26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 146

Janice Tjen Bangkit di Madrid Open, Singkirkan Wakil Rusia Charaeva Dua Set Langsung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, akhirnya memutus tren negatif di turnamen internasional. Ia sukses melaju ke babak 64 besar Madrid Open 2026 usai menundukkan petenis Rusia, Alina Charaeva, dengan skor 6-4, 6-2.

Pertandingan putaran pertama itu digelar di Lapangan 7 La Caja Magica, Rabu (22/4/2026) malam WIB. Janice tampil agresif sejak awal, meski sempat mendapat perlawanan ketat dari Charaeva di set pembuka.

Janice langsung tancap gas dengan keunggulan 2-0 dan 3-1. Namun Charaeva tak tinggal diam. Petenis Rusia itu membalikkan keadaan dengan merebut tiga gim beruntun, membuat skor berubah menjadi 3-4.

Momentum kembali ke tangan Janice. Ia menutup set pertama dengan mengamankan tiga gim terakhir secara beruntun. Variasi pukulan dan ketenangan di poin-poin krusial jadi kunci kemenangan 6-4 di set awal.

Memasuki set kedua, dominasi Janice lebih terasa. Ia melesat 4-0 tanpa balas. Charaeva sempat mencuri dua gim untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-2, tetapi itu tak cukup membendung laju Janice.

Janice merespons dengan cepat. Ia mengunci dua gim berikutnya dan memastikan kemenangan lewat servis ace. Skor 6-2 menutup set kedua sekaligus memastikan tiket ke babak 64 besar.

Di babak selanjutnya, ujian lebih berat sudah menanti. Janice dijadwalkan bertemu unggulan ke-20 asal Rusia, Liudmila Samsonova, yang mendapat bye di putaran pertama. Duel sesama petenis agresif diprediksi berlangsung ketat.

Kemenangan ini jadi momentum kebangkitan bagi Janice. Sebelumnya, ia sempat absen di Rouen Open pekan lalu, ajang WTA 250, karena cedera. Cedera itu didapat saat membela Indonesia di Piala Billie Jean King di India.

Janice awalnya menargetkan Rouen sebagai turnamen pembuka musim tanah liat. Namun ia harus mundur demi pemulihan. Kini, penampilan solid di Madrid jadi sinyal positif bahwa kondisinya sudah pulih.

Dengan hasil ini, Janice membuka peluang memperbaiki peringkat WTA. Ia juga membawa harapan Indonesia untuk melangkah lebih jauh di salah satu turnamen WTA 1000 paling bergengsi di lapangan tanah liat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringati HKB, Bupati Asjap: Keselamatan adalah Harga Tertinggi Jadikan Kesiapsiagaan Budaya Sehari-Hari

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak semua pihak untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya sehari-harinya. Hal itu termasuk meningkatkan sinergi lintas sektor dan memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menyebarkan informasi yang akurat.

“Kami percaya investasi pada kesiapsiagaan jauh lebih murah, dibandingkan biaya pemulihan pasca bencana,” ujarnya saat menjadi Pembina Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis, 23 April 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri, terus memperkuat sistem penanggulangan bencana. Hal itu melalui pengembangan desa tangguh (Destana), penguatan TRC, pemasangan early warning system (EWS), serta simulasi kebencanaan secara berkala.

“Keselamatan jiwa adalah harga tertinggi yang harus kita jaga. Kesiapsiagaan merupakan tugas dan tanggungjawab bersama,” ucapnya.

Di momen tersebut, bupati mengingatkan bawah Kabupaten Sukabumi merupakan daerah dengan potensi bencana yang tinggi. Hal itu menuntut semuanya untuk siap dan tangguh.

“Di samping potensi kekayaan alamnya yang luar biasa, juga menyimpan ancaman bencana,” ungkapnya

Maka dari itu, bupati berterima kasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi dalam kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Sukabumi. Baik itu forum maupun relawan yang turut serta membantu Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Banyak kontribusi dari teman-teman relawan untuk Kabupaten Sukabumi. Mari kita tetap semangat dalam kesiapsiagaan,” ajaknya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMSI Sukabumi Raya Temui Diskominfosan, Dorong Sinergi dan Transformasi Digital Kerja Sama Media

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini jadi langkah awal memperkuat kolaborasi media dengan pemerintah daerah.

Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulipri, menyambut langsung jajaran pengurus SMSI. Ia menyatakan siap menampung seluruh aspirasi dan hasil audiensi untuk disampaikan kepada Bupati Sukabumi sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, menegaskan ada sejumlah agenda strategis yang ingin dibahas bersama pemangku kebijakan. Salah satunya adalah peran SMSI sebagai wadah perusahaan media dalam mendukung pembangunan daerah melalui publikasi yang konstruktif.

“Tupoksi SMSI jelas sebagai wadah perusahaan media yang menaungi para wartawan. Kami ingin mendiskusikan peran apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah daerah, termasuk sosialisasi kerja sama media,” ujar Eman.

Tokoh pers yang juga Ketua PLT PWI, Nuruddin Zain Syamsi alias Abah Anom, menyebut saat ini sudah 13 perusahaan pers tergabung di SMSI Sukabumi. Ia menegaskan SMSI siap mendukung visi-misi Bupati, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial yang independen.

SMSI Sukabumi Raya Temui Diskominfosan, Dorong Sinergi dan Transformasi Digital Kerja Sama Media (foto : SRM)

“Kami siap berdiskusi demi kemajuan Sukabumi. Dalam dunia pers, manajemen perusahaan dan redaksi itu berbeda, dan SMSI fokus pada sisi kelembagaan perusahaan persnya,” kata Abah Anom.

Sementara itu, penasihat SMSI, Aam Abdul Salam, S.Ag, menilai audiensi ini jadi momentum penting menjaga harmoni antara media dan pemerintah. Ia mengusulkan pembentukan Forum Diskusi Bersama sebagai ruang gagasan untuk ikut mengisi pembangunan sesuai visi-misi Bupati Sukabumi.

Sekjen SMSI, Aris Wanto, bersama pengurus lainnya, Gunta, menambahkan bahwa media di bawah naungan SMSI akan terus menyajikan konten yang mendukung program strategis Pemkab Sukabumi. Tujuannya agar informasi pembangunan sampai ke masyarakat luas.

Menanggapi hal itu, Kabid Kerja Sama Komunikasi Publik Diskominfosan, Kiki Avian, mengapresiasi silaturahmi SMSI. Ia menyebut Diskominfosan tengah merumuskan sistem baru untuk relasi dengan media, termasuk revisi Perbup yang memuat 19 syarat bagi perusahaan media demi meningkatkan profesionalisme.

Kiki juga mengungkapkan pada 2027 kerja sama media akan beralih menggunakan aplikasi khusus. Selain itu, gagasan Forum Diskusi Bersama akan segera direalisasikan untuk membahas persoalan di lapangan sekaligus memperkuat silaturahmi.

Tak hanya itu, Diskominfosan juga mendorong publikasi konten tematik terkait capaian program Bupati. Langkah ini agar keberhasilan pembangunan bisa diketahui publik dan mendapat dukungan masyarakat terhadap program strategis pemerintah daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Tak Kantongi IPAL hingga SLF, DPRD Sukabumi Sidak PT Agri Panen Lestari di Jampangtengah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar inspeksi mendadak ke PT Agri Panen Lestari di Kampung Ciareuy, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Rabu (22/4/2026). Sidak dimulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung anggota Komisi I, Jalil Abdillah dan Asri Mulyawati.

Turut hadir dalam sidak tersebut perwakilan Bapenda, DPMPTSP, Satpol PP, Dinas Peternakan, jajaran Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, BPD, hingga manajemen perusahaan. Kehadiran lintas instansi ini untuk memastikan pengecekan perizinan dilakukan menyeluruh.

Hasil sidak mengungkap sejumlah pelanggaran administrasi. PT Agri Panen Lestari diketahui belum memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Izin diversifikasi usaha juga belum rampung seluruhnya.

“Kaitan perizinan, perusahaan ini belum memiliki IPAL, PBG, serta SLF. Selain itu, izin diversifikasi usaha juga belum seluruhnya dilaksanakan,” kata Jalil, Kamis (23/4/2026).

Jalil menegaskan DPRD memberi tenggat satu bulan kepada perusahaan untuk melengkapi semua dokumen legalitas. Jika tidak dipenuhi, sanksi administratif bisa diberlakukan sesuai aturan.

“Kami beri waktu satu bulan untuk melengkapi izin. Termasuk kegiatan ternak domba yang dinilai tidak sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diajukan. Itu juga kami rekomendasikan untuk segera disesuaikan,” tegasnya.

PT Agri Panen Lestari mengelola lahan HGU seluas 350 hektare dengan masa izin hingga 31 Desember 2032. Lahan tersebut sebelumnya milik PT Ackub yang bergerak di perkebunan karet dan kayu jati. Saat ini sebagian dialihfungsikan untuk budidaya durian dan peternakan domba di lahan 2 hektare yang sudah berjalan lebih dari setahun.

Kepala Desa Sindangresmi, Yan Mardiyan, membenarkan kunjungan itu. Menurutnya, persoalan perusahaan sudah jadi sorotan sejak proses take over dari PT Ackub.

“Dulu usulannya PT Agri itu untuk menanam kopi, tapi kenyataannya sekarang ditanami durian dan ada juga peternakan domba,” ungkap Yan.

Yan juga menyoroti aspek ketenagakerjaan. Berdasarkan laporan warga, lebih dari 40 karyawan perusahaan belum terdaftar di Disnakertrans maupun BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi catatan tambahan yang akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Dari total 350 hektare HGU, baru sekitar 50 hektare yang digarap. Pemdes berharap sisa lahan yang belum dimanfaatkan bisa dikelola bersama warga. “Lahan yang belum digarap masih luas, itu bisa dimanfaatkan oleh warga. Begitu juga lahan yang sudah menjadi sawah agar tetap dipertahankan dan digarap warga, serta kawasan hutan tetap dijaga sebagai hutan,” pungkas Yan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemekaran Sukabumi Utara Siap, DPRD Jabar Dorong Pusat Cabut Moratorium

0
Oplus_131072

Wartain.com || Rencana pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) dinilai sudah memenuhi syarat kesiapan. DPRD Provinsi Jawa Barat menyebut bola kini ada di tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendesak pemerintah pusat membuka moratorium pemekaran daerah.

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Yusuf Ridwan, usai rapat bersama Pemkab Sukabumi di Pendopo, Rabu (22/4/2026). Pertemuan tersebut khusus membahas perkembangan Daerah Otonomi Baru (DOB) KSU.

“Kunjungan ini intinya ingin mengetahui sejauh mana kesiapan daripada kabupaten, ternyata Kabupaten Sukabumi, jauh-jauh hari sudah siap. Tinggal hari ini mendorong ke pusat tentang moratorium,” tegas Yusuf.

Menurutnya, semua aspek administratif dan teknis dari sisi daerah sudah rampung. Dokumen, kajian, hingga dukungan politik di tingkat lokal sudah tidak menjadi persoalan lagi.

Karena itu, Komisi I DPRD Jabar menyatakan siap turun tangan langsung. Agenda terdekat adalah menyambangi Komisi II DPR RI untuk mendorong agar pembahasan KSU masuk prioritas.

Yusuf menjelaskan, langkah ke DPR RI penting untuk mendapat kepastian soal status moratorium. Jika memang ada peluang dibuka, maka KSU bisa segera diproses lebih lanjut oleh pemerintah pusat.

“Kepada Komisi II DPR RI, DPRD Jawa Barat berencana menanyakan kejelasan status moratorium, termasuk kemungkinan pembukaannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemekaran bukan sekadar pemisahan wilayah. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah utara Sukabumi.

Dengan luas dan jumlah penduduk yang besar, Kabupaten Sukabumi dinilai sudah layak dimekarkan. Rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh selama ini menjadi salah satu alasan utama urgensi KSU.

Komisi I berharap Pemkab Sukabumi proaktif menjalin komunikasi dengan Kemendagri dan kementerian terkait. Dukungan politik dari DPRD provinsi akan menguatkan dorongan tersebut.

“Kalau daerah sudah siap, tinggal pusat yang harus membuka pintu. Ini yang akan kami kawal bersama,” pungkas Yusuf.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Manusia Modern: Cahaya Palsu dan Kehilangan Arah

0

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com || Manusia modern hidup di zaman yang tampak terang, tetapi sesungguhnya membingungkan. Segala sesuatu terlihat jelas, cepat, dan terhubung. Informasi mengalir tanpa henti. Teknologi berkembang pesat. Dunia seperti berada dalam genggaman.
Namun di balik semua itu, ada satu pertanyaan mendasar yang jarang dijawab secara jujur:
apakah manusia benar-benar tahu ke mana ia sedang menuju?
Banyak yang bergerak.
Banyak yang sibuk.
Banyak yang terlihat berhasil.

Tapi tidak semua memahami arah.
Cahaya yang Menipu
Peradaban modern menawarkan banyak “cahaya”.
Cahaya teknologi.
Cahaya pengetahuan.
Cahaya kekuasaan.
Cahaya popularitas.
Semua itu tampak terang. Bahkan meyakinkan.

Namun tidak semua cahaya berasal dari kebenaran.
Ada cahaya yang hanya memantulkan.
Ada cahaya yang menyilaukan.
Ada cahaya yang justru membuat manusia tidak lagi melihat dengan jernih.
Inilah cahaya palsu.
Cahaya yang membuat manusia merasa tahu, padahal sebenarnya sedang diarahkan.
Cahaya yang membuat manusia merasa bebas, padahal sedang dikendalikan.
Cahaya yang membuat manusia merasa hidup, padahal hanya mengikuti arus.

Manusia yang Sibuk, Tapi Kosong
Hari ini, manusia tidak kekurangan aktivitas.

Justru sebaliknya—terlalu banyak yang dilakukan.

Bangun pagi, bekerja, berinteraksi, mengejar target, mencari pengakuan, dan terus bergerak tanpa henti.
Namun di tengah semua itu, banyak yang diam-diam merasakan hal yang sama:
kosong.

Bukan karena tidak punya apa-apa.
Tapi karena tidak tahu untuk apa semua itu dilakukan.

Ini paradoks manusia modern:
memiliki banyak hal, tapi kehilangan makna.

Ketika Dunia Menjadi Pusat
Masalahnya bukan pada dunia.
Masalahnya adalah ketika dunia menjadi pusat.

Ketika ukuran hidup hanya:
harta
jabatan
pencapaian
pengakuan

Maka secara perlahan, orientasi manusia bergeser.
Ia masih menyebut Tuhan.
Ia masih menjalankan ibadah.
Namun dalam praktik hidupnya, yang menentukan arah bukan lagi Tuhan—melainkan dunia.
Tauhid ada, tapi tidak hidup.
Kesadaran yang Tertidur

Pada titik ini, manusia sebenarnya tidak kehilangan Tuhan.
Yang hilang adalah kesadaran akan Tuhan.
Ia percaya, tetapi tidak merasakan.
Ia tahu, tetapi tidak menghadirkan.
Ia menyebut, tetapi tidak menjadikan sebagai pusat hidup.

Inilah kondisi paling berbahaya:
bertuhan, tetapi di bawah sadar.
Ilusi yang Terstruktur
Yang membuat kondisi ini semakin kompleks adalah karena ilusi tersebut tidak terjadi secara acak, tetapi terstruktur.
Sistem ekonomi mengajarkan bahwa nilai manusia ditentukan oleh produktivitas.
Media membentuk standar hidup dan kebahagiaan.

Teknologi mengatur perhatian dan cara berpikir.
Tanpa disadari, manusia hidup dalam sistem yang:
menentukan apa yang penting
mengarahkan apa yang harus dikejar
dan bahkan membentuk cara memahami diri sendiri

Sehingga manusia merasa memilih, padahal sering kali hanya mengikuti.
Pertanyaan yang Tidak Pernah Ditanyakan
Di tengah semua itu, ada satu pertanyaan yang sering dihindari:
“Apakah hidup ini benar-benar sesuai dengan tujuan penciptaanku?”

Karena ketika pertanyaan ini diajukan dengan jujur, banyak hal harus dipertanyakan ulang:
arah hidup
pilihan yang diambil
bahkan cara memahami keberhasilan
Dan tidak semua orang siap untuk itu.
Awal dari Kesadaran
Namun setiap perubahan selalu dimulai dari satu titik:
kesadaran.

Kesadaran bahwa:
tidak semua yang terlihat benar itu benar
tidak semua yang ramai itu bernilai
tidak semua yang dikejar itu membawa kepada makna

Dan dari kesadaran itulah, manusia mulai mencari sesuatu yang lebih dalam.
Bukan sekadar hidup.
Tapi hidup yang bermakna.

Menuju Cahaya yang Hakiki

Di sinilah perjalanan sebenarnya dimulai.
Bukan perjalanan keluar, tetapi ke dalam.
Bukan mencari sesuatu yang baru, tetapi menemukan kembali yang telah ada.
Karena pada akhirnya, manusia tidak benar-benar kehilangan cahaya.
Ia hanya:
tertutup olehnya
terdistraksi darinya
dan lupa bagaimana kembali kepadanya
Dan cahaya itu! tidak lain adalah Tauhid Ma’rifatullah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

LPSK Turun Tangan, Tiga Santri Korban Dugaan Pencabulan di Sukabumi Dapat Perlindungan

0

Wartain.com || Tiga santri yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum pimpinan pesantren berinisial MSL di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kini resmi berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Langkah tersebut dilakukan setelah tim LPSK turun langsung ke lapangan pada Rabu (22/4/2026) siang, usai berkoordinasi dengan penyidik di Polres Sukabumi terkait perkembangan penanganan kasus.

Pendamping korban dari Rakyat Indonesia Berdaya (LSM RIB), Lutfi Imanullah, menjelaskan bahwa dua perwakilan LPSK telah menemui keluarga serta para korban untuk melakukan pendataan menyeluruh, mulai dari kronologi kejadian hingga kondisi terkini.

“Tim LPSK datang langsung, menggali informasi dari awal peristiwa hingga perkembangan kasus yang sudah berjalan hampir dua bulan,” ujar Lutfi.

Hasil penilaian awal menunjukkan dampak psikologis yang cukup berat dialami para korban. Bahkan, dua di antaranya dilaporkan berhenti sekolah akibat trauma yang dialami. Sebagai bentuk tindak lanjut, LPSK berencana memberikan dukungan, baik dari sisi pemulihan psikologis maupun bantuan lainnya.

“Selain kondisi mental, LPSK juga menyoroti pendidikan korban. Nantinya akan ada bantuan, termasuk untuk pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga kebutuhan operasional selama proses hukum berlangsung,” jelasnya.

Keterlibatan LPSK diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap korban sekaligus mendorong penanganan kasus yang lebih serius, mengingat perkara ini berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual terhadap anak.

Sementara itu, proses hukum masih terus berjalan. Terduga pelaku diketahui telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Informasi terakhir, pelaku sempat terdeteksi di wilayah Tangerang, tetapi berhasil melarikan diri. Saat ini masih diburu,” tambah Lutfi.

Di sisi lain, keluarga korban mengungkapkan bahwa sebelum kasus dilaporkan, sempat terjadi upaya intimidasi dari pihak terduga pelaku. Tekanan tersebut berupa ancaman hingga tawaran sejumlah uang agar kasus tidak dibawa ke ranah hukum.

“Waktu itu ada upaya agar masalah ini tidak dilaporkan, cukup diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap salah satu keluarga korban.

Trauma yang dialami korban juga berdampak pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia pendidikan. Beberapa korban memilih berhenti sekolah, sementara lainnya melanjutkan melalui program kejar paket karena merasa takut dan tertekan.

Keluarga pun berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi para korban.

“Harapannya pelaku cepat tertangkap dan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kasus Kematian Bocah di Surade Kian Melebar Usai Praperadilan di Tolak, Ayah Kandung Ikut Terseret

0

Wartain.com || Perkembangan kasus kematian tragis NS (12), anak asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memasuki fase baru. Permohonan praperadilan yang diajukan ibu tiri korban, TR, resmi ditolak oleh Pengadilan Negeri Cibadak, memperkuat langkah hukum yang telah ditempuh penyidik.

Dalam putusan sidang nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Cbd yang dibacakan Senin (20/4/2026), hakim tunggal Alif Yunan Noviari menyatakan penetapan status tersangka terhadap TR telah memenuhi unsur hukum, baik dari sisi alat bukti maupun prosedur.

Keputusan tersebut mendapat respons dari Kapolres Sukabumi, Samian, yang menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional.

“Kami bekerja berdasarkan alat bukti dengan pendekatan scientific crime investigation. Setiap tahapan, mulai penyelidikan hingga penahanan, sudah sesuai aturan hukum,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Di tengah putusan tersebut, muncul perkembangan baru yang memperluas arah penyidikan. Polisi kini turut menetapkan AS, ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam perkara berbeda, yakni dugaan penelantaran anak. Penetapan itu didasarkan pada laporan yang diajukan ibu kandung korban.

Informasi status tersangka AS mencuat setelah beredarnya surat pemanggilan resmi dari penyidik. Langkah ini menandai bahwa kasus tidak lagi hanya berfokus pada satu pihak.

Kuasa hukum TR, Acong Latif, menilai penetapan tersangka terhadap AS tidak terlepas dari dinamika yang terungkap selama proses praperadilan berlangsung.

“Praperadilan diajukan oleh pihak ibu tiri dan diputus Senin. Bisa jadi perkembangan ini untuk memperkuat konstruksi hukum yang sedang dibangun,” katanya.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum lainnya, Ferry Gustaman, mengungkapkan adanya dugaan lain yang muncul dari keterangan kliennya. Ia menyebut korban tidak hanya mengalami penelantaran, tetapi juga diduga mendapat perlakuan kekerasan sebelum meninggal dunia.

“Klien kami sudah menyampaikan kronologi secara menyeluruh, termasuk dugaan adanya kekerasan fisik terhadap korban,” ujarnya.

Dengan bertambahnya tersangka, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan aparat kepolisian. Desakan agar penyidik segera melakukan penahanan terhadap AS mulai menguat, guna mengantisipasi potensi melarikan diri maupun hilangnya barang bukti.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Setop Sementara Proyek Perumahan Elit di Gunung Karang

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara rencana pembangunan kawasan perumahan elit di Bukit Gunung Karang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum.

Proyek yang digarap oleh PT Gunung Karang Megah itu menjadi perhatian karena diduga belum mengantongi izin resmi, khususnya terkait tata ruang.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil pengembang untuk memberikan klarifikasi mengenai legalitas proyek cut and fill yang tengah berjalan. Namun, hingga saat ini undangan tersebut belum direspons.

“Pengembang Gunung Karang sudah saya panggil, tapi belum datang. Semua perizinan akan saya bereskan, terutama yang berkaitan dengan tata ruang,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, penertiban ini tidak hanya berlaku untuk proyek di Gunung Karang. Pemerintah kota juga telah mengirimkan surat kepada para pelaku usaha properti dan industri agar menjalin komunikasi langsung dengan kepala daerah terkait proses perizinan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak positif, termasuk kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak.

“Semua pengusaha sudah saya surati agar berkomunikasi langsung dengan wali kota. Perizinan akan kita tata supaya jelas dan berdampak bagi Kota Sukabumi,” tambahnya.

Sementara itu, terkait status lahan di kawasan Bukit Gunung Karang yang sudah telanjur digarap, Pemkot Sukabumi masih menunggu kejelasan kebijakan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Selain itu, aspek lingkungan juga tengah dikaji bersama dinas terkait.

“Untuk statusnya kita tunggu dari ATR/BPN. Soal sanksi dan dampak lingkungan, nanti akan kita koordinasikan dengan DLH,” jelas Ayep.

Di sisi lain, Lurah Limusnunggal, Deddy Supriyadi, mengungkapkan bahwa aktivitas yang dilakukan pihak perusahaan sejauh ini baru sebatas pendekatan kepada warga. Bahkan, pihak pengembang sempat meminta fasilitasi kelurahan untuk memperoleh surat pernyataan tidak keberatan dari masyarakat sekitar.

“Perusahaan sempat meminta difasilitasi dengan warga untuk surat tidak keberatan, karena rencananya akan dilakukan pembukaan lahan untuk perumahan elit,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, seluruh aktivitas di lokasi proyek kini harus dihentikan sementara hingga seluruh dokumen perizinan lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.***(RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

Diplomat Dunia Terpukau Budaya Sukabumi, Boles Jadi Sorotan di Diplomatic Forum 2026

0

Wartain.com || Kunjungan para diplomat mancanegara ke Kota Sukabumi meninggalkan kesan mendalam, khususnya terkait kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya. Sebanyak 16 duta besar dari berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika hadir dalam rangkaian kegiatan Diplomatic Forum yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi pada 21–22 April 2026.

Salah satu yang mengungkapkan kekagumannya adalah Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, Yevhenia Shynkarenko. Ia mengaku terkesima saat pertama kali menyaksikan kesenian tradisional Boles di kawasan Gedung Juang 45, Jalan Veteran II, Rabu (22/4/2026). Permainan lempar bola api tersebut dinilainya unik dan sarat nilai budaya.

“Yang paling menarik perhatian saya adalah permainan bola api itu,” ujarnya dalam wawancara berbahasa Inggris.

Menurut Yevhenia, permainan tersebut mengingatkannya pada permainan masa kecil di negaranya yang dikenal dengan sebutan “Hot Potato”. Namun, penggunaan bola api dalam Boles memberikan sensasi berbeda yang dinilainya lebih otentik sekaligus menantang.

“Dulu kami juga punya permainan serupa, tapi tanpa api. Ini jauh lebih ekstrem dan menarik. Kalian benar-benar harus memperkenalkan ini ke dunia,” tuturnya.

Tak hanya budaya, Yevhenia juga menyoroti kehangatan warga Sukabumi serta potensi besar generasi mudanya. Ia mengaku terkesan setelah berinteraksi langsung dengan para pelajar dalam kunjungan ke salah satu sekolah.

“Sukabumi adalah kota yang luar biasa. Saya senang bisa bertemu masyarakatnya, terutama anak-anak mudanya yang sangat berbakat. Mereka adalah masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmen untuk membagikan pengalaman positif tersebut kepada masyarakat di Ukraina, sekaligus membuka peluang kunjungan lanjutan di masa mendatang.

“Saya pasti akan menceritakan tentang keramahan orang-orang di sini dan semangat anak-anaknya. Itu sangat berkesan bagi saya,” tambahnya.

Melalui kegiatan Diplomatic Forum ini, Pemerintah Kota Sukabumi tidak hanya memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional. Sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan menjadi fokus penjajakan kemitraan dengan negara-negara sahabat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik