26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 11

Mengetuk Pintu Langit: Elemen Merah Putih Serukan Satu Bulan Bersholawat di Seluruh Negeri untuk Kedamaian, Kebangkitan Indonesia, dan Keselamatan Pemimpin Bangsa

0

Wartain.com – Menyambut datangnya Bulan Suci Muharam 1448 H, gabungan elemen masyarakat yang terdiri dari Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA98), Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Rumah Literasi Merah Putih/Serikat Rakyat Indonesia, dan Sinergi Media Merah Putih, Forum Mahasiswa Palabuhanratu mengumandangkan seruan nasional moral-spiritual bertajuk: “Seruan Bulan Muharam 1448 H Bersholawat untuk Kedamaian dan Kebangkitan Negeri, pers rilis diterima redaksi Rabu (17/06/2026).

“Gerakan ini merupakan sebuah manifesto spiritual dan filosofis untuk mengetuk pintu langit demi menurunkan berkah, memohon ampunan, serta memberikan perlindungan bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia, diserukan untuk menggemakan zikir, tasbih, dan sholawat selama satu bulan penuh setiap malam di seantero negeri—mulai dari masjid, pesantren, mushola, tajug, hingga ke pelosok perkotaan, perkampungan, dan pedesaan.

Secara filosofis, Muharam adalah momentum transisi spiritual (hijrah) dari kegelapan menuju cahaya. Di tengah situasi bangsa yang penuh dinamika, gerakan sholawat kolektif ini hadir sebagai jangkar penyeimbang dan manifestasi energi kosmis yang dahsyat untuk membersihkan jiwa bangsa dari kegaduhan duniawi.

Lebih dari sekadar ritual, gerakan spiritual ini berkelindan erat dengan realitas perjuangan politik-kebangsaan saat ini. Di bumi Nusantara, Presiden Prabowo Subianto tengah memimpin perang besar untuk membersihkan negara dari cengkeraman para koruptor, mafia, oligarki hitam, serta pengkhianat antek-antek asing yang telah lama merampok kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.

Sebagai konsekuensi logis dari pembersihan besar-besaran tersebut, jalannya pemerintahan kini diuji oleh gelombang serangan, cacian, fitnah, hingga konspirasi jahat dari kekuatan status quo. Oleh karena itu, gerakan spiritual ini ditujukan untuk memohon kekuatan dari Allah SWT agar Presiden Prabowo senantiasa dilindungi dan diberi keteguhan dalam menjalankan amanah rakyat.

Pernyataan bersama dan seruan nasional ini ditandatangani secara resmi oleh :

Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98), HM.Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih / Serikat Rakyat Indonesia), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih/CEO Wartain.com), M.Rafi Asyam (Sinergi Media Merah Putih/CEO Bisnisnews.net) dan Yosep Maulana (Forum Mahasiswa Palabuhanratu)

Melalui kekuatan doa rakyat Indonesia dan syafaat keberkahan sholawat, elemen-elemen Merah Putih meyakini akan tercipta benteng metafisika maha dahsyat. Energi spiritual inilah yang akan menyertai, melindungi, dan memperkuat langkah Presiden Prabowo dalam menyelamatkan kedaulatan Indonesia serta menuntaskan amanah reformasi demi melindungi dan mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Mari satukan barisan, ketuk pintu langit, dan jemput kebangkitan total Nusantara di Bulan Muharam 1448 H.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Diduga Salah Sasaran, Dua Pemuda di Nagrak Sukabumi Jadi Korban Pembacokan hingga Alami Luka Serius

0

Wartain.com – Dua pemuda menjadi korban pembacokan brutal di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) malam. Peristiwa yang terjadi saat keduanya tengah menunggu teman itu diduga dipicu rivalitas lama antarsekolah, meski para korban disebut tidak memiliki persoalan dengan pelaku.

Korban diketahui bernama Fathar (19) dan seorang pelajar berusia 17 tahun. Keduanya mengalami luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh dua orang terduga pelaku yang kini telah diamankan polisi.

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, menjelaskan bahwa malam itu kedua korban sedang duduk di pinggir jalan sambil menunggu teman untuk menghadiri perayaan ulang tahun.

Situasi awalnya berlangsung biasa. Namun, sekitar pukul 21.10 WIB, dua orang yang berboncengan sepeda motor melintas dan sempat berpapasan dengan para korban. Menurut keterangan yang diterima pihak keluarga, kedua terduga pelaku terlihat memperhatikan korban dengan tatapan mencurigakan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Tak lama berselang, sekitar lima hingga sepuluh menit kemudian, kedua pelaku kembali datang. Kali ini mereka membawa senjata tajam jenis celurit dan langsung menyerang korban.

Rangga menegaskan, kejadian tersebut bukan merupakan aksi tawuran ataupun bentrokan antarkelompok. Saat diserang, para korban disebut tidak melakukan perlawanan menggunakan senjata, melainkan hanya berusaha melindungi diri dengan tangan kosong.

Meski berupaya menghindar dan melarikan diri, serangan terus berlanjut hingga mengakibatkan luka berat pada kedua korban. Akibat sabetan senjata tajam tersebut, pergelangan tangan kanan Fathar mengalami luka parah hingga nyaris putus. Sementara rekannya yang masih duduk di bangku kelas XI SMK mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan medis.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera bergerak mengamankan situasi. Kedua terduga pelaku berhasil diamankan masyarakat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, motif penyerangan diduga berkaitan dengan rivalitas antarsekolah. Saat kejadian, Fathar diketahui mengenakan jaket almamater salah satu SMK di wilayah Cibadak. Diduga, atribut tersebut menjadi alasan pelaku melakukan penyerangan karena mengira korban merupakan bagian dari kelompok yang selama ini memiliki perseteruan dengan sekolah asal pelaku.

Padahal, menurut pihak keluarga, para korban tidak mengenal maupun memiliki masalah pribadi dengan kedua pelaku.

Saat ini, dua terduga pelaku berinisial R dan AM yang masih berstatus pelajar telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polres Sukabumi. Karena keduanya masih di bawah umur, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi.

Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban yang hingga kini masih menjalani pemulihan akibat luka berat yang diderita.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Turnamen Badminton Kapolres Sukabumi Kota Cup 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Pembinaan dan Silaturahmi

0

Wartain.com – Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai pembukaan Turnamen Badminton Kapolres Sukabumi Kota Cup 2026 yang digelar di GOR Ciaul Ngahiji, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (16/6/2026). Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini akan berlangsung hingga 21 Juni 2026 mendatang.

Turnamen secara resmi dibuka oleh Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo. Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga dan masyarakat, di antaranya Ketua PBSI Kota Sukabumi sekaligus Founder Ciaul Ngahiji, Idhan Rusmaindarsah Dwisa, Ketua Umum PBSI Kabupaten Sumedang Indra Jayaatmaja, Owner Mister Penyet Nanda Nugraha, anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau Komeng, mantan pemain Persib Bandung Atep dan Tantan, jajaran Forkopimda, serta para pecinta bulutangkis.

Sebanyak 87 pasangan dari kategori lokal ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan Piala Kapolres Sukabumi Kota tersebut. Selama enam hari pelaksanaan, para peserta akan bertanding memperebutkan gelar terbaik melalui persaingan yang dipastikan berlangsung ketat dan menarik.

Dalam sambutannya, AKBP Sentot Kunto Wibowo menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan ruang positif bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga. Selain itu, turnamen juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan.

“Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada para atlet dan pecinta bulutangkis untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.

Ia juga berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan atlet daerah dan melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.

Kapolres mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang wajar dalam olahraga, sementara persaudaraan dan karakter positif harus tetap menjadi prioritas utama.

Sejak hari pertama pelaksanaan, turnamen mendapat sambutan hangat dari peserta maupun masyarakat. Antusiasme penonton terlihat memenuhi arena pertandingan untuk menyaksikan aksi para atlet lokal yang tampil dengan semangat dan kemampuan terbaik mereka.

Dengan atmosfer kompetisi yang sehat dan penuh semangat kebersamaan, Turnamen Badminton Kapolres Sukabumi Kota Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat serta mendorong perkembangan olahraga bulutangkis di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketua DPRD Sukabumi Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah

0

Wartain.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., menghadiri kegiatan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi di Masjid Agung Palabuhanratu, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan semangat kebersamaan, serta menjadi momentum muhasabah diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Rangkaian kegiatan diawali dengan Khatam Kubro, dilanjutkan dengan istigasah dan tausiyah yang mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Sebagai puncak kegiatan, masyarakat mengikuti pawai obor yang berlangsung meriah dan penuh makna. Pawai tersebut menjadi simbol semangat hijrah sekaligus wujud kebersamaan dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam hendaknya tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat persatuan dalam membangun daerah.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam ini, diharapkan semangat hijrah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Sukabumi pun berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai religius yang hidup di tengah masyarakat.

“Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, serta semangat untuk terus menebarkan kebaikan bagi sesama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Meriah, Wabup Andreas Hadiri Gebyar Muharram 1448 H di Kecamatan Cidahu

0

Wartain.com – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Gebyar Muharram 1448 Hijriah Tingkat Kecamatan Cidahu. Acara berlangsung di Komplek Sekretariat MUI Kecamatan Cidahu, Selasa 16 Juni 2026.

Gebyar Muharram yang dimeriahkan dengan partisipasi aktif masyarakat ini merupakan refleksi dari semangat masyarakat dalam ukhuwah islamiyah dan syiar khususnya di wilayah Kecamatan Cidahu.

Dalam kesempatan itu Wabup menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut dengan baik lancar dan meriah. Menurutnya sinergitas dan kontribusi semua merupakan kunci kekuatan sosial keagamaan yang harus terus dijaga.

“Ini merupakan momentum refleksi spiritual yang sangat penting bagi kita semua,” ungkapnya.

Masih dikatakan Wabup, melalui Kegiatan sosial keagamaan seperti pawai taaruf, santunan anak yatim, serta lainnya merupakan upaya untuk menguatkan kontribusi semua dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Mari kita wujudkan masyarakat yang religius dan harmonis, sejalan dengan visi pembangunan sukabumi yang mubarakah,” tambahnya.

Wabup mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai nilai kebersamaan, kondusivitas serta menyukseskan pembangunan daerah.

“Jadikan semangat hijrah sebagai energi mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Lepas Pawai Obor 1 Muharram 1448 H, Simbol Semangat Hijriah dan Pererat Kebersamaan Masyarakat 

0

Wartain.com – Cahaya ribuan obor menerangi jalanan Palabuhanratu saat Bupati Sukabumi H Asep Japar melepas pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026).

Tradisi tahunan itu menjadi simbol semangat hijrah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Sebelum peserta diberangkatkan, H Asep Japar mengingatkan seluruh warga agar mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban selama mengikuti pawai. Menurutnya, kemeriahan peringatan Tahun Baru Islam harus berjalan seiring dengan rasa tanggung jawab dan disiplin.

“Jaga keselamatan masing-masing. Mari kita jaga ketertiban dan semoga seluruh peserta selamat dalam perjalanan pawai ini,” kata Asep di hadapan ribuan peserta.

Bupati berharap agar peringatan 1 Muharram di Kabupaten Sukabumi terus berkembang setiap tahun dengan menghadirkan inovasi dan partisipasi masyarakat yang semakin luas.

Pelepasan pawai obor menjadi penutup rangkaian doa bersama yang sebelumnya digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Masjid Agung Palabuhanratu. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati H Andreas, Sekretaris Daerah H Ade Suryaman, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta tokoh agama dan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan Khatam Kubro, istigasah, dan tausiyah sebagai bentuk refleksi menyambut pergantian tahun Hijriah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati H Andreas mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai inspirasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Sukabumi tahun ini mengusung tema “Mari Berhijrah Menuju Kehidupan yang Mubarokah”, dengan harapan semangat hijrah dapat mendorong transformasi spiritual dan sosial menuju masyarakat yang maju unggul berbudaya dan berkah (Mubarakah).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menikmati Keajaiban Geyser Cisolok Sukabumi: Khasiat Alami dengan Retribusi Terjangkau

0

Wartain.com – Objek wisata alam Geyser Cisolok yang terletak di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus memikat perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Fenomena alam langka berupa semburan air panas dari perut bumi ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan eksotis, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh manusia melalui kandungan mineral alaminya.

Berbeda dengan kebanyakan pemandian air panas di Indonesia yang berbau belerang kuat, Geyser Cisolok memiliki karakteristik unik karena bersumber dari tekanan uap tinggi dengan kandungan mineral non-belerang yang tinggi. Semburan air panas alami ini muncul ke permukaan akibat aktivitas magmatik dan struktur geologi lokal (sesar laut barat daya dan barat laut-tenggara). Air panas yang memancar memiliki temperatur di permukaan sekitar 93°C hingga 98°C, dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 8 yang bersifat basa.Berdasarkan data ilmiah hasil survei geokimia resmi, air panas Cisolok kaya akan kandungan klorida (Cl) berkisar antara 263,0–366,0 ppm dan bikarbonat (HCO₃) sebesar 197,5–235,0 ppm.

Kombinasi unsur kimia alami ini terbukti secara medis memberikan berbagai efek positif bagi kesehatan luar tubuh, seperti meredakan nyeri otot dan sendi, meningkatkan sirkulasi darah, melembutkan serta membersihkan kulit, serta memberikan efek relaksasi yang efektif mengurangi tingkat stres.

Untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin merasakan langsung khasiat tersebut, pengelola menyediakan Kolam Rendam Geyser Cisolok. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2025 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, tarif masuk kolam rendam kini dikelompokkan secara terstruktur dan sangat terjangkau. Bagi pengunjung dewasa, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp 12.000, yang mencakup tiket masuk wisata sebesar Rp 10.000 dan premi asuransi sebesar Rp 2.000. Sementara itu, untuk anak-anak, tarif ditetapkan sebesar Rp 7.000, yang terdiri dari tiket masuk wisata Rp 5.000 dan premi asuransi Rp 2.000.

Selain tiket masuk kolam rendam, pihak pengelola juga telah menetapkan skema tarif parkir kendaraan demi ketertiban area wisata. Pengendara roda dua atau sepeda motor dikenakan tarif parkir flat sebesar Rp 5.000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau mobil, tarif parkir berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000, tergantung pada kapasitas dan ukuran kendaraan.

Pebi, selaku pihak pengelola dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, menyatakan bahwa penyesuaian tarif retribusi dan penataan fasilitas ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian serta kebersihan area Geyser Cisolok ini. Melalui penerapan Perda retribusi terbaru yang sudah mencakup premi asuransi serta pengaturan parkir yang tertib, kami ingin memastikan setiap wisatawan dapat menikmati keajaiban alam ini dengan rasa aman, nyaman, dan tetap dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujar Pebi saat ditemui di lokasi wisata.

Kehadiran regulasi retribusi terbaru serta integrasi penataan fasilitas parkir ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi, sekaligus menjamin kenyamanan para wisatawan secara berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Motor Honda Beat Raib di Nagrak, Pencuri Ditangkap Warga Usai Dikejar dari Cisarua

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi pencurian motor kembali meresahkan warga Nagrak. Selasa siang, 16 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku menggondol Honda Beat Deluxe abu-abu milik Raisa di Kampung Babakan Jahe, Desa Cisarua. Korban saat itu sedang bertamu dan makan seblak bersama teman.

Raisa, warga Wangun, baru sadar setelah temannya mendengar suara janggal dari luar. Suara “cekrek” seperti kunci dipaksa memecah suasana. Saat dicek, motor korban sudah dibawa kabur pelaku.

Tanpa pikir panjang, Raisa berlari keluar dan mengejar. Sambil berteriak minta tolong, ia meminta bantuan pengendara lain yang melintas. Pengejaran berlangsung sampai ke area Babakan Jahe.

Upaya warga membuahkan hasil. Dua orang pelaku berhasil dihadang. Satu di antaranya berhasil kabur, sedangkan satu pelaku lain tertangkap di lokasi. Pelaku yang tertangkap berinisial D (42) tahun, asal Kampung Cibeber, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.

Emosi warga yang sudah kesal dengan aksi curanmor langsung meluap. Pelaku D sempat dihajar massa hingga babak belur sebelum ketua RT dan warga lain melerai. Tindakan main hakim sendiri baru berhenti setelah polisi datang.

Dari pelaku, warga menemukan kunci letter T masih menempel di motor korban. Sepeda motor milik pelaku yang ditinggalkan di TKP juga diamankan sebagai barang bukti. Semua barang bukti sempat dititipkan ke ketua RT setempat.

Petugas Polsek Nagrak bergerak cepat setelah mendapat laporan. Pelaku D langsung dibawa ke Mapolsek Nagrak untuk diperiksa. Kondisinya saat diamankan sudah dalam keadaan luka akibat amukan warga.

Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi meminta keterangan saksi, termasuk warga bernama Pak Abra yang melihat langsung kejadian saat motor korban digondol.

Korban Raisa mengaku kejadian berlangsung cepat. Ia tidak menyangka motor yang diparkir sebentar saat bertamu bisa hilang. Tangisnya pecah saat diminta menceritakan kronologi kepada petugas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada. Memarkir motor di luar rumah, walau hanya sebentar dan di lingkungan teman, tetap berisiko jika kunci masih menempel.

Polsek Nagrak mengimbau masyarakat mengunci stang ganda, menggunakan kunci tambahan, dan memarkir kendaraan di tempat yang terlihat. Kewaspadaan kecil dapat mencegah kerugian besar.

Penyidik kini fokus melengkapi berkas perkara untuk pelaku D dan memburu rekannya yang melarikan diri. Polisi berharap informasi dari warga dapat membantu mempercepat penangkapan pelaku kedua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

RW 5 Borong Juara, Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang Sukses Digelar

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, sukses digelar dengan rangkaian lomba-lomba keislaman. Acara bertema “Mencrang Desanya Mencrang Generasinya” itu diikuti peserta dari berbagai RW.

Panitia mengumumkan daftar pemenang pada Selasa, 16 Juni 2026. Lomba yang digelar meliputi Adzan, Musabaqah Hifzhil Qur’an atau MHQ, Kaligrafi, dan Lomba Cerdas Cermat Keislaman atau LCC.

Pada lomba Adzan, juara 1 diraih Hafidz dari RW 2. Posisi juara 2 ditempati Rijal dari RW 8, sedangkan juara 3 diraih M. Pawaz dari RW 4. Penilaian dewan juri menitikberatkan pada tajwid, suara, dan adab adzan.

Untuk lomba MHQ, Adinda Laura Putri dari RW 5 keluar sebagai juara 1. Juara 2 diraih Siti Marwah dari RW 3, dan juara 3 disabet Risdayanati dari RW 7. Para peserta dinilai berdasarkan kefasihan dan hafalan surat yang diujikan.

RW 5 Borong Juara, Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang Sukses Digelar (Foto : Aab)

Lomba Kaligrafi dimenangi Ade Yusuf dari RW 5. Juara 2 jatuh kepada Niswah dari RW 1, dan juara 3 diraih Karin Sahira dari RW 7. Karya peserta dinilai dari kerapian, estetika, dan kesesuaian kaidah kaligrafi.

Pada lomba LCC, tim dari RW 1 yang beranggotakan Jahra, Anisa, dan Aimiy berhasil menjadi juara 1. Tim RW 8 dengan anggota Syakila, Anis Syahar, dan Sri Andini meraih juara 2. Sementara tim RW 5 yang terdiri dari Desifa, Laila Alifa, dan Sefrizal menempati juara 3.

Dengan demikian, RW 5 menjadi peserta dengan raihan juara terbanyak. RW tersebut menyumbang juara 1 MHQ, juara 1 Kaligrafi, dan juara 3 LCC. RW 1 juga tampil apik dengan meraih juara 2 Kaligrafi dan juara 1 LCC.

Ketua Panitia Gebyar 1 Muharam Desa Pawenang, Robi Maulana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan warga. Ia menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Alhamdulillah Gebyar 1 Muharam berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada semua RW, dewan juri, dan warga yang sudah mendukung. Semoga lomba ini menumbuhkan semangat hijrah dan cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda,” ujar Robi Maulana.

Sejumlah peserta antusias mengikuti lomba kaligrafi (Foto : Aab)

Robi menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan makna 1 Muharam sebagai momentum muhasabah dan perubahan. “Melalui lomba, anak-anak dan remaja diajak mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Pemerintah Desa Pawenang mendukung penuh kegiatan tersebut. Kepala Desa berharap tradisi positif seperti ini terus dilanjutkan setiap tahun agar semangat keislaman warga semakin kuat.

Seluruh pemenang akan menerima penghargaan dari pemerintah desa. Robi Maulana menutup dengan ucapan selamat kepada para juara dan mengajak warga menjadikan 1 Muharam sebagai awal perbaikan diri.

“Selamat kepada para pemenang. Mari kita jadikan momentum 1 Muharam untuk hijrah menjadi pribadi dan desa yang lebih baik,” pungkas Robi Maulana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cerita Heroik Seorang Warga, Selamatkan Bocah Tenggelam di Kolam Renang Oasis Sukabumi

0

Wartain.com – Di balik selamatnya seorang bocah berusia lima tahun yang sempat tenggelam di kolam renang Wisata Alam Oasis, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, terdapat aksi heroik seorang pengunjung bernama Ressi Monica (35). Berbekal ilmu keperawatan yang dimilikinya, perempuan tersebut sigap memberikan pertolongan pertama hingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, Ressi bersama keluarganya baru saja tiba di lokasi wisata dan tengah bersiap mendampingi anak-anaknya berenang.

Namun suasana liburan yang semula santai mendadak berubah ketika sang suami menghampirinya dengan tergesa-gesa dan memberitahukan bahwa ada seorang anak yang tenggelam di kolam renang.

Tanpa berpikir panjang, Ressi langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, ia mendapati korban sedang dievakuasi oleh seorang pria dengan posisi kepala berada di bawah dan kaki di atas. Melihat kondisi tersebut, ia segera mengarahkan agar anak itu dibaringkan di tempat yang datar untuk memudahkan pemeriksaan dan penanganan.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, kondisi korban sangat kritis. Anak tersebut tidak menunjukkan respons, tubuhnya lemas, denyut nadi hampir tidak teraba, tangan dan kaki terasa dingin, serta bibirnya membiru akibat kekurangan oksigen.

Melihat situasi darurat tersebut, Ressi segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sesuai prosedur pertolongan pertama pada korban tenggelam.

Selama kurang lebih empat hingga lima menit, ia terus memberikan kompresi dada secara intensif dengan ritme sekitar 100 hingga 120 kali per menit. Upaya itu dilakukan tanpa henti hingga korban mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“CPR saya lakukan sekitar empat sampai lima siklus sampai akhirnya korban mulai memberikan respons dan bantuan medis lainnya datang,” ujar Ressi, Selasa (16/6/2026).

Di tengah proses penyelamatan, Ressi mengaku menghadapi tantangan karena tidak ada tenaga kesehatan lain yang langsung membantu. Padahal, dalam prosedur CPR, idealnya tindakan dilakukan secara bergantian setiap dua menit agar kualitas kompresi tetap maksimal dan penolong tidak mengalami kelelahan.

Ia bahkan sempat berteriak meminta bantuan tenaga medis lain karena mulai kehabisan tenaga. Namun, bantuan baru datang setelah kondisi korban berangsur membaik.

Menurutnya, saat itu beberapa orang sempat mendesak agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun Ressi memilih melanjutkan proses CPR karena menilai kondisi anak tersebut belum stabil untuk dipindahkan.

Keputusan itu terbukti tepat. Setelah beberapa saat, korban mulai menunjukkan refleks batuk, mengeluarkan cairan dari hidung dan mulut, serta memperlihatkan gerakan tubuh sebagai tanda adanya respons.

Barulah setelah kondisi korban membaik, Ressi mengizinkan anak tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Meski suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi kepanikan, Ressi dan suaminya berusaha tetap fokus. Sang suami juga turut membantu dengan mengimbau para pengunjung agar tidak berkerumun sehingga proses penyelamatan dapat berlangsung lebih leluasa.

Rasa syukur pun tak bisa disembunyikan saat korban akhirnya berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah, saya merasa lega karena korban bisa tertolong,” ucapnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengetahuan pertolongan pertama bagi masyarakat. Ressi menilai keterampilan CPR seharusnya tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat umum karena kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan dengan teknik yang benar dan pada waktu yang tepat dapat menjadi penentu antara hidup dan mati seseorang.

Selain mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain di area perairan, Ressi juga mendorong pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Ia menilai seluruh karyawan yang bertugas di lokasi wisata sebaiknya dibekali pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk kemampuan melakukan CPR, sehingga dapat memberikan pertolongan cepat sebelum tenaga medis tiba.

“Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia di lokasi wisata sangat penting untuk meminimalkan risiko dan menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik