26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 8

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ajak Generasi Muda Majukan Pendidikan di Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan.

Momentum yang diperingati setiap 2 Mei ini menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam sektor pertanian yang terus berkembang.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya pendidikan sebagai dasar dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan wawasan di bidang pertanian modern. Hal ini dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan serta mendorong kemajuan sektor agrikultur di daerah.

Melalui berbagai program pembinaan dan edukasi, Dinas Pertanian terus berupaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Inovasi, teknologi, dan pengetahuan menjadi kunci dalam mengembangkan sektor ini agar lebih maju dan berdaya saing.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari bersama-sama mengembangkan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi,” menjadi pesan yang disampaikan sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul.Malik

(Intan)

Jadi Narsum PPI Institute 2026, DPRD Apresiasi Peran Bayu Permana Dorong Pemuda Bermoral

0
Oplus_131072

Wartain.com – DPRD Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bayu Permana, Anggota DPRD dari Fraksi PKB, atas partisipasinya sebagai narasumber dalam kegiatan PPI Institute 2026.

Kehadiran Bayu dalam forum tersebut dinilai mencerminkan komitmen wakil rakyat dalam memperluas peran edukatif di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Dalam forum itu, Bayu Permana membawakan materi bertajuk “Peran Pemuda Bermoral, Melestarikan Lingkungan, Alam dan Budaya Nasional”. Ia mendorong kesadaran pemuda untuk menjaga nilai moral sekaligus aktif melestarikan lingkungan dan budaya bangsa.

DPRD Kabupaten Sukabumi menilai keikutsertaan Bayu sebagai langkah strategis. Hal ini memperkuat sinergi antara pemangku kebijakan dan generasi muda dalam menghadapi tantangan global.

Menurut DPRD, pemuda hari ini tidak cukup hanya adaptif terhadap perubahan. Mereka juga harus punya karakter kuat serta kepedulian tinggi terhadap warisan alam dan budaya Indonesia.

Isu lingkungan, krisis iklim, hingga lunturnya nilai budaya jadi tantangan nyata. Peran pemuda bermoral dibutuhkan agar pembangunan tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa.

Momentum di PPI Institute 2026 diharapkan menumbuhkan semangat baru. Generasi muda didorong berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan, mulai dari aksi kecil di lingkungan sekitar.

Gagasan dan wawasan yang disampaikan Bayu diharapkan jadi inspirasi. Tidak berhenti di ruang seminar, tapi terus berkembang dan memberi dampak positif di berbagai lini kehidupan.

DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan akan terus mendukung peran aktif anggotanya. Terutama dalam kegiatan yang memberi nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.

Langkah ini jadi bagian dari upaya bersama menciptakan masyarakat Sukabumi yang berdaya saing, berkarakter, dan peduli lingkungan. Kolaborasi wakil rakyat dan pemuda jadi kunci.

Apresiasi untuk Bayu Permana diharapkan memantik anggota DPRD lain. Turun ke forum kepemudaan, berbagi gagasan, dan ikut mencetak agen perubahan dari Sukabumi untuk Indonesia.

DPRD optimistis, dari ruang diskusi seperti PPI Institute 2026 akan lahir pemuda Sukabumi yang tak hanya cerdas, tapi juga bermoral, cinta lingkungan, dan bangga pada budaya nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Paoji Nurjaman: Fungsi Pengawasan Jalan Terus, Pendidikan Sukabumi Harus Tuntas

0
Oplus_0

Wartain.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar, Sabtu (2/5/2026), dimanfaatkan DPRD untuk mendorong peningkatan anggaran pendidikan serta menyoroti kesejahteraan guru.

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, hadir langsung dalam upacara Hardiknas bersama unsur pemerintah daerah. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan khidmat.

“Alhamdulillah upacara berjalan lancar. Ini menjadi kewajiban yang dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Paoji berharap ke depan seluruh unsur pemerintah daerah lebih maksimal terlibat dalam peringatan Hardiknas. Momentum ini harus jadi pengingat untuk memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan.

Salah satu yang ia soroti adalah anggaran. Menurutnya, postur anggaran pendidikan perlu ditingkatkan agar program prioritas bisa berjalan optimal dan merata.

“Kami mendorong agar anggaran pendidikan bisa ditingkatkan ke depan,” katanya.

Kesejahteraan guru juga jadi catatan penting. Paoji khusus menyinggung nasib guru berstatus PPPK paruh waktu. Penghasilan yang diterima saat ini dinilai belum jauh beda dengan honor guru sebelumnya.

“Harapannya ke depan ada peningkatan, termasuk untuk PPPK paruh waktu,” ucapnya.

Selain SDM, kondisi infrastruktur pendidikan Sukabumi masih perlu perhatian serius. Luas wilayah yang besar membuat banyak bangunan sekolah rusak dan bahkan ambruk belum tertangani.

“Yang rusak segera dibangun, yang ambruk juga harus menjadi perhatian,” tegas Paoji.

Ia menegaskan DPRD tetap konsisten menjalankan fungsi pengawasan. Mulai dari perencanaan anggaran hingga pelaksanaan di lapangan, semua harus dipastikan tepat sasaran.

“Fungsi pengawasan tetap berjalan, kita harus tahu mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Paoji menilai peningkatan mutu pendidikan tidak bisa parsial. Guru hebat dan siswa cerdas harus ditopang sarana prasarana memadai agar proses belajar berjalan maksimal.

“Infrastruktur, guru, dan sarana itu harus berjalan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Terakhir, ia mengingatkan adanya isu pengalihan anggaran pendidikan ke program lain. Hal ini perlu diwaspadai agar tidak menggerus fokus pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hardiknas 2026: Ketua Fraksi PKS Leni Liawati Tegaskan DPRD Kawal 3 Fungsi untuk Pendidikan Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mempertegas komitmen peningkatan kualitas pendidikan. Ketua Fraksi PKS, Leni Liawati, menyebut Hardiknas tak boleh berhenti jadi seremoni tahunan.

“Dalam memaknai Hari Pendidikan Nasional, kami di DPRD menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan, untuk memastikan pendidikan di Kabupaten Sukabumi berjalan optimal,” ujar Leni, Sabtu (2/5/2026).

Dari sisi legislasi, Leni menegaskan DPRD memastikan penyelenggaraan pendidikan patuh regulasi. Landasannya Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang sudah diperbarui jadi Perda Nomor 7 Tahun 2023.

“Perda ini mengatur secara komprehensif, mulai dari pendidikan formal, nonformal, inklusif, wajib belajar, hingga pendanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah,” kata Leni.

Ia menambahkan, perda terbaru mengakomodasi dinamika pendidikan pascapandemi. Termasuk penguatan pendidikan inklusif, digitalisasi pembelajaran, dan skema pendanaan inovatif untuk sekolah negeri maupun swasta.

Masuk fungsi anggaran, DPRD mendorong Pemkab Sukabumi konsisten mengalokasikan dana pendidikan sesuai perencanaan. Fokusnya bukan hanya besaran 20% APBD, tapi ketepatan sasaran program.

“Fungsi anggaran ini penting untuk memastikan program pendidikan berjalan maksimal dan merata dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Leni menyoroti pemerataan sarana-prasarana. Banyak sekolah di wilayah selatan dan utara Sukabumi masih butuh rehab ruang kelas, lab, perpustakaan, dan akses internet stabil.

Pada fungsi pengawasan, DPRD aktif mendorong evaluasi berkelanjutan. Mutu guru, kesejahteraan tenaga pendidik, sarpras sekolah, hingga capaian pembelajaran siswa berkarakter jadi perhatian utama.

“Kami mendorong pemda untuk terus mengevaluasi mutu dan kualitas guru, kesejahteraan tenaga pendidik, sarana dan prasarana sekolah, serta capaian pembelajaran siswa yang berkarakter,” jelasnya.

Dukungan konkret DPRD juga terlihat dari perluasan akses beasiswa. Leni menyebut program beasiswa Hafidz Qur’an untuk siswa SD-SMP sudah berjalan dan jadi motivasi anak-anak menguatkan karakter.

Selain itu, ada beasiswa pendidikan tinggi hasil kerja sama dengan Universitas Nusa Putera. Skema ini ditujukan bagi lulusan SMA Sukabumi yang lolos seleksi agar bisa lanjut kuliah tanpa terkendala biaya.

“Di antaranya melalui program beasiswa Hafidz Qur’an bagi siswa SD dan SMP, serta beasiswa pendidikan tinggi bekerja sama dengan Universitas Nusa Putera bagi mahasiswa yang lolos seleksi,” pungkasnya.

Leni berharap tiga fungsi DPRD plus kebijakan afirmatif itu melahirkan generasi Sukabumi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di era Indonesia Emas 2045.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cegah Gagal Panen, Poktan Sugih Tani Parakanlima Gelar Gropyokan Hama Padi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Upaya menjaga produktivitas pertanian terus digencarkan Kelompok Tani (Poktan) Sugih Tani di Kampung Cijolang RT 04/05, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni pemberantasan hama pada tanaman padi. Kegiatan ini digelar di area persawahan setempat, Jum’at (1/5/2026).

Pemberantasan hama dilakukan secara gotong royong oleh puluhan petani. Mereka didampingi langsung UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cikembar dan jajaran pengurus Poktan Sugih Tani.

Langkah cepat ini diambil sebagai antisipasi agar serangan hama tidak meluas. Jika dibiarkan, hama wereng, penggerek batang, hingga tikus bisa mengancam hasil panen musim tanam ini.

Ketua Poktan Sugih Tani, Aep Suhaepi, melalui pengelola keuangan Poktan, Saptudin, menyebut kegiatan ini agenda penting. Tujuannya menjaga ketahanan pangan mulai dari tingkat desa.

“Pemberantasan hama ini kami lakukan secara bersama-sama agar tanaman padi tetap terjaga dan hasil panen petani bisa maksimal,” ujar Saptudin di sela kegiatan.

Saptudin juga mengapresiasi pendampingan teknis dari UPTD BPP Cikembar. Penyuluh hadir langsung ke sawah, memberi arahan cara pengendalian hama yang tepat dan ramah lingkungan.

“Kami juga berterima kasih atas pendampingan dari pihak UPTD BPP yang selalu memberikan arahan teknis di lapangan,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi petani dan penyuluh jadi kunci menghadapi tantangan pertanian. Serangan hama kerap muncul di musim pancaroba dan butuh penanganan cepat serta terkoordinasi.

Selain gropyokan massal, petani juga diedukasi soal pengamatan rutin, penggunaan pestisida nabati, hingga pola tanam serentak untuk memutus siklus hama.

UPTD BPP Cikembar menegaskan, pengendalian hama harus dilakukan bersama. Satu petak sawah yang tidak ditangani bisa jadi sumber penyebaran ke hamparan lain.

Dengan gerakan ini, Poktan Sugih Tani berharap produktivitas padi di Parakanlima meningkat. Kualitas gabah terjaga, harga jual stabil, dan kesejahteraan petani terdongkrak.

Gotong royong berantas hama jadi bukti kemandirian petani Parakanlima. Ketahanan pangan desa dimulai dari sawah yang sehat dan petani yang solid.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Memahami Hakikat Kehidupan dan Hari Pembalasan dalam Al-Qur’an dan Hadits Qudsi: Pendekatan Filsafat Islam Berbasis Ma‘rifatullah

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Abstrak

Wartain.com || Tulisan ini mengkaji hakikat kehidupan dan hari pembalasan berdasarkan Al-Qur’an dan hadits qudsi dengan pendekatan filsafat Islam berbasis Ma‘rifatullah. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa manusia modern cenderung memandang hidup sebagai urusan materi, aktivitas, dan pencapaian duniawi, sementara hari pembalasan dipahami hanya sebagai peristiwa di masa depan.

Dengan pendekatan hermeneutik-filosofis, penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia bukan sekadar ruang biologis, tetapi ruang kesadaran manusia dalam mengenal Tuhan. Dunia tidak berdiri sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai “lapangan kesadaran” tempat manusia diuji dalam kesadarannya terhadap realitas Ilahi.

Demikian pula, hari pembalasan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa eskatologis di akhir waktu, tetapi juga sebagai proses yang sudah berlangsung dalam kehidupan manusia. Setiap perbuatan membawa dampak langsung pada kondisi batin manusia: ketenangan, kegelisahan, kedekatan, atau keterputusan dari Tuhan.

Kesimpulan utama tulisan ini adalah bahwa kehidupan sejati bukan sekadar “hidup secara fisik”, melainkan hidup dalam kesadaran akan kehadiran Tuhan. Dalam perspektif ini, akhirat tidak hanya “akan datang”, tetapi juga “sedang berlangsung” dalam dimensi kesadaran manusia.

Kata kunci: Ma‘rifatullah, hakikat kehidupan, hari pembalasan, kesadaran Ilahi, filsafat Islam

Pendahuluan

Pertanyaan tentang apa itu kehidupan dan bagaimana hari pembalasan terjadi selalu menjadi inti dari ajaran Islam. Namun dalam kenyataan sehari-hari, pemahaman manusia sering terpecah menjadi dua arah yang sempit.

Sebagian manusia melihat hidup hanya sebagai rangkaian aktivitas: bekerja, mencari penghidupan, membangun masa depan, lalu selesai di kematian biologis. Dalam pandangan ini, hidup berhenti pada aspek material.

Sebagian lagi memahami hari pembalasan hanya sebagai peristiwa jauh di masa depan—sesuatu yang “akan terjadi nanti”, tanpa keterkaitan langsung dengan kehidupan saat ini.

Padahal Al-Qur’an memberikan gambaran yang jauh lebih dalam. Dunia disebut sebagai permainan dan kelalaian, bukan karena tidak nyata, tetapi karena sering menipu kesadaran manusia dari makna yang lebih hakiki. Di sisi lain, Allah menyatakan kedekatan-Nya dengan manusia, bahkan lebih dekat dari urat lehernya.

Artinya, realitas hidup tidak pernah lepas dari dimensi Ilahi, hanya saja manusia sering tidak menyadarinya.

Berdasarkan hal ini, tulisan ini berangkat dari satu gagasan utama: bahwa hakikat kehidupan dan hari pembalasan hanya bisa dipahami secara utuh melalui Ma‘rifatullah, yaitu kesadaran langsung akan kehadiran Tuhan dalam pengalaman hidup manusia.

Tanpa kesadaran ini, ajaran agama mudah berubah menjadi konsep, bukan pengalaman.

Kerangka Teoretis: Ma‘rifatullah sebagai Dasar Kesadaran

Dalam tradisi filsafat Islam dan tasawuf, Ma‘rifatullah tidak dipahami sebagai pengetahuan teoritis, tetapi sebagai kesadaran yang hidup.

Artinya, Tuhan tidak hanya “diketahui”, tetapi “disadari kehadiran-Nya”.

Al-Qur’an menunjukkan bahwa tujuan penciptaan manusia berkaitan erat dengan pengenalan kepada Tuhan. Sementara hadits qudsi menyatakan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya ketika ia mengingat-Nya.

Ini menunjukkan bahwa relasi manusia dengan Tuhan bukan relasi jauh dan formal, tetapi relasi yang dekat, hidup, dan berlangsung dalam kesadaran.

Dari sini dapat dipahami bahwa realitas tidak hanya terdiri dari dunia luar, tetapi juga dunia batin manusia. Dan justru di dunia batin inilah hubungan manusia dengan Tuhan terjadi secara paling nyata.

Hakikat Kehidupan: Antara Tampak dan Makna

Al-Qur’an berulang kali mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan sering menipu manusia. Namun ini bukan berarti dunia tidak penting, melainkan bahwa dunia tidak boleh dipahami sebagai tujuan akhir.

Dunia bisa menjadi dua hal sekaligus:

penutup kesadaran manusia dari Tuhan

atau jalan untuk mengenal Tuhan lebih dalam

Perbedaannya terletak pada kesadaran manusia.

Contoh sederhana:

Dua orang bisa bekerja di tempat yang sama.

Yang satu hanya melihat pekerjaan sebagai beban dan rutinitas.

Yang lain melihatnya sebagai amanah dan bagian dari perjalanan spiritual.

Secara fisik sama, tetapi secara batin sangat berbeda.

Di sinilah letak hakikat kehidupan: bukan sekadar “apa yang dilakukan”, tetapi “dengan kesadaran apa seseorang menjalani hidupnya”.

Dengan kata lain, hidup bukan hanya bergerak, tetapi juga menyadari.

Hari Pembalasan: Bukan Hanya Nanti, Tetapi Juga Sekarang

Secara umum, hari pembalasan dipahami sebagai peristiwa besar di akhir kehidupan manusia, ketika seluruh amal diperhitungkan.

Pemahaman ini benar, tetapi belum menyentuh seluruh makna.

Dalam perspektif Ma‘rifatullah, hari pembalasan juga sudah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya sederhana:

ketika seseorang berbuat zalim, ia mungkin terlihat kuat di luar, tetapi batinnya gelisah

ketika seseorang berbuat baik, ia mungkin tidak terlihat hebat secara duniawi, tetapi hatinya tenang

Ini menunjukkan bahwa setiap perbuatan langsung memiliki “balasan batin” sebelum balasan akhirat.

Dengan demikian, akhirat bukan hanya peristiwa masa depan, tetapi juga realitas yang sedang bekerja dalam kehidupan manusia saat ini.

Implikasi Pemahaman Ini

Jika kehidupan dan hari pembalasan dipahami seperti ini, maka beberapa hal menjadi jelas:

Agama bukan sekadar aturan, tetapi kesadaran hidup

Bukan hanya “apa yang boleh dan tidak”, tetapi “dalam kesadaran apa manusia hidup”.

Setiap tindakan memiliki dampak langsung pada batin manusia

Tidak ada perbuatan yang benar-benar netral dalam kesadaran.

Hidup menjadi proses transformasi, bukan sekadar perjalanan waktu

Manusia tidak hanya “menuju akhirat”, tetapi juga “hidup di dalamnya”.

Kesimpulan

Hakikat kehidupan dalam Al-Qur’an dan hadits qudsi tidak bisa dipahami hanya dengan pendekatan formal atau masa depan semata.

Kehidupan adalah ruang kesadaran manusia dalam mengenal Tuhan.

Dan hari pembalasan bukan hanya peristiwa nanti, tetapi juga realitas yang sedang berlangsung dalam setiap detik kehidupan manusia.

Dengan demikian, Islam tidak hanya berbicara tentang akhir kehidupan, tetapi juga tentang bagaimana manusia benar-benar hidup—dalam kesadaran, kehadiran, dan kedekatan dengan Tuhan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dendam Berujung Maut, Pria di Sukabumi Tewas Dikeroyok Sekelompok Orang

0

Wartain.com – Insiden berdarah terjadi di Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di wilayah Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026) sore. Seorang pria berinisial R (30) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar Pool Bus MGI rute Sukabumi–Bandung.

Berdasarkan keterangan warga setempat, keributan mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di pinggir jalan yang saat itu dalam kondisi cukup ramai. Seorang pria yang datang menggunakan motor roda tiga jenis Tossa tiba-tiba dihampiri oleh seseorang, kemudian situasi memanas hingga berujung perkelahian.

“Satu lawan satu awalnya, tapi tiba-tiba yang lain ikut nyerang dari berbagai arah. Ada yang lempar pakai batu, ada juga yang mukul pakai balok dari belakang,” ungkap Andri (30), saksi mata di lokasi kejadian, Minggu (3/5/2026).

Ia menambahkan, setelah korban tidak lagi berdaya, tubuhnya sempat diseret oleh para pelaku ke sisi jalan. Aksi brutal tersebut diduga dilakukan oleh lebih dari lima orang.

Sementara itu, Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa peristiwa ini diduga merupakan buntut dari konflik sehari sebelumnya. Pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, korban R diketahui sempat melakukan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial M di kawasan simpang Goalpara.

“Akibat kejadian itu, M mengalami luka sobek di bagian wajah dan harus mendapatkan sekitar 10 jahitan,” jelas Ade.

Diduga dilatarbelakangi dendam, M kemudian mendatangi korban bersama sejumlah rekannya pada Sabtu sore dan terjadi bentrokan yang berujung fatal. Korban mengalami serangan bertubi-tubi hingga tak sadarkan diri.

“Korban sempat hendak dibawa ke Rumah Sakit Hermina oleh saksi di lokasi. Namun, setibanya di depan rumah sakit, kondisinya sudah tidak sadarkan diri. Setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” ucap Ade.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya tiga luka tusuk pada tubuh serta luka memar dan sobek di bagian wajah.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sebilah pisau kecil, ponsel milik korban, botol berisi minuman keras jenis intisari, sepatu bot, serta kendaraan roda tiga yang digunakan korban.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD R. Syamsudin SH untuk keperluan visum. Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi guna mengungkap pelaku serta motif pasti di balik peristiwa tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Angka Kemiskinan di Kota Sukabumi Menurun, Pemkot Perkuat Pendekatan Terpadu

0

Wartain.com – Tren penurunan angka kemiskinan di Kota Sukabumi menunjukkan perkembangan positif dalam setahun terakhir. Data terbaru mencatat, tingkat kemiskinan pada 2025 berada di angka 6,90 persen, turun dari 7,20 persen pada 2024.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai kebijakan dan program intervensi yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Meski demikian, berdasarkan data By Name By Address (BNBA) per 1 April 2026, jumlah warga miskin masih tergolong tinggi, yakni 8.937 kepala keluarga atau setara dengan 31.163 jiwa.

Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyebut penurunan ini sebagai kemajuan yang patut diapresiasi, meski upaya penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen masih membutuhkan langkah berkelanjutan.

“Kelompok masyarakat pada desil terbawah membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan terarah,” ujarnya, Sabtu (1/5/2026).

Ia menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak bisa hanya bergantung pada bantuan sosial semata. Menurutnya, diperlukan pendekatan menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor agar hasilnya lebih optimal.

“Semua perangkat daerah harus terlibat agar penanganannya lebih efektif,” tegasnya.

Dalam sektor kesehatan, pemerintah memastikan akses layanan bagi masyarakat kurang mampu melalui program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat, yang diperkuat dengan dukungan pemerintah daerah bagi warga yang belum terakomodasi.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas melalui pemberian bantuan modal usaha serta paket kebutuhan pokok bagi Keluarga Penerima Manfaat. Program ini menyasar sekitar 165 penerima setiap tahun yang tersebar di 33 kelurahan.

Melalui strategi lintas sektor yang terintegrasi, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis angka kemiskinan dapat terus ditekan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Intip Keindahan Puncak Jaro, Kebun Durian di Lebak Nangka yang Disulap Jadi Tempat Healing

0

Wartain.com || Kawasan Cisolok kembali menghadirkan destinasi wisata alternatif bagi masyarakat yang mencari ketenangan. Puncak Jaro, sebuah area perbukitan yang terletak di Kampung Lebak Nangka, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, kini bertransformasi menjadi lokasi healing dengan perpaduan udara sejuk dan pemandangan alam yang memukau. Sabtu, 2 Mei 2026.

Tempat ini menawarkan panorama ganda yang jarang ditemukan, yakni deretan pegunungan yang asri sekaligus pandangan luas ke arah laut lepas Palabuhanratu, di malam hari pemandangan ke laut banyak lampu dari pemukiman dan Pagang di laut. Berada di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar, Puncak Jaro menyuguhkan suasana pedesaan yang kental dengan vegetasi produktif seperti padi huma, pohon durian, tanaman cabai, hingga tomat yang tumbuh subur di sekeliling area.

Pemilik villa di Puncak Jaro, Bapak Jelong, mengungkapkan bahwa awalnya lahan tersebut hanyalah kebun durian biasa. Ia kemudian membangun sebuah mini villa yang didominasi material bambu untuk menciptakan kesan natural.

“Awalnya ini kebun durian. Saya membuat villa kecil ini sebenarnya untuk tempat istirahat dan mencari suasana untuk menenangkan diri. Namun, bagi siapapun yang ingin memakai atau menikmati tempat ini, dipersilakan,” ujar Bapak Jelong.

Meski bergaya tradisional, fasilitas yang tersedia cukup memadai. Terdapat mini villa bambu yang mampu menampung hingga 20 orang, kolam renang, toilet, ayunan, hingga bale-bale untuk bersantai. Pengelola juga menyediakan spot foto menarik dan area yang cukup luas bagi pengunjung yang ingin mendirikan tenda (camping).

Bagi wisatawan yang jenuh dengan hiruk pikuk perkotaan, Puncak Jaro menjadi pilihan tepat untuk menikmati kesegaran udara pegunungan sambil memandang birunya samudera dari ketinggian.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pernyataan Amien Rais Soal ‘Skandal Moral’ Presiden Dinilai Fitnah, Pakar Hukum Desak Langkah Tegas

0

Wartain.com || Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait tudingan skandal moral terhadap Presiden Prabowo Subianto memicu gelombang kritik tajam. Pakar Hukum Kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menilai pernyataan tersebut bukan lagi bentuk kritik, melainkan serangan personal yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Edi menegaskan bahwa tudingan yang dilontarkan Amien Rais sangat menyesatkan dan masuk dalam kategori fitnah karena tidak didasari oleh bukti yang valid.

“Amien Rais bukan lagi melakukan kritik secara sehat tapi telah melakukan serangan secara personal terhadap Presiden yang sah dan pernyataan tersebut bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” ujar Edi dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Iya menambahkan bahwa narasi yang dibangun oleh Amien Rais mencerminkan rasa kebencian yang berlebihan. Menurutnya, langkah hukum perlu dipertimbangkan untuk memberikan efek jera serta menjaga stabilitas nasional.

“Demi menjaga kedamaian masyarakat. Kita minta Amien Rais segera minta maaf dan hentikan menyebarkan fitnah keji tersebut,” kata anggota Kompolnas periode 2012-2016.

Senada dengan Edi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan klarifikasi resmi terkait video yang diunggah di kanal media sosial Amien Rais. Meutya memastikan bahwa konten tersebut telah diverifikasi sebagai informasi palsu.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian,” kata Meutya. Ia juga menekankan bahwa konten tersebut mengandung serangan personal yang tidak pantas diarahkan kepada kepala negara.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa video kontroversial tersebut kini sudah tidak dapat diakses. Berdasarkan informasi terbaru, pernyataan yang berisi tudingan tersebut telah diturunkan (take down) dari akun resmi Amien Rais Official.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)