26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 10

PAUD Riyadul Jannah Lepas 14 Peserta Didik Angkatan Ke-15 Tahun Ajaran 2025–2026

0

Wartain.com – PAUD Riyadul Jannah Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menggelar acara pelepasan peserta didik Angkatan XV Tahun Ajaran 2025–2026. Di Halaman Desa Bantaragung, Rabu (17/06/2026).

Sebanyak 14 siswa resmi dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Kegiatan pelepasan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan dengan dihadiri para orang tua, guru, serta tamu undangan. Acara tersebut menjadi momen istimewa sebagai penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di tingkat pendidikan usia dini sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala PAUD Riyadul Jannah, Isan Susianti, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh peserta didik. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SD sederajat dan terus mengembangkan kemampuan akademik maupun karakter yang telah ditanamkan selama belajar di PAUD.

“Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 14 anak telah menyelesaikan pendidikan di PAUD Riyadul Jannah. Kami berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SD sederajat dan semakin pintar dalam berbagai hal, terutama kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal dasar untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Isan Susianti juga berharap PAUD Riyadul Jannah semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ia optimistis pada tahun ajaran mendatang akan semakin banyak anak yang bergabung untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“Semoga di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya semakin banyak peserta didik yang masuk ke PAUD Riyadul Jannah, sehingga kami dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak baik, dan siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,” tambahnya.

Melalui pelepasan Angkatan ini, PAUD Riyadul Jannah kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

14 peserta didik yang lulus tahun ini diharapkan menjadi generasi penerus yang berprestasi, berkarakter, dan mampu meraih cita-cita di masa depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Puluhan Warga Cioray Tolak Sumur Bor Proyek Kontrakan, Legalitas Dipertanyakan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Puluhan warga melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembuatan sumur bor di proyek pembangunan rumah kontrakan. Lokasi proyek berada di Dusun Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Aksi terjadi pada Senin (15/6/2026) di wilayah RT 03 RW 01.

Penolakan mencuat karena warga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi sebelumnya. Selain itu, legalitas bangunan rumah kontrakan yang sedang dibangun mulai dipertanyakan oleh masyarakat sekitar.

Warga menilai rencana pengeboran sumur berpotensi berdampak terhadap lingkungan. Mereka khawatir ketersediaan sumber air bagi masyarakat akan terganggu jika sumur bor dibuat tanpa kajian yang jelas.

Sekretaris Desa Bojongraharja, Denden Abdul Muis, membenarkan adanya aksi penolakan tersebut. Ia menyatakan, setelah aksi berlangsung, pihak RT telah memfasilitasi mediasi antara perwakilan warga dengan pemilik bangunan.

“Info sementara, semalam sudah dilakukan mediasi. Pemilik rumah diwakili timnya. Informasinya, istri pemilik berasal dari luar Sukabumi, sedangkan suaminya warga asing. Usai aksi, mereka meminta izin kepada warga terkait rencana pembuatan sumur bor, namun sebagian besar warga menyatakan keberatan,” ujar Denden saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Akibat keberatan tersebut, warga secara spontan menyusun dan menandatangani surat pernyataan penolakan terhadap rencana pembangunan sumur bor. Surat itu menjadi bentuk sikap tegas masyarakat menolak proyek tanpa persetujuan warga.

Tidak hanya soal sumur bor, warga juga mempertanyakan legalitas pembangunan rumah kontrakan. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, bangunan itu diperkirakan memiliki sekitar 50 kamar dengan dua lantai.

“Nah ini yang menjadi perhatian. Sampai saat ini belum ada pembicaraan atau koordinasi pengurusan izin dengan pemerintah desa. Informasi sementara di lapangan, pembangunan kontrakan itu sekitar 50 kamar dan dua lantai,” ungkap Denden mewakili Kepala Desa Bojongraharja.

Denden menegaskan, Pemerintah Desa Bojongraharja pada prinsipnya terbuka terhadap investasi dan kegiatan usaha. Namun, ia berharap setiap pelaku usaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami terbuka membantu proses perizinan. Tetapi pelaku usaha, investor, maupun pengembang sebaiknya melakukan pendekatan kepada warga dan pemerintah desa terlebih dahulu. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi kami ke depan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik maupun pihak yang diberi kuasa untuk mewakili proyek pembangunan kontrakan tersebut. Sementara itu, pihak Kecamatan Cikembar mengaku baru mengetahui polemik setelah mendapat informasi dari pewarta.

Pemerintah kecamatan berencana melakukan monitoring ke lokasi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, termasuk menelusuri dugaan belum adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun perizinan terkait pengeboran sumur. Kasus ini menjadi catatan bahwa komunikasi dengan masyarakat sejak awal sangat penting agar pembangunan tidak memicu konflik sosial.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Tawuran Antarpelajar di Loji Simpenan, Satu Pelajar Luka Bacok Celurit

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Bentrokan berlangsung di kawasan Loji, Kecamatan Simpenan, Selasa (16/6/2026) sore. Peristiwa itu mengakibatkan satu pelajar mengalami luka bacok senjata tajam, dan satu pelajar lainnya cedera akibat jatuh dari sepeda motor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga berawal dari ajakan yang beredar melalui aplikasi WhatsApp. Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah kemudian berkumpul dan menuju lokasi yang telah disepakati untuk bertemu dengan kelompok lawan.

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, awalnya para pelajar hanya terlihat berkumpul seperti biasa. Namun situasi berubah tegang ketika dua kelompok yang diduga telah berjanji untuk tawuran saling berhadapan.

“Awalnya mereka datang naik motor dan berkumpul di lokasi. Tidak lama kemudian terjadi keributan. Saya lihat ada yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya. Sebagian langsung berlarian menyelamatkan diri,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut keterangan warga, salah satu kelompok diduga kalah jumlah sehingga berusaha meninggalkan lokasi. Saat situasi ricuh tersebut, keributan tidak dapat dihindari dan mengakibatkan korban.

Seorang pelajar menjadi korban pembacokan. Ia mengalami luka terbuka pada bagian punggung kanan atas akibat sabetan senjata tajam yang diduga berupa celurit. Korban langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar.

Sementara itu, pelajar lainnya tidak mengalami luka bacok. Namun ia mengalami cedera pada bagian pinggul setelah terjatuh dari sepeda motor ketika berusaha menghindari kejaran kelompok lawan saat tawuran berlangsung.

Warga yang mengetahui adanya korban segera memberikan pertolongan pertama. Kedua korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait proses penanganan kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan dan pendampingan yang diperlukan.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi berupaya mengidentifikasi dan memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar mengalami luka serius pada bagian punggung.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan pelajar dan penggunaan senjata tajam. Warga berharap ada langkah tegas dari seluruh pihak, termasuk sekolah dan orang tua, untuk mencegah aksi tawuran yang berpotensi mengancam keselamatan generasi muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mbappe Cetak Brace, Prancis Kalahkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Prancis meraih kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Rabu (17/6) dini hari WIB. Dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola memastikan tiga poin bagi Les Bleus.

Babak pertama berjalan tanpa gol. Prancis tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun Senegal justru menciptakan lebih banyak peluang berbahaya. Kedua tim sama-sama gagal memecah kebuntuan hingga turun minum dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Prancis langsung menekan. Desire Doue mendapat peluang emas pada menit ke-47. Tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Senegal yang dikawal Edouard Mendy.

Jules Kounde mematahkan serangan Senegal dari sisi kiri pada menit ke-53. Bola diteruskan kepada Michael Olise. Sayang, sepakan Olise masih membentur kaki kiri kiper Mendy. Gawang Senegal kembali selamat.

Kylian Mbappe mulai menunjukkan peran setelah “menghilang” di babak pertama. Pada menit ke-57, ia mendapat umpan terobosan dan berhadapan satu lawan satu. Namun peluang emas itu masih bisa digagalkan oleh Mendy.

Drama terjadi menit ke-58. Mbappe dijatuhkan Sadio Mane di sisi kiri kotak penalti Senegal. Wasit Alireza Faghani tidak meniup peluit. Keputusan tersebut ditinjau VAR pada menit ke-59. Hasilnya, wasit tetap tidak memberi penalti untuk Prancis. Mbappe terlihat frustrasi.

Mbappe akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-66. Menerima umpan terobosan ciamik dari Kounde, ia lepas dari perangkap offside. Tendangan kaki kanan mengecoh Mendy dan bersarang di sisi kanan gawang. Prancis unggul 1-0.

Senegal langsung merespons dua menit kemudian. Nicolas Jackson membobol gawang Mike Maignan pada menit ke-68 usai menerima umpan terobosan. Namun gol tersebut dianulir karena Jackson lebih dulu berada dalam posisi offside.

Mendy kembali menjadi penyelamat Senegal saat menepis tembakan Doue pada menit ke-74. Pelatih Didier Deschamps kemudian menarik Ousmane Dembele dan memasukkan Bradley Barcola pada menit ke-80. Pergantian itu terbukti krusial.

Dua menit setelah masuk lapangan, Barcola mencetak gol. Menerima umpan terobosan Adrien Rabiot, ia berhadapan dengan Mendy dan mencungkil bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Prancis pada menit ke-82.

Senegal memperkecil ketertinggalan pada menit 90+5. Pemain pengganti Ibrahim Mbaye melewati Theo Hernandez dan menembak kaki kanan dari dalam kotak penalti. Gol itu membuat skor menjadi 2-1. Namun Mbappe langsung membalas. Menit 90+6, ia menerima operan Olise dan melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti ke sudut kanan atas. Prancis kembali menjauh 3-1.

Senegal hampir menambah gol di menit akhir. Umpan silang dari sisi kanan hampir disontek Aurelien Tchouameni menjadi gol bunuh diri. Beruntung Maignan sigap menangkap bola di garis gawang. Hingga peluit panjang, Prancis menang 3-1 atas Senegal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pawai Obor Warnai Puncak Peringatan 1 Muharram 1448 H di Desa Pawenang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Masyarakat Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menggelar pawai obor sebagai puncak kemeriahan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan ini diikuti ratusan warga dari berbagai kampung, yang berlangsung diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dengan titik kumpul di lapang Jaya Gumbira Pawenang, Selasa malam, 16/06/2026.

Pawai obor dimulai setelah salat Magrib dan berlangsung hingga malam hari. Barisan obor menyala beriringan mengitari jalan utama desa, diiringi gema takbir, salawat, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Semangat warga tampak antusias. Anak-anak, remaja, hingga orang tua kompak membawa obor bambu. Suasana khidmat namun meriah menciptakan nuansa kebersamaan yang kental sepanjang rute pawai.

Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, atau yang akrab disapa Aa Iing, hadir langsung memimpin barisan. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi memiliki makna sosial dan spiritual mendalam.

“Hal ini adalah bukti menjaga silaturahmi antarwarga dan menjalin ukhuwah Islamiyah antarumat Islam,” ujar Aa Iing di sela-sela kegiatan pawai obor 1 Muharram 1448 H.

Menurutnya, pawai obor menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan. Warga dari RT yang berbeda bisa bertemu, berinteraksi, dan bersama-sama menghidupkan syiar Islam di ruang publik desa.

Tradisi menyalakan obor pada malam 1 Muharram memang sudah lama hidup di masyarakat Pawenang. Obor bambu yang dinyalakan melambangkan semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari kegelapan menuju cahaya kebenaran.

Selain pawai, rangkaian peringatan 1 Muharram di Desa Pawenang juga diisi dengan pawai karnaval, perlombaan keagamaan, santunan anak yatim, dan doa bersama untuk keselamatan desa. Rangkaian acara berlangsung selama tiga hari.

Pemerintah desa bekerja sama dengan, MUI Desa, DKM masjid, karang taruna, dan tokoh masyarakat untuk menyukseskan acara. Keamanan dan ketertiban pawai dijaga oleh Linmas desa agar kegiatan berjalan tertib.

Aa Iing menambahkan, kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan. Di tengah perkembangan zaman, nilai gotong royong dan kebersamaan warga perlu dijaga agar tidak luntur.

“Kami berharap generasi muda terus mau terlibat. Dari mereka lah estafet menjaga tradisi dan syiar Islam di Desa Pawenang ini akan berlanjut,” tegasnya.

Pawai obor 1 Muharram 1448 H di Desa Pawenang pun berakhir dengan doa bersama. Warga berharap tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukabumi Rabu 17 Juni 2026: Cerah Berawan, Waspada Hujan Sore dan UV Ekstrem

0
Oplus_131072

Wartain.com  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui data prakiraan cuaca memperkirakan Kabupaten Sukabumi diguyur cerah berawan pada Rabu, 17 Juni 2026. Kondisi cerah mendominasi pagi hingga siang hari, sementara hujan ringan berpotensi turun menjelang sore dan malam.

Suhu udara hari ini berkisar antara 19°C hingga 29°C. Matahari akan terbit pukul 06.01 WIB dan terbenam pada 17.44 WIB. Kelembapan udara cukup tinggi, terutama saat malam hari mencapai 93-96 persen.

Pagi hari pukul 09.00 WIB, cuaca diprediksi cerah dengan suhu 25°C. Peluang hujan hanya 2 persen dan kelembapan 75 persen. Indeks ultraviolet atau UV berada pada level sedang 5.

Memasuki pukul 10.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan dengan suhu naik menjadi 27°C. UV meningkat ke level tinggi 7. Masyarakat diimbau mulai menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.

Puncak panas dan radiasi matahari terjadi antara pukul 11.00-12.00 WIB. Cuaca berawan sebagian dengan suhu 28°C, namun indeks UV melonjak ke level sangat tinggi 10 dan ekstrem 11. Ini kategori berbahaya bagi kulit jika terpapar langsung.

Siang hari pukul 13.00 WIB, suhu mencapai titik tertinggi 29°C dengan cuaca berawan sebagian. Peluang hujan naik menjadi 12 persen. UV masih sangat tinggi di level 9.

Menjelang sore pukul 14.00-15.00 WIB, suhu bertahan di 28°C dengan cuaca berawan sebagian. Peluang hujan terus meningkat dari 13 persen menjadi 16 persen. Indeks UV berangsur turun ke level sedang 4-6.

Pada pukul 16.00-17.00 WIB, suhu mulai turun ke 25-27°C. Cuaca berawan sebagian masih mendominasi, namun peluang hujan naik signifikan menjadi 24 persen. Kelembapan udara juga meningkat hingga 76-83 persen.

Hujan ringan diprediksi mulai turun pukul 18.00 WIB. Suhu 24°C dengan peluang hujan 31-32 persen dan kelembapan 89-90 persen. Kondisi ini bertahan hingga awal malam.

Malam hari pukul 19.00-23.00 WIB, cuaca kembali berawan sebagian. Suhu berkisar 21-23°C dengan peluang hujan menurun menjadi 3-21 persen. Kelembapan udara tetap tinggi di kisaran 93-96 persen.

Kecepatan angin relatif ringan, berkisar 3-8 km/jam dengan arah berubah dari tenggara ke barat laut. Sementara itu, kualitas udara hari ini tercatat AQI 102 atau tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti penderita asma dan ISPA.

BMKG mengimbau warga Sukabumi untuk waspada. Gunakan tabir surya, topi, dan kacamata saat beraktivitas siang hari karena UV ekstrem. Sediakan payung atau jas hujan untuk antisipasi hujan sore menjelang malam. Bagi kelompok sensitif, disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Alur & Jadwal SPMB SMP Daring 2026 Kabupaten Sukabumi: 5 Tahap Wajib Diketahui Orang Tua

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi merilis alur resmi SPMB jenjang SMP jalur daring 2026. Prosesnya dibagi menjadi 5 tahapan berurutan: Pendaftaran, Verifikasi, Seleksi, Pengumuman, dan Daftar Ulang. Semua dilakukan lewat laman http://spmbkabsukabumi.id.

Tahap pertama adalah Pendaftaran. Orang tua/wali bersama calon murid mengunggah berkas persyaratan secara daring. Jadwalnya dibagi 2 tahap: Jalur Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi dibuka 15, 17, 18, 19 Juni 2026. Sementara Jalur Domisili dibuka 24 s.d 27 Juni 2026.

Setelah mendaftar, masuk tahap Verifikasi. Orang tua wajib mencetak bukti pendaftaran dan menyiapkan berkas khusus. Panitia SMP akan memverifikasi data melalui https://sdm.spmbkab.sukabumi.id. Verifikasi Tahap 1 berlangsung 15, 17, 18, 19 Juni 2026. Verifikasi Tahap 2 pada 24, 26, 27 Juni 2026.

Jika jumlah pendaftar melebihi kuota sekolah, maka masuk tahap Seleksi. Seleksi dilakukan otomatis oleh sistem. Untuk Tahap 1, seleksi dijadwalkan 20 s.d 21 Juni 2026.

Hasil seleksi diumumkan pada tahap Pengumuman. Penetapan hasil dilakukan rapat dewan guru dan kepala sekolah. Orang tua bisa mengecek status diterima/tidak lewat https://spmbkabsukabumi.id menggunakan akun siswa. Pengumuman Tahap 1 tanggal 22 Juni 2026, Tahap 2 tanggal 29 Juni 2026.

Calon murid yang dinyatakan lolos wajib mengikuti *Daftar Ulang*. Daftar ulang Tahap 1 dan Tahap 2 dilaksanakan bersamaan, yaitu 1 s.d 4 Juli 2026 langsung di SMP tujuan masing-masing.

Perlu dicatat, untuk *jenjang SD* alurnya berbeda. Pendaftaran dan pengumuman SD dilakukan secara luring di sekolah tujuan. Penjadwalannya mengikuti SPMB SMP. Khusus SD tidak ada Jalur Prestasi.

Kuota jalur SPMB 2026 ditetapkan lewat Keputusan Bupati. Untuk SMP: Domisili 50%, Prestasi 25%, Afirmasi 20%, Mutasi 5%. Untuk SD: Domisili 70%, Afirmasi 20%, Mutasi 5%.

Dari sisi daya tampung, SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi menyediakan 160 sekolah dengan 622 rombel. Total daya tampung SMP 21.720 siswa. Jika digabung SD, total daya tampung mencapai 76.062 siswa.

Disdik Sukabumi juga menyiapkan layanan Pengaduan SPMB 2026 dengan prinsip RAMAH: Ramah, Akurat, dan Transparan. Pengaduan offline dibuka Senin s.d Senin, 15 s.d 29 Juni 2026, pukul 08.00 WIB s.d selesai di Ruang ICT Center Disdik, Jl. Pelabuhan II Cikembar KM 22, Desa Cimanggu.

Selain offline, pengaduan juga bisa disampaikan online dengan scan QR Code bertuliskan “SPMB” yang tertera pada infografis resmi. Disdik menegaskan pengaduan masyarakat adalah perubahan untuk kemajuan pendidikan.

Pemkab Sukabumi menargetkan SPMB 2026 berjalan Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi. Seluruh info, jadwal update, dan link pendaftaran ada di http://spmbkabsukabumi.id serta akun resmi @disdik_kabsukabumi. (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Kepulangan Jemaah Haji Sukabumi Diwarnai Duka, Seorang Jemaah Wafat di Makkah

0

Wartain.com – Suasana haru menyelimuti Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi saat jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) tiba dan kembali berkumpul dengan keluarga mereka, Rabu (17/6/2026) dini hari.

Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai momen kepulangan para jemaah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Namun di balik kebahagiaan tersebut, terselip kabar duka. Dari total 62 jemaah asal Kabupaten Sukabumi yang berangkat bersama Kloter 13 JKS, satu orang dipastikan tidak kembali ke tanah air karena wafat di Kota Suci Makkah usai menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji.

Jemaah yang meninggal dunia adalah Haji Atjeng bin Mamat (84), warga Ciutara, Kecamatan Cicurug. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani rangkaian Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengatakan kondisi kesehatan almarhum menurun setelah kembali dari Mina. Berdasarkan laporan tim kesehatan, Haji Atjeng meninggal dunia saat beristirahat di kamar hotel.

“Yang wafat itu Pak Haji Atjeng. Beliau wafat setelah melaksanakan puncak haji Armuzna. Setelah kembali dari Mina kondisi kesehatannya menurun. Saat diperiksa oleh tim dokter, beliau dinyatakan meninggal dunia ketika sedang beristirahat di kamar hotel,” ujar Abdul Manan.

Menurutnya, faktor usia yang telah lanjut serta kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji diduga menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan almarhum.

Meski demikian, Abdul Manan menegaskan bahwa Haji Atjeng telah menyelesaikan seluruh rukun haji, termasuk melaksanakan wukuf di Arafah yang menjadi inti dari ibadah haji.

“Beliau wafat setelah melaksanakan wukuf dan seluruh rangkaian utama ibadah haji. Artinya ibadah hajinya telah sempurna dilaksanakan dan tidak perlu dibadalkan,” katanya.

Almarhum kemudian dimakamkan di Kota Suci Makkah. Sementara seluruh barang bawaan miliknya, mulai dari koper, air zam-zam, hingga tas tentengan, telah dipulangkan dan diserahkan kepada pihak keluarga di Sukabumi.

Selain kabar duka tersebut, kepulangan Kloter 13 JKS juga diwarnai dengan kondisi kesehatan dua jemaah lansia yang menurun setibanya di Indonesia. Keduanya yakni Haji Nanang asal Kecamatan Ciambar dan Ibu Haji Kakar asal Kecamatan Lengkong.

“Hari ini juga ada dua jemaah yang langsung dijemput petugas kesehatan di bandara karena kondisi kesehatannya menurun. Mereka langsung dipulangkan ke Sukabumi menggunakan ambulans dan didampingi petugas kesehatan,” jelas Manan.

Secara keseluruhan, proses kepulangan jemaah berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pesawat yang membawa Kloter 13 JKS mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 20.20 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi dan tiba di Pusbangdai Cikembang sekitar pukul 03.00 WIB.

“Alhamdulillah seluruh jemaah tiba sesuai jadwal dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Namun kami juga turut berduka atas wafatnya Bapak Haji Atjeng bin Mamat di Tanah Suci,” tutur Abdul Manan.

Meski kepulangan jemaah tahun ini diwarnai kehilangan, suasana khidmat tetap terasa. Di tengah kebahagiaan keluarga yang menyambut kedatangan sanak saudaranya, doa-doa turut dipanjatkan untuk almarhum Haji Atjeng bin Mamat yang wafat setelah menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Tanah Suci Makkah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Mengetuk Pintu Langit: Elemen Merah Putih Serukan Satu Bulan Bersholawat di Seluruh Negeri untuk Kedamaian, Kebangkitan Indonesia, dan Keselamatan Pemimpin Bangsa

0

Wartain.com – Menyambut datangnya Bulan Suci Muharam 1448 H, gabungan elemen masyarakat yang terdiri dari Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA98), Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Rumah Literasi Merah Putih/Serikat Rakyat Indonesia, dan Sinergi Media Merah Putih, Forum Mahasiswa Palabuhanratu mengumandangkan seruan nasional moral-spiritual bertajuk: “Seruan Bulan Muharam 1448 H Bersholawat untuk Kedamaian dan Kebangkitan Negeri, pers rilis diterima redaksi Rabu (17/06/2026).

“Gerakan ini merupakan sebuah manifesto spiritual dan filosofis untuk mengetuk pintu langit demi menurunkan berkah, memohon ampunan, serta memberikan perlindungan bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia, diserukan untuk menggemakan zikir, tasbih, dan sholawat selama satu bulan penuh setiap malam di seantero negeri—mulai dari masjid, pesantren, mushola, tajug, hingga ke pelosok perkotaan, perkampungan, dan pedesaan.

Secara filosofis, Muharam adalah momentum transisi spiritual (hijrah) dari kegelapan menuju cahaya. Di tengah situasi bangsa yang penuh dinamika, gerakan sholawat kolektif ini hadir sebagai jangkar penyeimbang dan manifestasi energi kosmis yang dahsyat untuk membersihkan jiwa bangsa dari kegaduhan duniawi.

Lebih dari sekadar ritual, gerakan spiritual ini berkelindan erat dengan realitas perjuangan politik-kebangsaan saat ini. Di bumi Nusantara, Presiden Prabowo Subianto tengah memimpin perang besar untuk membersihkan negara dari cengkeraman para koruptor, mafia, oligarki hitam, serta pengkhianat antek-antek asing yang telah lama merampok kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.

Sebagai konsekuensi logis dari pembersihan besar-besaran tersebut, jalannya pemerintahan kini diuji oleh gelombang serangan, cacian, fitnah, hingga konspirasi jahat dari kekuatan status quo. Oleh karena itu, gerakan spiritual ini ditujukan untuk memohon kekuatan dari Allah SWT agar Presiden Prabowo senantiasa dilindungi dan diberi keteguhan dalam menjalankan amanah rakyat.

Pernyataan bersama dan seruan nasional ini ditandatangani secara resmi oleh :

Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98), HM.Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih / Serikat Rakyat Indonesia), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih/CEO Wartain.com), M.Rafi Asyam (Sinergi Media Merah Putih/CEO Bisnisnews.net) dan Yosep Maulana (Forum Mahasiswa Palabuhanratu)

Melalui kekuatan doa rakyat Indonesia dan syafaat keberkahan sholawat, elemen-elemen Merah Putih meyakini akan tercipta benteng metafisika maha dahsyat. Energi spiritual inilah yang akan menyertai, melindungi, dan memperkuat langkah Presiden Prabowo dalam menyelamatkan kedaulatan Indonesia serta menuntaskan amanah reformasi demi melindungi dan mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Mari satukan barisan, ketuk pintu langit, dan jemput kebangkitan total Nusantara di Bulan Muharam 1448 H.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Diduga Salah Sasaran, Dua Pemuda di Nagrak Sukabumi Jadi Korban Pembacokan hingga Alami Luka Serius

0

Wartain.com – Dua pemuda menjadi korban pembacokan brutal di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026) malam. Peristiwa yang terjadi saat keduanya tengah menunggu teman itu diduga dipicu rivalitas lama antarsekolah, meski para korban disebut tidak memiliki persoalan dengan pelaku.

Korban diketahui bernama Fathar (19) dan seorang pelajar berusia 17 tahun. Keduanya mengalami luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh dua orang terduga pelaku yang kini telah diamankan polisi.

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, menjelaskan bahwa malam itu kedua korban sedang duduk di pinggir jalan sambil menunggu teman untuk menghadiri perayaan ulang tahun.

Situasi awalnya berlangsung biasa. Namun, sekitar pukul 21.10 WIB, dua orang yang berboncengan sepeda motor melintas dan sempat berpapasan dengan para korban. Menurut keterangan yang diterima pihak keluarga, kedua terduga pelaku terlihat memperhatikan korban dengan tatapan mencurigakan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Tak lama berselang, sekitar lima hingga sepuluh menit kemudian, kedua pelaku kembali datang. Kali ini mereka membawa senjata tajam jenis celurit dan langsung menyerang korban.

Rangga menegaskan, kejadian tersebut bukan merupakan aksi tawuran ataupun bentrokan antarkelompok. Saat diserang, para korban disebut tidak melakukan perlawanan menggunakan senjata, melainkan hanya berusaha melindungi diri dengan tangan kosong.

Meski berupaya menghindar dan melarikan diri, serangan terus berlanjut hingga mengakibatkan luka berat pada kedua korban. Akibat sabetan senjata tajam tersebut, pergelangan tangan kanan Fathar mengalami luka parah hingga nyaris putus. Sementara rekannya yang masih duduk di bangku kelas XI SMK mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan medis.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera bergerak mengamankan situasi. Kedua terduga pelaku berhasil diamankan masyarakat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, motif penyerangan diduga berkaitan dengan rivalitas antarsekolah. Saat kejadian, Fathar diketahui mengenakan jaket almamater salah satu SMK di wilayah Cibadak. Diduga, atribut tersebut menjadi alasan pelaku melakukan penyerangan karena mengira korban merupakan bagian dari kelompok yang selama ini memiliki perseteruan dengan sekolah asal pelaku.

Padahal, menurut pihak keluarga, para korban tidak mengenal maupun memiliki masalah pribadi dengan kedua pelaku.

Saat ini, dua terduga pelaku berinisial R dan AM yang masih berstatus pelajar telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polres Sukabumi. Karena keduanya masih di bawah umur, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi.

Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban yang hingga kini masih menjalani pemulihan akibat luka berat yang diderita.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik