26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 8

Dua Remaja Korban Pembacokan di Nagrak Dipulangkan dari RS, Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dua remaja asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dipulangkan dari RSUD Sekarwangi pada Rabu (17/6/2026). Keduanya sebelumnya menjadi korban pembacokan oleh sejumlah remaja bersepeda motor saat menunggu teman untuk acara ulang tahun, Kamis (11/6/2026) malam.

Korban F (18) mengalami luka serius di pergelangan tangan kanan hingga hampir putus. Sementara R (16) menderita luka pada bagian lengan yang menyebabkan patah tulang. Keduanya menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi.

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, mengatakan pihaknya sejak awal berupaya menempuh jalur Restorative Justice (RJ) atau diversi. Upaya itu karena para pelaku masih berusia di bawah 18 tahun.

“Jadi gini, kita kan mau sistem RJ ya, Restorative Justice dengan pihak pelaku. Dalam artian istilahnya diversi, diversi itu khusus untuk anak yang usia di bawah 18 tahun,” kata Rangga, Rabu (17/6/2026).

Namun proses diversi terkendala karena pihak pelaku tidak kooperatif. Rangga menyebut pelaku tidak mau mengganti biaya rumah sakit dan tidak kooperatif dalam mediasi.

“Tapi kita itu terkendala, pihak pelaku tidak kooperatif. Tidak kooperatif, tidak mau mengganti biaya-biaya rumah sakit, tidak kooperatif lah pokoknya,” ujarnya.

Karena batas waktu 7 hari penanganan di kepolisian terlampaui dan diversi tidak berjalan, perkara akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan. “Sampai akhirnya polisi melimpahkan kasus, udah terpaksa gitu, melimpahkan ke kejaksaan karena terpaksa udah lewat dari 7 hari,” kata Rangga.

Persoalan lain muncul pada administrasi rumah sakit. Kedua korban sebenarnya sudah bisa pulang sejak Senin (15/6/2026), namun tertahan karena biaya perawatan sekitar Rp28 juta. Fathan Rp14 juta, Muhammad Riko Rp13-14 juta.

Keluarga korban tidak mampu menanggung biaya. Orang tua F bekerja sebagai pemulung, sedangkan ayah R tukang parkir. “Bahkan untuk biaya rumah ke rumah sakit, pergi ongkos ke rumah sakit aja enggak ada. Sampai dia pinjem ke tetangganya,” kata Rangga.

Humas Pemasaran RSUD Sekarwangi Muhammad Rizal Perdana menjelaskan, kasus pembacokan memiliki mekanisme pembiayaan berbeda. Biaya seharusnya ditanggung pelaku karena ada aspek hukum. Rumah sakit meminta pembayaran 50% sebagai kebijakan.

“Di 50 persen itu adalah patokan di mana memang korban ini ada jasa operasi dan lain-lain. Bilamana tidak dibayarkan, maka kasihan juga pekerja kita, tidak akan mendapatkan haknya. Kita udah kebijaksanaan itu 50 persen,” ujarnya. Terkait SKTM, Rizal menegaskan itu bukan alat pembayaran melainkan permohonan keringanan. Data korban masuk desil 6, padahal syarat maksimal desil 5.

Sebagai solusi, rumah sakit menerima KTP orang tua korban sebagai jaminan sementara. Pasien dipulangkan setelah kondisi optimal. “Sampai nanti kasus selesai, dan nanti ada pihak korban yang datang ke rumah sakit untuk pembayaran atau penukaran si KTP tersebut. Jadi sistem rolling KTP. Untuk sekarang pasien udah bisa pulang,” pungkas Rizal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Grup L Piala Dunia 2026, Harry Kane Borong 2 Gol

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Inggris menang 4-2 atas Kroasia dalam laga Grup L Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Arlington, Kamis (18/6) dini hari WIB. Harry Kane menjadi bintang dengan mencetak dua gol untuk The Three Lions.

Babak pertama berjalan sengit dan dramatis. Inggris unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol Harry Kane menit ke-12 melalui eksekusi penalti. Penalti itu sempat diulang karena kiper Dominik Livakovic bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang.

Kroasia tidak menyerah dan menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-36 melalui gol Martin Baturina. Inggris kembali memimpin 2-1 pada menit ke-42 berkat gol kedua Kane. Namun Petar Musa membuat skor 2-2 menjelang turun minum.

Skor imbang 2-2 membuat Inggris meningkatkan tempo serangan di babak kedua. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-47. Elliot Anderson memberi umpan terobosan lambung kepada Jude Bellingham di sisi kanan.

Bellingham menggiring bola hingga kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan dari sudut sempit. Dominik Livakovic gagal menepis bola tersebut. Inggris unggul 3-2 dan menguasai jalannya laga.

Keunggulan itu membuat Inggris terus menggempur pertahanan Kroasia. Menit ke-48 Bellingham kembali menembak, tetapi ditepis Livakovic. Declan Rice juga mencoba peruntungannya menit ke-52, namun kembali digagalkan kiper Kroasia yang tampil gemilang.

Kemelut terjadi di depan gawang Kroasia menit ke-56. Sundulan Nico O’Reilly dari sepak pojok ditepis Livakovic. Bola rebound disambar Anthony Gordon, tetapi untuk kedua kalinya Livakovic melakukan penyelamatan.

Livakovic kembali menunjukkan kelasnya menit ke-57. Ia menggagalkan tembakan keras Harry Kane dari sisi kiri serangan Inggris. Beberapa kali penyelamatan itu membuat Kroasia tetap bertahan dalam laga.

Kroasia sempat mencoba membalas. Jordan Pickford melakukan penyelamatan krusial menit ke-76 dengan menepis tendangan kaki kiri Marco Pasalic dari dalam kotak penalti. Pertahanan Inggris juga beberapa kali mematahkan serangan Vatreni.

Inggris menutup kemenangan lewat gol Marcus Rashford menit ke-85. Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti menerima operan Bukayo Saka di sisi kiri. Ia mengecoh Ezri Konsa lalu menempatkan bola ke pojok kiri bawah gawang dengan tendangan kaki kanan mendatar. Skor 4-2.

Harry Kane bahkan ikut membantu pertahanan. Pada menit ke-90+5 ia melakukan penyelamatan krusial dengan menahan tembakan Josko Gvardiol. Kontribusi itu mengunci kemenangan Inggris.

Tanpa tambahan gol hingga peluit akhir, Inggris menang 4-2 atas Kroasia. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Thomas Tuchel di Grup L Piala Dunia 2026. Kroasia harus segera bangkit untuk laga berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PMI Kabupaten Sukabumi Ingatkan Keselamatan Jurnalis Saat Meliput Aksi Demonstrasi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Meningkatnya intensitas aksi demonstrasi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk terkait keselamatan para jurnalis yang bertugas melakukan peliputan di lapangan.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi wartawan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri atau APD sederhana dapat meminimalkan risiko cedera ketika situasi demonstrasi berubah menjadi tidak kondusif.

“Untuk teman-teman jurnalis begitu meliput kegiatan demo, safety itu nomor satu. Kacamata, kemudian helm. Karena helm itu sangat penting pada waktu terjadi misalnya kerusuhannya menjadi anarkis,” ujar Hondo, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, selain helm, penggunaan kacamata pelindung khusus juga sangat dianjurkan. Kacamata safety dinilai lebih mampu melindungi mata dari berbagai potensi bahaya yang dapat muncul saat terjadi bentrokan maupun penggunaan gas air mata.

“Kacamata juga harus safety. Jangan kacamata yang biasa, karena apa? Karena kacamata safety kadang-kadang perlu sekali pada waktu ada lemparan atau gas air mata,” katanya.

Tak hanya itu, Hondo juga menyarankan para jurnalis mengenakan pakaian yang dapat memberikan perlindungan tambahan, seperti jaket dan celana berbahan tebal. Menurutnya, perlengkapan tersebut dapat mengurangi risiko luka apabila wartawan terjatuh atau terdorong saat berada di tengah kerumunan massa.

“Yang lain-lain saya kira kayak mungkin jaket yang agak tebal. Itu perlu juga, karena apa? Karena mungkin kita bisa terjatuh, sehingga kalau pakai jaket yang agak tebal atau celana yang agak tebal, lukanya tidak makin parah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hondo menilai keberadaan lembaga kemanusiaan seperti PMI seharusnya dapat dilibatkan dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi, terutama untuk memberikan bantuan medis apabila terjadi kondisi darurat.

Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kemanusiaan, PMI memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kegiatan unjuk rasa.

“PMI adalah lembaga kemanusiaan. Kita sebetulnya bisa dilibatkan untuk mendampingi para teman-teman yang akan melakukan aksi demo. Walaupun mungkin kita juga mikir dua tiga kali, tapi tetap kita lembaga kemanusiaan, kita tetap akan mengawal kalau seandainya kami dilibatkan,” tegasnya.

Melalui imbauan tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi berharap para jurnalis dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja saat menjalankan tugas peliputan di lapangan, sehingga risiko cedera maupun kecelakaan dapat diminimalkan meski harus berada di tengah situasi demonstrasi yang dinamis dan berpotensi memanas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Perkuat Pengawasan Anggaran, Gandeng KPK Kawal Program Prioritas 2026

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dan pengawasan penggunaan anggaran daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Program Kerja Tahun Anggaran 2026 dan Program Prioritas Daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi itu dihadiri Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah Jawa Barat pada Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI beserta jajaran, Wakil Wali Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, para asisten, staf ahli, dan kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya program yang dijalankan. Menurutnya, kualitas tata kelola pemerintahan, efektivitas pengawasan, serta integritas aparatur menjadi faktor utama dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan.

“Keberhasilan pelaksanaan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran atau banyaknya program yang dirancang, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola, efektivitas pengawasan, serta integritas seluruh aparatur pemerintah dalam melaksanakan amanah,” ujarnya.

Ayep menyampaikan apresiasi kepada KPK yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan supervisi kepada pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kehadiran KPK tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam membangun sistem pencegahan korupsi yang efektif.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program pemerintah daerah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas pelayanan publik.

“Karena itu seluruh program dan kegiatan pemerintah harus diarahkan untuk menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing daerah,” katanya.

Menurut Ayep, Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Sukabumi untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Karena itu, pengawasan harus menjadi bagian integral dari seluruh proses pemerintahan.

“Pengawasan harus memastikan setiap kebijakan, program, dan penggunaan sumber daya daerah berjalan sesuai peraturan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi juga memaparkan sejumlah langkah penguatan tata kelola pemerintahan, mulai dari sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, peningkatan pengendalian intern dan manajemen risiko, penguatan fungsi pengawasan internal, hingga optimalisasi pengelolaan aset daerah dan pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, peningkatan transparansi keuangan daerah, serta pembangunan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme terus didorong sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Ayep menekankan bahwa setiap anggaran yang dikelola pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak boleh terbuang sia-sia.

“Setiap rupiah anggaran yang dikelola harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Melalui rapat koordinasi bersama KPK tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat memperkuat evaluasi, mengidentifikasi berbagai potensi risiko, sekaligus menyatukan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Prakiraan Cuaca Sukabumi 18 Juni 2026: Siang Terik UV Ekstrem, Sore Berpotensi Hujan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Kamis (18/6/2026) cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Suhu udara berkisar 19°C hingga 29°C dengan kelembapan tinggi pada malam hari.

Pada pagi hari pukul 09.00 WIB, cuaca diprediksi mostly sunny atau cerah berawan. Suhu tercatat 25°C dengan kelembapan 75% dan peluang hujan hanya 4%. Angin bertiup ringan 5 km/jam dari arah timur.

Memasuki pukul 10.00–11.00 WIB, kondisi berubah menjadi partly cloudy atau berawan sebagian. Suhu naik menjadi 27–28°C. Indeks ultraviolet (UV) mulai meningkat dari kategori tinggi 7 menjadi sangat tinggi 10.

Siang hari pukul 12.00–13.00 WIB menjadi puncak terik. Suhu mencapai 28–29°C dengan cuaca berawan sebagian. Indeks UV pada pukul 12.00 WIB mencapai level 11 kategori ekstrem, lalu turun menjadi 9 kategori sangat tinggi pada pukul 13.00 WIB.

BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya disarankan untuk menghindari dampak buruk sinar UV ekstrem.

Sore hari mulai pukul 15.00 WIB cuaca masih berawan sebagian dengan suhu 28°C. Peluang hujan mulai meningkat menjadi 14%. Angin berembus dari arah utara–timur laut dengan kecepatan 7 km/jam.

Hujan ringan diprakirakan mulai turun pukul 16.00 WIB. Suhu turun ke 27°C dengan peluang hujan 30% dan kelembapan 73%. Intensitas hujan tidak terlalu lebat, tetapi dapat mengganggu aktivitas luar ruangan.

Menjelang petang pukul 17.00 WIB, cuaca berubah menjadi mostly cloudy atau berawan tebal. Suhu 26°C dengan peluang hujan 24%. Angin berbalik arah ke selatan–barat daya dengan kecepatan 7 km/jam.

Pada malam hari pukul 18.00–23.00 WIB, kondisi berawan sebagian mendominasi wilayah Sukabumi. Suhu turun bertahap dari 24°C hingga 22°C. Kelembapan udara malam sangat tinggi, mencapai 87% hingga 95%.

Selain cuaca, kualitas udara di Sukabumi perlu diwaspadai. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat 162 yang masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan.

Matahari terbit diprakirakan pukul 06.01 WIB dan terbenam pukul 17.45 WIB. Durasi penyinaran matahari cukup panjang, sejalan dengan kondisi cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari.

Masyarakat diimbau membawa payung atau jas hujan untuk mengantisipasi hujan sore. Sementara itu, warga dengan riwayat penyakit pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar dan menggunakan masker guna mengurangi paparan polusi udara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tanggapi Video Viral, Pengelola Situ Gunung Ungkap Penyebab Keranjang Langit Terhenti di Tengah Jalur

0

Wartain.com – Objek wisata alam Situ Gunung Suspension Bridge di Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dua wisatawan mengalami kendala saat menaiki wahana Keranjang Langit.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut, keranjang yang ditumpangi dua wisatawan terlihat berhenti sebelum mencapai titik akhir lintasan. Saat berada di tengah jalur, keranjang itu bahkan sempat tersenggol oleh keranjang lain yang berada di belakangnya.

Viralnya video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet, terutama terkait aspek keselamatan wahana wisata yang berada di kawasan Situ Gunung tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Manager Operasional Situ Gunung Suspension Bridge, Usep Suherlan, menyampaikan bahwa keranjang yang terhenti di tengah lintasan diduga akibat alat pengatur kecepatan atau potensio dimainkan oleh wisatawan.

Menurut Usep, saat kejadian dirinya berada di lokasi dan ikut memantau aktivitas pengunjung. Dari hasil pengamatannya terhadap video yang beredar, terlihat adanya interaksi terhadap alat tersebut.

“Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensio. Kita tidak menginformasikan si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan. Itu hanya kami yang tahu,” ujar Usep, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika keranjang berada sekitar 50 meter dari titik akhir perjalanan. Keranjang yang sempat berhenti itu akhirnya kembali bergerak setelah terdorong oleh keranjang lain yang digunakan pengunjung berikutnya.

“Kemarin itu bukan dengan petugas, tapi pengunjung yang menggunakan keranjang berikutnya. Itu kejadiannya 50 meter sebelum finis di sana,” ucapnya.

Usep menuturkan, Keranjang Langit merupakan wahana ekstrem dengan panjang lintasan mencapai 523 meter. Sementara ketinggian lintasan bervariasi, dengan titik terdalam berada sekitar 160 meter di atas aliran sungai.

“Kalau panjangnya ini di 523 meter, ketinggian variatif. Hanya terdalam saja di atas sungai itu kurang lebih di 160 meter,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa potensio berfungsi sebagai pengatur kecepatan keranjang yang digerakkan oleh tenaga baterai dan dinamo. Karena itu, perangkat tersebut tidak diperuntukkan untuk dioperasikan oleh wisatawan selama perjalanan berlangsung.

Pihak pengelola menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan kepada pengunjung. Salah satu yang akan dikaji adalah penambahan informasi maupun imbauan terkait penggunaan wahana.

“Di awal kita sampaikan, tapi di akhir karena sering banyak yang penasaran memutar dan putar kiri kanannya sehingga kurang begitu baik ketika diinformasikan. Pas operasional ke sini-sininya memang kami tidak menginformasikan. Dan kami juga mungkin akan kaji apa perlu dikasih informasi lagi untuk operasionalnya atau seperti apa. Nanti kita kaji baiknya seperti apa,” sebut Usep.

Ia menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi di area wisata akan menjadi bahan pembelajaran untuk perbaikan ke depan.

“Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

MBG: Program Mulia yang Jangan Sampai Tersandera Kepentingan Bisnis

0

Oleh: Dede Heri/ Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih

Wartain.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis negara yang patut diapresiasi. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sebagai investasi sumber daya manusia Indonesia di masa depan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, petani, peternak, hingga UMKM.

Namun, sebesar apa pun tujuan mulia sebuah program, keberhasilannya tetap ditentukan oleh integritas pelaksana di lapangan. Karena itu, MBG tidak boleh dipandang sekadar sebagai proyek distribusi makanan, melainkan sebagai instrumen pembangunan manusia dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Langkah evaluasi struktural yang telah dilakukan pemerintah pusat menjadi sinyal bahwa Presiden serius memastikan program ini berjalan sesuai tujuan. Evaluasi tersebut harus dimaknai sebagai upaya memperkuat tata kelola, bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Sebab persoalan utama sering kali bukan terletak pada konsep program, melainkan pada praktik pelaksanaannya.

Di lapangan, masih muncul berbagai keluhan mengenai adanya oknum yang menjadikan MBG sebagai ruang mencari keuntungan pribadi. Program yang seharusnya menjadi sarana meningkatkan kualitas gizi anak bangsa justru berisiko bergeser menjadi ladang bisnis yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Jika kondisi ini dibiarkan, maka cita-cita besar MBG akan tereduksi menjadi sekadar proyek anggaran tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Tidak sedikit pula laporan mengenai pelaksana teknis yang lebih tunduk pada kepentingan mitra tertentu dibanding menjalankan mekanisme yang telah diatur dalam petunjuk teknis. Ketika Kepala SPPG, tenaga ahli gizi, maupun unsur administrasi dan keuangan tidak lagi menjadikan regulasi sebagai pedoman utama, maka ruang penyimpangan akan semakin terbuka. Pada titik ini, negara harus hadir dengan pengawasan yang kuat dan tindakan tegas.

Momentum pergantian kalender akademik semestinya menjadi kesempatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Evaluasi tidak cukup hanya mengukur jumlah makanan yang tersalurkan atau besaran anggaran yang terserap, tetapi juga harus menilai sejauh mana manfaat ekonomi program benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.

Pertanyaan mendasarnya sederhana: apakah petani lokal mendapatkan manfaat? Apakah UMKM dilibatkan secara adil? Apakah kualitas gizi yang diterima peserta didik sudah sesuai standar? Dan yang lebih penting, apakah seluruh pelaksana bekerja untuk kepentingan negara atau justru melayani kepentingan kelompok tertentu?

Struktur baru Badan Gizi Nasional (BGN) harus mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan langkah konkret. Rekonstruksi tata kelola harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengawasan, transparansi pengadaan, hingga penegakan disiplin terhadap setiap pelaksana yang menyimpang dari aturan. Tidak boleh ada ruang bagi praktik yang menjadikan MBG sebagai instrumen akumulasi keuntungan segelintir orang.

Program MBG lahir dari semangat membangun generasi yang sehat dan kuat. Karena itu, keberadaannya harus benar-benar berpihak kepada rakyat. Jangan sampai program yang dibangun dengan dana negara dan harapan besar masyarakat justru berubah menjadi kedok kapitalisme yang berlindung di balik jargon kesejahteraan rakyat.

MBG harus menjadi program yang mengenyangkan anak-anak Indonesia, menghidupkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara. Jika ada pihak yang mencoba membelokkannya dari tujuan tersebut, maka evaluasi, koreksi, dan penindakan harus dilakukan tanpa kompromi. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya keberhasilan sebuah program, melainkan masa depan generasi bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

PPJNA 98 dan Majelis Pencerahan : Seruan Hari Ke-3 Muharam Bersholawat, MBG Program Amanah Wali Allah

0

Wartain.com – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Majelis Pencerahan menggelar acara keagamaan memasuki hari ketiga Muharam 1448 H. Acara diisi dengan pembacaan shalawat bersama. Kegiatan ini diinisiasi oleh PPJNA 98, Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Rumah Literasi Merah Putih, dan Sinergi Media Merah Putih.

Melalui siaran pers resmi, Majelis Pencerahan menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki dimensi spiritual kuat. Program ini dipandang sebagai bentuk pemenuhan amanah para Wali Allah dalam menyejahterakan rakyat.

Majelis Pencerahan menegaskan pemenuhan gizi merupakan tanggung jawab pemimpin. Program menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, pelajar, santri, ibu hamil, dan bayi menyusui.

Kritik Terhadap Aksi Mahasiswa

Majelis Pencerahan turut menyoroti dinamika sosial terkait penolakan program pangan tersebut. Mereka menilai aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut penghentian MBG sebagai langkah yang salah kaprah. Menurut mereka, gerakan mahasiswa seharusnya berfokus pada pembelaan hak-hak pemenuhan gizi masyarakat miskin.

Pernyataan Sikap Bersama

Ini disampaikan dan ditandatangani oleh perwakilan Majelis Pencerahan yang terdiri atas:

1. Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98)

2. Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih)

3. Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih)

4. HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara)

Gerakan shalawat ini akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pengawalan spiritual terhadap kebijakan pemerintah yang pro masyarakat kecil. (M.Rafi Asyam)***

Editor : AS

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Maknai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat, khususnya insan pendidikan, seraya mengajak untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Melalui tema semangat hijrah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih mubarakah, bermakna, dan senantiasa memperoleh ridha Allah SWT.

Pergantian tahun baru Islam tidak hanya menjadi penanda perubahan waktu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas diri, serta mempererat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, berharap peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan serta semangat belajar sepanjang hayat.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, meningkatkan integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing melalui berbagai program pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dengan datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, diharapkan semangat baru dapat tumbuh di tengah masyarakat untuk terus berkarya, menjaga kedamaian, meningkatkan kesehatan, serta memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

“Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi,” demikian pesan yang disampaikan keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SPMB 2026 Kabupaten Sukabumi Terapkan Seleksi Transparan dan Berkeadilan, Daya Tampung Capai 76 Ribu Siswa

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan resmi melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.

Pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang agar proses penerimaan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Setiap tahapan seleksi dilakukan berdasarkan ketentuan yang jelas dan terukur sehingga mampu memberikan kepastian bagi calon murid maupun orang tua.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan kriteria calon peserta didik. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas. Jalur mutasi ditujukan bagi peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali, termasuk anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya bertugas.

Selain itu, tersedia jalur prestasi yang memberikan kesempatan kepada calon murid berdasarkan capaian akademik maupun nonakademik. Sementara jalur domisili diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di wilayah penerimaan yang telah ditetapkan sesuai ketentuan.

Untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026, Kabupaten Sukabumi menyiapkan kapasitas penerimaan yang cukup besar. Tercatat terdapat 1.132 Sekolah Dasar Negeri dan 160 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang siap menerima peserta didik baru.

Total rombongan belajar yang disediakan mencapai 1.495 rombel untuk jenjang SD dan 622 rombel untuk jenjang SMP. Dari jumlah tersebut, daya tampung keseluruhan mencapai 54.342 siswa SD dan 21.720 siswa SMP, sehingga total kapasitas penerimaan sekolah negeri di Kabupaten Sukabumi mencapai 76.062 siswa.

Pada jenjang SMP, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kabupaten Sukabumi. Melalui sistem tersebut, calon peserta didik dapat mengunggah dokumen persyaratan, melakukan pendaftaran, hingga mencetak bukti pendaftaran sebelum mengikuti proses verifikasi di sekolah tujuan.

Sementara itu, untuk jenjang SD, proses pendaftaran dilaksanakan secara luring di masing-masing sekolah tujuan dengan jadwal yang disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan SPMB tingkat SMP.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan sistem yang semakin terbuka dan berkeadilan, diharapkan seluruh calon peserta didik dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas sesuai hak dan kebutuhannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)