Wartain.com – Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang digelar di halaman Markas Kodim 0625/Pangandaran, Senin (4/5/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh prajurit, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan mencerminkan kedisiplinan prajurit dalam menjalankan tugas.
Dalam amanatnya, Dandim menekankan pentingnya menjaga soliditas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian kepada negara dan masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah.
Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan personel yang pindah satuan serta yang memasuki masa purna tugas. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas prajurit selama bertugas di wilayah Kodim 0625/Pangandaran.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Citra Kurniawan berpesan agar personel yang pindah satuan dapat segera beradaptasi di tempat tugas baru serta tetap menjaga nama baik institusi TNI Angkatan Darat. Sementara itu, bagi prajurit yang memasuki masa purna tugas, ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Di mana pun bertugas maupun setelah purna tugas, tetaplah menjadi pribadi yang bermanfaat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejuangan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi serta untuk mempererat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kodim 0625/Pangandaran.***
Wartain.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Lembaga Sosial Desa yang jatuh pada 5 Mei 2026 sebagai momentum untuk memperkuat peran strategis desa dalam pembangunan, khususnya di sektor transportasi dan konektivitas wilayah.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa keberadaan lembaga sosial desa tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latif, S.IP., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen desa.
Menurutnya, transportasi di wilayah pedesaan memegang peranan penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat guna memastikan akses transportasi yang aman, tertib, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan transportasi desa tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dari lembaga sosial desa agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dishub Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi melalui berbagai program, seperti pengembangan infrastruktur pendukung, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, serta pelibatan aktif masyarakat dalam menciptakan ketertiban di jalan.
Melalui peringatan ini, diharapkan terbangun kerja sama yang lebih erat antar pemangku kepentingan, sehingga pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan komitmen berkelanjutan, Dishub Kabupaten Sukabumi optimistis dapat mendorong terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan memiliki akses transportasi yang merata.***
Wartain.com – Langkah Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) menutup akses penyebaran konten provokatif terkait tuduhan tidak manusiawi terhadap Sekretaris Kabinet bukan sekadar tindakan administratif.
Secara mendalam, ini adalah langkah kebudayaan dan spiritual untuk menjaga kesucian ruang siber kita dari polusi narasi yang merusak.
Dalam kacamata filsafat, kata-kata adalah refleksi dari jiwa. Narasi yang dibangun atas dasar kebencian dan upaya menciptakan instabilitas publik merupakan bentuk “angkara murka” modern.
Negara hadir bukan untuk membatasi suara, tapi untuk menyeleksi racun yang bisa merobek tenun kebangsaan.
Secara spiritual, setiap informasi yang kita konsumsi membawa energi. Membiarkan berita berisi dendam sama saja dengan membiarkan energi gelap menyelimuti negeri.
Energi positif pada akhirnya akan menyeleksi dan meluruhkan energi negatif secara alami. Kita harus memenuhi ruang publik dengan informasi yang membangun, bukan menjatuhkan.
Energi positif adalah pancaran cahaya Ilahi yang membawa keberkahan dan rahmat bagi bumi pertiwi.
Mari kita perkuat bangsa ini dengan tiga langkah nyata:
1. Menghentikan jempol dari membagikan konten penuh kebencian.
2. Mengutamakan tabayyun atau verifikasi sebelum bereaksi.
3. Mengisi linimasa dengan inspirasi, karya, dan optimisme.
Dengan membersihkan ruang digital dari residu kebencian, kita sedang mengundang rahmat Tuhan untuk tetap bernaung di Indonesia.
Mari kita jadikan teknologi sebagai jembatan menuju keluhuran budi, bukan alat penyebar sengketa dan pecah belah yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Dengan energi positif memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan Persatuan Nasional menuju Indonesia Emas.***
Penulis: Dede Heri/ Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Fungsionaris PB HMI
Wartain.com – Bus SIM Keliling Online Polres Sukabumi kembali membuka layanan perpanjangan SIM bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram Polres Sukabumi, pelayanan hari ini berlokasi di Alun-alun Bunderan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Jam operasional layanan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Warga diimbau datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.
Layanan SIM Keliling ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang berlaku seluruh Indonesia. Tidak melayani pembuatan SIM baru.
Untuk persyaratan, pemohon wajib membawa fotokopi KTP elektronik yang masih berlaku. Jika belum punya E-KTP, bisa gunakan surat keterangan pengganti atau suket beserta fotokopinya.
SIM juga wajib dibawa saat perpanjangan. Proses perpanjangan bisa dilakukan minimal 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis.
Jika ada kepentingan mendesak dan ingin perpanjang lebih awal dari 14 hari, pemohon bisa langsung koordinasi dengan petugas atau operator SIM di lokasi.
Polres Sukabumi menegaskan, SIM yang sudah lewat masa berlaku tidak bisa diperpanjang di mobil SIM Keliling. Pemohon harus membuat SIM baru di Satpas.
Pembuatan SIM baru wajib melampirkan E-KTP dan mengikuti ujian teori serta ujian praktik sesuai prosedur. Lokasi terdekat ada di Satpas Polres Sukabumi.
Polres juga mengingatkan, jika ada perubahan waktu maupun lokasi pelayanan SIM Keliling, info terbaru akan diumumkan lewat kanal resmi kepolisian.
Masyarakat Sukabumi selatan diminta manfaatkan layanan ini. Pastikan seluruh dokumen lengkap sebelum berangkat agar proses cepat dan tidak bolak-balik.
Bagi warga yang belum sempat hari ini, pantau terus jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi di Instagram resmi @polres_sukabumi untuk lokasi selanjutnya.***
Wartain.com || Persik Kediri berhasil mengamankan poin penuh dalam laga lanjutan BRI Liga 1 musim 2025/2026 setelah menumbangkan rival regionalnya, Arema FC, dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang berlangsung sengit ini digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, yang menjadi saksi bisu tajamnya lini depan Macan Putih di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, Minggu, 3 Mei 2026.
Kemenangan Persik Kediri dipastikan melalui dua gol yang dicetak oleh penyerang sayap, Ernesto Gómez, pada menit ke-7 dan ke-42. Satu gol tambahan lainnya dilesakkan oleh gelandang kreatif, Telmo Castanheira, pada menit ke-27. Sementara itu, Arema FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan di penghujung laga melalui gol Dalberto pada menit ke-85 dan gol telat Maia di masa injury time (90+7’).
Secara statistik, jalannya pertandingan di rumput Stadion Brawijaya sebenarnya lebih didominasi oleh Arema FC yang memegang 63% penguasaan bola. Skuad Singo Edan tampil sangat agresif dengan melepaskan 17 tembakan, di mana 6 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, pertahanan rapat dan efektivitas serangan balik Persik Kediri menjadi pembeda yang signifikan dalam laga ini.
Persik Kediri tampil sangat efisien dengan mencatatkan 11 tembakan dan 7 di antaranya tepat sasaran (on target). Meski kalah dalam jumlah operan (260 berbanding 447 milik Arema), anak asuh pelatih Persik mampu memanfaatkan setiap jengkal peluang menjadi ancaman nyata. Hal ini terlihat dari keunggulan tiga gol tanpa balas yang sempat mereka pertahankan hingga memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan.
Sektor pertahanan menjadi kunci kemenangan Macan Putih di kandang sendiri kali ini. Berdasarkan data statistik, lini belakang Persik melakukan sebanyak 26 kali sapuan (clearances), berbanding jauh dengan Arema FC yang hanya melakukan 3 kali sapuan. Intensitas pertahanan yang tinggi ini memaksa Arema FC kesulitan menembus kotak penalti meski unggul dalam jumlah umpan ke sepertiga akhir lapangan.
Hasil ini membawa Persik Kediri memperbaiki posisi di klasemen sementara sekaligus memperpanjang catatan positif mereka musim ini. Di sisi lain, kekalahan di Stadion Brawijaya ini menjadi evaluasi besar bagi Arema FC yang gagal memaksimalkan dominasi permainan mereka menjadi kemenangan, meskipun sempat memberikan tekanan luar biasa di menit-menit akhir pertandingan.***
Wartain.com – Pemerintah Desa Pawenang menyampaikan rasa syukur usai sukses menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) ke-7 tingkat Kecamatan Nagrak. Acara berlangsung lancar dan sukses tanpa ekses pada Sabtu (2/5/2026).
Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim yang akrab disapa Aa Iing, menyebut kesuksesan ini buah kolaborasi semua pihak. Panitia, DPAC FKDT Nagrak, Pemdes Pawenang, dan masyarakat bergerak bersama menyukseskan hajatan besar MDTA se-Kecamatan Nagrak.
“Kesuksesan ini buah kerja keras dan kolaborasi pihak terkait. Kami atas masyarakat Desa Pawenang mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk suksesnya acara Porsadin ke-7 ini,” ungkap Aa Iing, dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Sebagai tuan rumah, Aa Iing menegaskan pihaknya berusaha memberi pelayanan terbaik untuk seluruh kafilah. Ratusan santri MDTA bertanding di berbagai cabang olahraga, keagamaan dan seni, selama gelaran berlangsung.
“Kami sebagai tuan rumah berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam gelaran kemarin banyak sekali kekurangannya. Insya Allah ini akan jadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” sebutnya.
Dalam klasemen akhir, Desa Nagrak Utara keluar sebagai Juara Umum dengan raihan 22 medali. Tuan rumah Desa Pawenang menempel di posisi kedua dengan 18 medali serta Desa Nagrak Selatan meraih 11 medali, menempati posisi ketiga.
Aa Iing mengucapkan selamat kepada Nagrak Utara atas prestasi juara umum. Ia juga memberi apresiasi tinggi untuk kontingen Pawenang yang sudah berjuang maksimal.
“Kami ucapkan selamat kepada Desa Nagrak Utara yang berhasil menjadi juara umum. Dan untuk Desa Pawenang, jangan berkecil hati, walaupun hanya menduduki peringkat kedua, tapi seluruh peserta sudah berjuang dan memperlihatkan dedikasi yang terbaik,” tandas Aa Iing.
18 Medali untuk Pawenang, Aa Iing: Tahun Depan Harus Jadi yang Terbaik (foto: Aab)
“Tahun berikutnya, usahakan kita harus menjadi yang terbaik. Pokoknya kalian semua luar biasa sudah membawa nama baik Desa Pawenang yang Mencrang, kami sangat bangga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Porsadin ke-7, Ustadzah Cucum Neti Sumiati, turut bersyukur kegiatan berjalan sukses. Ia menyebut dukungan penuh Pemdes dan warga Pawenang jadi kunci kelancaran acara.
“Alhamdulillah acaranya sukses tanpa ekses. Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah banyak membantu, khususnya kepada Kepala Desa Pawenang yang telah banyak mensupport. Semoga Desa Pawenang semakin Mencrang,” kata Ustadzah Cucum.
Ia menyadari penyelenggaraan pasti ada kekurangan. Atas nama panitia, Ustadzah Cucum menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama Porsadin.
“Kami menyadari, dalam penyelenggaraannya banyak sekali kekurangannya. Mewakili panitia semuanya, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan kekurangan yang ada,” tegasnya.
Lebih dari sekadar cari juara, Ustadzah Cucum berharap Porsadin jadi ajang mempererat tali silaturahmi antar MDTA se-Kecamatan Nagrak. Kebersamaan dan ukhuwah jadi tujuan utama.
“Menjadi juara adalah bonus kerja keras peserta. Akan tetapi, yang lebih penting dalam hajatan besar ini adalah, tumbuhnya jalinan kebersamaan dan silaturahmi antar MDTA yang ada di Kecamatan Nagrak,” harapnya.
“Selamat kepada semua peserta dan kafilah yang sudah berhasil menjadi yang terbaik. Sampai berjumpa di Porsadin berikutnya,” pungkas Ustadzah Cucum.***
Wartain.com – Dua ruang belajar di SDN Ciganas, Kampung Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan runtuh pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa ini diduga kuat dipicu kondisi bangunan yang sudah tua dan melemah, serta diperparah oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak besar terhadap aktivitas pendidikan. Pasalnya, ruang kelas yang ambruk tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk digunakan dalam pelaksanaan ujian.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hasil peninjauan di lokasi menunjukkan kerusakan tergolong berat. Struktur atap hingga plafon di dua ruang kelas tersebut runtuh total dan tidak lagi bisa dimanfaatkan.
“Bangunan sudah dalam kondisi lapuk. Saat hujan terus-menerus, beban meningkat dan akhirnya tidak mampu menahan hingga roboh,” ujarnya.
Dampak dari kejadian ini dirasakan langsung oleh para siswa. Selain tidak dapat menggunakan ruang kelas, mereka juga harus beradaptasi dengan kondisi darurat menjelang ujian.
“Ruangannya sudah rata dengan lantai, jadi jelas tidak bisa dipakai. Ini tentu mengganggu persiapan ujian anak-anak,” tambahnya.
Penanganan awal langsung dilakukan oleh petugas P2BK Ciambar bersama unsur gabungan, mulai dari aparat keamanan, relawan, hingga perangkat desa. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau pihak sekolah segera menyusun laporan resmi serta mengajukan bantuan rehabilitasi ke dinas terkait agar perbaikan bisa segera direalisasikan.
Di sisi lain, Plt Camat Ciambar, Heri, menyebutkan bahwa selain faktor usia bangunan, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama ambruknya dua ruang kelas tersebut.
“Bangunan sudah tidak layak, ditambah hujan berkepanjangan membuat struktur makin lemah hingga akhirnya runtuh,” jelasnya.
Ruang yang terdampak diketahui merupakan kelas 1 dan kelas 2, dengan total masing-masing 19 siswa. Beruntung, saat kejadian sekolah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban.
Heri juga mengungkapkan, insiden ini merupakan kejadian kedua yang menimpa SDN Ciganas sepanjang 2026. Sebelumnya, ruang perpustakaan sekolah juga mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah kecamatan bersama Dinas Pendidikan menetapkan SDN Ciganas sebagai prioritas dalam program bantuan perbaikan infrastruktur sekolah.
Untuk sementara, pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan pelaksanaan ujian ke ruang lain yang masih aman. Sementara kegiatan belajar mengajar sebagian siswa dialihkan ke tempat alternatif seperti mushola karena keterbatasan ruang.
Hingga kini, puing-puing bangunan masih berada di lokasi dan proses pembersihan dilakukan secara bertahap. Pemerintah setempat terus memantau kondisi guna memastikan keselamatan siswa dan tenaga pengajar di lingkungan sekolah tersebut.***(RAF)
Wartain.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyoroti kondisi inflasi di Kota Sukabumi tahun 2026 yang dinilai tidak biasa. Pasalnya, angka inflasi daerah tersebut tercatat melampaui rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, kenaikan inflasi di Kota Sukabumi tidak didorong oleh sektor kebutuhan pokok seperti yang lazim terjadi, melainkan berasal dari sektor sekunder dan tersier.
“Ini cukup unik, karena biasanya inflasi dipicu oleh harga bahan pokok. Namun di Sukabumi justru berasal dari sektor nonprimer,” ujar Bobby, Minggu (3/5/2026).
Ia mengungkapkan, tingkat inflasi saat ini mencapai 3,74 persen. Angka tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya transaksi masyarakat terhadap berbagai barang di luar kebutuhan dasar.
“Yang mendorong itu pembelian barang seperti kendaraan, elektronik, hingga aset seperti tanah, bangunan, dan logam mulia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bobby menilai kondisi tersebut mencerminkan tingginya pola konsumsi masyarakat pada sektor non-esensial. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama yang memicu tekanan inflasi di daerah.
“Artinya tingkat konsumtif masyarakat cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan di luar kebutuhan pokok,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih dominannya penggunaan uang tunai dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Bobby menyebut, pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS belum merata, sehingga turut memengaruhi dinamika peredaran uang di masyarakat.
“Peredaran uang tunai masih tinggi, sementara penggunaan transaksi digital belum optimal. Ini juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap inflasi,” pungkasnya.***(RAF)
Wartain.com – Dua ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciganas, yang berlokasi di Kampung Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Minggu (3/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Runtuhnya bangunan tersebut dipicu kondisi konstruksi yang telah lapuk, ditambah intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama karena ruang kelas yang roboh rencananya akan digunakan untuk kegiatan ujian dalam waktu dekat. Beruntung, saat kejadian sekolah sedang tidak beraktivitas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebutkan bahwa hasil asesmen di lapangan menunjukkan tingkat kerusakan masuk kategori berat. Bagian atap dan plafon di dua ruang kelas runtuh total hingga tidak lagi dapat difungsikan.
“Bangunan memang sudah tua dan rapuh. Kerusakan cukup parah karena atap dan plafon ambruk sepenuhnya. Tidak ada korban, tetapi kerugian material cukup besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar, khususnya pelaksanaan ujian yang sudah dijadwalkan dalam waktu dekat. Dengan kondisi ruangan yang dipenuhi material runtuhan, siswa tidak memungkinkan untuk menggunakan fasilitas tersebut.
“Yang terdampak tentu siswa. Mereka tidak bisa menggunakan ruang kelas karena kondisinya membahayakan,” katanya.
Sebagai langkah awal penanganan, petugas P2BK Ciambar bersama unsur terkait seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Tagana, hingga relawan Pramuka Peduli telah turun ke lokasi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk penanganan lanjutan.
BPBD pun merekomendasikan pihak sekolah segera menyusun laporan resmi kejadian serta mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada dinas terkait agar proses pendidikan tidak terganggu terlalu lama.
Sementara itu, Plt Camat Ciambar, Heri, mengungkapkan bahwa selain faktor usia bangunan, cuaca ekstrem turut memperparah kondisi hingga menyebabkan atap ambruk.
“Kondisi bangunan memang sudah tidak layak, ditambah hujan terus-menerus yang membuat beban atap semakin berat hingga akhirnya roboh,” jelasnya.
Ia menyebutkan, ruang kelas yang terdampak merupakan kelas 1 dan kelas 2, masing-masing dihuni 19 siswa. Beruntung tidak ada aktivitas belajar saat kejadian berlangsung.
Heri juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama bangunan di SDN Ciganas mengalami kerusakan pada tahun ini.
“Sebelumnya, pada Maret 2026, ruang perpustakaan sekolah tersebut juga rusak berat akibat tertimpa pohon,” ucap Heri.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah setempat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menetapkan SDN Ciganas sebagai prioritas untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi.
Menghadapi jadwal ujian yang sudah dekat, pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan lokasi ujian ke ruang kelas lain yang masih aman. Sementara kegiatan belajar mengajar sebagian siswa dialihkan ke fasilitas terdekat, seperti mushola, karena keterbatasan ruang.
Hingga saat ini, material reruntuhan masih berada di lokasi dan belum sepenuhnya dibersihkan. Aparat kecamatan bersama instansi terkait terus memantau situasi guna memastikan keamanan lingkungan sekolah bagi siswa dan tenaga pengajar.***(RAF)
Wartain.com – Proses autopsi terhadap jenazah R (30), korban dugaan pengeroyokan di Jalan Raya Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, telah rampung dilakukan pada Minggu (3/5/2026). Hasil pemeriksaan forensik mengungkap bahwa penyebab utama kematian korban adalah luka tusuk di bagian punggung yang menembus organ vital.
Dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia, menjelaskan bahwa luka akibat senjata tajam tersebut mengenai area belakang tubuh hingga menembus paru-paru dan pembuluh darah besar di rongga dada.
“Penyebab kematian berasal dari kekerasan tajam di bagian punggung. Luka tersebut menembus paru-paru dan mengenai pembuluh darah di dada, sehingga menyebabkan perdarahan hebat dan gangguan pernapasan,” ujarnya.
Dari hasil autopsi, ditemukan sedikitnya enam luka tusuk pada tubuh korban. Selain itu, terdapat pula berbagai tanda kekerasan tumpul seperti luka lecet, memar, dan robek yang tersebar di sejumlah bagian tubuh.
“Untuk luka terbuka ada enam. Sementara luka akibat benda tumpul cukup banyak, mulai dari lecet, robek, hingga memar,” tambahnya.
Aida juga menjelaskan alasan minimnya darah yang terlihat keluar dari tubuh korban meskipun mengalami luka tusuk serius.
Menurutnya, posisi paru-paru yang menempel di bagian belakang tubuh berperan menutup luka, sehingga perdarahan justru terjadi di dalam tubuh.
“Paru-paru itu seperti menutup luka di bagian belakang, sehingga darah tidak banyak keluar. Namun justru terjadi perdarahan internal yang cukup besar, dan itu sangat berbahaya,” jelasnya.
Sebelumnya, korban diketahui menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok pria di sekitar Pool Bus MGI Sukabumi–Bandung, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Berdasarkan keterangan warga, korban tidak hanya dipukuli menggunakan tangan kosong dan benda tumpul, tetapi juga mengalami penusukan. Setelah tak berdaya, korban bahkan sempat diseret oleh para pelaku.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.***(RAF)