26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 7

Presiden Gelar Rapat Terbatas di Hambalang, Bahas Pendidikan, Hilirisasi, dan Stabilitas Nasional 

0

Wartain.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (2/5/2026).

Rapat tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai isu strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti sektor pendidikan, khususnya dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia, guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Selain itu, Presiden juga membahas perkembangan program hilirisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam serta membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor. Di bidang pertahanan dan keamanan, Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem pertahanan negara serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan bangsa.

Tapat terbatas ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan yang diambil tetap responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan masyarakat nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Krisis Sampah Darurat! PD GPI Desak DLH Kabupaten  Sukabumi Segera Bertindak Tegas

0

Wartain.com || Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi telah memasuki tahap darurat dan membutuhkan langkah cepat, terukur, serta tegas dari pemerintah daerah.

Ketua PD GPI Kabupaten Sukabumi, Opik, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan kegagalan penanganan yang sistemik. Penumpukan sampah terjadi di berbagai titik krusial seperti TPS Cimenteng, kawasan Jampang, serta TPS di Jalan R. Soeprapto Palabuhanratu.

“Ini bukan persoalan baru. Keluhan masyarakat sudah berlangsung lama, tetapi tidak direspons dengan langkah konkret dan sistematis. Yang terjadi justru pembiaran,” tegas Opik dalam keterangannya, Minggu 03/05/2026.

PD GPI menilai adanya ketidaksinkronan antara kebijakan dan realitas. Pemerintah gencar mengkampanyekan kebersihan lingkungan, namun titik-titik dengan beban sampah tertinggi justru tidak menjadi prioritas penanganan.

“Jangan hanya fokus pada pencitraan kawasan tertentu. Masyarakat yang hidup di sekitar TPS over capacity juga berhak atas lingkungan yang sehat,” lanjutnya.

Kondisi tersebut telah menimbulkan dampak nyata:

* Terganggunya aktivitas dan kenyamanan masyarakat

* Penurunan kualitas lingkungan hidup

* Ancaman kesehatan jangka panjang

* Atas kondisi tersebut, PD GPI Kabupaten Sukabumi menyampaikan tuntutan tegas:

* Evaluasi total kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi

* Penanganan darurat di seluruh titik krisis sampah

* Pembenahan sistem pengangkutan dan manajemen sampah secara profesional

* Transparansi penggunaan anggaran pengelolaan sampah

Tindakan tegas terhadap pihak yang tidak mampu menjalankan tugas, termasuk opsi pergantian pimpinan.

“Jangan lagi berlindung pada alasan teknis. Jika armada bermasalah, maka yang harus dibenahi adalah manajemen dan kepemimpinan. Ini soal tanggung jawab,” tegas Opik.

PD GPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan siap melakukan langkah lanjutan bersama masyarakat apabila tidak ada perubahan nyata.

“Sampah ini nyata, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Maka penyelesaiannya juga harus nyata, bukan sekadar wacana,” tutup Opik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Pemutakhiran Data e-RDKK 2026 Dibuka, Dinas Pertanian Sukabumi Ajak Petani Segera Perbarui Data

0

Wartain.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi kembali membuka pemutakhiran data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai 1 hingga 8 Mei 2026 dan ditujukan bagi seluruh kelompok tani (poktan) serta gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Pemutakhiran data e-RDKK menjadi langkah penting dalam memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Melalui data yang akurat dan terkini, pemerintah dapat menyesuaikan kebutuhan pupuk berdasarkan kondisi riil di lapangan, seperti luas lahan dan jenis komoditas yang diusahakan petani.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengimbau para petani yang belum terdaftar maupun yang ingin memperbarui data untuk segera berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di desa atau kelurahan masing-masing. Selain itu, petani juga dapat menghubungi pengurus poktan atau gapoktan setempat sebagai jalur pendaftaran.

Adapun persyaratan yang perlu disiapkan antara lain fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), serta dokumen kepemilikan atau penguasaan lahan seperti SPPT. Kelengkapan data ini menjadi dasar dalam proses verifikasi dan validasi agar bantuan pupuk bersubsidi dapat diterima oleh petani yang berhak.

Dinas Pertanian menegaskan bahwa ketepatan data sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, petani diharapkan tidak melewatkan kesempatan ini demi mendukung produktivitas pertanian ke depan.

“Data akurat akan memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Kami mengajak seluruh petani untuk aktif memperbarui data e-RDKK agar kebutuhan pupuk tahun 2026 dapat terpenuhi dengan baik,” demikian imbauan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Melalui pemutakhiran ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi semakin maju dan kebutuhan petani dapat terpenuhi secara optimal. Bertani itu keren, dan dengan data yang tepat, kesejahteraan petani pun dapat semakin meningkat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tiga Mei Dipenuhi Beragam Peringatan Dunia, Dari Kebebasan Pers hingga Energi Matahari 

0

Wartan.com – Tanggal 3 Mei 2026 yang jatuh pada hari Minggu menjadi momen penting dalam kalender internasional. Sejumlah peringatan dunia dirayakan pada tanggal ini, masing-masing membawa pesan kuat terkait kebebasan, lingkungan, kreativitas, hingga kesetaraan sosial.

Berbagai peringatan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi pengingat akan isu-isu global yang masih relevan hingga saat ini. Salah satu yang paling dikenal adalah Hari Kebebasan Pers Sedunia. Momentum ini menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga transparansi dan menyampaikan informasi kepada publik.

Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi para jurnalis yang menghadapi risiko, bahkan kehilangan nyawa, dalam menjalankan tugasnya. Lahir dari Deklarasi Windhoek pada awal 1990-an, hari ini terus menjadi simbol perjuangan kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Selain itu, 3 Mei juga diperingati sebagai Hari Koala Liar Internasional. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup koala yang kini semakin terancam.

Perubahan iklim, kebakaran hutan, dan kerusakan habitat menjadi faktor utama menurunnya populasi hewan khas Australia tersebut. Upaya konservasi pun terus didorong melalui berbagai kampanye lingkungan.

Di bidang literasi, terdapat pula Hari Penulis Kata (Wordsmith Day). Peringatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para penulis yang berperan besar dalam menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan inspirasi melalui karya tulis.

Momen ini kerap dimanfaatkan untuk mendorong minat membaca dan menulis di tengah masyarakat. Sementara itu, isu kesetaraan diangkat melalui Hari Kesetaraan Upah Perempuan AAPI.

Hari ini menyoroti masih adanya kesenjangan penghasilan antara perempuan dan laki-laki, khususnya di komunitas Asia dan Pasifik. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan gender di dunia kerja masih perlu terus diperkuat.

Tak kalah penting, 3 Mei juga diperingati sebagai Hari Surya Sedunia. Peringatan ini menekankan pentingnya Matahari sebagai sumber energi utama sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Dalam konteks perubahan iklim, energi surya menjadi salah satu solusi yang semakin relevan untuk masa depan berkelanjutan. Dengan beragam peringatan tersebut, tanggal 3 Mei bukan sekadar hari biasa.

Lebih dari itu, momen ini mengajak masyarakat dunia untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap berbagai isu penting, mulai dari kebebasan informasi, pelestarian lingkungan, hingga kesetaraan sosial.

Peringatan-peringatan ini diharapkan mampu menjadi refleksi bersama bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah kecil, termasuk dengan memahami dan mendukung nilai-nilai yang diusung dalam setiap momentum global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MBG: Menghidupkan Kembali Tradisi Langit di Tanah Air

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/ Sekjen PPJNA 98, Dewan Penasehat Rumah Literasi Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Penggiat Dewan Tani Indonesia (DTI) Jabar, Presidium MD KAHMI Sukabumi dan Wanhat SMSI Sukabumi Raya

Wartain.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan teknokratis atau bagi-bagi asupan nutrisi. Jika dibedah dengan pisau filsafat budaya dan spiritualitas, program ini adalah manifestasi dari “Akhlak Kenabian” (Prophetic Ethics) yang telah lama hilang dari diskursus politik modern kita.

Dalam lintasan sejarah spiritual, memastikan tidak ada perut yang lapar adalah tugas utama kepemimpinan. Kita teringat pada Sayyidina Umar bin Khattab RA yang memanggul sendiri gandum untuk janda yang kelaparan, atau Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang dikenal sebagai Bapak Anak Yatim.

Bagi para nabi, wali Allah, dan raja-raja yang saleh, kesejahteraan rakyat—terutama ibu hamil, bayi, dan lansia—bukanlah angka statistik, melainkan pertanggungjawaban di hadapan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Memberi makan adalah tindakan eksistensial. Ia adalah bentuk tertinggi dari rasa kemanusiaan (Humanisme Transendental) yang meyakini bahwa martabat seorang manusia dimulai dari piring makannya.

Secara budaya, bangsa Indonesia mengenal konsep “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”. Program MBG adalah bentuk nyata dari pengasuhan negara terhadap rakyatnya. Kita tidak bisa bicara tentang pendidikan tinggi atau kebudayaan yang luhur jika anak-anak kita masih bergulat dengan stunting dan kelaparan.

Filsafat budaya mengajarkan bahwa akal yang jernih hanya bisa tumbuh dalam tubuh yang sehat. Menolak program ini dengan dalih efisiensi anggaran atau prioritas lain yang abstrak adalah sebuah kenaifan budaya.

Bagaimana mungkin kita membangun gedung pencakar langit sementara fondasi biologis generasi masa depan kita keropos?

Program MBG ini memaksa sirkulasi uang berhenti di pasar-pasar tradisional, di tangan petani sayur, peternak telur, dan nelayan lokal. Ini adalah model ekonomi sirkular yang menyentuh akar rumput, bukan ekonomi tetesan ke bawah (trickle-down effect) yang seringkali hanya macet di atas.

Poin penting program MBG :

1. Keadilan Sosial: Memastikan hak dasar hidup terpenuhi tanpa pandang bulu.

2. Investasi Manusia: Gizi adalah modal utama pembangunan jangka panjang.

3. Moralitas Politik: Menempatkan perut rakyat di atas ego birokrasi.

Sangat disayangkan jika hari ini masih ada tokoh atau kelompok yang menolak program MBG dengan retorika “demi pendidikan” atau “beban anggaran”. Sungguh ironis ketika mereka bicara atas nama rakyat, namun menolak kebijakan yang paling langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

Jika pendidikan dijadikan alasan untuk menolak asupan gizi, mereka lupa bahwa anak yang lapar tidak akan bisa menyerap ilmu. Menolak MBG sama saja dengan memutus rantai tradisi mulia yang telah dicontohkan para nabi dan pemimpin besar dunia. Ini bukan soal politik praktis, ini adalah soal menjaga “marwah” kehidupan.

Presiden Prabowo sedang mencoba menarik kembali nilai-nilai langit ke dalam kebijakan bumi. Program MBG adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa di tanah yang gemah ripah loh jinawi ini, tidak boleh ada air mata ibu yang tak bisa menyusui karena lapar, atau lansia yang merenta dalam ketiadaan.

Sudah saatnya kita berhenti berdebat pada tatanan teknis yang menghambat, dan mulai bergerak pada tatanan akhlak. Sebab, memberi makan rakyat adalah tugas suci yang melampaui segala jenis teori ekonomi mana pun.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pesona Karang Naya: Magnet Wisatawan Luar Daerah di Libur Panjang Sukabumi

0

Wartain.com – Memasuki momen libur panjang pekan ini, Pantai Karang Naya yang berlokasi di Jalan Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpantau dipadati pengunjung. Letaknya yang strategis dan berdampingan langsung dengan hotel bersejarah, Grand Inna Samudera Beach, menjadikan pantai ini pilihan utama bagi wisatawan luar daerah yang ingin menikmati suasana pesisir Selatan. Minggu, 3 Mei 2026.

Tingginya minat wisatawan luar ke pantai ini bukan tanpa alasan. Akses yang mudah dan kedekatannya dengan fasilitas hotel bintang empat memberikan kesan eksklusif namun tetap merakyat. Sepanjang garis pantai, terlihat deretan bale-bale bambu yang sengaja disewakan bagi pengunjung yang ingin beristirahat atau bahkan menginap dengan suasana alam terbuka.

Fasilitas pendukung di Pantai Karang Naya pun terbilang lengkap untuk menunjang kenyamanan para pelancong. Kehadiran warung-warung kuliner lokal yang menjajakan makanan laut segar, serta ketersediaan fasilitas toilet dan ruang bilas yang memadai, membuat wisatawan betah menghabiskan waktu lebih lama di kawasan ini tanpa harus khawatir akan kebutuhan dasar.

Salah satu pengunjung asal Tangerang, Hardi, mengaku sengaja datang jauh-jauh bersama rekan-rekannya untuk merasakan sensasi bermalam di tepi pantai. Menurutnya, atmosfer Pantai Karang Naya memberikan ketenangan berbeda dibandingkan objek wisata lainnya. Ia memilih untuk bermalam satu hari demi bisa menikmati matahari terbit langsung dari depan bale penginapannya.

“Kami menginap semalam di sini bersama teman-teman. Suasananya asyik karena dekat dengan hotel Samudera Beach juga, jadi terasa lebih aman dan fasilitas warungnya pun lengkap, tidak sulit cari makan meski sudah malam,” ujar Hardi saat ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, arus wisatawan menuju kawasan Cikakak diprediksi masih akan terus mengalir hingga penghujung masa liburan. Pihak pengelola setempat pun terus mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan pantai dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar karang agar momen liburan tetap aman dan berkesan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Harmonisasi Budaya dan Pariwisata: Inisiatif BEM STKIP Bina Mutiara untuk Masa Depan Sukabumi

0

Wartain.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu periode 2025/2026 sukses menggelar seminar kepemimpinan kepariwisataan. Acara yang mengusung tema “Ocean of Leaders: Perahu Budaya dan Layar Masa Depan” ini bertempat di Aula PKK Pendopo Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu. Minggu, 3 Mei 2026.

Seminar ini menghadirkan dua perspektif utama, yakni pendidikan dan praktisi lapangan. Narasumber pertama, Dr. Rastya Mutiarani Zahra, S.Pd., M.Sn., hadir sebagai tokoh pendidikan yang mengulas pentingnya karakter kepemimpinan berbasis nilai lokal. Sementara itu, dari sektor kebijakan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh Siti Dulfa Nurazizah, S.Par., memaparkan potensi strategis pariwisata daerah di masa depan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dan beberapa Siswa Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) Se-wilayah Palabuhanratu dengan kompetensi kepemimpinan yang relevan dalam memajukan sektor pariwisata tanpa meninggalkan akar budaya. Pemilihan tema “Ocean of Leaders” menjadi simbolisasi bahwa pemimpin masa depan harus mampu mengarungi tantangan zaman layaknya nahkoda yang menguasai lautan.

Ketua BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Palabuhanratu periode 2025/2026, Alma Heryanto Putri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata mahasiswa dalam berkontribusi bagi daerah.

“Kami ingin mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap potensi budaya dan pariwisata yang kita miliki di Sukabumi. Melalui seminar ini, kami berharap rekan-rekan mahasiswa siap menjadi ‘perahu’ yang menjaga budaya dan ‘layar’ yang membawa kemajuan bagi masa depan pariwisata kita,” ujar Alma dalam sambutannya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh puluhan delegasi mahasiswa dan tamu undangan yang tampak antusias mengikuti sesi diskusi interaktif hingga akhir kegiatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gerobak Rezeki di Pesisir: Es Durian Montong Jadi Primadona Wisatawan Karang Naya

0

Wartain.com || Di tengah cuaca panas yang menyengat di pesisir Pantai Karang Naya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, para wisatawan kini memiliki pilihan kuliner yang menyegarkan. Es Durian Montong menjadi primadona baru bagi pengunjung yang ingin melepas dahaga setelah lelah bermain air atau sekadar bersantai di bale-bale bambu pinggir pantai. Minggu, 3 Mei 2026.

Sensasi dingin dengan aroma durian yang khas ini menjadi pelengkap sempurna bagi wisatawan yang datang dari luar daerah. Menariknya, kelezatan ini tidak menguras kantong; Dede membanderol Es Durian Montong buatannya hanya seharga Rp10.000 per kap. Harga yang sangat terjangkau ini membuat dagangannya laris manis diserbu pengunjung dari berbagai kalangan.

Sosok di balik populernya kuliner murah meriah ini adalah Dede, seorang pelaku UMKM asal Gado Bangkong. Pria ramah ini rutin menggelar lapak dagangannya setiap hari Sabtu dan Minggu, memanfaatkan lonjakan kunjungan wisatawan di akhir pekan atau libur panjang. Kehadirannya di Pantai Karang Naya memberikan warna baru bagi variasi kuliner di sekitar kawasan Grand Inna Samudera Beach.

Meski kini dikenal sebagai penjual es durian, perjalanan usaha Dede ternyata baru berjalan selama satu tahun terakhir. Sebelum beralih profesi menjadi penjual es premium, Dede selama bertahun-tahun mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok keliling. Keputusannya berpindah jenis dagangan didasari oleh keinginan untuk menawarkan sesuatu yang lebih unik dan sesuai dengan iklim pantai yang panas.

“Baru setahun ini saya jualan es durian di Karang Naya, saya jual sepuluh ribu saja per kap supaya terjangkau. Sebelumnya saya jualan cilok, tapi melihat peluang di pantai sepertinya es durian lebih dicari orang saat matahari terik begini,” ungkap Dede.

Transformasi usaha yang dilakukan Dede terbukti berbuah manis. Dengan harga yang merakyat, ia mampu menjual puluhan hingga ratusan porsi kepada wisatawan yang melintas saat momen libur nasional. Keberhasilan Dede menjadi potret nyata bagaimana pelaku UMKM lokal di Kabupaten Sukabumi mampu beradaptasi dan menangkap peluang ekonomi dari sektor pariwisata yang terus berkembang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gladis Aura Raih Gelar Puteri Nelayan Nasional ke-66 Tahun 2026 Palabuhanratu Palabuhanratu

0

Wartain.com || Gladis Aura, siswi SMAN 1 Palabuhanratu, berhasil meraih gelar Winner Puteri Nelayan Nasional ke-66 tahun 2026 dalam ajang yang digelar di Gedung Fridnanda, Palabuhanratu, pada Sabtu malam (2/5/2026).

Malam puncak Grand Final tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sebanyak 14 finalis yang telah melalui berbagai tahapan seleksi sebelumnya. Kegiatan dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga berakhir sekitar pukul 00.00 WIB.

Sebelum mencapai tahap akhir, seluruh finalis menjalani serangkaian proses, mulai dari karantina selama tiga hari, pembekalan materi, hingga penampilan unjuk bakat sebagai bagian dari penilaian dewan juri.

Ketua Umum Panitia, Pepen Supendi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang untuk menggali potensi dan karakter para peserta. “Kami tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kepribadian, wawasan, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan pesisir,” ujarnya.

Acara Grand Final juga turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pepen Supendi menambahkan bahwa terpilihnya Gladis Aura diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda pesisir yang berprestasi dan berdaya saing. “Kami berharap pemenang dapat menjadi duta yang membawa nama baik Palabuhanratu, sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya,” katanya.

Dengan terpilihnya Gladis Aura sebagai Puteri Nelayan Nasional ke-66, diharapkan ajang ini terus menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat pesisir Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Damkar Kabupaten Sukabumi Tangani Kebakaran Rumah Warga di Ciemas 

0

Wartain.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi kembali melaksanakan Pemenuhan Pelayanan Dasar melalui operasi penanganan kebakaran rumah tinggal di wilayah Kabupaten Sukabumi. Peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Cicurug, RT 01/05, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Mendapat laporan dari warga, petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan situasi di lapangan. Dengan sigap dan penuh koordinasi, tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Damkarmat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kondisi darurat kebakaran. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memastikan area sekitar aman serta melakukan langkah-langkah pencegahan guna menghindari potensi kebakaran susulan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional.

“Damkar melayani sepenuh hati, menjaga dedikasi dan semangat dalam bertugas. Yudha Brama Jaya,” menjadi semboyan yang terus dipegang teguh oleh seluruh personel Damkarmat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Dengan semangat tersebut, Damkar Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan, demi menciptakan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)