.
Namun pada saat yang sama, pertanyaan tentang makna, nilai, keadilan, dan tujuan hidup tetap menjadi wilayah yang melampaui penjelasan biologis semata.

Mungkin di titik inilah dialog antara neurosains, filsafat, dan spiritualitas menjadi penting. Sebab manusia bukan hanya makhluk yang berpikir, tetapi juga makhluk yang bertanya tentang makna keberadaannya.

Neurosains membantu kita memahami bagaimana manusia berpikir. Tauhid mengajak manusia memahami untuk apa ia berpikir. Di antara keduanya terbentang ruang dialog yang masih terus menunggu untuk dijelajahi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pemerintah Desa Pawenang Gelar Perlombaan Keagamaan

0

Empat Mata Lomba untuk Anak SD/MI Sederajat: MHQ, Adzan, Kaligrafi, dan LCC

Wartain.com – Pemerintah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dengan menggelar berbagai perlombaan keagamaan. Kegiatan ini dikhususkan bagi anak-anak tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan MDTU sederajat di wilayah Desa Pawenang, bertempat di Aula Bale Desa Pawenang, Selasa 16/06/2026.

Diketahui, sebanyak empat mata lomba diselenggarakan. Keempat lomba tersebut adalah Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Lomba Adzan, Lomba Kaligrafi, dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Keislaman. Setiap mata lomba dirancang untuk mengasah kemampuan dasar keagamaan peserta didik.

Ketua Panitia, Robi Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memotivasi anak-anak agar meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan keagamaan anak-anak,” ujar Robi Maulana.

Pelaksanaan lomba berlangsung meriah namun tetap tertib. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan lomba. Para guru ngaji dan orang tua turut mendampingi untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak.

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pemerintah Desa Pawenang Gelar Perlombaan Keagamaan (Foto: Aab)

Sementara itu, Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, yang akrab disapa Aa Iing, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menggelar perlombaan keagamaan ini,” kata Aa Iing.

Menurut Kepala Desa, peringatan 1 Muharam merupakan momentum yang tepat untuk melakukan hijrah. Hijrah yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik, dimulai dari pembinaan generasi muda di desa.

Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an bertujuan melatih hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Lomba Adzan melatih kefasihan lafal dan pemahaman adab mengumandangkan azan. Lomba Kaligrafi menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tulis ayat suci Al-Qur’an.

Sementara itu, Lomba Cerdas Cermat Keislaman menguji wawasan peserta mengenai sejarah Islam, akhlak, dan ibadah sehari-hari. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami isi ajaran Islam.

Robi Maulana menambahkan bahwa penilaian juri tidak hanya didasarkan pada hasil akhir, tetapi juga pada sikap, kedisiplinan, dan sportivitas peserta selama lomba berlangsung.

Para peserta LCC antusias mengikuti lomba (Foto: Aab)

Pemerintah Desa Pawenang menyediakan hadiah dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Seluruh peserta juga menerima sertifikat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan semangat mereka mengikuti lomba.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Pawenang Mencrang”. Visi tersebut mengandung makna desa yang maju, cerdas, dan berakhlak mulia melalui penguatan pendidikan agama sejak dini,” ucap Aa Iing.

Kepala Desa Hilman Nulhakim mengajak seluruh warga untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1448 H sebagai awal perubahan.

“Marilah kita bersama-sama mencetak generasi Pawenang Mencrang. Langkah awalnya dimulai dari masjid, madrasah, dan kegiatan positif seperti perlombaan ini,” pungkas Aa Iing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkab Sukabumi Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”

0

Pemkab Sukabumi Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

“Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”

Mengetuk Pintu Langit, Menata Bumi: 1 Muharram 1448 H, Do’a untuk Presiden Prabowo dan Seluruh Rakyat Indonesia

0

Oleh: M.Rafi Asyam/CEO Bisnisnews.net dan Tim Redaksi

Wartain.com – Perubahan zaman tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di tengah gemuruh disrupsi dan pergeseran geopolitik global yang kian tidak menentu, bangsa Indonesia kembali dipertemukan dengan sebuah jeda kosmik yang suci: 1 Muharram 1448 H. Momentum ini bukan sekadar pergantian angka pada kalender hijriah. Ia adalah sebuah altar spiritual, ruang kontemplasi bagi sebuah bangsa untuk membaca ulang takdirnya, mengevaluasi langkahnya, dan merajut kembali optimisme masa depan.

Seruan moral dan spiritual yang digaungkan oleh tiga pilar pergerakan—Anto Kusumayuda (Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 – PPJNA 98), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), dan HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara)—menjadi pemantik yang sangat relevan. Ketiganya mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat 1 Muharram dari kacamata yang lebih dalam: perpaduan antara seni kehidupan, kedalaman filsafat, dan puncak spiritualitas.

Secara filosofis, waktu adalah kanvas, dan manusia adalah senimannya. Kehidupan berbangsa adalah sebuah karya seni raksasa (magnum opus) yang terus digubah. Muharram adalah momen hijrah—sebuah konsep yang dalam estetika spiritual berarti seni berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari kepasifan menuju kreativitas, dan dari individualisme menuju solidaritas sosial.

Filsafat Islam mengajarkan bahwa evaluasi diri (muhasabah) adalah fondasi dari setiap kebangkitan. Kita tidak bisa melangkah maju tanpa keberanian untuk menengok ke belakang, menguliti kekurangan, dan memperbaikinya. Di tengah badai geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dituntut untuk memiliki ketahanan intrinsik. Ketahanan itu tidak hanya dibangun dengan otot ekonomi atau militer, melainkan dengan energi positif dan spiritualitas yang kokoh.

Membangun optimisme di tengah krisis adalah sebuah seni spiritual tingkat tinggi. Ia adalah keyakinan metafisik bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang dipersiapkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Doa untuk Negeri: Menuju Keadilan dan Kemakmuran

Esensi dari seruan PPJNA 98, Rumah Literasi Merah Putih, dan Majelis Sholawat Cahaya Nusantara adalah ajakan untuk mengetuk pintu langit. Masyarakat Indonesia diajak untuk bersatu dalam frekuensi doa yang sama: memohon agar Indonesia berhasil bangkit, bergerak maju, dan mewujudkan cita-cita abadi menjadi negeri yang adil dan makmur (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Doa bukan sekadar pelarian dari realitas, melainkan sebuah energi penggerak. Ketika seluruh rakyat Indonesia bersimpuh memohon keselamatan dan kemajuan untuk negerinya, tercipta sebuah kesadaran kolektif yang kuat. Kesadaran inilah yang akan menjadi modal sosial untuk menghadapi tekanan eksternal global.

Menjaga Pemimpin, Melindungi Rakyat Kecil

Dalam filsafat kepemimpinan Timur dan Islam, seorang pemimpin adalah bayang-bayang Tuhan di bumi (dhillullah fil ardh) yang bertugas menegakkan keadilan. Oleh karena itu, momentum Muharram ini juga didedikasikan sebagai ruang spiritual untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto.

Rakyat dan aktivis bergerak bersama dalam doa, memohon agar Presiden Prabowo selalu dianugerahi kekuatan lahir batin, kesehatan yang prima, serta keteguhan hati dalam menjalankan amanah besar memimpin negeri ini. Di pundak beliau, jutaan harapan rakyat digantungkan.

Kesuksesan dan kelancaran program-program kerakyatan menjadi fokus utama doa dari para tokoh ini. Keberhasilan pemerintah bukan diukur dari megahnya gedung pencakar langit, melainkan dari sejauh mana kebijakan negara mampu melindungi, mengayomi, dan mengangkat harkat martabat masyarakat kecil (wong cilik). Program pro-rakyat harus menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Penutup : Muharram sebagai Energi Baru

1 Muharram 1448 H harus menjadi titik balik. Seruan dari Anto Kusumayuda, Dede Heri, dan HM Fikrie adalah pengingat bahwa narasi kebangsaan kita harus selalu melibatkan Tuhan.

Mari kita isi momentum suci ini dengan refleksi yang jernih, evaluasi yang jujur, dan optimisme yang membara. Dengan doa yang meliturgi di langit dan kerja keras yang membumi, Indonesia tidak hanya akan bertahan di tengah ombak geopolitik global, tetapi akan bangkit memimpin sebagai bangsa yang maju, adil, makmur, dan diberkahi.***

M.Raffi Asyam (Tim Redaksi/CEO Bisnisnews.net

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

CEO Wartain.com Ajak Redaksi & Pembaca Berubah di 1 Muharam 1448 H

0
Oplus_131072

Wartain.com – Menyambut 1 Muharam 1448 H, CEO Wartain.com Siti Ratna Maymunah, S.Pd mengajak seluruh tim redaksi dan pembaca untuk melakukan perubahan. Ajakan itu disampaikan lewat refleksi akhir tahun Hijriah: kalau tahun terus berganti, cara kerja dan cara baca kita juga harus naik kelas.

Muharam bukan soal pesta kembang api. Muharam soal hitung-hitung diri. Wartain.com sebagai media online yang ada di Sukabumi merasa punya tanggung jawab ganda: cepat menyampaikan info, tapi juga harus bermanfaat buat warga. Di sinilah “hijrah” versi Wartain.com dimulai.

Perubahan pertama untuk internal. Redaksi diajak hijrah dari lomba “siapa paling cepat” ke lomba “siapa paling akurat”. Kecepatan penting, tapi kalau keliru, cepatnya jadi bumerang. Makanya cek-fakta, konfirmasi narasumber, dan konteks berita jadi non-negotiable tahun ini.

“Doa yang kami panjatkan di 1 Muharam ini adalah bentuk harapan untuk Wartain.com agar lebih maju lagi. Maju bukan cuma trafiknya, tapi kualitas dan kebermanfaatannya,” ujar Siti Ratna Maymunah. Selasa 16/06/2026.

Perubahan kedua untuk konten. Wartain.com akan kurangi berita “kaget” tanpa solusi. Ditambah konten yang menjawab: misalnya, Harga cabai naik, lalu tips warga biar tetap hemat? Berita harus sampai ke “lalu kita ngapain”.

“Kami ingin pembaca merasa Wartain.com itu teman diskusi, bukan cuma tukang sebar info. Itu harapan kami di 1448 H,” lanjutnya.

Perubahan ketiga untuk pembaca. CEO Wartain.com mengajak warga Sukabumi hijrah jadi pembaca cerdas. Baca judul saja gak cukup. Scroll sampai tuntas, cek tanggal berita, dan jangan langsung share sebelum yakin. Hoaks paling senang kalau kita buru-buru.

Perubahan keempat untuk tim. Kultur “keluarga besar” diperkuat. Dari admin medsos sampai wartawan lapangan, semua diajak saling koreksi dan saling support. Media kuat kalau timnya solid. Target 1448 H: minim miss komunikasi, maksimal kerja bareng.

Perubahan kelima untuk format. Algoritma berubah, kebiasaan baca warga juga berubah. Wartain.com akan perbanyak konten video pendek, infografis data jalan rusak, harga komoditas, dan live report kegiatan desa. Tapi prinsip jurnalistik tetap: berimbang, akurat, tidak memihak.

Siti Ratna menekankan, perubahan paling penting adalah niat. Jurnalistik itu amanah. Setiap kata yang naik ke portal bisa mengangkat martabat orang, bisa juga menjatuhkan. Makanya di 1 Muharam ini seluruh tim diajak luruskan niat: menulis untuk kemaslahatan, bukan sensasi.

Ajakan berubah juga nyambung ke aksi sosial. Muharam sama dengan bulan berbagi. Wartain.com Group merencanakan santunan anak yatim dan bersih-bersih lingkungan kantor. Media gak cuma meliput kebaikan, tapi harus jadi bagian dari kebaikan itu.

Untuk pemerintah & stakeholder, CEO Wartain.com buka pintu kolaborasi. Data, program, dan informasi publik yang penting buat warga silakan masuk ke redaksi. Wartain.com siap jadi jembatan, asal datanya valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pesan penutupnya sederhana: 1448 H tahunnya berubah. Berubah dari “asal terbit” ke “terbit yang ngena”. Berubah dari “rame komentar” ke “rame solusi”. Dari Sukabumi untuk Sukabumi, tapi dengan standar yang terus naik.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H. Mari kita hijrah bareng-bareng. Tim Wartain.com hijrah dalam kerja, pembaca hijrah dalam cara baca. Kalau kita berubah, Sukabumi ikut berubah,” pungkas Siti Ratna Maymunah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi 16 Juni 2026: Pagi Berawan, Siang-Sore Waspada Hujan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu siapkan payung hari Selasa, 16 Juni 2026. BMKG dan data prakiraan cuaca menunjukkan cuaca pagi masih berawan, tapi siang-sore berpotensi hujan dengan peluang tertinggi 42%.

Secara umum suhu harian berkisar 20°C – 29°C. Matahari terbit 06:01 WIB dan terbenam 17:44 WIB. Cuaca didominasi berawan tebal sepanjang hari, diselingi hujan pada jam-jam tertentu.

Pagi: Masih Aman Beraktivitas

Mulai jam 08:00 WIB suhu 23°C dengan kondisi Mostly Cloudy. Peluang hujan cuma 6% dan kelembapan 87%. Menuju jam 11:00-12:00 suhu naik ke 28°C, langit Cloudy. UV Index masuk kategori “Tinggi” jam 11-12 siang. Jadi yang keluar pagi, tetap pakai topi atau sunscreen.

Siang: Puncak Hujan

Jam 13:00 WIB cuaca berubah jadi Rain dengan suhu 28°C. Peluang hujan 35%. Puncaknya jam 14:00 WIB, peluang hujan naik ke 42% dengan suhu tetap 28°C dan kelembapan 70%. Angin bertiup sepoi dari arah utara-timur laut 6-7 km/jam.

Sore-Malam: Berawan Kembali

Masuk jam 16:00 WIB hujan reda, ganti Mostly Cloudy 27°C. Peluang hujan turun ke 24% dan terus mengecil jadi 3% menjelang jam 23:00 WIB. Suhu malam 22°C dengan kelembapan tinggi 92%-94%.

Kualitas Udara Perlu Diwaspadai

Data terkini menyebut AQI Sukabumi ada di angka 119, masuk kategori “Unhealthy for Sensitive Groups”. Artinya anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma/PPOK disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan, pakai masker kalau perlu.

Angin Tenang Sepanjang Hari

Kecepatan angin relatif tenang, hanya 2-7 km/jam dari arah tenggara, timur, hingga utara. Tidak ada potensi angin kencang yang mengganggu aktivitas.

Potensi Hujan Badai

Prakiraan lain menyebut Selasa 16 Juni Sukabumi berawan dan hujan dengan kemungkinan hujan badai lebat. Meski peluang hujan terbesar 42%, tetap waspada untuk wilayah rawan banjir/longsor seperti Cikidang, Cisolok, dan sekitarnya.

Tips Buat Warga

1. Pagi: Waktu terbaik buat berjemur, olahraga, atau antar anak sekolah. Tapi jangan lupa sunscreen jam 11-12 siang.
2. Siang: Tunda perjalanan jauh kalau tidak mendesak. Bawa jas hujan/payung lipat.
3. Kelompok sensitif: Kurangi aktivitas outdoor saat AQI tinggi. Tutup pintu-jendela kalau rumah dekat jalan raya.

Kesimpulan

Intinya: 16 Juni 2026 Sukabumi “berawan berhujan”. Pagi cerah berawan, siang-sore diguyur hujan, malam kembali berawan. Suhu sejuk khas Sukabumi 20-29°C.

Buat petani, kondisi ini bagus buat tanaman. Tapi buat pedagang kaki lima dan driver ojek online, jam 13:00-15:00 jadi jam rawan sepi pembeli karena hujan.

Pantau terus update cuaca dari BMKG atau aplikasi resmi. Cuaca bisa berubah cepat, apalagi di daerah pegunungan Sukabumi. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan ya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Simpenan Apresiasi Pemdes dan MUI Cidadap dalam Syiar Tahun Baru Islam

0

Wartain.com – Ribuan umat Muslim di Kecamatan Simpenan menggelar aksi pawai akbar dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Berdasarkan pantauan di lapangan, kurang lebih 2.000 massa yang berasal dari 21 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kecamatan Simpenan tumpah ruah memadati sepanjang rute syiar Islam tersebut.​ Senin (15/6/2026).

Arak-arakan massa yang didominasi oleh obor dan atribut bernuansa Islami ini memulai rute pawai dari titik start di halaman Kantor Kecamatan Simpenan. Ribuan peserta kemudian berjalan kaki dengan tertib menyusuri jalan protokol dan menyelesaikan perjalanan mereka di titik finish yang berpusat di Desa Cidadap.​

Kegiatan syiar Muharram ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah setempat. Camat Simpenan, Supendi, S.Ip., M.Si., secara terbuka menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Pemerintah Desa Cidadap dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cidadap yang telah sukses mengoordinasi jalannya acara hingga berjalan aman dan lancar.​Dalam wawancaranya di lokasi kegiatan, Supendi menekankan bahwa momentum pergantian tahun hijriah ini harus dijadikan ajang memperkuat solidaritas sosial.

“Silaturahmi antar warga mempererat ukhuwah islamiah, meningkatkan kepedulian sosial karena hari ini masuk bulan Muharram bulannya anak yatim dan dhuafa, kita harus lebih meningkatkan kepedulian terhadap yatim dan dhuafa,” tegas Supendi.​

Selain pelaksanaan pawai yang melibatkan ribuan massa, pihak Kecamatan Simpenan sebelumnya juga telah bergerak cepat untuk memastikan kekhusyukan malam pergantian tahun ini. Melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan ke seluruh wilayah, Camat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan malam pergantian tahun di tempat ibadah.​

Melalui instruksi dalam surat edaran tersebut, warga diwajibkan untuk berkumpul dan membacakan doa akhir tahun serta doa awal tahun secara berjamaah di masjid masing-masing dilingkunannya. Langkah ini diambil agar momentum 1 Muharram tidak hanya meriah secara seremonial di jalanan, tetapi juga sarat akan nilai spiritualitas, refleksi diri, dan keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Sambut Tahun Baru Hijriah, Kades Cidadap Deden Anta Nurman Dorong Kebangkitan Budaya Islam Melalui Perlombaan Kreatif

0

Wartain.com – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cidadap sukses menggelar kegiatan “Gebyar Muharram”. Acara keagamaan yang berpusat di Desa Cidadap ini berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta jajaran unsur Forkopimcam setempat. Senin (15/6/2026).

Kepala Desa Cidadap, Deden Anta Nurman, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat pada perayaan tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih semarak dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, pada kegiatan hari besar perayaan Islam, khususnya 1 Muharram 1448 Hijriah, warga masyarakat Desa Cidadap sangat antusias sekali dalam menyambutnya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, lancar, dan nyaman,” ujar Deden saat diwawancarai usai kegiatan.

Kemeriahan Gebyar Muharram kali ini diisi dengan berbagai perlombaan kreatif, salah satunya adalah parade pawai obor yang menampilkan kreativitas unik dari masing-masing lingkungan. Tercatat sebanyak 21 DKM di wilayah Desa Cidadap turut serta menurunkan jemaahnya, mulai dari kalangan remaja hingga para tokoh masyarakat, untuk menyemarakkan pawai tersebut.

Melihat tingginya partisipasi warga, Deden Anta Nurman menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mengemas perayaan serupa dengan lebih inovatif di masa mendatang. Merespons aspirasi langsung dari masyarakat, pihak desa berencana untuk menghidupkan kembali tradisi perlombaan yang sudah mulai jarang terlihat.

“Untuk harapan ke depan, insyaallah dengan izin Allah kegiatan ini akan dibuat lebih meriah, kreatif, dan inovatif lagi. Tadi ada inisiatif dan usulan dari warga agar lomba bedug diadakan lagi. Insyaallah ke depan akan kita bangun lagi perlombaan itu supaya budaya umat Islam tidak hilang,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dicki Dadi Murtiadi Ajak Warga Sukabumi Songsong 1 Muharam 1448 H dengan Semangat Hijrah

0
Oplus_131072

Ketua DPC PBB Kota Sukabumi: Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Upgrade Diri & Peduli Sesama

Wartain.com – Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H kembali jadi pengingat bagi umat. Lewat ucapan resmi, Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Sukabumi Dicki Dadi Murtiadi mengajak seluruh warga menyambutnya dengan semangat hijrah. Hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Maknanya jelas: tahun baru Islam bukan sekadar ganti kalender, tapi momentum introspeksi dan memperbaiki diri.

Bagi Dicki, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah pelajaran besar. Dari kondisi tertekan menuju peradaban baru. Di level warga Sukabumi, hijrah artinya pindah dari malas ke produktif, dari cuek ke peduli, dari individualis ke gotong royong.

“Mari Songsong 1 Muharam Dengan Semangat Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik dan Lebih Bermakna,” tulis Dicki dalam pesannya.

“Semoga di tahun baru Islam ini, kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” lanjutnya.

Makna “lebih baik” menurut Dicki dimulai dari hal kecil. Shalat tepat waktu, jujur dalam kerja, amanah dalam jabatan. Kalau setiap warga Sukabumi upgrade diri 1% tiap hari, setahun hasilnya luar biasa.

Kata “lebih peduli” juga jadi penekanan. Kota Sukabumi punya banyak PR sosial: anak yatim, warga kurang mampu, jalan rusak. Tahun 1448 H diajak jadi tahun empati. Yang punya rezeki lebih, sisihkan untuk sesama. Yang punya tenaga, turun bantu.

Sebagai Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Dicki menegaskan filosofi partainya: “Bersama Rakyat Membela Kepentingan Rakyat”. Itu bukan slogan, tapi arah kerja. Makanya di momentum Muharam, kader PBB diajak hijrah juga dalam melayani.

“Berdiri Tegak Bersama Rakyat Membela Kepentingan Rakyat” jadi tagline yang terus dikuatkan.
“Hijrahnya kader PBB itu hijrah dalam pelayanan. Datang ke warga, dengar keluhan, lalu cari solusi,” ujar Dicki.

Tahun baru Islam pas dengan tahun ajaran baru. Anak-anak mulai sekolah, mahasiswa masuk kampus. Dicki titip pesan: jadikan Muharam sebagai start menuntut ilmu yang berkah. Pintar harus berakhlak, cerdas harus beradab.

Bagi pelaku UMKM di Sukabumi, hijrah juga bisa berarti naik kelas. Dari jualan offline ke online, dari kemasan sederhana ke branding rapi. Tahun 1448 H jadi tahun berani berubah biar ekonomi keluarga naik.

Dicki juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Sukabumi itu heterogen. Beda pilihan politik boleh, tapi saat Muharam semua disatukan dalam doa yang sama: minta Indonesia, minta Sukabumi, jadi negeri yang aman dan berkah.

Di media sosial, poster ucapan Dicki langsung ramai disambut kader dan warga. Banyak yang repost dengan caption “Siap hijrah”. Itu tanda pesan Muharam nyampe. Media itu bukan cuma gambar, tapi penggerak.

Penutup pesannya sederhana tapi dalam. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H. Gak ada kembang api, gak ada pesta. Yang ada doa, niat baik, dan langkah kecil menuju perubahan.

Intinya: 1 Muharam adalah Hijrah diri, hijrah sosial, hijrah melayani. Kalau warga dan pemimpin sama-sama hijrah, Sukabumi 1448 H insyaAllah lebih adem, lebih maju, dan lebih berkah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kapal Pengangkut 10 Ribu Ton Batu Bara Bocor di Perairan Sukabumi, 16 ABK Berhasil Dievakuasi

0

Wartain.com – Sebuah kapal pengangkut batu bara dilaporkan mengalami insiden kebocoran saat melintas di perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026). Akibat kerusakan tersebut, seluruh awak kapal terpaksa dievakuasi demi menghindari risiko yang lebih besar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kapal bernama Titan 70 itu mengalami kebocoran pada bagian haluan lambung kanan sekitar pukul 06.00 WIB. Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, nakhoda memutuskan melakukan lego jangkar di lokasi kejadian.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciracap, Dadang Priatna, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi, proses penyelamatan segera dilakukan dengan melibatkan perahu nelayan setempat.

“Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi menggunakan perahu diesel. Jumlah yang diselamatkan sebanyak 16 orang terdiri dari anak buah kapal dan nakhoda,” kata Dadang, Senin (15/6/2026).

Kapal tersebut diketahui tengah mengangkut sekitar 10 ribu ton batu bara dari Lampung dengan tujuan Cilacap. Berdasarkan keterangan awak kapal, kebocoran diduga berasal dari bagian badan kapal yang telah mengalami korosi atau karat.

Menurut Dadang, meski sempat kemasukan air dan mengalami kemiringan, kapal tidak sampai tenggelam. Hingga saat ini posisi kapal masih berada di perairan Tegalbuleud sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Ia juga memastikan muatan batu bara yang dibawa kapal masih berada di dalam lambung kapal dan belum mencemari perairan sekitar.

“Muatan batu bara masih aman, belum ada yang tumpah ke laut. Kondisi kapal memang miring, tetapi masih mengapung,” ujarnya.

Setelah dievakuasi ke daratan, seluruh awak kapal menjalani pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal. Selanjutnya, mereka juga dimintai keterangan oleh aparat terkait, termasuk pemeriksaan dokumen administrasi pelayaran.

Dadang menambahkan, jalur perairan selatan Sukabumi, khususnya di wilayah Tegalbuleud dan Ujunggenteng, memang menjadi salah satu lintasan yang cukup sering dilalui kapal tongkang maupun kapal pengangkut batu bara dari berbagai daerah.

Hingga kini, kondisi kapal masih terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusakan lebih lanjut maupun dampak terhadap lingkungan laut di sekitar lokasi kejadian.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik