26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 7

Optimalisasi Peningkatan PAD, untuk Akselerasi Pembangunan Daerah di Sukabumi 

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai modal utama pembangunan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melibatkan seluruh unsur kewilayahan, mulai dari camat, sekretaris kecamatan hingga kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) dalam memetakan berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum tergali secara optimal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Optimalisasi Peningkatan PAD Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi itu dipandu Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman, serta dihadiri Bupati Sukabumi H Asep Japar, Wakil Bupati H Andreas, Kaban Bapenda, para camat, sekretaris kecamatan, dan Kasi Trantib se-Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri menegaskan bahwa kekayaan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Sukabumi seharusnya mampu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, visi Sukabumi Mubarakah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Kepala Bapenda menyebut sektor agrobisnis dan pariwisata masih menjadi potensi besar yang perlu dioptimalkan. Karena itu, pihaknya meminta jajaran kecamatan, khususnya Kasi Trantib, untuk melakukan pendataan lapangan terkait keberadaan perusahaan, objek dan subjek pajak, hingga batas-batas lahan yang berpotensi menjadi sumber penerimaan daerah.

Selain itu, Bapenda juga mendorong sosialisasi berbagai program perpajakan, termasuk kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan program unggulan Bapenda Kabupaten Sukabumi seperti Pastel Isi (Pasar Pelayanan Pajak Teladan dan Terintegrasi).

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar meminta seluruh aparatur kewilayahan menyampaikan informasi secara jujur terkait potensi yang ada di wilayah masing-masing yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah.

“Saya minta Semua harus terbuka karena ini penting untuk peningkatan PAD dan pembangunan Kabupaten Sukabumi. Ketika ada masyarakat atau investor yang mengurus perizinan, tolong diarahkan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta para camat memperkuat pengawasan internal serta aktif membantu pemerintah daerah mewujudkan visi Sukabumi Mubarakah. Bahkan, ia mengaku siap turun langsung untuk memantau data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang ada di tingkat kecamatan maupun desa apabila diperlukan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menilai langkah awal yang harus dilakukan adalah memperkuat konsolidasi antara kecamatan, dinas perizinan, serta pemerintah desa dan kelurahan guna memetakan potensi PAD secara lebih rinci.

Menurutnya, pendataan yang akurat akan membantu pemerintah mengetahui kondisi wajib pajak, termasuk perusahaan yang masih aktif maupun yang sudah berhenti beroperasi.

“Saya berharap setiap camat mampu menghadirkan inovasi dalam menggali potensi daerah sehingga PAD terus meningkat dan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua MA Terima Audiensi SMSI Bahas Budaya Mediasi

0

Wartain.com – Mahkamah Agung (MA) kedatangan tamu tak biasa. Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyambangi Gedung MA pada Selasa, 17 Juni 2026.

Di hadapan Ketua MA Sunarto, para bos media digital ini tidak sedang memprotes sengketa pemberitaan. Mereka datang 1membawa proposal kerja sama yang ambisius: mencetak ribuan mediator bersertifikat dari kalangan pers di seluruh daerah.

Tujuannya mulia, yakni menyebarkan virus damai demi memangkas tumpukan perkara yang saban tahun menyelimuti meja para hakim agung.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) beraudiensi dengan Mahkamah Agung RI di Gedung MA, Jakarta, Selasa 17/06/2026 dan diterima langsung oleh Ketua MA Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Nomor 0180/SMSI-Pusat/VI/2026 tertanggal 15 Juni 2026 tentang pengajuan kerjasama kedua belah pihak melalui Program Pendidikan dan Pelatihan Mediator Bersertifikat guna memperkuat budaya mediasi nasional dan mengurangi penumpukan perkara di pengadilan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus menyebut, media siber punya peran strategis menjembatani informasi hukum ke masyarakat.

“SMSI berinisiatif agar perwakilan-perwakilan SMSI di daerah dapat menjadi bagian dari program mediator yang dicanangkan MA,” ujarnya.

SMSI melihat mediasi sebagai solusi strategis untuk membangun budaya penyelesaian konflik yang lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada perdamaian.

Untuk itu, Firdaus, menyatakan pihaknya siap mendukung visi Mahkamah Agung dalam membangun budaya mediasi di Indonesia.

“Kami ingin menyambut visi Ketua MA, Prof. Sunarto, untuk membumikan budaya mediasi ini di Indonesia. Melalui jaringan 3.181 perusahaan media siber di 35 provinsi, SMSI berkomitmen menjadi motor edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa penyelesaian sengketa tidak harus berakhir dengan menang atau kalah, tetapi dapat ditempuh melalui jalan damai dan musyawarah,” tandasnya.

Firdaus menegaskan, pelatihan mediator yang diusulkan SMSI akan mengadopsi standar etika internasional yang tertuang dalam Bangalore Principles of Judicial Conduct serta kode etik nasional Sapta Karsa Hutama.

Nilai-nilai seperti independensi, integritas, ketidakberpihakan, kesetaraan, kepatutan, serta kompetensi akan menjadi fondasi utama dalam pembentukan mediator profesional dan kredibel.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MA Sunarto menekankan pentingnya peningkatan literasi hukum masyarakat, khususnya terkait pemahaman terhadap mediasi dan tujuan utama proses peradilan.

Menurutnya, masih banyak pihak yang datang ke pengadilan dengan tujuan mencari kemenangan semata, bukan mencari keadilan yang sesungguhnya. Kondisi tersebut turut memicu meningkatnya jumlah perkara yang harus ditangani lembaga peradilan setiap tahun.

Sunarto mencontohkan keberhasilan sistem mediasi di New South Wales (NSW), Australia. Di wilayah tersebut, fasilitas pengadilan dirancang untuk mendukung proses mediasi secara maksimal, mulai dari ruang negosiasi hingga ruang mediasi yang representatif.

Hasilnya, sekitar 80 persen sengketa hukum di NSW dapat diselesaikan melalui mediasi tanpa harus berlanjut ke persidangan. Mediasi pun menjadi budaya utama dalam penyelesaian konflik di masyarakat.

Turut mendampingi Ketua MA, Hakim Agung Heru Pramono; Dr. Adi Julia Cakrawala, S.H., M.Hum., Kepala Biro Hukum dan Humas MA; Didik Trisulistia, S.H., M.H., Hakim Tinggi Asisten Koordinator Ketua MA RI; serta Edi Hudiata, S.H., M.H., Hakim Yustisial MA RI.

Dari SMSI mendampingi Ketua Umum diantaranya, Taufiqurohman, A.K. Wakil Ketua Dewan Penasihat; Dr. Hendri Yanto Attan, Wakil Sekjen; Iwan Jamaluddin, Bendahara SMSI Pusat; dr. Nishal Dilon, Direktur Media Crisis Center; dan Eman Sulaiman Humas SMSI.

Fokus Kerja Sama

Dalam surat yang diajukan kepada Mahkamah Agung, SMSI menawarkan tiga fokus utama kerja sama, yakni:

Menyusun kurikulum pelatihan mediator yang komprehensif dan relevan dengan tantangan sengketa di era digital.

Mengembangkan sistem sertifikasi yang memenuhi standar Mahkamah Agung sehingga lulusannya diakui sebagai mediator bersertifikat.
Melaksanakan pelatihan secara berkala di berbagai daerah untuk menjangkau kalangan media, praktisi hukum, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, SMSI optimistis budaya mediasi dapat semakin berkembang di Indonesia dan menjadi solusi efektif dalam mengurangi beban peradilan.

Selain mempercepat penyelesaian sengketa, gerakan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat dalam menyelesaikan konflik, dari pola menang-kalah di ruang sidang menjadi budaya dialog, musyawarah, dan perdamaian yang berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sukabumi Gelar Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Cup Ke-2

0

Wartain.com – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Sukabumi Cup ke-2 tahun 2026. Turnamen yang mempertemukan para atlet lokal ini diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Fridnanda, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, di mulai pada tanggal 17-20 Juni 2026 mendatang. Kamis (18/6/2026).

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Drs. Yudi Mulyadi, M.Si., beserta jajaran pejabat utama Polres Sukabumi.

Dalam sambutannya, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan momentum penting untuk menjaring potensi atlet muda di Sukabumi sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Tujuan utamanya adalah mengasah atlet-atlet muda berbakat agar nantinya bisa menembus ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, juara bukanlah tujuan utama, melainkan kebersamaan, sinergitas, serta kedekatan antara Polri dan masyarakat yang paling penting,” ujar AKBP Samian.

Selain itu, Kapolres juga menitipkan pesan mendalam terkait kondusifitas wilayah dan marwah olahraga itu sendiri. Beliau meminta seluruh pihak yang terlibat untuk selalu menjaga keamanan, ketentraman, serta menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama kompetisi berlangsung.Turnamen tahun ini terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan pemetaan wilayah dan kualitas kemampuan, meliputi Kelas Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kelas B, Kelas C, serta Kelas D.

Melalui gelaran Kapolres Cup ke-2 ini, Pemkab Sukabumi bersama Polri berharap olahraga bulutangkis dapat terus bergairah, sekaligus menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berprestasi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Portugal Ditahan RD Kongo 1-1 di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Portugal harus puas bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada matchday pertama Grup K Piala Dunia 2026. Laga berlangsung di Stadion Houston, AS, Kamis (18/6/2026) waktu setempat.

Portugal langsung tancap gas sejak menit awal. Joao Neves membawa Selecao das Quinas unggul 1-0 pada menit ke-6. Gol cepat itu sempat membuat Portugal menguasai jalannya pertandingan di babak pertama.

RD Kongo tidak menyerah meski tertinggal lebih dulu. Tim berjuluk Les Leopards itu terus menekan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang pada akhir babak pertama.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Babak kedua berjalan lebih ketat dengan kedua tim saling bergantian menyerang. Namun tidak ada gol tambahan yang tercipta sampai peluit akhir dibunyikan.

Cristiano Ronaldo yang diturunkan sejak menit awal tampil kurang maksimal. CR7 tercatat melepaskan tiga tembakan sepanjang laga, tetapi belum mampu membobol gawang Kongo.

Hasil imbang ini membuat Portugal hanya mengantongi satu poin di awal fase grup. Padahal target kemenangan sangat dibutuhkan untuk membuka peluang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

RD Kongo justru patut diapresiasi. Bermain melawan tim sekelas Portugal, mereka mampu bangkit setelah kebobolan cepat dan memaksa juara Euro 2016 itu berbagi poin.

Joao Neves tampil sebagai salah satu pemain terbaik Portugal. Gol menit ke-6 menunjukkan naluri gelandang muda itu untuk masuk ke kotak penalti dan menyelesaikan peluang.

Sementara itu Yoane Wissa menjadi penyelamat Kongo. Golnya di akhir babak pertama mengubah momentum dan membuat tim Afrika itu lebih percaya diri pada babak kedua.

Pelatih Portugal tentu harus mengevaluasi penyelesaian akhir timnya. Dominasi penguasaan bola tidak berarti banyak jika tidak dikonversi menjadi gol tambahan.

Di sisi lain, lini belakang Portugal juga harus waspada. Kebobolan menjelang turun minum menunjukkan konsentrasi pemain masih perlu ditingkatkan.

Dengan hasil ini, persaingan Grup K menjadi semakin terbuka. Portugal wajib menang di laga berikutnya jika tidak ingin terlempar dari persaingan. RD Kongo membuktikan mereka bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dua Remaja Korban Pembacokan di Nagrak Dipulangkan dari RS, Kasus Dilimpahkan ke Kejaksaan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Dua remaja asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dipulangkan dari RSUD Sekarwangi pada Rabu (17/6/2026). Keduanya sebelumnya menjadi korban pembacokan oleh sejumlah remaja bersepeda motor saat menunggu teman untuk acara ulang tahun, Kamis (11/6/2026) malam.

Korban F (18) mengalami luka serius di pergelangan tangan kanan hingga hampir putus. Sementara R (16) menderita luka pada bagian lengan yang menyebabkan patah tulang. Keduanya menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi.

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, mengatakan pihaknya sejak awal berupaya menempuh jalur Restorative Justice (RJ) atau diversi. Upaya itu karena para pelaku masih berusia di bawah 18 tahun.

“Jadi gini, kita kan mau sistem RJ ya, Restorative Justice dengan pihak pelaku. Dalam artian istilahnya diversi, diversi itu khusus untuk anak yang usia di bawah 18 tahun,” kata Rangga, Rabu (17/6/2026).

Namun proses diversi terkendala karena pihak pelaku tidak kooperatif. Rangga menyebut pelaku tidak mau mengganti biaya rumah sakit dan tidak kooperatif dalam mediasi.

“Tapi kita itu terkendala, pihak pelaku tidak kooperatif. Tidak kooperatif, tidak mau mengganti biaya-biaya rumah sakit, tidak kooperatif lah pokoknya,” ujarnya.

Karena batas waktu 7 hari penanganan di kepolisian terlampaui dan diversi tidak berjalan, perkara akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan. “Sampai akhirnya polisi melimpahkan kasus, udah terpaksa gitu, melimpahkan ke kejaksaan karena terpaksa udah lewat dari 7 hari,” kata Rangga.

Persoalan lain muncul pada administrasi rumah sakit. Kedua korban sebenarnya sudah bisa pulang sejak Senin (15/6/2026), namun tertahan karena biaya perawatan sekitar Rp28 juta. Fathan Rp14 juta, Muhammad Riko Rp13-14 juta.

Keluarga korban tidak mampu menanggung biaya. Orang tua F bekerja sebagai pemulung, sedangkan ayah R tukang parkir. “Bahkan untuk biaya rumah ke rumah sakit, pergi ongkos ke rumah sakit aja enggak ada. Sampai dia pinjem ke tetangganya,” kata Rangga.

Humas Pemasaran RSUD Sekarwangi Muhammad Rizal Perdana menjelaskan, kasus pembacokan memiliki mekanisme pembiayaan berbeda. Biaya seharusnya ditanggung pelaku karena ada aspek hukum. Rumah sakit meminta pembayaran 50% sebagai kebijakan.

“Di 50 persen itu adalah patokan di mana memang korban ini ada jasa operasi dan lain-lain. Bilamana tidak dibayarkan, maka kasihan juga pekerja kita, tidak akan mendapatkan haknya. Kita udah kebijaksanaan itu 50 persen,” ujarnya. Terkait SKTM, Rizal menegaskan itu bukan alat pembayaran melainkan permohonan keringanan. Data korban masuk desil 6, padahal syarat maksimal desil 5.

Sebagai solusi, rumah sakit menerima KTP orang tua korban sebagai jaminan sementara. Pasien dipulangkan setelah kondisi optimal. “Sampai nanti kasus selesai, dan nanti ada pihak korban yang datang ke rumah sakit untuk pembayaran atau penukaran si KTP tersebut. Jadi sistem rolling KTP. Untuk sekarang pasien udah bisa pulang,” pungkas Rizal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Grup L Piala Dunia 2026, Harry Kane Borong 2 Gol

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Inggris menang 4-2 atas Kroasia dalam laga Grup L Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Arlington, Kamis (18/6) dini hari WIB. Harry Kane menjadi bintang dengan mencetak dua gol untuk The Three Lions.

Babak pertama berjalan sengit dan dramatis. Inggris unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol Harry Kane menit ke-12 melalui eksekusi penalti. Penalti itu sempat diulang karena kiper Dominik Livakovic bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang.

Kroasia tidak menyerah dan menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-36 melalui gol Martin Baturina. Inggris kembali memimpin 2-1 pada menit ke-42 berkat gol kedua Kane. Namun Petar Musa membuat skor 2-2 menjelang turun minum.

Skor imbang 2-2 membuat Inggris meningkatkan tempo serangan di babak kedua. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-47. Elliot Anderson memberi umpan terobosan lambung kepada Jude Bellingham di sisi kanan.

Bellingham menggiring bola hingga kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan dari sudut sempit. Dominik Livakovic gagal menepis bola tersebut. Inggris unggul 3-2 dan menguasai jalannya laga.

Keunggulan itu membuat Inggris terus menggempur pertahanan Kroasia. Menit ke-48 Bellingham kembali menembak, tetapi ditepis Livakovic. Declan Rice juga mencoba peruntungannya menit ke-52, namun kembali digagalkan kiper Kroasia yang tampil gemilang.

Kemelut terjadi di depan gawang Kroasia menit ke-56. Sundulan Nico O’Reilly dari sepak pojok ditepis Livakovic. Bola rebound disambar Anthony Gordon, tetapi untuk kedua kalinya Livakovic melakukan penyelamatan.

Livakovic kembali menunjukkan kelasnya menit ke-57. Ia menggagalkan tembakan keras Harry Kane dari sisi kiri serangan Inggris. Beberapa kali penyelamatan itu membuat Kroasia tetap bertahan dalam laga.

Kroasia sempat mencoba membalas. Jordan Pickford melakukan penyelamatan krusial menit ke-76 dengan menepis tendangan kaki kiri Marco Pasalic dari dalam kotak penalti. Pertahanan Inggris juga beberapa kali mematahkan serangan Vatreni.

Inggris menutup kemenangan lewat gol Marcus Rashford menit ke-85. Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti menerima operan Bukayo Saka di sisi kiri. Ia mengecoh Ezri Konsa lalu menempatkan bola ke pojok kiri bawah gawang dengan tendangan kaki kanan mendatar. Skor 4-2.

Harry Kane bahkan ikut membantu pertahanan. Pada menit ke-90+5 ia melakukan penyelamatan krusial dengan menahan tembakan Josko Gvardiol. Kontribusi itu mengunci kemenangan Inggris.

Tanpa tambahan gol hingga peluit akhir, Inggris menang 4-2 atas Kroasia. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Thomas Tuchel di Grup L Piala Dunia 2026. Kroasia harus segera bangkit untuk laga berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PMI Kabupaten Sukabumi Ingatkan Keselamatan Jurnalis Saat Meliput Aksi Demonstrasi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Meningkatnya intensitas aksi demonstrasi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk terkait keselamatan para jurnalis yang bertugas melakukan peliputan di lapangan.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi wartawan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri atau APD sederhana dapat meminimalkan risiko cedera ketika situasi demonstrasi berubah menjadi tidak kondusif.

“Untuk teman-teman jurnalis begitu meliput kegiatan demo, safety itu nomor satu. Kacamata, kemudian helm. Karena helm itu sangat penting pada waktu terjadi misalnya kerusuhannya menjadi anarkis,” ujar Hondo, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, selain helm, penggunaan kacamata pelindung khusus juga sangat dianjurkan. Kacamata safety dinilai lebih mampu melindungi mata dari berbagai potensi bahaya yang dapat muncul saat terjadi bentrokan maupun penggunaan gas air mata.

“Kacamata juga harus safety. Jangan kacamata yang biasa, karena apa? Karena kacamata safety kadang-kadang perlu sekali pada waktu ada lemparan atau gas air mata,” katanya.

Tak hanya itu, Hondo juga menyarankan para jurnalis mengenakan pakaian yang dapat memberikan perlindungan tambahan, seperti jaket dan celana berbahan tebal. Menurutnya, perlengkapan tersebut dapat mengurangi risiko luka apabila wartawan terjatuh atau terdorong saat berada di tengah kerumunan massa.

“Yang lain-lain saya kira kayak mungkin jaket yang agak tebal. Itu perlu juga, karena apa? Karena mungkin kita bisa terjatuh, sehingga kalau pakai jaket yang agak tebal atau celana yang agak tebal, lukanya tidak makin parah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hondo menilai keberadaan lembaga kemanusiaan seperti PMI seharusnya dapat dilibatkan dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi, terutama untuk memberikan bantuan medis apabila terjadi kondisi darurat.

Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kemanusiaan, PMI memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kegiatan unjuk rasa.

“PMI adalah lembaga kemanusiaan. Kita sebetulnya bisa dilibatkan untuk mendampingi para teman-teman yang akan melakukan aksi demo. Walaupun mungkin kita juga mikir dua tiga kali, tapi tetap kita lembaga kemanusiaan, kita tetap akan mengawal kalau seandainya kami dilibatkan,” tegasnya.

Melalui imbauan tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi berharap para jurnalis dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja saat menjalankan tugas peliputan di lapangan, sehingga risiko cedera maupun kecelakaan dapat diminimalkan meski harus berada di tengah situasi demonstrasi yang dinamis dan berpotensi memanas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Perkuat Pengawasan Anggaran, Gandeng KPK Kawal Program Prioritas 2026

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dan pengawasan penggunaan anggaran daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Program Kerja Tahun Anggaran 2026 dan Program Prioritas Daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi itu dihadiri Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah Jawa Barat pada Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI beserta jajaran, Wakil Wali Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, para asisten, staf ahli, dan kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya program yang dijalankan. Menurutnya, kualitas tata kelola pemerintahan, efektivitas pengawasan, serta integritas aparatur menjadi faktor utama dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan.

“Keberhasilan pelaksanaan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran atau banyaknya program yang dirancang, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola, efektivitas pengawasan, serta integritas seluruh aparatur pemerintah dalam melaksanakan amanah,” ujarnya.

Ayep menyampaikan apresiasi kepada KPK yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan supervisi kepada pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kehadiran KPK tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam membangun sistem pencegahan korupsi yang efektif.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program pemerintah daerah harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas pelayanan publik.

“Karena itu seluruh program dan kegiatan pemerintah harus diarahkan untuk menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing daerah,” katanya.

Menurut Ayep, Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Sukabumi untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Karena itu, pengawasan harus menjadi bagian integral dari seluruh proses pemerintahan.

“Pengawasan harus memastikan setiap kebijakan, program, dan penggunaan sumber daya daerah berjalan sesuai peraturan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi juga memaparkan sejumlah langkah penguatan tata kelola pemerintahan, mulai dari sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, peningkatan pengendalian intern dan manajemen risiko, penguatan fungsi pengawasan internal, hingga optimalisasi pengelolaan aset daerah dan pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, peningkatan transparansi keuangan daerah, serta pembangunan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme terus didorong sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Ayep menekankan bahwa setiap anggaran yang dikelola pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak boleh terbuang sia-sia.

“Setiap rupiah anggaran yang dikelola harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Melalui rapat koordinasi bersama KPK tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat memperkuat evaluasi, mengidentifikasi berbagai potensi risiko, sekaligus menyatukan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Prakiraan Cuaca Sukabumi 18 Juni 2026: Siang Terik UV Ekstrem, Sore Berpotensi Hujan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Kamis (18/6/2026) cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Suhu udara berkisar 19°C hingga 29°C dengan kelembapan tinggi pada malam hari.

Pada pagi hari pukul 09.00 WIB, cuaca diprediksi mostly sunny atau cerah berawan. Suhu tercatat 25°C dengan kelembapan 75% dan peluang hujan hanya 4%. Angin bertiup ringan 5 km/jam dari arah timur.

Memasuki pukul 10.00–11.00 WIB, kondisi berubah menjadi partly cloudy atau berawan sebagian. Suhu naik menjadi 27–28°C. Indeks ultraviolet (UV) mulai meningkat dari kategori tinggi 7 menjadi sangat tinggi 10.

Siang hari pukul 12.00–13.00 WIB menjadi puncak terik. Suhu mencapai 28–29°C dengan cuaca berawan sebagian. Indeks UV pada pukul 12.00 WIB mencapai level 11 kategori ekstrem, lalu turun menjadi 9 kategori sangat tinggi pada pukul 13.00 WIB.

BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya disarankan untuk menghindari dampak buruk sinar UV ekstrem.

Sore hari mulai pukul 15.00 WIB cuaca masih berawan sebagian dengan suhu 28°C. Peluang hujan mulai meningkat menjadi 14%. Angin berembus dari arah utara–timur laut dengan kecepatan 7 km/jam.

Hujan ringan diprakirakan mulai turun pukul 16.00 WIB. Suhu turun ke 27°C dengan peluang hujan 30% dan kelembapan 73%. Intensitas hujan tidak terlalu lebat, tetapi dapat mengganggu aktivitas luar ruangan.

Menjelang petang pukul 17.00 WIB, cuaca berubah menjadi mostly cloudy atau berawan tebal. Suhu 26°C dengan peluang hujan 24%. Angin berbalik arah ke selatan–barat daya dengan kecepatan 7 km/jam.

Pada malam hari pukul 18.00–23.00 WIB, kondisi berawan sebagian mendominasi wilayah Sukabumi. Suhu turun bertahap dari 24°C hingga 22°C. Kelembapan udara malam sangat tinggi, mencapai 87% hingga 95%.

Selain cuaca, kualitas udara di Sukabumi perlu diwaspadai. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat 162 yang masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan.

Matahari terbit diprakirakan pukul 06.01 WIB dan terbenam pukul 17.45 WIB. Durasi penyinaran matahari cukup panjang, sejalan dengan kondisi cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari.

Masyarakat diimbau membawa payung atau jas hujan untuk mengantisipasi hujan sore. Sementara itu, warga dengan riwayat penyakit pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar dan menggunakan masker guna mengurangi paparan polusi udara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tanggapi Video Viral, Pengelola Situ Gunung Ungkap Penyebab Keranjang Langit Terhenti di Tengah Jalur

0

Wartain.com – Objek wisata alam Situ Gunung Suspension Bridge di Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dua wisatawan mengalami kendala saat menaiki wahana Keranjang Langit.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut, keranjang yang ditumpangi dua wisatawan terlihat berhenti sebelum mencapai titik akhir lintasan. Saat berada di tengah jalur, keranjang itu bahkan sempat tersenggol oleh keranjang lain yang berada di belakangnya.

Viralnya video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet, terutama terkait aspek keselamatan wahana wisata yang berada di kawasan Situ Gunung tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Manager Operasional Situ Gunung Suspension Bridge, Usep Suherlan, menyampaikan bahwa keranjang yang terhenti di tengah lintasan diduga akibat alat pengatur kecepatan atau potensio dimainkan oleh wisatawan.

Menurut Usep, saat kejadian dirinya berada di lokasi dan ikut memantau aktivitas pengunjung. Dari hasil pengamatannya terhadap video yang beredar, terlihat adanya interaksi terhadap alat tersebut.

“Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensio. Kita tidak menginformasikan si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan. Itu hanya kami yang tahu,” ujar Usep, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika keranjang berada sekitar 50 meter dari titik akhir perjalanan. Keranjang yang sempat berhenti itu akhirnya kembali bergerak setelah terdorong oleh keranjang lain yang digunakan pengunjung berikutnya.

“Kemarin itu bukan dengan petugas, tapi pengunjung yang menggunakan keranjang berikutnya. Itu kejadiannya 50 meter sebelum finis di sana,” ucapnya.

Usep menuturkan, Keranjang Langit merupakan wahana ekstrem dengan panjang lintasan mencapai 523 meter. Sementara ketinggian lintasan bervariasi, dengan titik terdalam berada sekitar 160 meter di atas aliran sungai.

“Kalau panjangnya ini di 523 meter, ketinggian variatif. Hanya terdalam saja di atas sungai itu kurang lebih di 160 meter,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa potensio berfungsi sebagai pengatur kecepatan keranjang yang digerakkan oleh tenaga baterai dan dinamo. Karena itu, perangkat tersebut tidak diperuntukkan untuk dioperasikan oleh wisatawan selama perjalanan berlangsung.

Pihak pengelola menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan kepada pengunjung. Salah satu yang akan dikaji adalah penambahan informasi maupun imbauan terkait penggunaan wahana.

“Di awal kita sampaikan, tapi di akhir karena sering banyak yang penasaran memutar dan putar kiri kanannya sehingga kurang begitu baik ketika diinformasikan. Pas operasional ke sini-sininya memang kami tidak menginformasikan. Dan kami juga mungkin akan kaji apa perlu dikasih informasi lagi untuk operasionalnya atau seperti apa. Nanti kita kaji baiknya seperti apa,” sebut Usep.

Ia menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi di area wisata akan menjadi bahan pembelajaran untuk perbaikan ke depan.

“Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik