26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 12

Motor Honda Beat Raib di Nagrak, Pencuri Ditangkap Warga Usai Dikejar dari Cisarua

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi pencurian motor kembali meresahkan warga Nagrak. Selasa siang, 16 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku menggondol Honda Beat Deluxe abu-abu milik Raisa di Kampung Babakan Jahe, Desa Cisarua. Korban saat itu sedang bertamu dan makan seblak bersama teman.

Raisa, warga Wangun, baru sadar setelah temannya mendengar suara janggal dari luar. Suara “cekrek” seperti kunci dipaksa memecah suasana. Saat dicek, motor korban sudah dibawa kabur pelaku.

Tanpa pikir panjang, Raisa berlari keluar dan mengejar. Sambil berteriak minta tolong, ia meminta bantuan pengendara lain yang melintas. Pengejaran berlangsung sampai ke area Babakan Jahe.

Upaya warga membuahkan hasil. Dua orang pelaku berhasil dihadang. Satu di antaranya berhasil kabur, sedangkan satu pelaku lain tertangkap di lokasi. Pelaku yang tertangkap berinisial D (42) tahun, asal Kampung Cibeber, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.

Emosi warga yang sudah kesal dengan aksi curanmor langsung meluap. Pelaku D sempat dihajar massa hingga babak belur sebelum ketua RT dan warga lain melerai. Tindakan main hakim sendiri baru berhenti setelah polisi datang.

Dari pelaku, warga menemukan kunci letter T masih menempel di motor korban. Sepeda motor milik pelaku yang ditinggalkan di TKP juga diamankan sebagai barang bukti. Semua barang bukti sempat dititipkan ke ketua RT setempat.

Petugas Polsek Nagrak bergerak cepat setelah mendapat laporan. Pelaku D langsung dibawa ke Mapolsek Nagrak untuk diperiksa. Kondisinya saat diamankan sudah dalam keadaan luka akibat amukan warga.

Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi meminta keterangan saksi, termasuk warga bernama Pak Abra yang melihat langsung kejadian saat motor korban digondol.

Korban Raisa mengaku kejadian berlangsung cepat. Ia tidak menyangka motor yang diparkir sebentar saat bertamu bisa hilang. Tangisnya pecah saat diminta menceritakan kronologi kepada petugas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada. Memarkir motor di luar rumah, walau hanya sebentar dan di lingkungan teman, tetap berisiko jika kunci masih menempel.

Polsek Nagrak mengimbau masyarakat mengunci stang ganda, menggunakan kunci tambahan, dan memarkir kendaraan di tempat yang terlihat. Kewaspadaan kecil dapat mencegah kerugian besar.

Penyidik kini fokus melengkapi berkas perkara untuk pelaku D dan memburu rekannya yang melarikan diri. Polisi berharap informasi dari warga dapat membantu mempercepat penangkapan pelaku kedua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

RW 5 Borong Juara, Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang Sukses Digelar

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, sukses digelar dengan rangkaian lomba-lomba keislaman. Acara bertema “Mencrang Desanya Mencrang Generasinya” itu diikuti peserta dari berbagai RW.

Panitia mengumumkan daftar pemenang pada Selasa, 16 Juni 2026. Lomba yang digelar meliputi Adzan, Musabaqah Hifzhil Qur’an atau MHQ, Kaligrafi, dan Lomba Cerdas Cermat Keislaman atau LCC.

Pada lomba Adzan, juara 1 diraih Hafidz dari RW 2. Posisi juara 2 ditempati Rijal dari RW 8, sedangkan juara 3 diraih M. Pawaz dari RW 4. Penilaian dewan juri menitikberatkan pada tajwid, suara, dan adab adzan.

Untuk lomba MHQ, Adinda Laura Putri dari RW 5 keluar sebagai juara 1. Juara 2 diraih Siti Marwah dari RW 3, dan juara 3 disabet Risdayanati dari RW 7. Para peserta dinilai berdasarkan kefasihan dan hafalan surat yang diujikan.

RW 5 Borong Juara, Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang Sukses Digelar (Foto : Aab)

Lomba Kaligrafi dimenangi Ade Yusuf dari RW 5. Juara 2 jatuh kepada Niswah dari RW 1, dan juara 3 diraih Karin Sahira dari RW 7. Karya peserta dinilai dari kerapian, estetika, dan kesesuaian kaidah kaligrafi.

Pada lomba LCC, tim dari RW 1 yang beranggotakan Jahra, Anisa, dan Aimiy berhasil menjadi juara 1. Tim RW 8 dengan anggota Syakila, Anis Syahar, dan Sri Andini meraih juara 2. Sementara tim RW 5 yang terdiri dari Desifa, Laila Alifa, dan Sefrizal menempati juara 3.

Dengan demikian, RW 5 menjadi peserta dengan raihan juara terbanyak. RW tersebut menyumbang juara 1 MHQ, juara 1 Kaligrafi, dan juara 3 LCC. RW 1 juga tampil apik dengan meraih juara 2 Kaligrafi dan juara 1 LCC.

Ketua Panitia Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang, Robi Maulana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan warga. Ia menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Alhamdulillah Gebyar 1 Muharam berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada semua RW, dewan juri, dan warga yang sudah mendukung. Semoga lomba ini menumbuhkan semangat hijrah dan cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda,” ujar Robi Maulana.

Sejumlah peserta antusias mengikuti lomba kaligrafi (Foto : Aab)

Robi menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan makna 1 Muharam sebagai momentum muhasabah dan perubahan. “Melalui lomba, anak-anak dan remaja diajak mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Pemerintah Desa Pawenang mendukung penuh kegiatan tersebut. Kepala Desa berharap tradisi positif seperti ini terus dilanjutkan setiap tahun agar semangat keislaman warga semakin kuat.

Seluruh pemenang akan menerima penghargaan dari pemerintah desa. Robi Maulana menutup dengan ucapan selamat kepada para juara dan mengajak warga menjadikan 1 Muharam sebagai awal perbaikan diri.

“Selamat kepada para pemenang. Mari kita jadikan momentum 1 Muharam untuk hijrah menjadi pribadi dan desa yang lebih baik,” pungkas Robi Maulana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cerita Heroik Seorang Warga, Selamatkan Bocah Tenggelam di Kolam Renang Oasis Sukabumi

0

Wartain.com – Di balik selamatnya seorang bocah berusia lima tahun yang sempat tenggelam di kolam renang Wisata Alam Oasis, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, terdapat aksi heroik seorang pengunjung bernama Ressi Monica (35). Berbekal ilmu keperawatan yang dimilikinya, perempuan tersebut sigap memberikan pertolongan pertama hingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, Ressi bersama keluarganya baru saja tiba di lokasi wisata dan tengah bersiap mendampingi anak-anaknya berenang.

Namun suasana liburan yang semula santai mendadak berubah ketika sang suami menghampirinya dengan tergesa-gesa dan memberitahukan bahwa ada seorang anak yang tenggelam di kolam renang.

Tanpa berpikir panjang, Ressi langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, ia mendapati korban sedang dievakuasi oleh seorang pria dengan posisi kepala berada di bawah dan kaki di atas. Melihat kondisi tersebut, ia segera mengarahkan agar anak itu dibaringkan di tempat yang datar untuk memudahkan pemeriksaan dan penanganan.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, kondisi korban sangat kritis. Anak tersebut tidak menunjukkan respons, tubuhnya lemas, denyut nadi hampir tidak teraba, tangan dan kaki terasa dingin, serta bibirnya membiru akibat kekurangan oksigen.

Melihat situasi darurat tersebut, Ressi segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sesuai prosedur pertolongan pertama pada korban tenggelam.

Selama kurang lebih empat hingga lima menit, ia terus memberikan kompresi dada secara intensif dengan ritme sekitar 100 hingga 120 kali per menit. Upaya itu dilakukan tanpa henti hingga korban mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“CPR saya lakukan sekitar empat sampai lima siklus sampai akhirnya korban mulai memberikan respons dan bantuan medis lainnya datang,” ujar Ressi, Selasa (16/6/2026).

Di tengah proses penyelamatan, Ressi mengaku menghadapi tantangan karena tidak ada tenaga kesehatan lain yang langsung membantu. Padahal, dalam prosedur CPR, idealnya tindakan dilakukan secara bergantian setiap dua menit agar kualitas kompresi tetap maksimal dan penolong tidak mengalami kelelahan.

Ia bahkan sempat berteriak meminta bantuan tenaga medis lain karena mulai kehabisan tenaga. Namun, bantuan baru datang setelah kondisi korban berangsur membaik.

Menurutnya, saat itu beberapa orang sempat mendesak agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun Ressi memilih melanjutkan proses CPR karena menilai kondisi anak tersebut belum stabil untuk dipindahkan.

Keputusan itu terbukti tepat. Setelah beberapa saat, korban mulai menunjukkan refleks batuk, mengeluarkan cairan dari hidung dan mulut, serta memperlihatkan gerakan tubuh sebagai tanda adanya respons.

Barulah setelah kondisi korban membaik, Ressi mengizinkan anak tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Meski suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi kepanikan, Ressi dan suaminya berusaha tetap fokus. Sang suami juga turut membantu dengan mengimbau para pengunjung agar tidak berkerumun sehingga proses penyelamatan dapat berlangsung lebih leluasa.

Rasa syukur pun tak bisa disembunyikan saat korban akhirnya berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah, saya merasa lega karena korban bisa tertolong,” ucapnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengetahuan pertolongan pertama bagi masyarakat. Ressi menilai keterampilan CPR seharusnya tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat umum karena kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan dengan teknik yang benar dan pada waktu yang tepat dapat menjadi penentu antara hidup dan mati seseorang.

Selain mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain di area perairan, Ressi juga mendorong pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Ia menilai seluruh karyawan yang bertugas di lokasi wisata sebaiknya dibekali pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk kemampuan melakukan CPR, sehingga dapat memberikan pertolongan cepat sebelum tenaga medis tiba.

“Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia di lokasi wisata sangat penting untuk meminimalkan risiko dan menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkot Sukabumi Ajak Warga Jadikan Muharam Momentum Perubahan

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar doa bersama dan tasyakur nikmat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Kota Sukabumi, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ajakan untuk memperkuat semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh agama, serta masyarakat yang turut memadati masjid untuk mengikuti rangkaian acara.

Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan yang diawali dengan pembacaan Surat Yasin, lantunan sholawat, serta tasmi menjelang waktu Magrib. Memasuki pergantian tahun Hijriah, jamaah bersama-sama memanjatkan doa awal tahun sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum penting untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas diri.

Menurutnya, makna hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW harus dipahami sebagai proses transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam aspek keimanan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ayep mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai titik awal memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ia menilai semangat hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan etos kerja, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Sukabumi.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk terus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, keberhasilan pembangunan tersebut membutuhkan dukungan, partisipasi, dan doa dari seluruh elemen masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan pribadi, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Semoga tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik dalam menjalankan ibadah dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ayep.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan K.H. Endang Saifullah mengajak masyarakat memaknai pergantian tahun sebagai sarana muhasabah diri. Ia mengingatkan bahwa bertambahnya usia sejatinya menjadi pengingat bagi setiap manusia untuk semakin meningkatkan amal ibadah dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurutnya, semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan terus melakukan perubahan positif serta memperbaiki kualitas diri dari waktu ke waktu.

Melalui kegiatan doa dan tasyakur nikmat ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan optimisme dalam membangun Kota Sukabumi yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

BKPSDM Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah

0

Wartain.com – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Melalui momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini, BKPSDM mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki kualitas kehidupan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si., menyampaikan harapan agar tahun baru ini menjadi awal yang penuh keberkahan dan membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat. “Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga tahun baru ini membawa hati yang lebih tenang, langkah yang lebih baik, dan doa-doa yang segera Allah kabulkan,” ujarnya.

Menurutnya, semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharram hendaknya menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Peringatan Tahun Baru Islam juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, dan membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

BKPSDM Kabupaten Sukabumi berharap semangat Muharram dapat menjadi pendorong bagi seluruh ASN untuk terus berinovasi, bekerja secara profesional, dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan melayani.

Dengan datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, diharapkan seluruh masyarakat dapat menyambut tahun baru ini dengan hati yang bersih, semangat yang baru, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pusat Gempa 42 Km Tenggara Kota Palu

0
Oplus_131072

Wartain.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kota Palu dan sekitarnya, Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat pusat gempa berada di darat 42 km tenggara Palu.

Berdasarkan data BMKG, koordinat gempa terletak pada 1,04 LS – 120,23 BT dengan kedalaman 10 km. Kedalaman dangkal membuat guncangan dirasakan kuat di permukaan. 3982

Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum merilis informasi terkait potensi tsunami. Warga pesisir Teluk Palu diimbau tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BMKG serta BPBD setempat.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Banyak warga spontan berhamburan keluar rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri.

Intensitas guncangan diprakirakan mencapai V-VI MMI di Kota Palu. Pada skala tersebut, getaran dirasakan semua orang. Perabot rumah tangga bergoyang dan sebagian barang dapat terjatuh.

Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Tim BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu masih melakukan pendataan di lapangan.

BMKG mengingatkan potensi gempa susulan masih ada. Gempa utama berkekuatan besar dengan kedalaman dangkal biasanya diikuti oleh aktivitas aftershock.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Palu mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Semua informasi resmi dapat diakses melalui kanal BMKG.

Warga diimbau menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi roboh. Hindari area tebing, pantai, dan bangunan tinggi selama beberapa jam ke depan hingga situasi dinyatakan aman.

Pemerintah Kota Palu meminta masyarakat tetap tenang namun siaga. Titik kumpul aman dan jalur evakuasi agar diingat, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir.

Mengingat Palu merupakan daerah rawan gempa sejak peristiwa 28 September 2018, kewaspadaan harus terus dijaga. Membangun rumah tahan gempa dan menyiapkan tas siaga bencana menjadi langkah penting.

BMKG terus memantau perkembangan gempa secara real time. Jika terjadi perubahan parameter atau informasi tambahan, BMKG akan segera memperbarui melalui situs resmi dan media sosialnya.***

Disclaimer: Tetap utamakan keselamatan. Jika Anda merasakan guncangan kuat, segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau keluar ke ruang terbuka.

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Rekap Piala Dunia 2026: Empat Laga Senin-Selasa 15-16 Juni 2026 Berakhir Imbang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Empat pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin, 15 Juni 2026 malam hingga Selasa, 16 Juni 2026 pagi WIB, semuanya berakhir imbang. Tidak ada pemenang dalam empat laga Grup G dan Grup H.

Grup H: Spanyol 0-0 Tanjung Verde

Timnas Spanyol ditahan imbang Tanjung Verde 0-0. Padahal La Furia Roja tampil dominan sepanjang laga. Anak asuh Luis de la Fuente menguasai 65 persen penguasaan bola.

Dominasi Spanyol tidak berbuah gol. Mikel Oyarzabal dan kawan-kawan menorehkan 27 peluang dan tujuh tembakan tepat sasaran. Namun, pertahanan debutan Piala Dunia Tanjung Verde tampil disiplin hingga peluit akhir.

Grup G: Belgia 1-1 Mesir

Laga Belgia kontra Mesir berakhir 1-1. Timnas Mesir unggul cepat pada menit ke-19 melalui gol Emam Ashour. Gol tersebut lahir dari umpan Mohamed Salah.

Belgia baru menyamakan kedudukan pada babak kedua. Sayangnya gol penyama bukan dicetak pemain De Rode Duivels, melainkan gol bunuh diri Mohamed Hany. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Grup H: Arab Saudi 1-1 Uruguay

Pertandingan Arab Saudi versus Uruguay juga berakhir 1-1. Uruguay yang menurunkan Darwin Nunez mendominasi jalannya pertandingan sepanjang 90 menit.

Tim berjuluk La Celeste menorehkan 27 peluang. Namun mereka kecolongan lebih dulu. Abdulelah Al-amri mencetak gol untuk Arab Saudi pada akhir babak pertama.

Uruguay baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-80. Maxi Araujo menjadi pencetak gol penyeimbang. Tambahan satu poin membuat kedua tim harus puas berbagi angka.

Grup G: Iran 2-2 Selandia Baru

Laga terakhir digelar di Stadion Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa pagi WIB. Timnas Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru.

Petaka datang cepat untuk Iran. Baru tujuh menit berjalan, Mehdi Taremi dan kawan-kawan sudah kebobolan gol Elijah Just. Ramin Rezaeian menyamakan kedudukan pada menit ke-32.

Memasuki awal babak kedua, Elijah Just kembali menjebol gawang Iran. Brace dari penyerang Selandia Baru itu membawa timnya kembali unggul 2-1. Iran akhirnya menyamakan skor menjadi 2-2 hingga laga selesai.

Hasil seri di empat laga ini membuat klasemen Grup G dan Grup H langsung ketat sejak matchday pertama. Spanyol, Tanjung Verde, Belgia, Mesir, Arab Saudi, Uruguay, Iran, dan Selandia Baru sama-sama mengoleksi satu poin. Persaingan di matchday kedua dipastikan semakin sengit.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan H. Junajah Ajak Warga Sukabumi Hijrah di 1 Muharam 1448 H

0
Oplus_131072

Wartain.com – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Menurut H. Junajah, momentum pergantian tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Manusia diajak menengok ke belakang, mengevaluasi amal perbuatan, lalu memperbaiki niat untuk setahun ke depan.

Ia menekankan tiga hal utama yang harus dikuatkan saat Muharam: iman, kepedulian sosial, dan semangat hijrah. Hijrah di sini dimaknai sebagai perpindahan dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

“Semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

H. Junajah juga mengajak warga Sukabumi mempererat persatuan di tengah keberagaman. Muharam bukan hanya seremoni, tetapi pengingat bahwa kekuatan daerah ada pada kebersamaan.

Nilai gotong royong dan saling menghormati disebutnya sebagai modal penting membangun daerah. Tanpa dua nilai itu, pembangunan fisik akan sulit beriringan dengan pembangunan karakter masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi, sosial, dan digital, H. Junajah berpesan agar masyarakat tetap menjaga optimisme. Optimisme lahir dari iman yang kuat dan usaha yang konsisten.

Ia mengingatkan, Tahun Baru Islam bukan sekadar tanggal merah di kalender. Ini pengingat bahwa waktu terus berjalan, sementara bekal amal harus terus ditambah.

“Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” kata Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu.

Untuk mewujudkan Sukabumi yang lebih baik, H. Junajah mengajak masyarakat memperkuat tiga pilar: memperkuat iman melalui ibadah, meningkatkan kualitas diri lewat pendidikan dan keterampilan, serta terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada nilai-nilai religius dan kesejahteraan. Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dinilai kunci agar program pembangunan tepat sasaran.

H. Junajah berharap peringatan 1 Muharam 1448 H menumbuhkan semangat baru di setiap desa dan kelurahan. Dari tingkat RT sampai kecamatan, semua elemen harus bergerak bersama.

Visi besarnya jelas: Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan sejahtera. Religius karena warganya taat, maju karena SDM-nya berkualitas, sejahtera karena ekonominya berkeadilan. Semua sejalan dengan nilai luhur Islam.

Menutup pernyataannya, H. Junajah mendoakan agar tahun baru ini membawa keberkahan. “Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mari kita jadikan momentum ini untuk hijrah, berbenah, dan membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik untuk semua,” pungkas H. Junajah Jajah Nurdiansyah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menelisik Neurosains, Kesadaran, dan Perilaku Manusia: Catatan Kritis atas Pemikiran dr. Ryu Hasan

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com – Perkembangan neurosains dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara manusia memahami dirinya sendiri. Jika dahulu perilaku manusia banyak dijelaskan melalui filsafat, agama, atau psikologi, kini ilmu saraf berusaha menelusuri akar seluruh pengalaman manusia hingga ke aktivitas miliaran neuron di dalam otak.

Di Indonesia, salah satu tokoh yang aktif memperkenalkan perspektif ini kepada publik adalah Ryu Hasan. Melalui berbagai diskusi, wawancara, dan kanal edukasi, ia mengajak masyarakat melihat manusia sebagai produk evolusi biologis yang sangat kompleks. Pandangannya sering kali provokatif karena menantang banyak asumsi yang selama ini dianggap mapan.

Kesadaran: Produk Evolusi atau Realitas Fundamental?

Salah satu gagasan yang sering dikemukakan dr. Ryu Hasan adalah bahwa kesadaran bukanlah sesuatu yang turun dari langit secara terpisah dari tubuh, melainkan hasil proses evolusi biologis yang berlangsung selama jutaan tahun.

Dalam perspektif neurosains, kesadaran muncul dari aktivitas jaringan saraf yang sangat kompleks. Pikiran, emosi, kehendak, bahkan identitas diri dipandang sebagai hasil kerja otak yang terus-menerus memproses informasi dari lingkungan.
Pandangan ini menimbulkan pertanyaan besar:

Apakah manusia hanyalah mesin biologis yang sangat rumit?
Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Jika kesadaran lahir dari otak, apakah ia akan lenyap ketika otak berhenti bekerja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga hari ini masih menjadi perdebatan besar antara neurosains, filsafat, dan agama.

Otak dan Perilaku Sosial

Neurosains menunjukkan bahwa perilaku sosial manusia tidak muncul secara kebetulan. Evolusi membentuk otak manusia agar mampu:
bekerja sama,
membangun kelompok,
mengenali kawan dan lawan,
menciptakan norma,
serta mengembangkan moralitas.

Dengan kata lain, rasa keadilan, empati, dan solidaritas memiliki dasar biologis yang kuat. Kelompok yang mampu bekerja sama cenderung bertahan hidup lebih baik dibanding kelompok yang penuh konflik.

Namun pada saat yang sama, evolusi juga mewariskan kecenderungan lain:
egoisme,
dominasi,
perebutan sumber daya,
dan konflik antarkelompok.

Karena itu, sejarah manusia selalu bergerak di antara dua kutub: kerja sama dan persaingan.

Neurosains Melihat Kedzaliman dan Ketidakadilan

Dari sudut pandang neurosains, kedzaliman tidak dipahami sebagai kategori metafisik, melainkan sebagai perilaku yang muncul dari interaksi berbagai faktor:
Struktur biologis otak.
Lingkungan sosial.
Pendidikan.
Pengalaman hidup.
Sistem politik dan ekonomi.

Kekuasaan yang terlalu besar, misalnya, dapat memengaruhi cara seseorang memandang orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan sering menurunkan sensitivitas terhadap penderitaan pihak lain dan meningkatkan kecenderungan untuk membenarkan tindakan sendiri.

Karena itu, neurosains tidak hanya bertanya:
“Siapa yang salah?”
Tetapi juga:
“Kondisi biologis dan sosial apa yang memungkinkan kesalahan itu terjadi?”

Dialog dengan Perspektif Tauhid

Bagi sebagian kalangan, termasuk para pencari Ma’rifatullah, penjelasan neurosains belum tentu menjawab seluruh dimensi kemanusiaan.
Neurosains mampu menjelaskan:
bagaimana otak bekerja,
bagaimana emosi muncul,
bagaimana keputusan dibuat.
Namun pertanyaan yang lebih mendasar tetap terbuka:
Mengapa kesadaran ada?
Apa makna hidup?
Mengapa manusia mencari kebenaran?
Dari mana asal pengalaman spiritual yang mendalam?

Dalam paradigma tauhid, otak dapat dipahami sebagai instrumen, sedangkan kesadaran terdalam manusia berhubungan dengan ruh dan fitrah yang berasal dari Allah.
Dengan demikian, neurosains dan spiritualitas tidak harus selalu dipertentangkan. Neurosains menjelaskan mekanisme, sedangkan agama dan filsafat berusaha menjelaskan makna.

Penutup

Kajian-kajian yang disampaikan oleh dr. Ryu Hasan penting untuk memperluas literasi ilmiah masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari alam biologis yang tunduk pada hukum-hukum evolusi dan kerja otak.
Namun pada saat yang sama, pertanyaan tentang makna, nilai, keadilan, dan tujuan hidup tetap menjadi wilayah yang melampaui penjelasan biologis semata.

Mungkin di titik inilah dialog antara neurosains, filsafat, dan spiritualitas menjadi penting. Sebab manusia bukan hanya makhluk yang berpikir, tetapi juga makhluk yang bertanya tentang makna keberadaannya.

Neurosains membantu kita memahami bagaimana manusia berpikir. Tauhid mengajak manusia memahami untuk apa ia berpikir. Di antara keduanya terbentang ruang dialog yang masih terus menunggu untuk dijelajahi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pemerintah Desa Pawenang Gelar Perlombaan Keagamaan

0

Empat Mata Lomba untuk Anak SD/MI Sederajat: MHQ, Adzan, Kaligrafi, dan LCC

Wartain.com – Pemerintah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dengan menggelar berbagai perlombaan keagamaan. Kegiatan ini dikhususkan bagi anak-anak tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan MDTU sederajat di wilayah Desa Pawenang, bertempat di Aula Bale Desa Pawenang, Selasa 16/06/2026.

Diketahui, sebanyak empat mata lomba diselenggarakan. Keempat lomba tersebut adalah Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Lomba Adzan, Lomba Kaligrafi, dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Keislaman. Setiap mata lomba dirancang untuk mengasah kemampuan dasar keagamaan peserta didik.

Ketua Panitia, Robi Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memotivasi anak-anak agar meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan keagamaan anak-anak,” ujar Robi Maulana.

Pelaksanaan lomba berlangsung meriah namun tetap tertib. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan lomba. Para guru ngaji dan orang tua turut mendampingi untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak.

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Pemerintah Desa Pawenang Gelar Perlombaan Keagamaan (Foto: Aab)

Sementara itu, Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, yang akrab disapa Aa Iing, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menggelar perlombaan keagamaan ini,” kata Aa Iing.

Menurut Kepala Desa, peringatan 1 Muharam merupakan momentum yang tepat untuk melakukan hijrah. Hijrah yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik, dimulai dari pembinaan generasi muda di desa.

Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an bertujuan melatih hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Lomba Adzan melatih kefasihan lafal dan pemahaman adab mengumandangkan azan. Lomba Kaligrafi menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tulis ayat suci Al-Qur’an.

Sementara itu, Lomba Cerdas Cermat Keislaman menguji wawasan peserta mengenai sejarah Islam, akhlak, dan ibadah sehari-hari. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami isi ajaran Islam.

Robi Maulana menambahkan bahwa penilaian juri tidak hanya didasarkan pada hasil akhir, tetapi juga pada sikap, kedisiplinan, dan sportivitas peserta selama lomba berlangsung.

Para peserta LCC antusias mengikuti lomba (Foto: Aab)

Pemerintah Desa Pawenang menyediakan hadiah dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Seluruh peserta juga menerima sertifikat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan semangat mereka mengikuti lomba.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “Pawenang Mencrang”. Visi tersebut mengandung makna desa yang maju, cerdas, dan berakhlak mulia melalui penguatan pendidikan agama sejak dini,” ucap Aa Iing.

Kepala Desa Hilman Nulhakim mengajak seluruh warga untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1448 H sebagai awal perubahan.

“Marilah kita bersama-sama mencetak generasi Pawenang Mencrang. Langkah awalnya dimulai dari masjid, madrasah, dan kegiatan positif seperti perlombaan ini,” pungkas Aa Iing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)