26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 9

SPMB 2026 Kabupaten Sukabumi Terapkan Seleksi Transparan dan Berkeadilan, Daya Tampung Capai 76 Ribu Siswa

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan resmi melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.

Pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang agar proses penerimaan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Setiap tahapan seleksi dilakukan berdasarkan ketentuan yang jelas dan terukur sehingga mampu memberikan kepastian bagi calon murid maupun orang tua.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan kriteria calon peserta didik. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas. Jalur mutasi ditujukan bagi peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali, termasuk anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya bertugas.

Selain itu, tersedia jalur prestasi yang memberikan kesempatan kepada calon murid berdasarkan capaian akademik maupun nonakademik. Sementara jalur domisili diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di wilayah penerimaan yang telah ditetapkan sesuai ketentuan.

Untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026, Kabupaten Sukabumi menyiapkan kapasitas penerimaan yang cukup besar. Tercatat terdapat 1.132 Sekolah Dasar Negeri dan 160 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang siap menerima peserta didik baru.

Total rombongan belajar yang disediakan mencapai 1.495 rombel untuk jenjang SD dan 622 rombel untuk jenjang SMP. Dari jumlah tersebut, daya tampung keseluruhan mencapai 54.342 siswa SD dan 21.720 siswa SMP, sehingga total kapasitas penerimaan sekolah negeri di Kabupaten Sukabumi mencapai 76.062 siswa.

Pada jenjang SMP, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kabupaten Sukabumi. Melalui sistem tersebut, calon peserta didik dapat mengunggah dokumen persyaratan, melakukan pendaftaran, hingga mencetak bukti pendaftaran sebelum mengikuti proses verifikasi di sekolah tujuan.

Sementara itu, untuk jenjang SD, proses pendaftaran dilaksanakan secara luring di masing-masing sekolah tujuan dengan jadwal yang disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan SPMB tingkat SMP.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan sistem yang semakin terbuka dan berkeadilan, diharapkan seluruh calon peserta didik dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas sesuai hak dan kebutuhannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PMI Kabupaten Sukabumi Tekankan Pentingnya Keselamatan Jurnalis Saat Bertugas di Lapangan

0

Wartain.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Media Safety for Journalist 4” sebagai upaya meningkatkan pemahaman keselamatan kerja bagi insan pers, khususnya saat menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Sebanyak 20 jurnalis dari berbagai media baik cetak, online, maupun televisi, dengan seksama mengikuti materi maupun oeaktek yang berkaitan dengan kedaruratan, seperti pertolongan pertama hingga transfusi darah.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya membahas aspek keselamatan jurnalis, tetapi juga memberikan materi mengenai kepalangmerahan, pertolongan pertama, serta pentingnya donor dan transfusi darah.

“Hari ini kami melaksanakan sosialisasi tentang Media Safety for Journalist. Selain itu juga disampaikan materi mengenai kepalangmerahan, pertolongan pertama, dan transfusi darah,” ujar Hondo, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan dan keselamatan.

Hondo mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara PMI Kabupaten Sukabumi dengan berbagai pihak. Ia menyebut kegiatan serupa telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dan diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ini sudah yang kedua kali dilaksanakan dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Lebih lanjut, Hondo menegaskan bahwa pengetahuan mengenai pertolongan pertama tidak hanya penting bagi kalangan tertentu, tetapi perlu dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya, kondisi darurat maupun kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

“Kecelakaan bisa terjadi pada diri kita sendiri, orang lain, maupun di lingkungan kerja. Karena itu, kemampuan dasar pertolongan pertama menjadi hal yang penting untuk dimiliki oleh semua orang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hondo juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian relawan maupun pihak yang terlibat dalam penanganan kebencanaan terhadap penggunaan alat pelindung diri saat bertugas.

Berdasarkan pengalamannya di lapangan, ia kerap menemukan relawan, pegiat kemanusiaan, komunitas pencinta alam, hingga jurnalis yang turun ke lokasi bencana tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.

“Sering kali ketika turun ke lapangan, terutama saat penanganan bencana, masih ada yang tidak menggunakan helm, pelampung, sepatu bot, sarung tangan, atau perlengkapan keselamatan lainnya. Padahal keselamatan penolong harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa mengabaikan prosedur keselamatan dapat membahayakan diri sendiri dan berpotensi menambah jumlah korban saat proses pertolongan berlangsung.

“Jangan sampai niat kita menolong orang lain, justru berakhir dengan kondisi kita sendiri yang harus ditolong. Keselamatan penolong harus menjadi perhatian utama sebelum melakukan tindakan kemanusiaan,” tegas Hondo.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja dan pertolongan pertama semakin meningkat, baik di kalangan jurnalis, relawan, maupun masyarakat umum.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aksi di Tugu Adipura, Mahasiswa Serukan Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat

0

Wartain.com – Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Putra di kawasan Tugu Adipura, Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026), menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menegaskan perannya sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Melalui orasi dan pembacaan pernyataan sikap, mereka menekankan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Koordinator aksi, Fauzan, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah agar tetap sejalan dengan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Mahasiswa hadir bukan hanya sebagai peserta pembangunan, tetapi juga sebagai pengawas yang mengingatkan ketika ada kebijakan yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari meningkatnya kebutuhan hidup hingga persoalan kesejahteraan, harus menjadi pertimbangan utama dalam proses pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, BEM Universitas Nusa Putra mendorong pemerintah untuk menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap program-program yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa menyoroti pentingnya keterbukaan dalam proses pembentukan regulasi. Mereka mendesak DPR RI agar memastikan setiap kebijakan strategis disusun secara transparan, melibatkan partisipasi publik, dan tetap menjunjung tinggi prinsip supremasi sipil.

Aksi yang berlangsung di salah satu titik pusat Kota Sukabumi tersebut juga menjadi ajakan kepada generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu-isu kebangsaan. Mahasiswa menilai partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Pernyataan sikap itu ditandatangani Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Putra, Ahmad Brik Abdul Aziz, sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan publik agar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Waikabubak NTT, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

0
Oplus_131072

Wartain.com – Gempa tektonik magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pukul 10:44:16 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 9.57 Lintang Selatan dan 119.44 Bujur Timur, tepatnya 10 kilometer timur laut Waikabubak.

Kedalaman pusat gempa tercatat 10 kilometer. Dengan kedalaman dangkal tersebut, guncangan gempa umumnya terasa lebih kuat di wilayah yang dekat dengan episentrum.

BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa tektonik. Jenis gempa ini terjadi akibat aktivitas pergerakan lempeng bumi di bawah laut selatan Pulau Sumba.

Pada peta yang dirilis BMKG, episentrum gempa ditandai dengan lingkaran kuning bermagnitudo 5.0. Titik tersebut berada di laut selatan Pulau Sumba, tidak jauh dari daratan Waikabubak.

Dalam keterangan resminya, BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal informasi gempa BMKG untuk meredam kepanikan masyarakat.

Magnitudo 5.0 termasuk gempa berkekuatan sedang. Guncangan dapat dirasakan oleh masyarakat di dalam rumah, terutama di wilayah Waikabubak dan sekitarnya yang dekat dengan pusat gempa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

BMKG meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Meskipun tidak semua gempa utama diikuti gempa susulan, potensi itu tetap ada pada gempa tektonik dangkal.

Wilayah Nusa Tenggara Timur memang berada di jalur pertemuan lempeng aktif. Kondisi geologi itu membuat NTT rawan terjadi gempa bumi secara periodik sepanjang tahun.

Untuk informasi terkini, masyarakat dapat memantau pembaruan BMKG melalui situs http://inatews.bmkg.go.id atau akun resmi BMKG. Data gempa dapat berubah seiring hasil analisis lebih lanjut.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat diimbau segera melakukan pengecekan lapangan. Langkah cepat diperlukan untuk memastikan kondisi infrastruktur dan memberikan rasa aman kepada warga pascagempa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Video Viral Keranjang Langit Situ Gunung Diduga Bertabrakan di Tengah Lintasan, Pengunjung Soroti Aspek Keselamatan

0

Wartain.com – Sebuah video yang memperlihatkan insiden pada wahana Keranjang Langit di kawasan wisata Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menjadi perbincangan warganet setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat salah satu keranjang gantung berhenti di tengah lintasan sebelum kemudian diduga tersenggol oleh keranjang lain yang datang dari belakang.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu (14/6/2026). Abdul Rozak, pengunjung yang merekam kejadian tersebut, mengaku saat itu dirinya tengah menaiki wahana dan mengabadikan suasana kawasan hutan dari ketinggian.

“Saat sedang merekam, saya melihat ada satu keranjang yang berhenti di tengah jalur. Beberapa menit kemudian, dari belakang datang keranjang lain yang terus melaju hingga akhirnya terjadi benturan,” ujar Abdul, Rabu (17/6/2026).

Abdul menjelaskan dirinya tidak berada di dalam keranjang yang mengalami gangguan. Ia berada di keranjang lain yang bergerak dari arah berlawanan ketika kejadian berlangsung.

“Saya sedang dalam perjalanan kembali. Keranjang yang bermasalah berada di jalur keberangkatan,” katanya.

Menurut Abdul, indikasi adanya gangguan mulai terlihat ketika posisi keranjangnya sudah cukup dekat dengan keranjang yang berhenti tersebut. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti berapa lama wahana itu mengalami kendala di tengah lintasan.

Meski demikian, situasi sempat membuat penumpang yang berada di dalam keranjang yang berhenti terlihat panik. Benturan yang terjadi pun menimbulkan kekhawatiran terkait sistem keamanan wahana yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Situ Gunung.

Video tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan penyebab berhentinya keranjang di tengah lintasan serta mekanisme pengamanan yang diterapkan untuk mencegah insiden serupa.

Sebagai saksi mata, Abdul berharap pihak pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan perawatan wahana. Menurutnya, komponen penggerak yang berada di atas lintasan perlu mendapat perhatian khusus melalui pemeriksaan dan pemeliharaan rutin.

“Perlu ada peningkatan sistem pengamanan. Motor penggerak harus benar-benar dirawat secara berkala, dan posisi tombol pengendali sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan area yang mudah dijangkau penumpang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait penyebab keranjang berhenti di tengah lintasan maupun dugaan benturan antar keranjang yang terekam dalam video viral tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Sukabumi Pimpin Rapat Dinas, ini Hal Penting dan Strategis yang Dibahas

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H Asep Japar memimpin Rapat Dinas Bulan Juni 2026 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2026).

Rapat yang dipandu Sekretaris Daerah H Ade Suryaman tersebut dihadiri Wakil Bupati H Andreas, para kepala perangkat daerah, asisten daerah, staf ahli, kepala bagian, hingga camat se-Kabupaten Sukabumi.

Rapat diawali penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Institut Citra Buana Indonesia terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dengan Fakultas Pertanian IPB mengenai implementasi riset dan inovasi guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Sukabumi menyerahkan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan capaian kinerja dari BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Disdukcapil.

Bupati H Asep Japar mengungkapkan rasa syukur atas kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan harus terus dipertahankan melalui semangat kolaborasi seluruh perangkat daerah.

Bupati juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mendukung penuh berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menilai keberhasilan program-program tersebut membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.

Selain itu, H Asep Japar menyoroti masih rendahnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah mampu menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki guna meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan.

“PAD jangan jalan di tempat. Setiap OPD harus mampu melihat dan mengembangkan potensi yang ada agar pendapatan daerah terus meningkat,” tegasnya.

Tak hanya soal pendapatan daerah, Bupati juga menekankan pentingnya percepatan layanan administrasi kependudukan. Ia meminta para camat melakukan jemput bola terhadap masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik. Menurutnya, dokumen kependudukan menjadi syarat penting untuk mengakses berbagai layanan publik, termasuk kepesertaan BPJS.

Sementara itu, Wakil Bupati H Andreas menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tengah berlangsung. Ia berharap proses penerimaan siswa baru di Kabupaten Sukabumi berjalan aman, tertib, dan transparan.

Wabup menambahkan seluruh pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan capaian penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), terutama di wilayah yang realisasinya masih rendah.

“Optimalisasi pendapatan PBB membutuhkan kolaborasi menyeluruh mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Badan Pendapatan Daerah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PAUD Riyadul Jannah Lepas 14 Peserta Didik Angkatan Ke-15 Tahun Ajaran 2025–2026

0

Wartain.com – PAUD Riyadul Jannah Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menggelar acara pelepasan peserta didik Angkatan XV Tahun Ajaran 2025–2026. Di Halaman Desa Bantaragung, Rabu (17/06/2026).

Sebanyak 14 siswa resmi dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Kegiatan pelepasan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan dengan dihadiri para orang tua, guru, serta tamu undangan. Acara tersebut menjadi momen istimewa sebagai penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di tingkat pendidikan usia dini sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala PAUD Riyadul Jannah, Isan Susianti, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh peserta didik. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SD sederajat dan terus mengembangkan kemampuan akademik maupun karakter yang telah ditanamkan selama belajar di PAUD.

“Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 14 anak telah menyelesaikan pendidikan di PAUD Riyadul Jannah. Kami berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SD sederajat dan semakin pintar dalam berbagai hal, terutama kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal dasar untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Isan Susianti juga berharap PAUD Riyadul Jannah semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ia optimistis pada tahun ajaran mendatang akan semakin banyak anak yang bergabung untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“Semoga di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya semakin banyak peserta didik yang masuk ke PAUD Riyadul Jannah, sehingga kami dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak baik, dan siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,” tambahnya.

Melalui pelepasan Angkatan ini, PAUD Riyadul Jannah kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

14 peserta didik yang lulus tahun ini diharapkan menjadi generasi penerus yang berprestasi, berkarakter, dan mampu meraih cita-cita di masa depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Puluhan Warga Cioray Tolak Sumur Bor Proyek Kontrakan, Legalitas Dipertanyakan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Puluhan warga melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembuatan sumur bor di proyek pembangunan rumah kontrakan. Lokasi proyek berada di Dusun Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Aksi terjadi pada Senin (15/6/2026) di wilayah RT 03 RW 01.

Penolakan mencuat karena warga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi sebelumnya. Selain itu, legalitas bangunan rumah kontrakan yang sedang dibangun mulai dipertanyakan oleh masyarakat sekitar.

Warga menilai rencana pengeboran sumur berpotensi berdampak terhadap lingkungan. Mereka khawatir ketersediaan sumber air bagi masyarakat akan terganggu jika sumur bor dibuat tanpa kajian yang jelas.

Sekretaris Desa Bojongraharja, Denden Abdul Muis, membenarkan adanya aksi penolakan tersebut. Ia menyatakan, setelah aksi berlangsung, pihak RT telah memfasilitasi mediasi antara perwakilan warga dengan pemilik bangunan.

“Info sementara, semalam sudah dilakukan mediasi. Pemilik rumah diwakili timnya. Informasinya, istri pemilik berasal dari luar Sukabumi, sedangkan suaminya warga asing. Usai aksi, mereka meminta izin kepada warga terkait rencana pembuatan sumur bor, namun sebagian besar warga menyatakan keberatan,” ujar Denden saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Akibat keberatan tersebut, warga secara spontan menyusun dan menandatangani surat pernyataan penolakan terhadap rencana pembangunan sumur bor. Surat itu menjadi bentuk sikap tegas masyarakat menolak proyek tanpa persetujuan warga.

Tidak hanya soal sumur bor, warga juga mempertanyakan legalitas pembangunan rumah kontrakan. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, bangunan itu diperkirakan memiliki sekitar 50 kamar dengan dua lantai.

“Nah ini yang menjadi perhatian. Sampai saat ini belum ada pembicaraan atau koordinasi pengurusan izin dengan pemerintah desa. Informasi sementara di lapangan, pembangunan kontrakan itu sekitar 50 kamar dan dua lantai,” ungkap Denden mewakili Kepala Desa Bojongraharja.

Denden menegaskan, Pemerintah Desa Bojongraharja pada prinsipnya terbuka terhadap investasi dan kegiatan usaha. Namun, ia berharap setiap pelaku usaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami terbuka membantu proses perizinan. Tetapi pelaku usaha, investor, maupun pengembang sebaiknya melakukan pendekatan kepada warga dan pemerintah desa terlebih dahulu. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi kami ke depan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik maupun pihak yang diberi kuasa untuk mewakili proyek pembangunan kontrakan tersebut. Sementara itu, pihak Kecamatan Cikembar mengaku baru mengetahui polemik setelah mendapat informasi dari pewarta.

Pemerintah kecamatan berencana melakukan monitoring ke lokasi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, termasuk menelusuri dugaan belum adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun perizinan terkait pengeboran sumur. Kasus ini menjadi catatan bahwa komunikasi dengan masyarakat sejak awal sangat penting agar pembangunan tidak memicu konflik sosial.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Tawuran Antarpelajar di Loji Simpenan, Satu Pelajar Luka Bacok Celurit

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Bentrokan berlangsung di kawasan Loji, Kecamatan Simpenan, Selasa (16/6/2026) sore. Peristiwa itu mengakibatkan satu pelajar mengalami luka bacok senjata tajam, dan satu pelajar lainnya cedera akibat jatuh dari sepeda motor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga berawal dari ajakan yang beredar melalui aplikasi WhatsApp. Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah kemudian berkumpul dan menuju lokasi yang telah disepakati untuk bertemu dengan kelompok lawan.

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, awalnya para pelajar hanya terlihat berkumpul seperti biasa. Namun situasi berubah tegang ketika dua kelompok yang diduga telah berjanji untuk tawuran saling berhadapan.

“Awalnya mereka datang naik motor dan berkumpul di lokasi. Tidak lama kemudian terjadi keributan. Saya lihat ada yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya. Sebagian langsung berlarian menyelamatkan diri,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut keterangan warga, salah satu kelompok diduga kalah jumlah sehingga berusaha meninggalkan lokasi. Saat situasi ricuh tersebut, keributan tidak dapat dihindari dan mengakibatkan korban.

Seorang pelajar menjadi korban pembacokan. Ia mengalami luka terbuka pada bagian punggung kanan atas akibat sabetan senjata tajam yang diduga berupa celurit. Korban langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar.

Sementara itu, pelajar lainnya tidak mengalami luka bacok. Namun ia mengalami cedera pada bagian pinggul setelah terjatuh dari sepeda motor ketika berusaha menghindari kejaran kelompok lawan saat tawuran berlangsung.

Warga yang mengetahui adanya korban segera memberikan pertolongan pertama. Kedua korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait proses penanganan kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan dan pendampingan yang diperlukan.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi berupaya mengidentifikasi dan memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar mengalami luka serius pada bagian punggung.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan pelajar dan penggunaan senjata tajam. Warga berharap ada langkah tegas dari seluruh pihak, termasuk sekolah dan orang tua, untuk mencegah aksi tawuran yang berpotensi mengancam keselamatan generasi muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mbappe Cetak Brace, Prancis Kalahkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Prancis meraih kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Rabu (17/6) dini hari WIB. Dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola memastikan tiga poin bagi Les Bleus.

Babak pertama berjalan tanpa gol. Prancis tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun Senegal justru menciptakan lebih banyak peluang berbahaya. Kedua tim sama-sama gagal memecah kebuntuan hingga turun minum dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Prancis langsung menekan. Desire Doue mendapat peluang emas pada menit ke-47. Tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Senegal yang dikawal Edouard Mendy.

Jules Kounde mematahkan serangan Senegal dari sisi kiri pada menit ke-53. Bola diteruskan kepada Michael Olise. Sayang, sepakan Olise masih membentur kaki kiri kiper Mendy. Gawang Senegal kembali selamat.

Kylian Mbappe mulai menunjukkan peran setelah “menghilang” di babak pertama. Pada menit ke-57, ia mendapat umpan terobosan dan berhadapan satu lawan satu. Namun peluang emas itu masih bisa digagalkan oleh Mendy.

Drama terjadi menit ke-58. Mbappe dijatuhkan Sadio Mane di sisi kiri kotak penalti Senegal. Wasit Alireza Faghani tidak meniup peluit. Keputusan tersebut ditinjau VAR pada menit ke-59. Hasilnya, wasit tetap tidak memberi penalti untuk Prancis. Mbappe terlihat frustrasi.

Mbappe akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-66. Menerima umpan terobosan ciamik dari Kounde, ia lepas dari perangkap offside. Tendangan kaki kanan mengecoh Mendy dan bersarang di sisi kanan gawang. Prancis unggul 1-0.

Senegal langsung merespons dua menit kemudian. Nicolas Jackson membobol gawang Mike Maignan pada menit ke-68 usai menerima umpan terobosan. Namun gol tersebut dianulir karena Jackson lebih dulu berada dalam posisi offside.

Mendy kembali menjadi penyelamat Senegal saat menepis tembakan Doue pada menit ke-74. Pelatih Didier Deschamps kemudian menarik Ousmane Dembele dan memasukkan Bradley Barcola pada menit ke-80. Pergantian itu terbukti krusial.

Dua menit setelah masuk lapangan, Barcola mencetak gol. Menerima umpan terobosan Adrien Rabiot, ia berhadapan dengan Mendy dan mencungkil bola masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Prancis pada menit ke-82.

Senegal memperkecil ketertinggalan pada menit 90+5. Pemain pengganti Ibrahim Mbaye melewati Theo Hernandez dan menembak kaki kanan dari dalam kotak penalti. Gol itu membuat skor menjadi 2-1. Namun Mbappe langsung membalas. Menit 90+6, ia menerima operan Olise dan melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti ke sudut kanan atas. Prancis kembali menjauh 3-1.

Senegal hampir menambah gol di menit akhir. Umpan silang dari sisi kanan hampir disontek Aurelien Tchouameni menjadi gol bunuh diri. Beruntung Maignan sigap menangkap bola di garis gawang. Hingga peluit panjang, Prancis menang 3-1 atas Senegal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)