26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 148

Konflik SMK TTB Memanas, Presidium MD KAHMI Sukabumi: Selamatkan Siswa, KCD Harus Turun Tangan

0

Wartain.com || Persoalan internal di SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB), Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kian meruncing. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu hak pendidikan siswa yang seharusnya tetap berjalan.

Untuk menyelamatkan proses akademik, seluruh siswa kelas 12 akhirnya diputuskan dimutasi ke SMK Dwiwarna Warungkiara. Langkah darurat tersebut diambil agar kelulusan tetap sesuai jadwal pada 5 Mei 2026 tanpa hambatan administratif.

Sorotan datang dari Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag, yang menyayangkan konflik tersebut terjadi. Ia menegaskan pendidikan siswa tidak boleh dikorbankan oleh persoalan internal yayasan maupun sekolah.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan anak-anak didik agar pendidikannya tetap berlangsung, khususnya kelas 12 yang akan segera lulus,” kata Aam dalam keterangannya, Rabu 22/04/2026.

Aam mendesak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat turun tangan secara aktif. Menurutnya, KCD harus menjadi fasilitator utama yang menjembatani komunikasi antara yayasan dan pihak sekolah.

“Jangan sampai kepentingan pendidikan siswa menjadi korban konflik internal. KCD harus hadir dan menjembatani penyelesaian dengan mengedepankan kepentingan yang lebih besar,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar penyelesaian ditempuh lewat jalur musyawarah yang melibatkan semua unsur terkait. Langkah cepat diperlukan untuk memulihkan citra pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak isu ini.

Lebih jauh, Aam menilai kasus SMK TTB harus jadi pelajaran. Pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah, terutama swasta, perlu diperkuat oleh pemerintah provinsi dan daerah agar konflik serupa tidak terulang.

“Ke depan, ini harus menjadi catatan serius. Pembinaan dan pengawasan harus diperkuat agar konflik seperti ini tidak kembali terjadi di sekolah lain,” ujarnya.

Aam juga mewanti-wanti agar tidak ada praktik pungutan liar dalam proses mutasi siswa. Ia meminta semua pihak menjaga integritas dan tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

“Jangan sampai ada oknum yang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Pendidikan anak tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan sempit,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen yang terlibat mengedepankan kebijaksanaan dan menempatkan masa depan siswa sebagai prioritas. “Saya yakin semua pihak bisa menyelesaikan ini dengan baik, demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak kita,” pungkas Aam.***

Editor : Aab Abdul.Malik

(Dul)

Piring Kedaulatan: Manifestasi Budaya, Nasionalisme, dan Spiritualitas dalam MBG

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98, Komite Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Energi, Presidium Korp Alumni HMI/MD KAHMI Sukabumi, Mantan Ketua Dewan Tani Indonesia/DTI Jawa Barat

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan teknokratis, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan spiritual yang mengakar pada jati diri bangsa. Di balik setiap suapan gizi bagi puluhan juta anak sekolah, santri, ibu hamil, dan bayi, terpancar sebuah transformasi besar yang menyentuh tiga pilar utama kehidupan bernegara kita.

1. Budaya Ekonomi: Mengembalikan Marwah Koperasi

Secara budaya, ekonomi Indonesia sejatinya adalah ekonomi komunal, bukan individualistik. Program MBG yang diperkuat oleh Kedaulatan Desa Mandiri Pangan (KDMP) mengembalikan kita pada khitah tersebut.

Melawan Oligarki: Dengan menjadikan koperasi sebagai jantung rantai pasok, kita sedang meruntuhkan tembok kapitalisme oligarki yang selama ini menyumbat aliran rezeki di tingkat atas.

Ekonomi dari Bawah: Anggaran negara kini tidak lagi menumpuk di pusat, melainkan mengalir deras ke kelurahan, menggerakkan petani lokal, peternak, dan UMKM. Inilah ekonomi gotong royong dalam bentuk paling nyata.

2. Nasionalisme: Menunaikan Janji Pendiri Bangsa

Program ini adalah jembatan emas menuju Indonesia Emas, sebuah janji nasionalisme yang melintasi zaman.

Trisakti Soekarno: MBG adalah langkah konkret mencapai kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi. Kita sedang membangun “manusia baru” Indonesia yang sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual.

Soko Guru Hatta: Menghidupkan kembali koperasi sebagai pilar utama adalah bentuk penghormatan tertinggi pada amanah Bung Hatta. Nasionalisme bukan lagi sekadar slogan, tapi sepiring nasi dan lauk bergizi bagi masa depan bangsa.

3. Spiritualitas: Makan sebagai Ibadah dan Keberkahan

Dalam kacamata spiritual, memberi makan adalah perbuatan yang paling mulia. MBG mengubah dapur-dapur komunitas menjadi tempat ibadah sosial.

Keceriaan yang Terpancar: Senyum anak-anak di pelosok desa dan kebahagiaan orang tua adalah doa yang tulus bagi bangsa.

Keberkahan Kerja: Jutaan relawan yang menemukan mata pencaharian di dapur MBG membawa nafkah yang berkah bagi keluarga mereka. Ada getaran spiritual ketika sebuah bangsa bersatu memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang kelaparan.

Biarkan Suara Sumbang

Sangat ironis melihat masih ada pihak yang sinis terhadap program semulia ini. Mereka yang menyebar kebencian sejatinya tidak ingin melihat Indonesia tegak berdiri sebagai negara besar dengan SDM yang unggul. Namun, kegelapan tidak akan pernah bisa mengalahkan cahaya niat tulus.

Bapak Presiden Prabowo, janganlah bergeming oleh cemoohan. Langkah Anda adalah titian doa dari rakyat kecil yang selama ini terlupakan. Rakyat Indonesia berdiri kokoh di belakang Anda, mengawal setiap piring gizi demi martabat bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Kartini Jadi Pengingat Perjuangan Kesetaraan, Siti Ratna Maymunah Dorong Perempuan Berdaya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April seharusnya tidak berhenti pada perayaan simbolis. Momen ini harus menjadi bahan refleksi atas sejauh mana peran perempuan diakui dan dilibatkan dalam pembangunan.

Pandangan itu disampaikan oleh Pimpinan Perusahan (CEO) Wartain.com yang sekaligus sebagai pengurus PWI Kabupaten Sukabumi Bidang Kesejahteraan, Siti Ratna Maymunah, S.Pd. Menurutnya, nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini wajib ditransformasikan ke dalam konteks kekinian yang lebih konkret.

“Semangat Kartini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijalankan. Perempuan masa kini harus hadir sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Siti Ratna menilai, peran perempuan kini telah meluas jauh melampaui ranah domestik. Di Kabupaten Sukabumi, kontribusi mereka nyata dalam menggerakkan roda ekonomi lewat UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga aktif dalam kerja-kerja sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, ia menyebut perempuan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Tanpa keterlibatan aktif perempuan, target kemajuan di berbagai sektor akan sulit tercapai secara optimal.

“Kemandirian ekonomi, peningkatan kapasitas diri, dan keberanian untuk terlibat di ruang publik adalah wujud nyata semangat Kartini hari ini,” tegas Siti Ratna.

Meski mengapresiasi capaian yang sudah ada, ia mengingatkan bahwa tantangan kesetaraan belum selesai. Masih banyak perempuan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan, modal usaha, hingga perlindungan hukum.

Untuk menjawab itu, Siti Ratna mendorong berbagai pihak untuk memperkuat keberpihakan kebijakan. Bentuknya bisa melalui program pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, skema permodalan yang mudah diakses, serta penguatan regulasi perlindungan hak perempuan.

“Hari Kartini jangan berhenti di seremoni. Pemerintah harus hadir memastikan perempuan punya ruang tumbuh dan aman untuk berkontribusi,” katanya.

Di akhir pernyataan, Siti Ratna menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan, khususnya di Sukabumi. Ia berharap perempuan terus menjadi sumber inspirasi sekaligus motor penggerak perubahan.

“Teruslah berkarya, kuat, dan berdaya. Kemajuan Sukabumi juga ada di tangan perempuan-perempuan hebatnya,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Kartini, Presidium MD KAHMI Sukabumi: Perempuan Pilar Penting Pembangunan Daerah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Peringatan Hari Kartini setiap 21 April harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan. Hal itu disampaikan oleh salah seorang Presidium MD KAHMI Sukabumi yang sekaligus sebagai Dosen Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi, Dadang Sahroni.

Menurut Dadang, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini harus relevan dengan tantangan zaman, di mana perempuan kini berperan luas di ranah keluarga, ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.

“Perempuan hari ini adalah pilar penting dalam pembangunan daerah. Semangat Kartini harus diwujudkan dalam bentuk nyata, seperti meningkatkan kualitas diri, mandiri secara ekonomi, serta aktif dalam berbagai bidang,” kata Dadang, Selasa (21/04/2026).

Ia menilai perempuan di Sukabumi sudah menunjukkan eksistensi yang kuat. Kontribusi mereka terlihat jelas dalam pengembangan UMKM, dunia pendidikan, politik, bisnis serta berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat.

Untuk itu, Dadang mendorong pemerintah daerah agar terus membuka ruang bagi perempuan. Dukungan konkret yang diperlukan antara lain pelatihan keterampilan, kemudahan akses permodalan, serta jaminan perlindungan terhadap hak-hak perempuan.

“Momentum Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan masih harus terus dilanjutkan,” tegasnya.

Warek I UMN Sukabumi itu juga mengajak seluruh perempuan, khususnya di Sukabumi, untuk tidak berhenti berkarya. Menurutnya, kontribusi aktif perempuan akan mempercepat kemajuan daerah di berbagai sektor.

“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat. Teruslah menjadi inspirasi, kuat, dan berdaya,” tutup Dadang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Rekomendasi LKPJ Diterima, Bupati Asjap Siap Laksanakan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2025 resmi diserahkan DPRD Kabupaten Sukabumi kepada pemerintah daerah. Prosesi penyerahan digelar lewat Rapat Paripurna ke-3 Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Utama DPRD, Selasa (21/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama jajaran Wakil Ketua DPRD. Turut hadir Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, jajaran Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah Pemkab Sukabumi.

Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali usai paripurna menerangkan, rekomendasi itu disusun dari hasil kerja panitia khusus bersama perangkat daerah. Isinya berupa catatan strategis, koreksi, dan masukan terhadap kinerja Pemkab Sukabumi selama 2025.

“Kami sudah menyampaikan hasil rapat, rekomendasi, serta catatan-catatan dalam paripurna ini. Semuanya sudah kami serahkan kepada Pak Bupati,” ungkap Budi kepada media.

Budi menyebut Pemkab Sukabumi telah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti setiap catatan yang diberikan dewan. Hal itu dilakukan sebagai langkah perbaikan kinerja, baik untuk tahun berjalan maupun tahun-tahun selanjutnya. “Pak Bupati berkomitmen menindaklanjuti catatan-catatan itu,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, evaluasi DPRD menyoroti seluruh program kerja Pemkab. Program yang dinilai sudah baik diminta dipertahankan, sedangkan yang masih lemah harus segera dibenahi. “Yang sudah bagus dipertahankan, yang masih kurang diperbaiki. Pak Bupati siap melakukan perbaikan,” kata Budi.

Terkait agenda lain yang tertunda, yakni penyampaian nota pengantar Raperda, Budi menjelaskan penundaan disebabkan belum rampungnya proses administratif. Sesuai ketentuan terbaru, setiap Raperda wajib melalui harmonisasi di Kemenkumham RI dan Biro Hukum Provinsi. “Karena proses itu belum selesai, maka sementara ditunda,” jelasnya.

Menanggapi penyerahan rekomendasi, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi kerja DPRD dalam membahas LKPJ 2025. Ia menilai catatan dari legislatif menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan. “Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki ke depan, ada juga yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Mudah-mudahan catatan itu segera ditindaklanjuti perangkat daerah,” pungkas Asep yang juga mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul.Malik

(Dul)

Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat, Akses Warga Bojongsari Sukabumi Mulai Dipulihkan

0

Wartain.com || Upaya pemulihan akses warga pascabencana mulai dilakukan di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Pada Selasa (21/4/2026), masyarakat bersama unsur pemerintah dan aparat gabungan bergotong royong membangun jembatan darurat.

Pembangunan ini dilakukan menyusul putusnya jembatan utama yang sebelumnya hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Citalahab pada Selasa (14/4/2026). Sejak saat itu, aktivitas warga sempat terganggu karena akses penghubung terputus.

Jembatan sementara tersebut dibuat menggunakan material sederhana seperti bambu dan kayu. Meski bersifat darurat, proses pembangunannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah desa dan kecamatan, relawan, BPBD melalui P2BK Nyalindung, hingga TNI, Polri, linmas kabupaten dan provinsi, serta personel dari Bag Ops dan Sat Binmas Polres Sukabumi.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pembangunan jembatan ini menjadi langkah cepat untuk mengembalikan konektivitas warga.

“Sejak pagi, warga mulai menyiapkan material seperti bambu dan kayu, dan perlengkapan lainnya yang digunakan untuk konstruksi jembatan darurat,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Ia menegaskan, proses pembangunan dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan semangat kebersamaan warga dan dukungan lintas sektor. Meski bersifat sementara, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam pengerjaan jembatan tersebut.

Dengan adanya jembatan darurat ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga tidak lagi terhambat.

“Diharapkan akses warga kembali normal, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Apresiasi Warga Berprestasi, Aksi Heroik Gagalkan Curanmor Jadi Sorotan

0

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota terus memperkuat strategi pengamanan wilayah dengan mengedepankan kolaborasi aktif bersama masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada sejumlah warga yang dinilai berdedikasi tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata warga di lapangan.

“Ini merupakan kegiatan pemberian penghargaan kepada masyarakat yang berprestasi maupun yang berdedikasi aktif dalam menjaga kondusifitas kamtibmas. Kami sadar bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar AKBP Sentot, Selasa (21/4/2026).

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat memotivasi masyarakat lain untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai potensi tindak kejahatan.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mereka dalam menjaga kondusifitas wilayah serta membawa nama baik daerah,” tambahnya.

Salah satu penerima penghargaan yang menjadi sorotan adalah Angga Gunawan, seorang satpam asal Sukaraja yang menunjukkan aksi heroik saat menggagalkan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Perumahan Bumi Tando Pratama.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Angga tengah bertugas di pos keamanan ketika melihat gerak-gerik mencurigakan seorang pria melalui pantauan CCTV. Kecurigaannya terbukti setelah pelaku membawa kabur sepeda motor milik warga.

Tanpa ragu, Angga langsung menghadang pelaku di pintu gerbang perumahan. Dalam proses penangkapan, ia sempat terseret kendaraan pelaku. Meski demikian, Angga tetap berupaya menghentikan pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan dengan bantuan warga sekitar.

Selain Angga, penghargaan juga diberikan kepada empat warga lainnya yang dinilai berprestasi dan berdedikasi, baik dalam menjaga kamtibmas maupun mengharumkan nama daerah. Mereka merupakan binaan Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), wadah pembinaan masyarakat di bawah naungan Polres Sukabumi Kota yang dipimpin Dadang Kuswandi.

Dadang Kuswandi sendiri turut menerima penghargaan atas perannya aktif membantu tugas kepolisian serta konsisten memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat.

Selanjutnya, Robby R Sonjaya, warga Cikole, diapresiasi atas dedikasinya sebagai pelatih olahraga MMA dalam membina generasi muda.

Dua penerima lainnya merupakan atlet berprestasi, yakni M Mulki Al Hoeri dan R Andra Alamsyah Goestian. Keduanya berhasil mengharumkan nama Sukabumi melalui berbagai kejuaraan olahraga, mulai dari tingkat daerah hingga nasional di cabang MMA dan kick boxing.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota di halaman Mapolres dan disaksikan para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta personel Polres Sukabumi Kota.

Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi Kota menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak individu berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

Diplomatic Forum Sukabumi Dibuka, Pemkot Bidik Kerja Sama Global dari Pendidikan hingga Kesehatan

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi memanfaatkan momentum Hari Jadi ke-112 untuk memperluas jejaring internasional melalui gelaran The Diplomatic Forum yang berlangsung selama dua hari, 21–22 April 2026. Forum ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan para duta besar dari berbagai negara, sebagai langkah konkret membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah potensi unggulan Kota Sukabumi diperkenalkan dalam forum ini, mulai dari kekayaan budaya, layanan kesehatan, hingga peluang investasi daerah. Tak hanya itu, kerja sama di bidang pendidikan juga menjadi salah satu fokus, termasuk rencana pengiriman guru ke negara mitra selama satu tahun guna meningkatkan kapasitas, sebelum kembali berkontribusi di daerah.

Pada hari pertama, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyambut langsung kedatangan para duta besar di Balai Kota Sukabumi. Suasana hangat terasa dalam sesi ramah tamah yang dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Andang Tjhajandi serta unsur Forkopimda.

Pertemuan ini menjadi simbol keterbukaan Kota Sukabumi terhadap kerja sama global, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dengan negara sahabat.

Fokus Pendidikan: Siswa Dikenalkan Dunia Internasional

Agenda kemudian berlanjut ke sektor pendidikan. Para duta besar diajak mengunjungi SMP Negeri 1 Kota Sukabumi sebagai bagian dari pengenalan sistem pendidikan sekaligus upaya membangun kolaborasi internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran para duta besar menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Ini menjadi jembatan persahabatan antarbangsa serta inspirasi bagi generasi muda kami untuk memiliki wawasan global, semangat belajar, dan cita-cita yang tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa dan guru untuk memanfaatkan momentum langka ini sebagai sarana belajar langsung tentang keberagaman budaya dan pentingnya komunikasi global.

Sementara itu, perwakilan duta besar, Francisco de la Torre Galindo dari Meksiko, menyampaikan kekagumannya terhadap Kota Sukabumi.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa berada di sini hari ini. Saya datang untuk menyampaikan bahwa negara dan kota kalian sangat indah, dengan suasana yang hangat serta lingkungan sekolah yang penuh semangat,” ungkapnya.

Sukabumi Perkenalkan Diri sebagai Kota Toleran

Selain pendidikan dan budaya, aspek keberagaman juga menjadi perhatian utama. Dalam forum ini, Kota Sukabumi diperkenalkan sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, bahkan menempati peringkat keenam secara nasional dan tertinggi di Jawa Barat.

Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota kepada para delegasi saat kunjungan ke kawasan Secret Village. Para tamu juga diajak mencicipi kuliner khas Sukabumi serta menyaksikan tayangan video bertema Tolerance City yang menggambarkan kehidupan harmonis masyarakatnya.

Penjelasan mengenai praktik toleransi turut disampaikan oleh perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang menegaskan komitmen daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan produk UMKM lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.

Inovasi Kesehatan Jadi Daya Tarik

Di bidang kesehatan, para duta besar diajak mengunjungi RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk melihat langsung layanan unggulan yang dimiliki. Rumah sakit ini juga memiliki nilai historis, karena pernah dikelola oleh Susteran Santa Lidwina.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah terapi stem cell, hasil kerja sama dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia. Terapi ini memanfaatkan sel punca yang mampu memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh.

Jenis yang digunakan adalah Mesenchymal Stem Cells (MSCs), yang dikenal memiliki kemampuan menghasilkan faktor pertumbuhan dan zat anti-inflamasi untuk membantu proses penyembuhan.

Dengan standar kualitas internasional, layanan ini memiliki potensi besar dalam menangani berbagai penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, stroke, hingga gangguan autoimun.

Komitmen Menuju Kota Berdaya Saing Global

Rangkaian kegiatan hari pertama Diplomatic Forum berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Kehadiran para duta besar menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun jejaring global dan meningkatkan daya saing daerah.

Agenda akan berlanjut di hari kedua dengan berbagai kunjungan serta diskusi lanjutan bersama para delegasi, guna memperdalam peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Asda III Sukabumi Tegaskan Loyalitas dan Kesiapan Total Dukung Arahan Pimpinan Daerah 

0

Wartain.com || Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi, menegaskan komitmennya untuk selalu sigap menjalankan setiap arahan pimpinan daerah dalam mendukung jalannya pemerintahan.

Menurutnya, sebagai bagian dari unsur strategis di lingkungan Sekretariat Daerah, dirinya memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan dengan baik. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk bekerja tanpa mengenal batas waktu demi menjalankan tugas yang diberikan.

“Sebagai aparatur, saya siap setiap saat menjalankan instruksi pimpinan, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).

Gun Gun menilai, komitmen tersebut merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan daerah. Baginya, dalam menjalankan amanah jabatan, tidak ada ruang untuk menolak selama itu demi kepentingan pelayanan publik dan kemajuan daerah.

Dalam perannya sebagai Asda III, ia turut mendukung Sekretaris Daerah dalam pengelolaan administrasi umum pemerintahan. Posisi ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga efektivitas dan efisiensi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.

Ia pun berharap, melalui dedikasi dan kerja optimal, kinerja pemerintahan dapat terus meningkat, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan sejalan dengan arah pembangunan yang telah ditetapkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMK Taruna Tunas Bangsa, Klarifikasi Isu Penyegelan Gedung Sekolah 

0

Wartain.com ||  Polemik yang menyeret nama SMK Taruna Tunas Bangsa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, akhirnya mulai menemukan titik terang. Isu penyegelan sekolah yang sempat beredar luas di masyarakat disebut tidak sepenuhnya benar. Pihak sekolah menegaskan, persoalan utama bukan pada penyegelan, melainkan konflik internal yang tak terselesaikan.

Kepala SMK Taruna Tunas Bangsa, Raihan angkat bicara. Dengan nada santai, ia meluruskan kabar yang dinilai sudah berkembang liar.

“Informasi yang beredar itu perlu diluruskan. Tidak ada penyegelan seluruh sekolah seperti yang ramai dibicarakan. Kalau pun ada, itu hanya di ruang perpustakaan, dan itu pun hanya berlangsung beberapa jam saja,” ujarnya, kepada mediaaksara.id, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, tindakan tersebut bukan bentuk penutupan aktivitas sekolah, melainkan upaya memancing kehadiran pihak yayasan agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Penyegelan itu hanya sebagai pemantik. Tujuannya supaya yayasan hadir dan kita bisa duduk bersama, berdiskusi mencari solusi ke depan,” katanya.

Namun di balik klarifikasi itu, realita yang dihadapi sekolah jauh lebih kompleks. Konflik internal yang terjadi telah berdampak langsung pada kenyamanan siswa dan kepercayaan orang tua.

Sebagai langkah cepat, pihak sekolah mengaku telah membuka ruang dialog dengan orang tua dan siswa. Hasilnya, keputusan besar pun diambil.

“Kami sudah berdiskusi dengan orang tua dan siswa. Dari hasil itu, orang tua melihat kondisi yang ada dan memutuskan untuk memutasikan siswa kelas 10 dan 11,” jelasnya.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Orang tua menginginkan kepastian dan kenyamanan belajar bagi anak-anak mereka, di tengah situasi yang dinilai sudah tidak kondusif.

Sementara itu, untuk siswa kelas 12, pihak sekolah memastikan tanggung jawab tetap dipegang penuh, terutama terkait kelulusan dan ijazah.

“Kami akan bertanggung jawab penuh terhadap ijazah siswa kelas 12. Pelaksanaan ujian akhirnya, yaitu Ujikom, akan dilaksanakan di SMK Dwiwarna Warungkiara,” tegasnya.

Ke depan, masih kata dia, arah penyelamatan SMK TTB masih menunggu sikap dari pihak yayasan. Pihak sekolah memilih untuk tidak berspekulasi dan akan fokus terlebih dahulu pada kepentingan siswa.

“Kami saat ini memprioritaskan anak-anak, khususnya kelas 12. Itu yang paling urgent. Setelah itu, baru kami akan membangun komunikasi lebih lanjut dengan yayasan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)