26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 13

Ribuan Buruh Sukabumi Bertolak ke Monas, May Day Diwarnai Semangat Damai

0

Wartain.com || Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Sukabumi berlangsung penuh semangat solidaritas. Sejak Jumat pagi, ratusan hingga ribuan buruh diberangkatkan menuju kawasan Monas, Jakarta, dari titik kumpul Exit Tol Parungkuda. Jumat (1/5/2026).

Keberangkatan massa aksi berlangsung tertib dengan pengawalan dari Polres Sukabumi, guna memastikan perjalanan berjalan aman dan lancar hingga ke lokasi aksi di ibu kota.

Di antara peserta yang turut berangkat, tampak Abdul Aziz Pristiadi, yang memimpin langsung rombongan dari DPC GARTEKS KSBSI Sukabumi. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan buruh Sukabumi dalam aksi nasional ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang sah dan dijamin undang-undang.

“May Day adalah momentum penting bagi pekerja untuk menyuarakan harapan secara terbuka, namun tetap mengedepankan ketertiban dan kedamaian,” ujarnya.

Para buruh tampak mengenakan atribut organisasi, membawa spanduk, serta menyuarakan tuntutan terkait peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, dan kepastian kerja. Meski membawa berbagai aspirasi, suasana keberangkatan tetap kondusif dan tertib.

Aksi di kawasan Monas diperkirakan akan diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan, tetapi juga refleksi atas pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Dengan mengedepankan pesan damai, keberangkatan buruh Sukabumi diharapkan menjadi bagian dari peringatan May Day yang bermartabat, serta memperkuat semangat persatuan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Mayday 2026 Menyatukan Keringat dan Mandat: Seruan Damai dan Doa untuk Presiden Prabowo

0
Oplus_131072

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Penggiat Dewan Tani Indonesia/DTI Jabar, Presidium MD KAHMI Sukabumi dan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih)

Wartain.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bukan lagi sekadar ritual tuntutan lapangan kerja, melainkan sebuah proklamasi persatuan nasional. Di tengah gemuruh ketidakpastian geopolitik global yang kian memanas, Indonesia berdiri di persimpangan jalan: menjadi penonton atau tampil sebagai pemimpin.

Momentum Mayday 2026 adalah titik temu antara kerja keras buruh dan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Secara spiritual, tidak ada kedaulatan tanpa pengorbanan. Buruh adalah tangan-tangan yang merealisasikan rezeki Tuhan di atas bumi pertiwi.

Ketika etos kerja kaum buruh bersatu padu dengan ketegasan kepemimpinan nasional, tercipta sebuah frekuensi ilahiah yang kuat. Kita meyakini bahwa persatuan antara pemimpin dan rakyat adalah mandat suci untuk membawa bangsa ini keluar dari keterpurukan menuju kemuliaan yang diberkati.

Situasi geopolitik dunia hari ini menuntut Indonesia memiliki “otot” ekonomi dan “otak” strategi yang sinkron. Buruh Indonesia adalah barisan terdepan dalam ketahanan nasional. Persatuan antara buruh dan Presiden Prabowo merupakan pesan bagi dunia: bahwa Indonesia tidak bisa didikte.

Kebangkitan kita menjadi negara kuat bukan untuk menindas, melainkan untuk memimpin dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang bersumber dari Pancasila.

May Day 2026 harus menjadi panggung kedamaian. Kita tinggalkan pola lama yang konfrontatif dan beralih ke kolaborasi transformatif. Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika ada stabilitas nasional yang kokoh.

Buruh yang sejahtera dan terlindungi adalah fondasi bagi Presiden untuk melangkah tegap di panggung internasional, membawa Indonesia menjadi mercusuar bagi negara-negara berkembang.

Doa untuk Buruh dan Presiden Indonesia

Ya Allah Ya Tuhan Kami Yang Maha Penentu, di hari yang bersejarah ini, kami memohon perlindungan-Mu bagi para pejuang nafkah, kaum buruh Indonesia.

Berikanlah para buruh dan pekerja Indonesia kesejahteraan yang layak dan kekuatan lahir batin.

Kami juga memohon bimbingan-Mu untuk Presiden Prabowo; tajamkanlah visinya, kuatkanlah pundaknya untuk memikul amanah bangsa, dan jadikanlah beliau pemimpin yang adil di mata rakyat dan dunia.

Satukan hati kami dalam semangat Indonesia Maju. Amin YRA.

Selamat Hari Buruh Internasional “Mayday 2026” ***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN UP3 Sukabumi Operasikan 23 SPKLU

0

Wartain.com – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dengan mengoperasikan 23 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Sukabumi, Rabu (30/4/2026).

Langkah ini jadi bentuk komitmen PLN mendorong percepatan ekosistem Electric Vehicle (EV) di daerah. Dengan sebaran 23 titik, pengguna mobil dan motor listrik kini lebih mudah mengakses pengisian daya secara cepat dan nyaman.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyebut pembangunan SPKLU sebagai respons PLN terhadap tren teknologi dan kebutuhan masyarakat yang mulai beralih ke energi ramah lingkungan.

“Dengan tersedianya 23 SPKLU di Sukabumi, kami berharap masyarakat semakin yakin untuk beralih ke kendaraan listrik karena akses pengisian daya kini semakin mudah dijangkau,” ujar Eka.

Ia menegaskan PLN akan terus mengevaluasi dan menambah jaringan SPKLU. Titik-titik strategis seperti pusat kota, rest area, pusat perbelanjaan, dan jalur wisata jadi prioritas pengembangan berikutnya.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menambahkan bahwa infrastruktur SPKLU adalah kunci membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik. Ini sejalan dengan target nasional transisi energi.

“Ketersediaan SPKLU yang memadai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. PLN berkomitmen terus memperluas infrastruktur ini guna mendukung pengurangan emisi karbon,” tegas Sugeng.

Perluasan SPKLU juga mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission 2060. Kendaraan listrik dinilai efektif menekan polusi udara, terutama di kota dengan tingkat kemacetan tinggi seperti Sukabumi.

Untuk memudahkan pengguna, PLN mengarahkan masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Lewat aplikasi itu, pengguna bisa cek lokasi SPKLU terdekat, status ketersediaan, hingga transaksi pengisian daya secara digital.

PLN optimistis kehadiran 23 SPKLU akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Sukabumi. Selain lebih hemat, penggunaan EV juga berkontribusi langsung menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Meski Didominasi PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang Berhasil Menang Tipis 1-0

0

Wartain.com – Persita Tangerang berhasil memetik kemenangan krusial saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Bertanding di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, tim tamu yang berjuluk Pendekar Cisadane tersebut sukses mengunci kemenangan tipis dengan skor 0-1. Gol tunggal dalam pertandingan ini tercipta di menit-menit awal yang mengejutkan publik tuan rumah. Kamis 30 April 2026

Pertandingan baru berjalan lima menit ketika penyerang Persita, Aleksa, berhasil menggetarkan jala gawang PSIM Yogyakarta. Gol cepat ini berawal dari sebuah skema serangan balik kilat yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Laskar Mataram. Keunggulan 0-1 tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua, meskipun tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh tuan rumah.

Secara statistik, PSIM Yogyakarta sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang 90 menit pertandingan. Tim asuhan tuan rumah mencatatkan penguasaan bola hingga 79 persen berbanding 21 persen milik Persita. Tak hanya itu, PSIM juga melepaskan 23 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, serta menciptakan 12 peluang emas. Namun, rapatnya barisan pertahanan tim tamu membuat segala upaya PSIM menemui jalan buntu.

Persita Tangerang memilih taktik bertahan total setelah unggul satu bola. Hal ini terlihat dari catatan statistik pertahanan mereka yang sangat mencolok, di mana Javlon dan kawan-kawan melakukan 40 kali sapuan (clearances), 32 intersep, dan 20 tekel sukses untuk menghalau gempuran lawan. Meskipun hanya mencatatkan 7 tembakan sepanjang laga, efektivitas serangan balik menjadi kunci kemenangan tim tamu dalam laga sengit ini.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi PSIM Yogyakarta mengingat mereka unggul dalam segala aspek permainan, termasuk akurasi operan yang mencapai 86 persen dengan total 539 operan sukses. Kurangnya penyelesaian akhir yang klinis dan kegagalan memaksimalkan 55 sentuhan di kotak penalti lawan membuat Laskar Mataram harus kehilangan poin penting di hadapan pendukungnya sendiri.

Kemenangan ini membawa Persita Tangerang pulang dengan raihan tiga poin berharga yang mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara. Sebaliknya, bagi PSIM Yogyakarta, hasil ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk memperbaiki efektivitas lini depan yang tampil dominan namun gagal mencetak gol penyeimbang maupun pembalik keadaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Mental Juara! Sempat Tertinggal, Persib Mengamuk di Stadion Sumpah Pemuda

0

Wartain.com – Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas juaranya dalam lanjutan BRI Super League dengan menumbangkan tuan rumah Bhayangkara Lampung FC lewat skor meyakinkan 4-2. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, ini memperlihatkan dominasi Maung Bandung yang tidak kunjung padam meski sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Kemenangan ini sekaligus mempertegas ambisi Persib untuk merebut gelar juara tiga kali berturut-turut pada musim ini. Kamis, 30 April 2026.

Bhayangkara Lampung FC sebenarnya memulai laga dengan sangat efektif di hadapan pendukungnya sendiri. Baru lima menit laga berjalan, Henry berhasil mengoyak jala Persib, disusul gol kedua oleh Moussa JR pada menit ke-25. Keunggulan 2-0 ini sempat membuat tim tamu tertekan, mengingat efektivitas serangan Bhayangkara yang sangat tinggi meski hanya menguasai 30% bola sepanjang pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda tersebut.

Namun, titik balik kebangkitan Persib dimulai tepat sebelum turun minum. Pada masa injury time babak pertama (45+1′), Barba berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol krusial ini menjadi bahan bakar bagi anak-anak asuh Bojan Hodak untuk tampil lebih agresif di paruh kedua. Terbukti, hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, Berguinho menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-48 yang meruntuhkan moral pertahanan tuan rumah.

Memasuki pertengahan babak kedua, Persib Bandung benar-benar menggila dan mengunci kendali permainan secara total. Beckham membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada menit ke-59 lewat skema serangan yang rapi. Pesta gol tim tamu akhirnya ditutup oleh aksi Adam Alis pada menit ke-88, memastikan Persib pulang dari Lampung dengan poin penuh dan mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen.

Berdasarkan statistik akhir, kemenangan ini bukanlah sebuah kebetulan. Persib mendominasi jalannya laga dengan 70% penguasaan bola dan melepaskan 18 tembakan, di mana 7 di antaranya tepat sasaran. Akurasi operan yang mencapai 83% serta 65 kali operan ke area final third menunjukkan betapa taktisnya permainan yang diperagakan untuk membongkar pertahanan rapat Bhayangkara yang melakukan hingga 34 kali sapuan bola.

Kemenangan dramatis di Stadion Sumpah Pemuda ini menjadi sinyal kuat bagi rival-rival lainnya bahwa mentalitas “Maung” tetaplah yang terkuat di liga. Dengan hasil ini, Persib Bandung semakin optimis menatap sisa musim demi mewujudkan misi besar mereka, yakni meraih trofi BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun. Fokus dan konsistensi di babak kedua menjadi kunci utama yang patut diwaspadai oleh lawan-lawan berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Update Penangkapan WN Asing di Sukabumi: Diduga Terlibat Love Scamming

0

Wartain.com — Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 16 warga negara asing (WNA) di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga terlibat dalam praktik penipuan daring bermodus hubungan asmara atau love scamming. Para pelaku kini berstatus deteni di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Sukabumi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan bahwa para WNA tersebut terdiri dari 12 warga negara China, tiga warga Malaysia, dan satu warga Taiwan. Mereka diduga menjalankan aksinya dari Indonesia dengan menyasar korban di luar negeri, terutama Amerika Serikat.

“Total ada 16 orang, dan saat ini semuanya telah diamankan sebagai deteni di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Sukabumi,” ujar Hendarsam, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, para pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan kriminal lintas negara yang memanfaatkan pendekatan emosional untuk menipu korban demi keuntungan finansial. Aktivitas mereka diketahui terpusat di wilayah Sukabumi.

“Ke-16 orang ini patut diduga melakukan praktik love scamming. Mereka beroperasi di Sukabumi, sementara korbannya berada di luar negeri,” katanya.

Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan, termasuk koordinasi dengan perwakilan negara asal masing-masing WNA untuk proses deportasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan kedutaan besar negara asal mereka terkait proses pemulangan,” tambah Hendarsam.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, menyebut penangkapan ini berawal dari laporan intelijen yang diterima pada akhir Maret 2026. Setelah itu, tim melakukan pemantauan tertutup dan profiling terhadap para terduga pelaku.

“Pengawasan dilakukan sejak 30 Maret hingga pertengahan April. Kami juga mengumpulkan bukti berupa dokumentasi yang mengindikasikan adanya pelanggaran keimigrasian,” ujar Yuldi.

Operasi penindakan dilakukan pada dini hari setelah petugas mencurigai adanya upaya pelarian dari para pelaku. Tim kemudian melakukan penyisiran di sejumlah lokasi, termasuk penginapan dan kawasan pesisir di Sukabumi.

“Petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan satu orang di lokasi awal beserta sejumlah barang bukti elektronik,” katanya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sedikitnya 150 unit telepon genggam dan 50 unit komputer. Selain itu, ditemukan pula perangkat jaringan internet berkapasitas besar yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penipuan.

“Dari pemeriksaan perangkat, ditemukan pola aktivitas yang mengarah pada praktik love scamming, yakni penipuan dengan pendekatan emosional melalui media sosial, lalu diarahkan ke investasi fiktif seperti kripto dan forex,” jelasnya.

Selain dugaan tindak pidana penipuan, para WNA tersebut juga terindikasi melakukan pelanggaran izin tinggal selama berada di Indonesia.

Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, sembari menunggu proses administratif dan koordinasi internasional untuk langkah hukum berikutnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Seleksi Beasiswa Tahfidz 2026 di Sukabumi Berlangsung Ketat, Puluhan Siswa SD Berebut Kuota Terbatas

0

Wartain.com — Proses seleksi Program Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an Bupati Sukabumi tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini digelar di SDN Kebonwaru, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kamis (30/04/2026).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, membuka kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, program beasiswa tahfidz merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan generasi yang mandiri, cerdas, dan berkarakter.

Ia menyebut, pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Dari 90 peserta yang mendaftar, sebanyak 76 siswa dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak mengikuti tahap seleksi. Mereka memperebutkan 26 kuota beasiswa yang tersedia untuk jenjang SD pada tahun ini.

Herdiawan menambahkan, hasil seleksi akan segera diumumkan dan penyerahan beasiswa secara simbolis direncanakan berlangsung pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing jenjang pendidikan akan diwakili oleh tiga siswa terbaik.

Program yang telah berjalan selama lima tahun ini terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah pun membuka peluang untuk menambah kuota penerima di masa mendatang agar manfaatnya semakin luas dirasakan.

Sementara itu, panitia pelaksana Asep Cakra Pangestu menjelaskan bahwa seleksi dilakukan melalui dua skema, yakni evaluasi bagi penerima beasiswa sebelumnya serta penjaringan peserta baru.

Ia menegaskan, proses penilaian melibatkan berbagai unsur, seperti Dinas Pendidikan, pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, hingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebagai dewan juri.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan hasil seleksi yang objektif dan berkualitas. Sebagai bentuk apresiasi, peserta terpilih juga akan dilibatkan dalam rangkaian upacara Hari Pendidikan Nasional.

Menutup kegiatan, panitia menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan hafalan dan memperkuat akhlak. Bagi yang belum berhasil, diharapkan tetap semangat dan menjadikan pengalaman ini sebagai dorongan untuk terus belajar dan berkembang.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki karakter mulia serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Didesak Warga Soal Jalan Rusak, Kades Sukatani Surade Nyatakan Siap Mundur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi panjang warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, capai titik krusial. Kepala Desa Sukatani, Sulaemansyah, secara terbuka menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya.

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan ratusan warga dalam musyawarah tegang di kantor desa, Kamis (30/4/2026). Sikap Kades muncul usai gelombang protes soal janji perbaikan infrastruktur jalan yang tak kunjung terealisasi.

“Saya siap mundur apabila saya tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan,” ucap Sulaemansyah yang dibacakan di hadapan masyarakat. Pernyataan tersebut langsung jadi momen penting dalam forum.

Warga merespons beragam. Sebagian menganggapnya bentuk tanggung jawab dan keberanian Kades. Namun sebagian lain masih ragu, menunggu bukti nyata realisasi komitmen tersebut di lapangan.

Aksi warga Sukatani memang sudah berlangsung berulang kali. Dalam beberapa hari terakhir, protes memuncak. Tuntutan utama tetap sama: perbaikan jalan desa yang rusak parah.

Bagi warga, jalan bukan sekadar akses. Kerusakan jalan menghambat aktivitas ekonomi, distribusi hasil tani, anak sekolah, hingga layanan kesehatan darurat. Itu yang membuat warga terus mendesak kepastian.

Suasana musyawarah sempat memanas. Warga yang kecewa dengan jawaban normatif pemerintah desa terus menuntut kejelasan. Desakan bertubi-tubi itu akhirnya berujung pada pernyataan sikap mundur dari Kades.

Camat Surade menegaskan, meski sudah ada pernyataan terbuka, proses pengunduran diri Kades tetap harus ikut mekanisme. Sesuai aturan, prosesnya melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan regulasi pemerintah yang berlaku.

Warga menyebut pernyataan Kades sebagai hasil perjuangan panjang mereka. Namun implementasinya belum final. Semua masih bergantung proses administratif dan ketentuan hukum. Warga berjanji akan terus mengawal sampai jalan benar-benar diperbaiki.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Diskominfo Sukabumi Peringati Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2026, Dorong Transparansi dan Partisipasi Publik 

0

Bisnismews.net – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HKIN) yang jatuh pada 30 April 2026.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Melalui tema keterbukaan informasi, Diskominfo menekankan bahwa akses informasi publik yang mudah, cepat, dan tepat merupakan hak masyarakat sekaligus fondasi utama dalam membangun kepercayaan terhadap pemerintah. Keterbukaan informasi juga dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan daerah.

Dalam keterangannya, Diskominfo Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa transparansi bukan hanya sebatas kewajiban, melainkan kebutuhan dalam menciptakan pemerintahan yang berintegritas. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat turut mengawasi, memberikan masukan, serta berkontribusi secara konstruktif terhadap kebijakan publik.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu kunci dalam memperluas akses keterbukaan. Digitalisasi layanan informasi publik diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Momentum Hari Keterbukaan Informasi Nasional ini juga menjadi ajakan bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Melalui keterbukaan informasi, kita bangun transparansi, partisipasi, dan kolaborasi demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.

Dengan semangat HKIN 2026, Diskominfo Kabupaten Sukabumi berharap keterbukaan informasi dapat terus diperkuat sebagai budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus menjadi pendorong utama kemajuan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Seorang PNS di Sukabumi Ditemukan Meninggal di Rumah, Diduga Akhiri Hidup

0

Wartain.com — Warga Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial TN (43), Kamis (30/4/2026) dini hari. Korban yang diketahui merupakan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, AN (13), sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, saksi terbangun dan hendak menuju kamar mandi. Namun ketika melintas di ruang depan, ia mendapati ayahnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Teriakan saksi sontak mengundang perhatian warga sekitar yang sedang melaksanakan ronda malam. Mereka kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengatakan petugas dari Polsek Gunungguruh bersama tim Inafis segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

“Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban serta mengamankan lokasi kejadian,” ujar Ade.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga mengakhiri hidupnya di dalam rumah. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya indikasi kekerasan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan pribadi. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Meski demikian, pihak kepolisian telah menawarkan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, keluarga menolak dan telah membuat pernyataan resmi.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambah Ade.

Penanganan peristiwa ini melibatkan jajaran Polsek Gunungguruh, tim Inafis Polres Sukabumi Kota, serta aparat desa setempat. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.***(RAF)

Catatan Redaksi:
Berita ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Editor : Aab Abdul Malik