26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 147

Diplomat Dunia Terpukau Budaya Sukabumi, Boles Jadi Sorotan di Diplomatic Forum 2026

0

Wartain.com || Kunjungan para diplomat mancanegara ke Kota Sukabumi meninggalkan kesan mendalam, khususnya terkait kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya. Sebanyak 16 duta besar dari berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika hadir dalam rangkaian kegiatan Diplomatic Forum yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi pada 21–22 April 2026.

Salah satu yang mengungkapkan kekagumannya adalah Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, Yevhenia Shynkarenko. Ia mengaku terkesima saat pertama kali menyaksikan kesenian tradisional Boles di kawasan Gedung Juang 45, Jalan Veteran II, Rabu (22/4/2026). Permainan lempar bola api tersebut dinilainya unik dan sarat nilai budaya.

“Yang paling menarik perhatian saya adalah permainan bola api itu,” ujarnya dalam wawancara berbahasa Inggris.

Menurut Yevhenia, permainan tersebut mengingatkannya pada permainan masa kecil di negaranya yang dikenal dengan sebutan “Hot Potato”. Namun, penggunaan bola api dalam Boles memberikan sensasi berbeda yang dinilainya lebih otentik sekaligus menantang.

“Dulu kami juga punya permainan serupa, tapi tanpa api. Ini jauh lebih ekstrem dan menarik. Kalian benar-benar harus memperkenalkan ini ke dunia,” tuturnya.

Tak hanya budaya, Yevhenia juga menyoroti kehangatan warga Sukabumi serta potensi besar generasi mudanya. Ia mengaku terkesan setelah berinteraksi langsung dengan para pelajar dalam kunjungan ke salah satu sekolah.

“Sukabumi adalah kota yang luar biasa. Saya senang bisa bertemu masyarakatnya, terutama anak-anak mudanya yang sangat berbakat. Mereka adalah masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmen untuk membagikan pengalaman positif tersebut kepada masyarakat di Ukraina, sekaligus membuka peluang kunjungan lanjutan di masa mendatang.

“Saya pasti akan menceritakan tentang keramahan orang-orang di sini dan semangat anak-anaknya. Itu sangat berkesan bagi saya,” tambahnya.

Melalui kegiatan Diplomatic Forum ini, Pemerintah Kota Sukabumi tidak hanya memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional. Sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan menjadi fokus penjajakan kemitraan dengan negara-negara sahabat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Upah Tenaga Honorer Pendidikan di Jabar Belum Dibayar, Terkendala Edaran Kemenpan RB

0

Wartain.com || Ribuan tenaga honorer di sektor pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum menerima gaji untuk periode Maret dan April 2026. Dinas Pendidikan Jawa Barat pun telah memberikan penjelasan terkait alasan keterlambatan pembayaran hak para tenaga honorer tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ia terima, masih banyak tenaga honorer yang belum menerima gaji selama dua bulan terakhir. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kendala yang berkaitan dengan peraturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Jumlahnya 3.823, ada guru ada TU, keamanan dan kebersihan. Tertunda dua bulan, jadi kita belum bisa membayarkan gajinya karena terbentur edaran Menpan RB,” kata Purwanto, pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih merumuskan solusi terbaik terkait persoalan tersebut. Menurutnya, para tenaga honorer tetap telah menjalankan tugasnya dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh sekolah, sehingga tengah diupayakan skema pembayaran yang paling tepat.

“Solusinya lagi dicari saran nanti seperti apa. Yang jelas mereka sudah bekerja dan sekolah juga membutuhkan, kita cari skema pembayarannya seperti apa,” jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam video akun sosial medianya bersama Purwanto menyoroti hal tersebut, dan ia akan menemui Menpan RB, untuk menemukan solusi konkret.

“Minggu depan kita akan temui Menteri Pan RB. Kita tidak mungkin sekolah tidak ada gurunya, karena guru honorer nya tidak dibayar,” ujar Dedi dalam akun pribadinya, pada Rabu (22/4/2026).

Dedi juga meminta kepada Purwanto sebagai Kadisdik Jabar, untuk membuat semacam aturan yang mana tidak ada penumpukkan guru disatu sekolah tapi di Sekolah lain kurang.

“Nanti dibuat (aturan) oleh bapak rasionalisasi guru, jangan sampai ada penumpukkan guru disatu tempat (sekolah) sedangkan ditempat lain kosong,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Kadishub Sukabumi Hadiri Audiensi Masyarakat Jampang, Soroti Jalan Rusak dan Truk Overload

0

Wartain.com || Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, menghadiri audiensi bersama masyarakat Jampang yang menyoroti kerusakan jalan serta maraknya kendaraan over dimension over load (ODOL) di ruas Cikembang hingga Kiara Dua.

Dalam kesempatan tersebut, Mubtadi Latip mengapresiasi penyampaian aspirasi yang disampaikan oleh Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM).

Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan infrastruktur dan penegakan aturan lalu lintas.

“Aspirasi yang disampaikan JTM sangat baik, khususnya terkait permasalahan ODOL di ruas jalan antara Cikembang sampai Kiara Dua,” ujarnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, baik dari tingkat provinsi maupun daerah, termasuk perwakilan Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai bentuk sinergi antar stakeholder dalam upaya perbaikan jalan.

“Alhamdulillah, sudah ada beberapa kesepakatan. Artinya, ada saling pengertian antara semua pihak dalam rangka pembangunan dan perbaikan jalan di ruas Cikembar hingga Kiara Dua,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah sesuai kewenangan untuk membantu masyarakat, terutama dalam menindak kendaraan yang berpotensi merusak jalan.

“Tuntutan masyarakat jelas, yakni agar kendaraan yang berpotensi merusak jalan tidak lagi melintas. Dengan begitu, jalan akan lebih panjang dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga akan meningkatkan pengawasan serta memberikan peringatan kepada para pelanggar, termasuk perusahaan yang menggunakan ruas jalan tersebut.

“Kami akan memberikan teguran kepada para pelanggar, khususnya perusahaan yang beroperasi di sepanjang ruas jalan ini agar menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondisi jalan dan menjalankan peran sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, guna menciptakan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Audiensi Masyarakat Jampang Soroti Jalan Rusak dan Truk Overload, Dorong Penegakan Aturan hingga Pembangunan Gerbang Pengawasan 

0

Wartain.com || Dewan Pengurus Pusat Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) menggelar audiensi bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan di Aula Kecamatan Lengkong, Rabu (22/04/2026).

Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan krusial yang dikeluhkan masyarakat Jampang, terutama terkait kerusakan jalan dan maraknya kendaraan bermuatan berlebih (overload).

Ketua Umum JTM, Hendra Permana, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh aktivitas kendaraan berat yang melebihi kapasitas. Ia mengapresiasi respons dari pihak dinas, meskipun dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

“Alhamdulillah ada tanggapan dari dinas, meskipun memang masih perlu koordinasi lebih lanjut di internal mereka. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah sosialisasi aturan terkait batas tonase kendaraan serta pemasangan rambu-rambu di jalan provinsi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga berencana melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran angkutan over kapasitas dengan melibatkan aparat kepolisian. Namun, JTM menilai langkah tersebut perlu didukung dengan upaya yang lebih konkret.

Hendra menambahkan, pihaknya juga mengusulkan pembangunan gerbang pengawasan kendaraan sebagai solusi alternatif. Menurutnya, metode ini pernah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan dinilai cukup efektif dalam mengendalikan kendaraan bermuatan berlebih.

“Kami melihat banyak perusahaan yang masih tidak patuh terhadap aturan. Bahkan saat ini muatan kendaraan bisa mencapai 30 hingga 40 ton. Jika tidak ada langkah tegas, bukan tidak mungkin jalan provinsi yang sudah dibangun akan kembali rusak dalam waktu singkat,” tegasnya.

Selain persoalan overload, JTM juga mendorong percepatan penyelesaian jalan penghubung Lengkong menuju Kiara Dua. Namun, proyek tersebut diketahui saat ini masih tertunda akibat keterbatasan anggaran dan baru dilakukan pemeliharaan.

Sementara itu, Pengawas Transportasi Darat, Dayan Swendara, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan pelanggaran muatan kendaraan. Salah satunya adalah pemasangan rambu batas tonase serta kewajiban bagi perusahaan untuk menyediakan fasilitas penimbangan.

“Setiap perusahaan nantinya diwajibkan memiliki timbangan. Jadi sebelum kendaraan beroperasi, harus melalui proses penimbangan terlebih dahulu agar tidak melebihi kapasitas yang ditentukan,” jelas Dayan.

Dalam waktu dekat, Dishub akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menyurati sejumlah perusahaan agar segera menerapkan sistem penimbangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan ini sangat penting demi menjaga infrastruktur jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Overload ini bukan hanya merusak jalan, tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya perusahaan, untuk mematuhi aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penanganan persoalan jalan rusak di wilayah Jampang, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Rapat Koordinasi, Tetapkan Aturan Kebersihan Bagi PKL di Alun-Alun Palabuhanratu

0

Wartain.com || Komitmen untuk menjaga kebersihan kawasan Alun-Alun Palabuhanratu kian diperkuat melalui sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kecamatan Palabuhanratu, pada Rabu (22/04/2026), disepakati sejumlah langkah strategis sebagai upaya nyata menciptakan ruang publik yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Kesepakatan itu juga melibatkan pedagang kaki lima (PKL), juga merangkul koordinator lapangan, jajaran RT/RW, hingga unsur kepemudaan di kawasan Palabuhanratu. Melalui kolaborasi lintas elemen tersebut, seluruh pihak menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran kolektif sekaligus meningkatkan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan Alun-alun.

Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan bahwa setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah sendiri serta bertanggung jawab menjaga kebersihan di sekitar lapaknya.

“Setiap pedagang wajib menyediakan tempat sampah dan menjaga kebersihan lapak,” ujarnya.

Pedagang juga diminta area agar area yang dipakai harus tetap bersih selama beraktivitas, agar tercipta kenyamanan bagi para pengunjung.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjadi langkah sesaat, melainkan mampu membangun budaya disiplin dan kepedulian terhadap kebersihan di kawasan Alun-Alun Palabuhanratu. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, alun-alun sebagai ruang publik diharapkan dapat tetap terjaga keindahan, kenyamanan, serta fungsinya sebagai pusat aktivitas warga.

Sebagai wujud komitmen bersama yang telah disepakati, kegiatan bersih-bersih lingkungan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (24/04/2026) dengan melibatkan seluruh elemen yang turut hadir dalam rapat koordinasi.

Dengan langkah konkret yang telah disepakati tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga konsistensi dalam implementasinya di lapangan.

Sinergi yang terbangun tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Alun-Alun Palabuhanratu sebagai ruang publik yang representatif, tertib, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun para pengunjung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Sekda Tekankan Pentingnya Masukan Semua Pihak Dalam Penyusunan Baseline RP3KP 

0

Bisnisnews.net || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak dalam pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Kawasan Permukiman (RP3KP) yang digelar di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/04/2026).

Menurutnya, dokumen RP3KP harus disusun secara komprehensif dan objektif, sehingga mampu menjadi acuan yang tepat dalam pembangunan kawasan permukiman ke depan.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh unsur yang terlibat untuk memberikan masukan terbaiknya. “Beri masukan terbaiknya agar menghasilkan dokumen terbaik,” ujarnya.

Sekda berharap, melalui kolaborasi lintas sektor, dokumen RP3KP yang dihasilkan tidak hanya matang secara perencanaan, tetapi juga implementatif dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan, termasuk penanganan kawasan kumuh.

Sementara itu, berbagai pembahasan dalam kegiatan tersebut juga menyoroti percepatan penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Sukabumi yang ditargetkan dapat tuntas pada tahun 2027, lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Upaya tersebut akan didorong melalui inovasi Gerbang Pesona Bumi, yang merupakan singkatan dari Gerakan Bangun Percepatan Ekosistem Hunian melalui Sinergi Organisasi, Kemitraan, dan Marketing Publik yang inovatif.

Program ini menitikberatkan pada penataan kawasan kumuh, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan skema pembiayaan kreatif dan kemitraan.

Dengan sinergi semua pihak, diharapkan pembangunan kawasan permukiman di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdik Kabupaten Sukabumi Gelar Aksi Bersih Lingkungan, Wujudkan Kantor Nyaman dan Sehat

0

Wartain.com || Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang area kantor pada Rabu (22/4/2026).

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung program Gerakan Indonesia Asri.

Sejak pagi hari, para pegawai dari berbagai bidang turut ambil bagian dengan membawa perlengkapan kebersihan seperti sapu, cangkul, dan alat lainnya. Mereka tampak bahu-membahu membersihkan sampah di pinggir jalan, menata saluran air, serta merapikan area sekitar perkantoran dari rumput liar.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan kerja. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan berperan penting dalam menciptakan suasana kerja yang nyaman dan meningkatkan produktivitas.

“Dengan lingkungan yang bersih, kita bisa bekerja lebih nyaman dan optimal. Ini juga menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Selain fokus pada pembersihan, kegiatan ini juga mencakup penataan lingkungan agar terlihat lebih tertib dan asri. Saluran air yang sebelumnya tersumbat turut dibersihkan guna mengantisipasi terjadinya genangan yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati dan Wabup Sukabumi, Hadiri Rapur DPRD Agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar didampingi Wakil Bupati H Andreas menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi dengan agenda penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Selasa (21/4/2026). Rapat yang digelar di ruang sidang paripurna itu juga diisi dengan pengambilan keputusan, penandatanganan berita acara, serta penyerahan resmi rekomendasi DPRD kepada pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, H Asep Japar mengatakan, pentingnya rekomendasi tersebut sebagai pijakan strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. Ia menyebut, masukan dari DPRD merupakan bentuk pengawasan konstruktif yang akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh.

“Rekomendasi ini menjadi bahan penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor krusial dalam memastikan pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta segera menindaklanjuti setiap catatan DPRD ke dalam program kerja ke depan.

Menurutnya, berbagai catatan yang disampaikan akan dijadikan bahan evaluasi atas pelaksanaan program sepanjang 2025. Sementara capaian yang sudah baik akan terus diperkuat.

“Kekurangan yang ada akan kami perbaiki, dan hal-hal yang sudah baik akan kami pertahankan bahkan ditingkatkan,” tegasnya.

Bupati berharap kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus dijaga demi mendorong pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali memastikan seluruh hasil pembahasan LKPJ telah diserahkan kepada bupati. DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar rekomendasi tersebut benar-benar diimplementasikan.

“Yang sudah baik dipertahankan, yang masih kurang tentu harus diperbaiki. Alhamdulillah, bupati berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut,” singkatnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan penyerahan rekomendasi atas LKPJ Bupati Sukabumi tahun anggaran 2025.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Konflik SMK TTB Memanas, Presidium MD KAHMI Sukabumi: Selamatkan Siswa, KCD Harus Turun Tangan

0

Wartain.com || Persoalan internal di SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB), Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kian meruncing. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu hak pendidikan siswa yang seharusnya tetap berjalan.

Untuk menyelamatkan proses akademik, seluruh siswa kelas 12 akhirnya diputuskan dimutasi ke SMK Dwiwarna Warungkiara. Langkah darurat tersebut diambil agar kelulusan tetap sesuai jadwal pada 5 Mei 2026 tanpa hambatan administratif.

Sorotan datang dari Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag, yang menyayangkan konflik tersebut terjadi. Ia menegaskan pendidikan siswa tidak boleh dikorbankan oleh persoalan internal yayasan maupun sekolah.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan anak-anak didik agar pendidikannya tetap berlangsung, khususnya kelas 12 yang akan segera lulus,” kata Aam dalam keterangannya, Rabu 22/04/2026.

Aam mendesak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat turun tangan secara aktif. Menurutnya, KCD harus menjadi fasilitator utama yang menjembatani komunikasi antara yayasan dan pihak sekolah.

“Jangan sampai kepentingan pendidikan siswa menjadi korban konflik internal. KCD harus hadir dan menjembatani penyelesaian dengan mengedepankan kepentingan yang lebih besar,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar penyelesaian ditempuh lewat jalur musyawarah yang melibatkan semua unsur terkait. Langkah cepat diperlukan untuk memulihkan citra pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak isu ini.

Lebih jauh, Aam menilai kasus SMK TTB harus jadi pelajaran. Pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah, terutama swasta, perlu diperkuat oleh pemerintah provinsi dan daerah agar konflik serupa tidak terulang.

“Ke depan, ini harus menjadi catatan serius. Pembinaan dan pengawasan harus diperkuat agar konflik seperti ini tidak kembali terjadi di sekolah lain,” ujarnya.

Aam juga mewanti-wanti agar tidak ada praktik pungutan liar dalam proses mutasi siswa. Ia meminta semua pihak menjaga integritas dan tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

“Jangan sampai ada oknum yang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Pendidikan anak tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan sempit,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen yang terlibat mengedepankan kebijaksanaan dan menempatkan masa depan siswa sebagai prioritas. “Saya yakin semua pihak bisa menyelesaikan ini dengan baik, demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak kita,” pungkas Aam.***

Editor : Aab Abdul.Malik

(Dul)

Piring Kedaulatan: Manifestasi Budaya, Nasionalisme, dan Spiritualitas dalam MBG

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98, Komite Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Energi, Presidium Korp Alumni HMI/MD KAHMI Sukabumi, Mantan Ketua Dewan Tani Indonesia/DTI Jawa Barat

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan teknokratis, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan spiritual yang mengakar pada jati diri bangsa. Di balik setiap suapan gizi bagi puluhan juta anak sekolah, santri, ibu hamil, dan bayi, terpancar sebuah transformasi besar yang menyentuh tiga pilar utama kehidupan bernegara kita.

1. Budaya Ekonomi: Mengembalikan Marwah Koperasi

Secara budaya, ekonomi Indonesia sejatinya adalah ekonomi komunal, bukan individualistik. Program MBG yang diperkuat oleh Kedaulatan Desa Mandiri Pangan (KDMP) mengembalikan kita pada khitah tersebut.

Melawan Oligarki: Dengan menjadikan koperasi sebagai jantung rantai pasok, kita sedang meruntuhkan tembok kapitalisme oligarki yang selama ini menyumbat aliran rezeki di tingkat atas.

Ekonomi dari Bawah: Anggaran negara kini tidak lagi menumpuk di pusat, melainkan mengalir deras ke kelurahan, menggerakkan petani lokal, peternak, dan UMKM. Inilah ekonomi gotong royong dalam bentuk paling nyata.

2. Nasionalisme: Menunaikan Janji Pendiri Bangsa

Program ini adalah jembatan emas menuju Indonesia Emas, sebuah janji nasionalisme yang melintasi zaman.

Trisakti Soekarno: MBG adalah langkah konkret mencapai kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi. Kita sedang membangun “manusia baru” Indonesia yang sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual.

Soko Guru Hatta: Menghidupkan kembali koperasi sebagai pilar utama adalah bentuk penghormatan tertinggi pada amanah Bung Hatta. Nasionalisme bukan lagi sekadar slogan, tapi sepiring nasi dan lauk bergizi bagi masa depan bangsa.

3. Spiritualitas: Makan sebagai Ibadah dan Keberkahan

Dalam kacamata spiritual, memberi makan adalah perbuatan yang paling mulia. MBG mengubah dapur-dapur komunitas menjadi tempat ibadah sosial.

Keceriaan yang Terpancar: Senyum anak-anak di pelosok desa dan kebahagiaan orang tua adalah doa yang tulus bagi bangsa.

Keberkahan Kerja: Jutaan relawan yang menemukan mata pencaharian di dapur MBG membawa nafkah yang berkah bagi keluarga mereka. Ada getaran spiritual ketika sebuah bangsa bersatu memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang kelaparan.

Biarkan Suara Sumbang

Sangat ironis melihat masih ada pihak yang sinis terhadap program semulia ini. Mereka yang menyebar kebencian sejatinya tidak ingin melihat Indonesia tegak berdiri sebagai negara besar dengan SDM yang unggul. Namun, kegelapan tidak akan pernah bisa mengalahkan cahaya niat tulus.

Bapak Presiden Prabowo, janganlah bergeming oleh cemoohan. Langkah Anda adalah titian doa dari rakyat kecil yang selama ini terlupakan. Rakyat Indonesia berdiri kokoh di belakang Anda, mengawal setiap piring gizi demi martabat bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)